Author: admin

CANDI PRAMBANAN, JEMBATAN BUDAYA ANTARA INDIA DAN YOGYAKARTA

CANDI PRAMBANAN, JEMBATAN BUDAYA ANTARA INDIA DAN YOGYAKARTA

Tourism for Us – Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan di Yogyakarta minggu lalu memberikan banyak makna. Kunjungan ini juga bertepatan dengan peluncuran proyek restorasi di kompleks Candi Prambanan. Proyek restorasi ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan India. Selain itu, [more]

SATU DEKADE LA MAISON DE L’INDONESIE HADIRKAN KEKAYAAN KULINER DAN BUDAYA INDONESIA DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE

SATU DEKADE LA MAISON DE L’INDONESIE HADIRKAN KEKAYAAN KULINER DAN BUDAYA INDONESIA DI VILLAGE INTERNATIONAL DE LA GASTRONOMIE

Tourism for Us – La Maison De L’Indonesie (LMDI) telah berperan penting dalam memperkenalkan kuliner Indonesia di Village International de la Gastronomie (VIG) selama satu dekade. VIG, sebagai ajang diplomasi gastronomi internasional yang diakui di Prancis, menjadi platform strategis untuk menampilkan kekayaan cita rasa dan [more]

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang menjulang setinggi 6000-7000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Hunza di Pakistan utara saat musim panas (Foto: Snowline Nature Tours)

Di Lembah Hunza, selain tanaman dataran tinggi seperti pinus, berbagai pohon seperti aprikot, apel, mulberi, ceri, dan anggur tumbuh dengan subur. Keberadaan pohon-pohon, terutama saat musim semi dan gugur, memberikan keindahan yang sangat layak untuk diabadikan di media sosial.

Pemerintah Provinsi Gilgit-Baltistan menetapkan Hunza sebagai tanah kebudayaan, di mana terdapat situs-situs peninggalan sejarah dan budaya berusia ratusan hingga ribuan tahun seperti Benteng Altit dan Baltit. Aga Khan Trust for Culture menjaganya dengan ketat sesuai dengan standar situs warisan budaya UNESCO.  

Awal musim panas dimulai dari pertengahan bulan Mei hingga Juni, saat salju sudah mencair, meskipun sebagiannya masih menyelimuti puncak-puncak gunung. Jembatan-jembatan melintasi sungai-sungai yang terbentuk dari gletser mengalir di antara dinding tebing yang curam. Air sungai berwarna biru toska mengingatkan kita pada keindahan di pegunungan Alpen, Swiss. Hanya 30 menit dari Karimabad, Passu Cones yang menyerupai gigi hiu menjulang megah di salah satu sisi Karakoram Highway, jalan utama yang menghubungkan Pakistan dan Cina.

Di sisi lain, terlihat yak merumput di lapangan yang terhampar di lembah hijau. Buah apricot menggantung dengan lebat di pohon, siap untuk dipanen. Warga setempat tampak sibuk bersiap untuk menjemur buah apricot yang melimpah, baik di halaman rumah maupun di atap rumah datar mereka.  

Suhu udara pada pagi hingga siang hari di awal musim panas cukup nyaman antara 15-27 derajat Celcius, menjadikannya waktu ideal untuk trekking. Pohon pinus memberikan naungan yang teduh sepanjang jalur tanah dan berbatu yang dilalui di awal trek. Namun, saat memasuki jalur bebatuan terjal menuju danau dan gletser, suasananya berubah drastis. Ketika menuju Rakaposhi Base Camp, para pendaki disambut dengan pemandangan yang tidak kalah dari jalur di Himalaya.

Benteng Altit, dibangun sekitar 900 tahun lalu, hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Jalurnya landai dan cukup mudah, melewati gang-gang desa dan anak tangga. Di sisi lain, pengunjung harus menaiki anak tangga curam selama 10-15 menit untuk mencapai Benteng Baltit yang berusia 700 tahun. Agar pengunjung lebih nyaman, pengelola telah menyediakan bangku-bangku untuk beristirahat.

Sementara itu, Danau Attabad yang terkenal dapat diakses dengan kendaraan hingga dekat bibir danau. Wisatawan juga bisa menikmati pemandangannya dari ketinggian.

