Tourism for Us – Pendakian gunung semakin meningkat, namun kesadaran akan pentingnya menjadi pendaki yang bertanggung jawab dan menghormati kelestarian lingkungan masih tergolong rendah. Untuk menjadikan pendakian yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku pariwisata gunung, organisasi [more]
Tourism for Us – Raja Ampat telah dikenal luas di kalangan peneliti internasional dan wisatawan mancanegara (wisman) jauh sebelum tahun 2003, saat resmi menjadi kabupaten. Pada bulan Oktober 2015, Provinsi Papua Barat mengumumkan diri sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia dan di dunia, sebuah langkah [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Singapore Tourism Board – Singapore Centre Shanghai (STB Shanghai) menyelenggarakan kegiatan “Dual Destination Familiarization Trip” bagi Agen Perjalanan Tiongkok pada 24 – 27 Mei 2025 di Singapura dan 27 – 31 Mei 2025 di Bali. Famtrip Dual Destination Singapura – Bali memungkinkan pengalaman kontras antara energi perkotaan, dan kehidupan pulau yang tenang dalam satu perjalanan.
Kemenpar bekerja sama dengan Singapore Tourism Board – Singapore Centre Shanghai (STB Shanghai) menyelenggarakan kegiatan “Dual Destination Familiarization Trip” bagi agen perjalanan tiongkok pada 27 – 31 Mei 2025 di Bali. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Dalam upaya mendongkrak kunjungan wisatawan Tiongkok ke Singapura dan Indonesia (Bali), sebanyak enam penyedia layanan perjalanan premium terkemuka Tiongkok, yaitu HH Travel, 8 Continents Travel, Expert Travel, Ztraveller, travelID, dan FCT Travel turut berpartisipasi dalam Famtrip ini.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/6/2025), mengatakan bahwa familiarization trip (famtrip) ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi melalui konsep dual-destination yang memadukan Singapura sebagai destinasi wisata modern dan canggih, dengan Bali sebagai destinasi yang menawarkan berbagai pilihan wisata alam yang indah dan budaya yang kental.
“Program ini sejalan dengan salah satu program unggulan Kemenpar yang disebut Upscaled Tourism, yang mendorong transformasi sektor pariwisata Indonesia menjadi semakin berkualitas, berdaya saing, dan inklusif sehingga meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” kata Made.
Famtrip ini tidak hanya memamerkan keindahan alam Bali yang luar biasa, tetapi juga untuk mempromosikan Pulau Dewata sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan berbagai pengalaman mewah, mulai dari resor dan villa eksklusif, tempat makan yang istimewa, serta pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Made mengungkapkan, Tiongkok selalu menjadi salah satu pasar utama Wonderful Indonesia dengan Bali sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Tiongkok. Indonesia menyambut sekitar 1,19 juta wisatawan asal Tiongkok pada 2024, menjadikan negara ini sebagai penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ke-4 setelah Malaysia, Australia, dan Singapura.
Sementara itu, Tiongkok menjadi penyumbang wisman terbesar ke-3 bagi Bali, setelah Australia dan India, dengan 448.446 wisatawan. Adapun pada Januari hingga Maret 2025, tercatat 279.040 kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia.
Made Marthini juga menekankan pentingnya konektivitas udara untuk menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Berdasarkan data Amadeus, hingga Januari 2025, terdapat penerbangan langsung dari 11 kota keberangkatan di Tiongkok ke empat kota kedatangan di Indonesia (Jakarta, Bali, Manado, dan Surabaya), dengan total kapasitas 1,29 juta kursi yang dioperasikan oleh 11 maskapai penerbangan.
“Namun, total kapasitas kursi ini baru pulih setengahnya dibandingkan dengan era sebelum pandemi. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mengoptimalkan posisi Singapura sebagai ‘hub’ yang populer dan berupaya memanfaatkan kapasitas tempat duduk yang lebih besar dari Tiongkok untuk menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” ujar Made.
Program famtrip juga mempertemukan para pemangku kepentingan lokal di Bali, termasuk agen perjalanan/operator tur, perusahaan pengelola destinasi, akomodasi, maskapai penerbangan, dan objek wisata untuk bertemu di Table-Top Meeting, Selasa (27/5/2025). Di Table Top membahas peluang kerja sama, khususnya dalam penjualan paket wisata/perjalanan Dual Destination.
