Author: admin

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

Tourism for Us – Alokasi anggaran wisatawan untuk menikmati pengalaman kuliner lokal semakin menunjukkan tren positif. Selain itu, beberapa makanan khas Indonesia telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Dengan kekayaan ribuan kuliner yang dimiliki Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair mengangkat tema gastronomi sebagai bagian [more]

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

Tourism for Us – The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 baru saja berlangsung. Selama tiga hari mulai 28 hingga 30 Mei 2026, lebih dari 407 buyer dari 44 negara bertemu dengan 286 seller dari 4 negara yang mewakili Indonesia, Malaysia, Cina, dan [more]

IATA LUNCURKAN SISTEM KOMUNITAS BAGASI (BCS) UNTUK MODERNISASI PENGIRIMAN PESAN BAGASI GLOBAL

IATA LUNCURKAN SISTEM KOMUNITAS BAGASI (BCS) UNTUK MODERNISASI PENGIRIMAN PESAN BAGASI GLOBAL

Tourism for Us – Pertukaran pesan yang cepat, akurat, dan aman antara maskapai penerbangan, bandara, petugas penanganan darat, dan penyedia solusi merupakan tulang punggung/dasar untuk meningkatkan operasi bagasi. Pesan Bagasi Modern atau Baggage Information eXchange (BIX) melacak bagasi melalui tahapan-tahapan penting perjalanan, termasuk check-in, pemeriksaan, pemuatan, transfer, dan pengiriman. Namun, banyak pesan masih dipertukarkan dengan pesan Tipe B melalui teletype, yang membatasi berbagi data, meningkatkan biaya, dan membatasi peningkatan.

Ilustrasi; GS Studio Imagen/magnific.com

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengembangkan Sistem Komunitas Bagasi (BCS), sebuah platform digital yang aman untuk mendukung adopsi bertahap standar Pesan Bagasi Modern. BCS akan memungkinkan maskapai penerbangan, bandara, operator penanganan darat, dan penyedia solusi untuk mendapatkan manfaat operasional dan pengalaman penumpang dari BIX bahkan ketika sebagian industri sedang dalam transisi dari pesan Tipe B lama untuk penanganan bagasi.

“Meningkatkan operasional bagasi bergantung pada pertukaran informasi yang tepat waktu, akurat, dan aman. Kita tidak dapat melakukan itu dengan pesan Tipe B lama pada jaringan teletype. Dan kita tidak bisa menunggu semua orang beralih ke kemampuan BIX modern. Di situlah BCS memainkan peran penting. Dengan menangani sistem BIX dan sistem Tipe B lama, BCS memungkinkan para pengguna awal untuk mendapatkan manfaat dari investasi mereka tanpa kehilangan konektivitas dengan mereka yang masih menggunakan sistem lama,” kata Nick Careen, Wakil Presiden Senior IATA untuk Operasi, Keselamatan, dan Keamanan.

Platform ini juga mencakup direktori global yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi, terhubung, dan bertukar pesan dengan mitra lebih mudah. ​​Hal ini menyederhanakan proses integrasi TI yang kompleks dan panjang serta mempercepat proses onboarding di seluruh ekosistem bagasi.

Bagi penumpang, BCS akan mendukung operasi bagasi yang lebih andal dengan memungkinkan data bagasi yang lebih kaya dan akurat. Masalah seperti bagasi yang tertunda, salah arah, atau salah sambung akan diidentifikasi lebih awal, pembaruan waktu nyata akan tersedia, dan solusi akan lebih cepat.

Adopsi BIX selaras dengan digitalisasi keseluruhan proses operasional penerbangan. Data yang dikumpulkan dapat mendukung analisis kinerja yang lebih baik dan intervensi pemulihan layanan yang lebih efektif dengan gambar hasil pemindaian dan riwayat kejadian yang terperinci.

Untuk mendukung adopsi, BCS saat ini mengoperasikan lingkungan uji coba langsung di mana mitra industri dapat memvalidasi integrasi dan alur kerja pengiriman pesan dalam lingkungan yang terkontrol. Platform lengkap diharapkan akan diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2026.

Peserta yang sudah ada mencakup berbagai maskapai penerbangan dan bandara, termasuk United Airlines, Lufthansa, Emirates, Cathay Pacific, British Airways, Air Canada, Finnair, dan Air New Zealand, serta bandara seperti Berlin Brandenburg, Toronto Pearson, Bengaluru, Münster Osnabrück, dan Red Sea International. Organisasi yang menunjukkan kesiapan akan berhak menerima lencana IATA “BIX Ready” untuk mendukung keterlibatan dengan mitra mereka.

