Tourism for Us – Bali menyambut baik kehadiran talenta, inovasi, dan investasi global yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Untuk itu, Pulau Dewata memerlukan investor yang memiliki visi jangka panjang, menghargai budaya Bali, menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin kemitraan dengan komunitas [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi menutup akses sistem perizinan terintegrasi (OSS) untuk 18 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bagi penanaman modal asing (PMA). Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi perizinan usaha yang menunjukkan bahwa kegiatan PMA dalam kategori KBLI risiko [more]
Tourism for Us – Wisatawan asal Yordania umumnya hanya mengenal Bali sebagai tujuan wisata utama. Ketiadaan penerbangan langsung dari Amman ke Indonesia, termasuk ke Jakarta, menyebabkan banyak warga Yordania tidak mengetahui destinasi lain di luar Bali. Oleh karena itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Yordania dan Palestina proaktif dengan menyelenggarakan seminar yang diikuti sesi business matching, bertujuan untuk memperkenalkan destinasi DKI Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia dan Jawa Barat sebagai destinasi wisata menarik lainnya di Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina menyelenggarakan seminar yang diikuti sesi business matching, bertujuan untuk memperkenalkan destinasi DKI Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia dan Jawa Barat sebagai destinasi wisata menarik lainnya kepada agen perjalanan/operator tur Yordania. (Foto: Exotic Java Trails)
Seminar bertajuk ‘’Discover Indonesia: Jakarta and West Java Tourism Showcase’’ digelar di Signia by Hilton Hotel Amman, Senin 20 Juli 2026. Delegasi pelaku industri pariwisata Indonesia menjelaskan daya tarik yang dimiliki destinasi Jakarta dan Jawa Barat, mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, wisata kuliner, destinasi belanja, hingga situs-situs bersejarah.
Selain itu, aksesibilitas di antara dua destinasi bertetangga ini juga sangat baik, dengan berbagai pilihan transportasi yang memudahkan perjalanan, sehingga wisatawan dapat menjelajahi keindahan keduanya. Walaupun untuk sementara ini, wisatawan dari Yordania harus transit dahulu di negara tertentu untuk mencapai berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Seminar ini diikuti oleh pelaku industri pariwisata Yordania. Mereka kemudian mengikuti sesi business matching dan bertemu langsung dengan enam pelaku industri pariwisata dari Jakarta dan Jawa Barat.
Delegasi sellers dari Jawa Barat diwakili oleh Exotic Java Trails, Rex Tours, dan perwakilan dari DPD PUTERI Jawa Barat. Sementara, delegasi sellers dari Jakarta diwakili oleh Marintur Indonesia (perwakilan dari DPD IINTOA DKI Jakarta), Fokus Indonesia, dan Nuansa Mandiri Tours.
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, menyampaikan bahwa seminar ini mencerminkan hubungan kerja sama pariwisata yang semakin erat di antara kedua negara. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat antarpemerintahan, sekaligus membuka peluang bussiness-to-business (B-to-B) yang lebih luas untuk meningkatkan pertukaran wisatawan, baik dari Yordania maupun Indonesia.
KBRI pun menegaskan komitmennya untuk mempromosikan lebih banyak lagi destinasi wisata Indonesia ke pasar Yordania. Selain itu, momentum ini menjadi pendorong pengembangan paket wisata yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan Timur Tengah, khususnya Yordania.
Daniel N. Nugraha dari Exotic Java Trails, yang juga Ketua DPD ASITA Jawa Barat, mengungkapkan bahwa pelaku industri pariwisata Yordania menyambut baik inisiatif ini. Salah satu umpan balik penting adalah banyak agen perjalanan Yordania belum mengenal destinasi Jawa Barat. Mereka bahkan ada yang belum mengetahui kawasan Puncak merupakan salah satu tujuan wisata utama di kalangan wisatawan dari Timur Tengah.
‘’Mereka menyambut baik dan antusias mau datang ke Jawa Barat. Kita ini jadi destinasi baru bagi mereka. Itu artinya kita memang berkewajiban untuk memasarkan dan mempromosikan destinasi Jawa Barat, apalagi dengan adanya dukungan dari pemerintah,’’ ujar Daniel.
‘’Selama ini yang mereka tahu hanya Bali. Ketika mereka ditawari destinasi DKI Jakarta dan Jawa Barat, mereka tidak tahu kedua destinasi ini ada di mana. Namun, setelah kita presentasi, dengan menampilkan bahwa di Jawa Barat memiliki lembah, sungai, dan hutan yang hijau, juga ada pantai, mereka tampak tertarik. Rata-rata, mereka memang tertarik untuk melihat yang hijau-hijau,’’ kata Joseph Irianto dari Rex Tours, yang juga Ketua DPD ASTINDO Jawa Barat.
