Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimis melihat kinerja sektor pariwisata secara keseluruhan pada kuartal I 2025. Laporan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Rabu (28/5/2025). Kemenpar melaporkan bahwa pada bulan Maret 2025, jumlah kunjungan [more]
Tourism for Us – Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan terhadap perizinan usaha yang berbasis risiko di sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik dalam hal pengawasan dan kualitas pelayanan di industri pariwisata. Untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) [more]
Tourism for Us – Pembangunan Bali Benoa Marina menjadi langkah krusial dalam pengembangan pariwisata bahari yang berstandar internasional. Marina ini merupakan bagian integral dari fasilitas Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pelayaran wisata. Dengan adanya marina ini, posisi Indonesia semakin diperkuat di peta pelayaran global, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, akhirnya Ground Breaking Bali Benoa Marina terlaksana, Kamis (22/5/2025).
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kapasitas Pelabuhan Benoa telah melebihi dari statusnya sebagai Pelabuhan Kelas II. Puluhan kapal pesiar internasional sandar di pelabuhan ini setiap tahun.
Sementara, tempat tambat yacht atau kapal layar wisata tersebar di beberapa titik karena belum tersedia marina yang layak di Pulau Bali.
Marina merupakan bagian dari cetak biru pengembangan Benoa Port Ultimate. Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, Ground Breaking Bali Benoa Marina akhirnya terlaksana, Kamis (22/5/2025).
Ground Breaking dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Direktur Strategi PT Pelindo Prasetyo, President Director PT Marina Development Indonesia (MDI) Ulf Backlund, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Aprianus Hangky, dan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini.
Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi bahari yang sangat besar dan menjanjikan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas penunjang Bali Benoa Marina harus didukung dan menjadi prioritas khusus.
‘’Proyek ini akan menjadi katalis marina-marina lainnya di Indonesia dari Sabang hingga Raja Ampat, dari Labuan Bajo hingga Morotai, yang pada akhirnya mampu menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi pelayaran wisata dunia,’’ kata Ni Luh.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menambahkan bahwa kehadiran marina ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas di Bali. terutama berhubungan dengan konektivitas perjalanan Bali via laut.
‘’Ke depan, marina ini bisa menjadi salah satu pola pusat pertumbuhan ekonomi bertaraf internasional. Perjalanan ke Bali betul-betul bisa melalui darat, laut, dan udara,’’ pungkas Giri Prasta. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Hasil survei Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Khusus Jakarta (BPD PHRI DK Jakarta) menunjukkan bahwa 96,7% hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian. Survei itu dilakukan terhadap anggotanya pada bulan April 2025. Dari hasil survey tersebut, asosiasi hotel [more]
Tourism for Us – Pembelajaran di luar ruang merupakan kebutuhan dalam pendidikan anak yang tidak terlepas dari pembelajaran di dalam kelas. Menanggapi polemik ‘’study tour’’ akhir-akhir ini, pemerintah, pendidik, dan pelaku pariwisata sepakat bahwa kegiatan study tour sebagai bentuk pembelajaran luar ruang perlu diatur dan [more]
Tourism for Us – Jadwal perjalanan malam sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pelancong, terutama ketika mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat atau mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam situasi ini, penting untuk mencari akomodasi yang nyaman dan strategis, sehingga pelancong dapat mengisi ulang energi mereka. Pilihan seperti hotel, penginapan, atau area peristirahatan yang dilengkapi dengan fasilitas memadai dapat menjadi solusi ideal. Melihat kebutuhan tersebut, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh berinisiatif meluncurkan paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’ bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang pertama.
Standard room di ibis Jakarta Raden Saleh. (Foto: Accor )
Menandai satu tahun perjalanannya, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh merayakan ulang tahun pertamanya pada 1 Mei 2025 dengan mengangkat tema ‘’First of ALL’’. Tema ini mencerminkan awal dari perjalanan luar biasa bersama para tamu, mitra, dan tim yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan hotel ini.
‘’Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman terbaik yang nyaman, personal, dan berkesan bagi para tamu kami yang ingin berbisnis maupun berlibur. Tahun pertama ini menjadi tonggak penting, dan kami sangat mengapresiasi setiap dukungan serta kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,’’ ungkap Irma Riesan, General Manager ibis Jakarta Raden Saleh.
Rangkaian perayaan satu tahun hotel dikemas dengan berbagai kegiatan, di antaranya adalah charity, outing untuk tim hotel, berkolaborasi dengan TimeGap ID, donor darah, maupun penawaran menginap spesial bagi para tamu, yakni paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’
Paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’ mulai dari Rp 715.000,00++ per malam, para tamu dapat menikmati kenyamanan Standard room termasuk sarapan untuk dua orang, late check-out gratis hingga pukul 16.00 WIB, serta pilihan berupa fasilitas shuttle gratis ke bandara atau stasiun kereta atau layanan spa selama 60 menit. Paket late check-out ini berlaku sampai dengan 30 September 2025.
Paket ini dapat langsung dipesan melalui situs resmi all.accor.com. Anggota program loyalitas ALL akan mendapatkan diskon sebesar 5% dan ekstra diskon 10% untuk anggota Accor Plus. Paket ini juga dapat dipesan langsung di hotel, namun tidak ada diskon.
