ALOR CREATIVE MARKET BANGKITKAN LAGI GELIAT EKRAF DAN PARIWISATA
Tourism for Us – Selama dua hari Alor Creative Market (ACM) berlangsung pada akhir pekan lalu, 31 Oktober-1 November 2020, sudah terjadi transaksi pembelian produk secara langsung maupun daring meskipun masih bersifat lokal. Warga Alor rupanya penasaran juga dengan kreasi produk kuliner dari buah mangga kelapa alor. Pemesanan bertambah setelah ACM selesai.
ACM perdana ini dimeriahkan dengan kegiatan membentangkan kain tenun alor sepanjang 12 meter di kedalaman 12 meter di tengah taman laut Alor yang indah, Minggu (1/11/2020). Kain tenun yang dibentangkan itu merupakan kain tenun ikat khas Alor dengan pewarna alami dari biota laut.
Selain itu, ada demo masak berbahan mangga kelapa alor yang dibawakan oleh Santy Maro. Para penyelam ikut mencicipi masakan berbahan mangga kelapa setelah membentangkan kain tenun di dalam laut. Wisatawan pun nantinya bisa mencicipi kreasi kuliner mangga kelapa yang diperkenalkan di ACM di Cafe TSAP Sebanjar.
Sehari sebelumnya digelar acara bincang-bincang yang menghadirkan beberapa orang pegiat kerajinan khas Alor yakni Syariat Tole, Demetrius Manimau, dan Peturs Maure. Acara bincang-bincang itu dihadiri pula oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Alor Rasyid Miran.
Sejumlah penjual mangga alor dari Aimoli, Alor Barat, turut menjajakannya di arena ACM. Ukuran buah sangat mempengaruhi harga dalam jual-beli mangga kelapa alor. Semakin besar dan berat semakin tinggi harganya. Salah seorang penjual di arena menawarkannya dengan harga Rp 25.000,00 untuk tiga buah. Di pasar dalam kota Kalabahi mangga kelapa alor dijual Rp. 10.000,00 per buah.
Bupati Kabupaten Alor Amon Djobo saat pembukaan ACM mengatakan, Alor harus fokus pada potensi unggulan apa yang mau didahulukan untuk dikembangkan agar hasilnya maksimal dan punya nilai tambah ekonomis bagi masyarakat. ACM diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempromosikan dan menjual berbagai produk unggulan daerah ke pasar digital.
Inisiator Alor Creative Market Adi Gerimu dan kawan-kawan berkomitmen menyelenggarakan ACM setiap bulan dengan tema yang berbeda-beda dan bergandengan tangan dengan pemangku kepentingan lainnya, terlebih lagi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.*** (Yun Damayanti)