Direktur Pemasaran Pariwisata Internasional untuk Asia Timur, Australia, dan Oceania Kemenpar Yulia menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif harus diterapkan oleh para pemangku kepentingan pariwisata sektor publik dan swasta, untuk mencapai target 1.080.000 kunjungan wisatawan Tiongkok tahun ini. Upaya ini sekaligus untuk menjaga Wonderful Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi Top of Mind wisatawan Tiongkok.
“Kami berterima kasih dan sangat mengapresiasi mitra-mitra berharga kami yang mendukung program ini termasuk Four Seasons Resort Bali At Jimbaran Bay, Singapore Airlines, The Legian Seminyak Bali, The St. Regis Bali Resort, AYANA Resort Bali, The Apurva Kempinski Bali, East Star Adventure Group (ESA-G), Hatten Wines Bali, FINNA, dan Pipiltin Cocoa,” kata Yulia.
Salah satu operator tur yang menangani pasar Cina di Bali yang hadir di Table Top famtrip agen perjalanan Cina tersebut, Djony dari Partners Tour, mengapresiasi famtrip dan business matching ini.
‘’Market China setelah masa Covid-19 mengalami perubahan. Mereka berlibur ke Bali secara Individual dan kebanyakan booking melalui OTA,’’ kata Djony. Ditambahkannya, jika ke depan akan diadakan famtrip, sebaiknya menyeleksi buyer yang benar-benar potensial dan meng-handle product. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kawasan Taman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi show case bagaimana Indonesia mengelola situs sejarah dan budaya. Candi Borobudur telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, badan khusus PBB yang didedikasikan untuk memperkuat kemanusiaan melalui promosi pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, [more]
Tourism for Us – Promosi gastronomi Indonesia akan kembali hadir di Village International de la Gastronomie pada 11-14 September 2025 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) memastikan partisipasi Indonesia di ajang event diplomasi gastronomi internasional tahunan yang dipatroni oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. [more]
Tourism for Us – Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terlibat dalam dua agenda penting, yaitu perumusan “Joint Visions 2050’’ antara Indonesia dan Perancis, dan Cultural Declaration. Kedua agenda itu diyakini akan mempererat hubungan budaya dan pariwisata kedua negara.
Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara.
“Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan acara yang tidak hanya menunjukkan hubungan kuat antara Indonesia dan Perancis, tetapi juga mengedepankan hospitality dan pariwisata dalam membangun kedekatan antarnegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Joint Vision 2050
Kemenpar ikut mendukung terbentuknya “Joint Vision 2050” antara Indonesia dan Perancis yang disepakati dalam pertemuan bilateral kedua negara. “Joint Vision 2050” tidak hanya mencakup penguatan kerja sama ekonomi, tetapi juga pariwisata dan kebudayaan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan saling mendukung dalam bidang budaya antara kedua negara.
Pemerintah Indonesia dan Perancis bersepakat untuk meningkatkan pertukaran wisatawan bilateral melalui konektivitas, promosi pariwisata berkualitas tinggi, guna mendorong peningkatan people-to-people contact di antara penduduk kedua negara.
Perancis dan Indonesia juga akan memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia pariwisata berstandar kompetensi industri pariwisata internasional, peningkatan investasi pariwisata, serta pengembangan transformasi digital.
Cultural Declaration
Sebagai bagian dari pertemuan, kepala negara dari kedua negara juga menandatangani ‘’Cultural Declaration’’ yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran budaya dan memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Perancis. Meskipun tidak ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), visi bersama ini menjadi fondasi penting untuk langkah-langkah strategis lebih lanjut dalam memperkuat sektor pariwisata, seni, dan budaya di masa depan.
Dalam Cultural Declaration, Kemepar secara khusus berperan dalam pengembangan gastronomi. Pemerintah Indonesia dan Perancis sama-sama berkomitmen terhadap ragam gastronomi yang mencerminkan kekayaan dan keragaman tradisi kuliner daerah masing-masing, dan keinginan agar warisan gastronomi lebih dikenal di masing-masing negara. Untuk tujuan ini, kedua negara mendukung pengembangan kampanye promosi yang terencana, berbasis kemitraan, dan jangka panjang.
Perancis dan Indonesia menyambut baik perkembangan “Pekan Gastronomi Perancis” yang diselenggarakan di seluruh Indonesia sejak tahun 2023. Pekan itu telah membantu meningkatkan kesadaran terhadap gastronomi masing-masing negara serta berkontribusi dalam memperkuat pelatihan dan mobilitas profesional di sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata. Perancis dan Indonesia siap bekerja sama untuk mengembangkan acara ini, yang dapat dilengkapi dengan penyelenggaraan Pekan Gastronomi Indonesia di Perancis.