Selain itu, menurut penilaian Joseph, warga Yordania yang melakukan perjalanan rata-rata dari kelas menengah-atas. Kebutuhan dan preferensi mereka tinggi, salah satunya adalah pilihan akomodasi di hotel bintang 5.
Ketiadaan penerbangan langsung dari Amman, Yordania ke Jakarta menjadi salah satu tantangan dalam mempromosikan paket wisata ke Jawa Barat. Penerbangan transit membuat harga tiket lebih tinggi dan waktu perjalanan yang lebih lama.
‘’Bagaimanapun, kita sedang berusaha. Saya sendiri tengah menyusun paket-paket menarik yang mengangkat kelebihan-kelebihan yang dimiliki Jawa Barat dan memenuhi ekspetasi yang mereka cari,’’ pungkas Joseph.
Acara tersebut ditutup dengan jamuan makan malam dan sesi jejaring (networking dinner). Delegasi Jawa Barat dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan. Sementara, wakil dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta memimpin delegasi Jakarta. Selain itu, misi dagang ini juga dihadiri oleh Presiden Yordania-Indonesia Business Council (JIBC) Suhail Saidi. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia akan menggelar Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, marketplace pertama bagi industri meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Ajang yang akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28-31 Juli 2026 akan mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, pembeli domestik [more]
Tourism for Us – Provinsi Jawa Barat belum lama ini memenangkan penghargaan prestisius Most Promising Muslim-Friendly Region of the Year Award 2026 dalam Halal In Travel – Global Summit 2026 yang berlangsung di Singapura. Penghargaan ini diberikan dalam rangka Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards [more]
Tourism for Us – Sekarang di Pantai Barakuda, ada bangunan bata merah yang terlihat seperti reruntuhan dari candi, tapi sebenarnya itu bukan reruntuhan dari masa lampau. Bangunan baru tersebut merupakan Premier Room Beachfront seluas 50 meter persegi di PuloJava Resort, yang merupakan resor terbaru di Pulau Karimun Jawa, Jawa Tengah.
PuloJava Resort, Pantai Barakuda, Karimun Jawa, Jawa Tengah. (Foto: PuloJava Resort)
Resor ini mulai beroperasi pada bulan Oktober 2025. Area resor dikelilingi air berwarna turqoise, pantai landai berpasir putih, serta pemandangan alam dan aktivitas warga lokal. Perairannya cukup tenang sehingga aman untuk direnangi, dan titik snorkeling pun cukup mudah dijangkau.
PuloJava Resort menawarkan 10 kamar terdiri dari Deluxe Room dan Premier Room. Menginap di Deluxe Room seluas 35 meter persegi mulai dari Rp 1.600.000,00 per malam. Sementara, Premier Room Beachfront biaya menginapnya mulai dari Rp 2.400.000,00 per malam.
Bangunan kamarnya terinspirasi dari reruntuhan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, sehingga menciptakan suasana yang unik. Desainnya mengusung gaya rustic yang dipadukan dengan interior modern minimalis, menghadirkan kesederhanaan dan kehidupan santai dari masa lalu di pulau, namun dengan standar kenyamanan modern. Dua kamar di antaranya diberi nama kamar Raja Hayamwuruk dan Patih Gajah Mada.
Selain itu, Joglo Dewadaru Restaurant menjadi ruang berkumpul tamu-tamu yang menginap. Restoran ini menyajikan kuliner segar dari-laut-ke-meja dan makanan organik yang dimasak dengan inspirasi dari cita rasa lokal.
Sebuah kolam renang infiniti yang menghadap ke Laut Jawa terletak di antara bangunan kamar. Para tamu dapat bersantai seharian di kursi-kursi nyaman yang ada di tepi kolam, menikmati pemandangan yang masih alami dan suasana tenang di Karimun Jawa.
PuloJava Resort berjarak 10 menit berkendara dari Bandara Dewadaru. Maskapai Susi Air melayani rute dari Semarang dan Yogyakarta PP pada hari Senin, Jumat, dan Minggu. Sementara, dari pelabuhan kapal feri jaraknya sekitar 18 kilometer.
Di Pulau Karimunjawa telah tersedia layanan taksi dengan ongkos sekitar Rp 300.000,00 sekali jalan. Aksesibilitas wisatawan dari dan ke bandara dan pelabuhan kini semakin baik. Bagi wisatawan yang menginap di PuloJava Resort bisa memesan layanan free transport dari Bandara Dewadaru.
Tony Nugroho, Founder PuloJava Resort, mengatakan bahwa konsep resor di Karimun Jawa berbeda dengan Pulo Cinta yang dia dirikan di Gorontalo.