Sekitar 95 persen penduduk Hunza menganut agama Islam, sehingga tidak sulit menemukan makanan halal. Kuliner tradisionalnya sangat beragam mulai dari chapsuro, pizza khas Hunza, burus sapik yakni keju kering dari susu yak, hingga sorba, sup daging yak yang kental dengan gandum. Selain itu, ada juga tumoro tea dari kulit kayu aprikot, buah aprikot kering, dan kenari. Berada di dekat perbatasan, terdapat pengaruh budaya Cina dalam kuliner di daerah ini, seperti dawdo, sup mi yang disajikan dengan kacang dan sayuran.

Provinsi Gilgit-Baltistan dikenal sebagai salah satu daerah teraman di Pakistan, dengan tingkat kriminalitas yang hampir nol persen. Kehidupan sosial di Hunza tidak mengenal sistem kasta dan minim konflik. Selain itu, tingkat literasi di wilayah ini mencapai lebih dari 90 persen, termasuk di kalangan perempuan, yang juga memiliki kebebasan dalam mobilitasnya.

Di musim panas, Hunza menawarkan kombinasi menakjubkan antara keindahan pegunungan Alpen Swiss dan kemegahan Himalaya, dipadukan dengan budaya Asia Tengah yang kaya serta tradisi ribuan tahun. Pengalaman luar biasa ini dapat diatur melalui Snowline Nature Tours, operator tur lokal yang berpengalaman di Hunza. ***(Yun Damayanti)

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

Tourism for Us – Dua tahun setelah meluncurkan komitmennya terhadap laut dan menjalin kemitraan global dengan WWF Prancis, Novotel terus mencatat kemajuan nyata di seluruh jaringan globalnya yang mencakup lebih dari 600 hotel. Kemajuan ini terlihat melalui transformasi operasional, konservasi laut, praktik pangan berkelanjutan, serta [more]

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita [more]

KEMENKO INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN: INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS DI DESTINASI WISATA AKAN DIPERKUAT

KEMENKO INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN: INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS DI DESTINASI WISATA AKAN DIPERKUAT

Tourism for Us – Hasil dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan bahwa pemerintah akan mempercepat penguatan konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata nasional.

Menko AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan, Kamis (25/6/2026), di Jakarta. (Foto: Birkompublik Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah pengembangan layanan water taxi di Bali guna mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas wisatawan.

‘’Di Bali, kita akan mengembangkan water taxi. Ini diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh dan menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan. Jadi begitu wisatawan landing, mereka bisa langsung menuju kawasan wisata dengan lebih cepat,’’ ujar Menko AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan, Kamis (25/6/2026), di Jakarta.

Selain transportasi laut, pemerintah juga akan memperkuat integrasi moda transportasi darat dan kereta api menuju kawasan bandara sehingga perjalanan penumpang lebih nyaman dan efisien.

Menko AHY menegaskan bahwa konektivitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah juga fokus membenahi berbagai kendala yang selama ini menjadi sorotan, seperti kemacetan, banjir, dan persoalan kebersihan lingkungan di sekitar akses menuju bandara.

‘’Kita ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik sejak pertama kali tiba di Indonesia. Konektivitas yang lancar akan memberikan kesan positif yang kuat,’’ tambahnya.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mendukung pengembangan destinasi prioritas nasional seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, Lombok, dan Labuan Bajo. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Wakil Menteri Perhubungan, Suntana; Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan; Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung; Wakil Kepala BP BUMN, Aminudin Ma’ruf, serta para pimpinan kepentingan di sektor kebandarudaraan dan staf khusus dan tenaga ahli di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. ***(Yun Damayanti)

IWCA FRANCE: SUARA BARU YANG MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN DI SELURUH RANTAI NILAI KOPI, DIPIMPIN OLEH DIASPORA INDONESIA

IWCA FRANCE: SUARA BARU YANG MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN DI SELURUH RANTAI NILAI KOPI, DIPIMPIN OLEH DIASPORA INDONESIA

Tourism for Us – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12 September 2026 bersamaan dengan Village International de la Gastronomie 2026 di Place de la Concorde di Paris, Perancis. Blanca Castro, Presiden Internasional IWCA, akan melakukan perjalanan ke Paris untuk [more]

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

Tourism for Us – Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai ‘’Muslim-Friendly Destination of The Year’’ dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh CrescentRating dan Mastercard. Pemeringkatan GMTI yang dilaksanakan setiap tahun oleh CrescentRating menggunakan [more]

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. Namun, anggaran untuk sektor ini pada tahun 2027 justru dikurangi dibandingkan tahun 2026.