BCS merupakan bagian dari upaya IATA yang lebih luas untuk memodernisasi pengiriman pesan penerbangan, mengurangi biaya industri, dan mendukung otomatisasi yang lebih besar di seluruh operasi bagasi. Organisasi yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pengujian atau mempelajari lebih lanjut tentang inisiatif ini dapat menghubungi baggageservices@iata.org.

Apa saja yang perlu diketahui dari BCS dan BIX?

Pesan bagasi adalah instruksi atau pembaruan digital yang dipertukarkan antara maskapai penerbangan, bandara, petugas penanganan darat, dan sistem teknologi. Pesan ini dapat mengkonfirmasi bahwa bagasi telah diperiksa, dimuat, dipindahkan, diperiksa, tiba, atau dikirim.

Sementara, Pesan Bagasi Modern mengacu pada penggunaan format data yang lebih kaya, terstruktur, dan real-time untuk meningkatkan operasi bagasi, pelacakan, analitik, dan layanan penumpang.

Sistem yang sedang dikembangkan saat ini,  Baggage Information eXchange (BIX) adalah standar pesan bagasi modern IATA, yang dirancang untuk mendukung pertukaran data bagasi yang lebih kaya dan lebih fleksibel di seluruh industri. Sementara, Baggage Community System (BCS) adalah platform IATA yang memungkinkan mitra industri untuk bertukar pesan bagasi secara aman dan hemat biaya. Sistem ini mendukung interoperabilitas antara format pesan lama dan modern, membantu industri melakukan modernisasi tanpa gangguan operasional.  ***(Yun Damayanti)

PATA DAN TOP25 RESTAURANTS MENJALIN KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATAWAN

PATA DAN TOP25 RESTAURANTS MENJALIN KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATAWAN

Tourism for Us – Pacific Asia Travel Association (PATA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan TOP25 Restaurants, sebuah sistem pemeringkatan perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan panduan perjalanan untuk berbagai atraksi wisata. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Noor Ahmad Hamid, CEO PATA, dan Bernard Metzger, Pendiri dan [more]

DESA ADAT JADI BENTENG BUDAYA TANA TORAJA, PENGALAMAN OTENTIK TETAP TERJAGA

DESA ADAT JADI BENTENG BUDAYA TANA TORAJA, PENGALAMAN OTENTIK TETAP TERJAGA

Tourism for Us – Tana Toraja adalah destinasi evergreen di Sulawesi Selatan. Masyarakat setempat, terutama di desa-desa, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya mereka, sehingga pengalaman yang ditawarkan tetap otentik dan tak lekang dimakan waktu. Kunjungan ke desa adat menjadi agenda yang wajib dilakukan saat [more]

PEMPROV JAWA BARAT PERKETAT IZIN BANGUN TEMPAT WISATA DAN PERUMAHAN DI KAWASAN HUTAN DAN PERKEBUNAN

PEMPROV JAWA BARAT PERKETAT IZIN BANGUN TEMPAT WISATA DAN PERUMAHAN DI KAWASAN HUTAN DAN PERKEBUNAN

Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat semakin memperketat regulasi terkait alih fungsi lahan di kawasan hutan dan perkebunan untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor serupa di masa depan. Bencana alam yang melanda Jawa Barat baru-baru ini telah merenggut korban jiwa dan kerugian material yang signifikan. Daerah yang paling sering terkena dampak bencana umumnya adalah wilayah yang mengalami alih fungsi lahan.

Peserta media famtrip pasca kunjungan Raja Salman ke Indonesia antusias menikmati rintik hujan di perkebunan teh menuju Sari Ater. (Foto: Yun Damayanti)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengetatkan pengendalian alih fungsi lahan. Salah satunya adalah izin tempat wisata.

Gubernur Dedi Mulyadi meminta seluruh bupati dan wali kota menghentikan penerbitan izin pembangunan tempat wisata serta perumahan di kawasan hutan dan perkebunan.

Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 60/PEM.04.04.01/ASDA EKBANG tentang Pelaksanaan Teknis Pengendalian Alih Fungsi Lahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Dedi, langkah tersebut diperlukan untuk menekan risiko bencana ekologis yang kian meningkat, terutama longsor dan banjir.

“Bupati dan wali kota harus lebih proaktif dalam pengendalian alih fungsi lahan dan pengembalian fungsi-fungsi konservasi, khususnya kawasan hutan dan perkebunan,” kata Dedi, Minggu, 10 Mei 2026.

Surat edaran itu mempertegas kebijakan pengendalian ruang yang sebelumnya telah diatur melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan.