‘Spouse Program’ bagi Ibu Negara Perancis: Memperkenalkan Seni, Budaya, dan Sejarah Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendampingi Ibu Negara Perancis Brigitte Macron dalam acara ‘Spouse Program’ yang digelar di Museum Nasional, Jakarta dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah.
Kepada Ibu Negara Brigitte Macron, Menpar Widiyanti Putri menjelaskan 20 wastra atau kain tradisional yang dipamerkan. Pameran wastra tradisional dikurasi langsung oleh Menteri Pariwisata dan seniman batik Nur Cahyo.
Nur Cahyo adalah pengrajin batik asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah mengembangkan seni batik tradisional Indonesia dengan inovasi dan dedikasi tinggi. Ia dikenal karena kemampuannya dalam menciptakan warna batik menggunakan pewarna alami seperti secang dan mahoni. Motif batiknya yang unik menggabungkan pengaruh budaya Tionghoa dan Arab dengan elemen flora, fauna, dan geometris. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai pameran internasional dan juga turut berkontribusi dalam diplomasi budaya Indonesia melalui pembuatan batik ASEAN. Dengan mengelola sekitar 50 pembatik, Nurcahyo terus memperkenalkan batik Indonesia ke pasar global.
Masih dalam rangkaian Spouse Program, pada tanggal 29 Mei 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga mendampingi Brigitte Macron dalam jamuan makan siang di Manohara, sebuah resor yang terletak di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Megalang, Jawa Tengah. Dalam acara itu Ibu Negara Perancis akan disuguhi pameran seni dan budaya.
Mahasiswa dari sejumlah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga dilibatkan dalam acara ini sebagai pemandu tamu, baik di Museum Nasional maupun di Manohara. Mereka memiliki kemampuan berbahasa Perancis dan Inggris yang fasih. Hal ini juga memperlihatkan komitmen Kemenpar dalam mengembangkan kualitas SDM pariwisata di Indonesia. Partisipasi Poltekpar dalam kegiatan ini pun menunjukkan keterlibatan langsung generasi muda dalam kegiatan diplomasi budaya yang penting seperti ini.
Museum Nasional Diubah Menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis
Kunjungan Presiden Macron dan Ibu Negara ke Indonesia dilakukan dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Perancis. Selama kunjungan Ibu Negara Perancis, Museum Nasional diubah menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis oleh Didit Hediprasetyo. Museum didesain dengan sentuhan elegan dan bernilai seni tinggi (haute couture).
Dalam perayaan ini, Yayasan Didit Hediprasetyo mengadakan L’Art Botanique du Paradis, sebuah pameran imersif desain interior, mode, dan seni kontemporer oleh seniman dan desainer terbaik Indonesia.
Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, pameran unik ini mengubah tempat bersejarah menjadi lima ruangan yang berbeda, dikuratori secara artistik dengan menampilkan kerajinan Indonesia yang beragam, kekayaan botani, dan kepekaan desain.
Setiap ruangan mencerminkan sebuah narasi puitis, yang dibentuk oleh warisan budaya dan alam — melalui tekstil, mode, desain interior, patung, dan seni rupa. Tenun Rosé Lounge oleh Vivianne Faye menawarkan sebuah tribut romantis untuk seni tenun songket, di mana tradisi dibalut dalam kehangatan, feminitas, dan keanggunan yang ceria. Dalam Tropical Tranquil, Roland Adam menciptakan sebuah suasana tenang yang mencerminkan pertemuan antara alam dan sejarah, di mana dedaunan tropis bertemu batu suci dalam keheningan harmoni.
Wastra oleh Joke Roos adalah penghormatan kontemporer terhadap batik, menjembatani warisan dan modernitas melalui tekstur, ritme, dan pengendalian diri. The Soul Gallery, dirancang oleh Prasetio Budhi, menghadirkan ruang gelap dan introspektif di mana bentuk-bentuk leluhur dan seni modern mencerminkan kedalaman jiwa budaya Indonesia.
Terakhir, Bisikan Tropis karya Amalya Hasibuan mengundang pengunjung ke dalam dialog puitis antara seni dan lanskap, di mana alam melembutkan ingatan dan desain bernafas dalam keheningan. Kamar-kamar ini dihidupkan melalui perpaduan tekstil batik dan tenun, perabotan artisanal, dan artefak langka yang dikurasi dari seluruh kepulauan Indonesia—menawarkan sebuah pandangan imersif dan kontemporer tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia.