‘’Saya sedang membangun kawasan baru di Karimun Jawa, diawali dengan PuloJava Resort ini,’’ ujar Tony.
PuloJava Resort didirikan dengan visi untuk mengembalikan kejayaan kehidupan pulau, menghidupkan kembali warisan budaya, keindahan, dan romantisme Laut Jawa yang terlupakan.
‘’Bukan untuk bersaing dengan tempat lain, tetapi untuk mengingatkan orang-orang bahwa Jawa masih menyimpan kisah-kisah luar biasa yang menunggu untuk dieksplorasi,’’ kata Tony.
Namun, bagi siapa pun yang pernah menginap di Pulo Cinta akan merasakan keterhubungannya. Pulojava Resort, bisa dikatakan, merupakan versi yang lebih lembut dari Pulo Cinta. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Perluasan tersebut dilakukan dengan menambahkan empat subsektor baru, yaitu teknologi baru, konten digital, sulih suara, dan modifikasi otomotif agar [more]
Tourism for Us – Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI 2025 merupakan penyempurnaan dari KBLI 2020. Penyempurnaan dilakukan dengan menyesuaikan pekembangan dunia usaha, teknologi, dan model bisnis baru. Melalui pembaruan ini, pemerintah ingin memastikan klasifikasi usaha semakin [more]
Tourism for Us – Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan di Yogyakarta minggu lalu memberikan banyak makna. Kunjungan ini juga bertepatan dengan peluncuran proyek restorasi di kompleks Candi Prambanan. Proyek restorasi ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan India. Selain itu, kunjungan ini juga sebagai upaya promosi pariwisata yang memiliki nilai tinggi yang dapat menarik lebih banyak kunjungan dan meningkatkan kesadaran akan warisan budaya Indonesia di kalangan wisatawan India.
Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026), bertepatan dengan peluncuran proyek restorasi di kompleks Candi Prambanan sekaligus menjadi promosi pariwisata. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Untuk proyek restorasi ini, Pemerintah India bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Indonesia, Badan Warisan Budaya Indonesia, dan Survei Arkeologi India (ASI). Restorasi menargetkan perwara, yaitu kuil-kuil kecil yang mengelilingi tiga kuil utama Candi Prambanan.
ASI sebelumnya telah merestorasi monumen di luar negeri di antaranya, Candi My Son di Vietnam, membantu membangun kembali Candi Ramna Kali di Bangladesh, dan merestorasi sebagian Angkor Wat dan Ta Prohm di Kamboja.
Candi Prambanan merupakan salah satu simbol kedekatan peradaban Indonesia dan India. Kompleks candi Hindu ini tidak hanya warisan arsitektur dan spiritualitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai peradaban India diterima, diolah, dan diperkaya menjadi ekspresi kebudayaan yang khas Indonesia. Momentum kunjungan Perdana Menteri India minggu lalu juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata bernilai tinggi.
‘’Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata, budaya, dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India,’’ kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Selain promosi pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menekankan pentingnya memperluas konektivitas antara kota-kota di India dan berbagai destinasi di Indonesia. Penguatan konektivitas tidak hanya diperlukan untuk rute menuju Bali dan Jakarta, tetapi juga Yogyakarta, Jawa Tengah, dan berbagai destinasi pariwisata prioritas lainnya.
Kemudian, Kemenpar turut mendorong pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA) antara lain, melalui koordinasi dengan pemerintah India untuk membuka rute menuju YIA, dan mendorong Angkasa Pura memberikan insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat kepada maskapai penerbangan yang melayani rute ini.
Sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, Kemenpar terus mendorong agar India dimasukkan dalam skema bebas visa kunjungan (BVK). Usulan tersebut dalam proses pembahasan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi saat ini.
Pemerintah Indonesia pun mulai membidik segmen wisata spiritual dan budaya di pasar India sejak 2025. Salah satunya, mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya yang berpotensi menarik wisatawan asal India.
Berbagai kegiatan lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kompleks Candi Prambanan antara lain, Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, dan beragam kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.
Jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia dari Januari sampai Mei 2026 sebanyak 298.450 wisatawan, meningkat 0,40 persen dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kunjungan wisatawan India pada tahun 2025 sebesar 734.490 orang. Tren pertumbuhan kunjungan wisatawan India tampak positif. Ini menunjukkan minat dan permintaan pasar India terhadap perjalanan wisata ke Indonesia masih tumbuh. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – La Maison De L’Indonesie (LMDI) telah berperan penting dalam memperkenalkan kuliner Indonesia di Village International de la Gastronomie (VIG) selama satu dekade. VIG, sebagai ajang diplomasi gastronomi internasional yang diakui di Prancis, menjadi platform strategis untuk menampilkan kekayaan cita rasa dan [more]