Dalam aturan tersebut, pemerintah provinsi menempatkan pengawasan sebagai salah satu instrumen utama. Khususnya, dalam menjaga keberlangsungan fungsi ekologis kawasan lindung. Sementara itu, pengawasan dilakukan untuk memastikan fungsi lahan tetap terjaga. Termasuk menjaga keberlanjutan kawasan konservasi dan daerah resapan air.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan langkah pemulihan terhadap lahan yang telanjur beralih fungsi. Selain melakukan pengawasan, pemerintah daerah diminta aktif mengembalikan fungsi lahan. Hal ini sesuai peruntukannya melalui pembinaan kepada pemegang hak atas tanah serta kolaborasi dengan pemilik lahan.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan sumber daya, mulai dari pendanaan, sarana, hingga tenaga pendukung untuk pelaksanaan pengendalian dan pemulihan kawasan. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memperketat ekspansi pembangunan di kawasan rawan ekologis.

Dalam beberapa tahun terakhir, alih fungsi lahan di daerah pegunungan dan perkebunan dinilai memperbesar kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi. ***(Yun Damayanti)

Catatan: Artikel asli ‘’Gubernur Dedi Mulyadi Hentikan Izin Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan’’ sebelumnya telah dipublikasikan di Klik Nusae (11/5/2026).

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

12 OPERATOR TUR KOREA SELATAN TERKESAN DENGAN FASILITAS GOLF DI BOGOR DAN CIKARANG

Tourism for Us – Golf adalah salah satu olahraga yang sangat digemari di Korea Selatan. Potensi wisata golf di Indonesia untuk menarik wisatawan dari Korea Selatan perlu dikelola dengan lebih serius, mengingat tersedianya lapangan golf berkualitas internasional. Selain itu, dukungan aksesibilitas yang baik dan akomodasi [more]

KAMPUNG LAWAS MASPATI, PERMATA TERSEMBUNYI DI PUSAT KOTA SURABAYA

KAMPUNG LAWAS MASPATI, PERMATA TERSEMBUNYI DI PUSAT KOTA SURABAYA

Tourism for Us – Kekuatan pariwisata di Kota Surabaya terletak pada gang-gang kecilnya. Di kawasan pemukiman tua, gang-gang ini menyimpan banyak cerita sejarah dan menunjukkan bagaimana warga lokal beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kini, kisah-kisah yang berasal dari dalam gang tersebut telah dikonversi menjadi daya tarik [more]

JALUR REMPAH NUSANTARA DAN JALUR SUTRA TIONGKOK LEBIH DARI SEKEDAR SEJARAH JARINGAN PERDAGANGAN DI PARIS

JALUR REMPAH NUSANTARA DAN JALUR SUTRA TIONGKOK LEBIH DARI SEKEDAR SEJARAH JARINGAN PERDAGANGAN DI PARIS

Tourism for Us – Jalur Sutra dan Jalur Rempah mewakili lebih dari sekadar sejarah jaringan perdagangan. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai saluran utama untuk penyebaran pengetahuan, teknik, dan praktik budaya, yang secara mendalam membentuk tradisi kuliner di berbagai benua.

(Foto: LMDI)

Kilas balik ke abad 2 SM. Para pedagang Austronesia dari Nusantara telah aktif memperdagangkan cengkeh dan pala dari Maluku hingga ke India, Arab, dan Romawi. Selanjutnya, pada masa Dinasti Tang antara abad ke-7 hingga ke ke-9 M, terjadi integrasi antara Jalur Rempah Nusantara dan Jalur Sutra Tiongkok, yang membuat perdagangan menjadi lebih masif. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperlancar lalu lintas orang, terutama di wilayah Nusantara.

Pertukaran budaya yang terjadi seiring dengan perdagangan ini turut memperkaya kuliner lokal. Budaya kuliner Tiongkok berasimilasi dengan kekayaan rempah-rempah Nusantara, menciptakan kombinasi yang unik. Di abad Milenial, kedua tradisi kuliner ini bertemu lagi di Perancis, yang dikenal sebagai kiblat gastronomi dunia, dan membawa pengalaman kuliner ke tingkat yang lebih tinggi.

Asosiasi Budaya dan Media Perancis-Tiongkok (ACMFC) menggelar seminar bertajuk ‘’DELICIEUSES ROUTES DE LA SOIE, une recontre entre la Chine, l’Indonesie et la France’’ (Jalan Sutra yang Lezat, Sebuah Pertemuan antara Cina, Indonesia, dan Perancis), Selasa (5/5/206), di Foire de Paris, agar publik di Perancis lebih memahami budaya kuliner yang dibawa dalam dua jalur perdagangan yang menjadi cikal bakal jalur perdagangan modern.