Di sisi lain, pelaku industri pariwisata masih menghadapi tantangan berat akibat meningkatnya biaya operasional. Ketidakpastian dalam implementasi peraturan, namun peraturan baru terus bertambah, juga membuat para investor ragu untuk berinvestasi di sektor ini, meskipun potensi pertumbuhannya terus meningkat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Pariwisata dimandatkan untuk meningkatkan kontribusinya pada tahun 2027. Sejumlah target telah ditetapkan meliputi: kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 17,6 sampai 19,1 juta wisatawan atau meningkat sekitar 8,5 persen hingga 10 persen; pengeluaran wisman atau Average Spending per Arrival (ASPA) ditargetkan mencapai 1.447 sampai 1.497 dolar AS per orang per kunjungan atau meningkat antara 5,5 persen hingga 6,6 persen.

Dari jumlah wisman dan besaran belanjanya yang dinaikkan itu diharapkan dapat berkontribusi terhadap devisa pariwisata sebesar 25,5  hingga 28,6 miliar dolar AS atau tumbuh sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, perjalanan wisnus ditargetkan mencapai 1,28 miliar perjalanan atau meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun 2026.

Pada tahun 2027, lapangan usaha yang terkait erat dengan sektor pariwisata seperti akomodasi, makanan dan minuman, ditargetkan tumbuh sebesar 8,7 persen – 9,3 persen. Sektor ini ditargetkan mampu menyerap 27,33 juta tenaga kerja atau meningkat tiga persen dari tahun 2026.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tahun 2027 ditargetkan dapat mencapai 4,7 persen – 4,8 persen atau meningkat sekitar 0,4 poin persentase. Sementara, investasi pariwisata ditargetkan sebesar Rp 71 triliun atau meningkat sekitar 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Dalam paparannya, Menpar mengungkapkan akan melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta mengembangkan agro-maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi.  

Menpar menambahkan, program prioritas tahun 2027 akan difokuskan pada pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dengan kegiatan prioritas berupa penyelesaian 10 destinasi prioritas dan pembangunan tiga destinasi regeneratif.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga akan melanjutkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan pada tahun 2026 di antaranya, peningkatan keselamatan berwisata, desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.

Untuk mendukung target ini, Kemenpar telah merumuskan sejumlah intervensi di antaranya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemasaran pariwisata, pengembangan atraksi dan event berkualitas, penguatan pariwisata berkelanjutan, pengembangan destinasi, serta pengembangan industri dan rantai pasok yang inklusif.

Seluruh target Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Pariwisata meningkat dibandingkan tahun 2026. Rencana anggaran yang diajukan akan digunakan untuk mendukung pencapaian IKU dan penyelesaian berbagai isu strategis sektor pariwisata.

Namun, berdasarkan Surat Menteri Keuangan, Kementerian Pariwisata hanya menerima alokasi anggaran sebesar Rp 1,01 triliun untuk tahun 2027. Alokasi anggaran untuk pariwisata tahun depan menurun sebesar 29,6 persen dibandingkan pagu anggaran tahun 2026.

Dengan penurunan sebesar itu, anggaran untuk melaksanakan program pariwisata akan turun 65 persen. Sementara, anggaran untuk program pendidikan dan vokasi pariwisata juga turun sebesar 46 persen.

Dari pagu indikatif tahun 2027: alokasi anggaran untuk Sekretariat Kementerian sebesar 42,38 persen; 35 persen untuk Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kemenpar, sesuai anggaran fungsi pendidikan; 17,27 persen untuk Satuan Kerja Pusat selain Sekretariat Kementerian; dan 5,35 persen untuk Badan Pelaksana Otorita.

Implikasi dari anggaran yang berkurang untuk Satuan Kerja Pusat, masyarakat dan SDM pariwisata yang dapat dijangkau dan dibina, serta jumlah kesepakatan kerja sama yang dapat diwujudkan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar akan berkurang.