Melengkapi elemen-elemen ini, beberapa kamar juga menampilkan obyek dan peralatan rumah tangga milik pribadi oleh rumah-rumah ikonik Perancis seperti Hermès dan Louis Vuitton, melambangkan persimpangan halus antara estetika Indonesia dan Perancis.
“Pameran ini adalah penghormatan tulus kami kepada para pengrajin Indonesia dan jembatan budaya yang telah kami jalin dengan Perancis,” kata Didit Hediprasetyo, pendiri Yayasan Didit Hediprasetyo.
Didit menambahkan, “Ini adalah undangan untuk merasakan semangat Indonesia melalui ruang-ruang yang menghidupkan seni, desain, dan tradisi.”
Pameran ini juga didukung oleh Kemenpar yang mengakui peran penting diplomasi budaya. “Indonesia adalah tanah cerita, yang diceritakan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui desain, tekstil, dan tradisi. Pameran ini menawarkan sekilas tentang keindahan dan kedalaman yang menanti pengunjung ke kepulauan kita. Saat kami menyambut teman-teman Prancis, kami bangga untuk berbagi ungkapan budaya dan keramahan kami ini,” tutur Menpar Widiyanti.
“Melalui acara seperti ini, kita bisa mempromosikan keberagaman budaya Indonesia kepada dunia, dan saya berharap kegiatan ini juga dapat mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Menpar.
BPS mencatat, kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia tahun lalu sebanyak 346.337 orang. Selama kuartal I tahun 2025, kunjungan wisatawan Perancis sudah mencapai 48.442 orang. Melalui inisiatif “Joint Vision 2050”, Cultural Declaration, dan berbagai kegiatan budaya seperti yang dilaksanakan dalam Spouse Program, Kemenpar berharap, hubungan kedua negara semakin erat dan menciptakan peluang bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimis melihat kinerja sektor pariwisata secara keseluruhan pada kuartal I 2025. Laporan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Rabu (28/5/2025). Kemenpar melaporkan bahwa pada bulan Maret 2025, jumlah kunjungan [more]
Tourism for Us – Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan terhadap perizinan usaha yang berbasis risiko di sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik dalam hal pengawasan dan kualitas pelayanan di industri pariwisata. Untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) [more]
Tourism for Us – Pembangunan Bali Benoa Marina menjadi langkah krusial dalam pengembangan pariwisata bahari yang berstandar internasional. Marina ini merupakan bagian integral dari fasilitas Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pelayaran wisata. Dengan adanya marina ini, posisi Indonesia semakin diperkuat di peta pelayaran global, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, akhirnya Ground Breaking Bali Benoa Marina terlaksana, Kamis (22/5/2025).
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kapasitas Pelabuhan Benoa telah melebihi dari statusnya sebagai Pelabuhan Kelas II. Puluhan kapal pesiar internasional sandar di pelabuhan ini setiap tahun.
Sementara, tempat tambat yacht atau kapal layar wisata tersebar di beberapa titik karena belum tersedia marina yang layak di Pulau Bali.
Marina merupakan bagian dari cetak biru pengembangan Benoa Port Ultimate. Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, Ground Breaking Bali Benoa Marina akhirnya terlaksana, Kamis (22/5/2025).
Ground Breaking dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Direktur Strategi PT Pelindo Prasetyo, President Director PT Marina Development Indonesia (MDI) Ulf Backlund, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Aprianus Hangky, dan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini.
Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi bahari yang sangat besar dan menjanjikan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas penunjang Bali Benoa Marina harus didukung dan menjadi prioritas khusus.
‘’Proyek ini akan menjadi katalis marina-marina lainnya di Indonesia dari Sabang hingga Raja Ampat, dari Labuan Bajo hingga Morotai, yang pada akhirnya mampu menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi pelayaran wisata dunia,’’ kata Ni Luh.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menambahkan bahwa kehadiran marina ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas di Bali. terutama berhubungan dengan konektivitas perjalanan Bali via laut.
‘’Ke depan, marina ini bisa menjadi salah satu pola pusat pertumbuhan ekonomi bertaraf internasional. Perjalanan ke Bali betul-betul bisa melalui darat, laut, dan udara,’’ pungkas Giri Prasta. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Hasil survei Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Khusus Jakarta (BPD PHRI DK Jakarta) menunjukkan bahwa 96,7% hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian. Survei itu dilakukan terhadap anggotanya pada bulan April 2025. Dari hasil survey tersebut, asosiasi hotel [more]