Seminar ini mengangkat tema keterkaitan antara gastronomi, perjalanan, transmisi budaya serta dialog antarbangsa. Melalui perspektif yang beragam namun saling melengkapi, para pembicara mengajak publik untuk memahami bagaimana masakan, cita rasa, dan kuliner mampu menjadi jembatan otentik antarperadaban – menghubungkan Jalur Sutra dan Jalur Rempah hingga ke Perancis.

Seminar ini menghadirkan tiga pakar internasional dari Tiongkok, Indonesia, dan Perancis yakni, Dan Jin dari Asosiasi Kebudayaan Perancis-Tiongkok dan Perpustakaan Media, Eka Moncarre, Founder La Maison De L’Indonesie, dan Sophie Brissaud, seorang jurnalis gastronomi dan anggur (wine) Perancis.

Sophie Brissaud mengatakan bahwa secara lebih dalam jalur-jalur ini menyoroti proses pertukaran budaya dan hibridisasi yang mendasari pembentukan identitas gastronomi. Hal ini mengingatkan kita bahwa kuliner, pada dasarnya, adalah bahasa universal—lahir dari pertemuan, adaptasi, dan transmisi.

‘’From this perspective, French gastronomy should not be viewed as a closed system, but rather as a dynamic and evolving space, historically enriched by external influences. The introduction of spices, new ingredients, and culinary methods has continuously expanded its repertoire, contributing to both its development and its global prestige,’’ ujar Brissaud.

Bahkan hingga hari ini, warisan-warisan ini tetap bertahan. Gastronomi kontemporer di Perancis terus berkembang melalui keterbukaannya terhadap dunia, menegaskan kembali kapasitasnya untuk berinovasi sambil tetap berakar pada sejarah pertukaran yang kaya.

Sementara, Eka Moncarre mengungkapkan bahwa kehadiran Indonesia di seminar ini diharapkan dapat semakin memperluas pengenalan rempah Indonesia di dunia internasional, dan mendorong pengakuan Jalur Rempah Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program Silk Road Reborn (SiRoRe) 2026, la Route de la Soie Reinventee, yang berlangsung pada 30 April – 11 Mei 2026 di Foire de Paris. Program yang diselenggarakan oleh ACMFC ini didedikasikan untuk memperkuat dialog lintas budaya, warisan kuliner,dan eksplorasi imajinasi Jalur Sutra dalam konteks modern. ACMFC adalah sebuah lembaga nirlaba yang didirikan di Paris pada tahun 2014 dan diakui oleh pemerintah Perancis.

La Maison De L’Indonesie (LMDI) mendapat kehormatan besar sebagai pembicara di forum ini karena dinilai aktif dalam mempromosikan budaya dan gastronomi Indonesia di Perancis dengan berbagai inovasinya untuk mempekenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Oleh karena itu, LMDI dipercaya untuk mewakili Indonesia meskipun bukan perwakilan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia.

‘’Kami tentu sangat bangga bisa berpartisipasi dalam forum bergengsi ini karena ini menjadi sebuah pengakuan atas peran dan kontribusi nyata kami untuk memperkenalkan kuliner dan rempah-rempah Indonesia,’’ kata Eka, seorang diaspora Indonesia yang telah bermukim di Perancis lebih dari 30 tahun.   

LMDI dibangun dengan konsep 1-stop place, di mana orang lain bisa melihat dan merasakan langsung produk-produk dari Indonesia di coffee shop dan toko butiknya, serta terlibat dalam berbagai kegiatan budaya Indonesia di galerinya. Selain itu, Eka menerbitkan sebuah buku budaya dan gastronomi Indonesia berjudul L’Indonesie a la Maison akhir tahun lalu dan buku itu memenangkan penghargaan bergengsi Gourmand Awards 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Buku tersebut mengangkat kisah sejarah dan kekayaan jalur rempah Indonesia. ***(Yun Damayanti)

PENGELOLA KAMPUNG ADAT WAEREBO MINTA PENGUNJUNG BAYAR TIKET MASUK DI TIC, DUSUN KOMBO, CEK ATURAN TERBARUNYA SEBELUM BERKUNJUNG

PENGELOLA KAMPUNG ADAT WAEREBO MINTA PENGUNJUNG BAYAR TIKET MASUK DI TIC, DUSUN KOMBO, CEK ATURAN TERBARUNYA SEBELUM BERKUNJUNG

Tourism for Us – Pengelola Kampung Adat Waerebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengumumkan perubahan sistem pembayaran tiket masuk ke kampung ini. Terhitung sejak 1 Mei 2026, pembayaran tiket masuk ke kampung adat pemenang berbagai penghargaan itu dilakukan di Waerebo Tourist Information Center (TIC) [more]