Skala intervensi yang dapat dilakukan di destinasi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur juga akan menurun. Dampaknya antara lain, berkurangnya jumlah pendampingan dan sertifikasi dalam program pengembangan dan penguatan kapasitas desa wisata, serta berkurangnya cakupan destinasi dalam kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN).

Berkurangnya pagu indikatif pasti akan mengurangi optimalisasi eksposur pariwisata Indonesia di pasar domestik maupun internasional oleh Deputi Bidang Pemasaran. Kemenpar akan semakin selektif dalam menentukan pasar yang menjadi sasaran promosi dan jumlah kegiatan promosi berpotensi dikurangi.

Di Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event), ketersediaan pagu anggaran ideal akan menentukan kemampuan Indonesia dalam meningkatkan daya saing sebagai destinasi event kelas dunia. Selain itu, ketersediaan anggaran juga turut mempengaruhi terhadap terwujudnya proses perizinan yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih transparan, serta peningkatan jumlah event daerah yang dapat didukung

Sementara, pengurangan anggaran di Deputi Bidang Industri dan Investasi akan berpengaruh pada peningkatan kompetensi dan jumlah auditor dan pengawas di berbagai sektor dalam industri pariwisata, pelaksanaan program Peningkatan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha, dan pengawasan rutin dan insidental terhadap badan usaha. Selain itu, kegiatan promosi investasi serta dukungan untuk pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam menarik investasi akan terbatas.

Kemudian, berkurangnya pagu anggaran pun berdampak pada enam Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata. Kapasitas pendidikan dan pelatihan vokasi pariwisata dapat ditingkatkan secara signifikan, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas, bila tersedia pagu anggaran yang cukup.

Badan Pelaksana Otorita pariwisata membutuhkan tambahan anggaran untuk meningkatkan upaya promosi dalam memperkuat visibilitas dan daya saing destinasi. Selain itu, tambahan anggaran juga mendukung percepatan pengembangan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A), baik melalui penguatan kerja sama investasi maupun pembangunan yang dilakukan secara langsung.

Dalam kesempatan yang sama, Menpar memaparkan sejumlah studi kasus yang menunjukkan dampak nyata program Kemenpar. Salah satunya adalah program pengembangan desa wisata yang dijalankan melalui strategi intervensi yang terarah dan bertahap sesuai tingkat perkembangan masing-masing desa wisata agar dapat tumbuh secara berkelanjutan hingga mencapai kemandirian.

Hasilnya menunjukkan dampak positif, baik dari sisi pengembangan desa wisata maupun kontribusinya terhadap aktivitas dan ekonomi pariwisata. Dari sisi cakupan pengembangan, jumlah desa wisata yang terdata dalam platform Jadesta meningkat dari 6.148 desa pada 2025 menjadi 6.262 desa pada 2026 atau tumbuh 1,85 persen.

Jumlah kunjungan wisman dan wisnus ke 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 terus menunjukkan pertumbuhan. Total kunjungan wisatawan ke desa wisata dari tahun 2023 ke 2024 meningkat 14,93 persen. Pada tahun 2025, jumlah kunjungannya mencapai lebih dari 2,3 juta wisatawan atau tumbuh 44,81 persen.

Peningkatan aktivitas wisata di desa turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Pendapatan dari sektor pariwisata di 50 desa wisata meningkat dari Rp 38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp 46,05 miliar pada 2024 atau tumbuh 19,67 persen. Kemudian, pendapatan kembali meningkat mencapai Rp 59,60 miliar pada 2025 atau tumbuh 29,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melihat berbagai dampak nyata tersebut, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa peningkatan anggaran bukan semata-mata kebutuhan kelembagaan, melainkan investasi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kawasan. ***(Yun Damayanti)

RESTORAN SEDERHANA SINGAPURA RESMI DIBUKA, SIAP EKSPANSI KE AUSTRALIA

RESTORAN SEDERHANA SINGAPURA RESMI DIBUKA, SIAP EKSPANSI KE AUSTRALIA

Tourism for Us – Restoran Sederhana resmi menggantikan peran Warung Pariaman dalam menyajikan kuliner khas Minangkabau di Singapura. Warung Pariaman telah berdiri hampir delapan dekade di Kampong Glam dan telah menjadi salah satu ikon di kawasan heritage ini. Posisinya hanya 70 meter dari Masjid Sultan [more]