Lokasi strategis Hotel ibis Jakarta Raden Saleh dan kebutuhan pelancong menjadi inspirasi dari inisiatif paket late check-out. Hotel ini berada di antara Stasiun Gambir dan Pasar Senen, serta terhubung dengan halte Trans-Jakarta dan Jaklingko. Sementara Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusumah, dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh juga dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Hotel ibis Jakarta Raden Saleh kini menghadirkan konsep terbaru yang mengedepankan kenyamanan dan estetika modern. Salah satu perubahan signifikan adalah desain kamar mandi yang tidak lagi menggunakan tabung, melainkan mengusung gaya minimalis yang lebih elegan. Fasilitas tambahan seperti pengering rambut dan penggunaan marmer di area washtafel semakin memperkuat kesan mewah dan menghilangkan stigma bahwa akomodasi ini hanya setara dengan bintang tiga.
Palet warna yang terdiri dari beige, hitam, putih, dan nuansa natural menciptakan atmosfer yang menenangkan dan nyaman di setiap sudut hotel. Setiap kamar dilengkapi smart TV dan akses Wi-Fi berkecepatan tinggi, memastikan para tamu dapat menikmati hiburan dan konektivitas yang optimal selama menginap.
Mekipun hotel ini mengusung desain yang lebih lembut, mug berwarna merah yang menjadi ciri khas Hotel ibis tetap hadir sebagai elemen yang mencolok. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan dominasi warna merah yang identik dengan merek ibis, mungkin akan merasakan sedikit kehilangan dalam nuansa yang lebih tenang ini.
Konsep terbaru restoran di Hotel ibis juga di terapkan di Hotel ibis Jakarta Raden Saleh. Restoran Lily’s Garden mengusung konsep modern yang segar. Desain interiornya ditandai dengan jendela kaca tinggi yang memberikan kesan luas dan menghubungkan pengunjung dengan pemandangan di luar, menciptakan suasana yang harmonis dan menyenangkan. Selain itu, restoran ini juga dilengkapi dengan satu ruang privat yang ideal untuk pertemuan atau acara khusus. Dengan kapasitas antara 80 hingga 90 orang, Lily’s Garden meningkatkan pengalaman bersantap di Hotel ibis.
Sebagai bagian dari kampanye global, keluarga Hotel ibis memperkuat posisinya sebagai akomodasi yang erat kaitannya dengan dunia musik. Dalam upaya ini, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh menawarkan fasilitas karaoke box yang dapat menampung hingga empat orang, memberikan pengalaman hiburan yang menyenangkan bagi para tamu. Sebagai bentuk apresiasi, tamu yang menginap di hotel ini akan mendapatkan komplimen penggunaan karaoke box selama 30 menit, memungkinkan mereka untuk menikmati momen berharga bersama teman atau keluarga sambil bernyanyi dan bersenang-senang.
Dengan inovasi tersebut, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan memenuhi ekspetasi tamu yang menginginkan kenyamanan serta keindahan dalam setiap detil. Lebih dari itu, hotel ini membuktikan bahwa hotel bisnis pun bisa menciptakan suasana penuh keceriaan dan interaksi sosial melalui musik. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui Kelompok Sadar Desa Wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola dan ditingkatkan statusnya menjadi pengelola Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng maskapai asal Qatar, yakni Qatar Airways untuk bekerja sama dalam upaya memperluas promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia di pasar global. Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan Qatar Airways pada [more]
Tourism for Us – Indonesia kembali berpartisipasi di ajang pameran internasional bergengsi “Expo 2025” di Osaka, Kansai, Jepang. Pameran internasional yang juga dikenal sebagai World Expo berlangsung pada 13 April hingga 13 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut berperan karena keikutsertaan di ajang tersebut merupakan bagian dari mempromosikan pariwisata Indonesia di mancanegara.
Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Paviliun Indonesia menghadirkan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future,’’ yang menyoroti pembangunan, budaya hidup yang seimbang, berdampingan dengan alam untuk kemajuan dan keberlanjutan lingkungan. Konsep Tri Hita Karana menjadi inspirasi tema dan paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka.
Partisipasi Indonesia merupakan kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai pemimpin sektor. Berbagai program pendukung dihadirkan seperti seminar, lokakarya, hingga forum bisnis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha dan menciptakan peluang kolaborasi dengan investor dan konsumen internasional.
Keterlibatan Indonesia ini juga sejalan dengan program unggulan “Pariwisata Naik Kelas” yang dimiliki Kementerian Pariwisata dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas melalui sektor tersebut.
Pada Press Preview yang berlangsung pada Rabu (9/4/2025), di Yumeshima Island, Osaka, Jepang, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana hadir di Indonesia Pavilion, menandai partisipasi Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka.
“Panggung global ini memungkinkan kita untuk memamerkan keindahan dan potensi pariwisata Indonesia yang luar biasa, terutama di sektor wellness yang sedang berkembang pesat,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata akan terlibat dalam World Expo 2025 Osaka pada Mei 2025 dengan membawa 15 pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari resor, spa holistik, hingga pakar pariwisata yang akan terlibat dalam business matching dan kegiatan promosi lainnya.
Selain itu, kontribusi Kementerian Pariwisata dengan menghadirkan satu lantai memikat untuk Wastra Nusantara, bertajuk “Traditional Textiles: Sailing Through Colors”. Di sana, pengunjung dapat mencermati berbagai kain tradisional Indonesia yang keindahannya mencerminkan kekayaan budaya tanah air.
“Wastra merupakan warisan budaya, karya seni, dan cerminan identitas bangsa yang telah diwariskan lintas generasi. Dari tenun hingga batik, setiap motif menyimpan cerita, nilai, dan kebijaksanaan lokal dari berbagai penjuru Nusantara,” Menteri Pariwisata Widiyanti menambahkan.
Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan penuh selama enam bulan penyelenggaraan World Expo 2025 Osaka. Dukungan ini mencakup berbagai kegiatan seperti penyelenggaraan event, penyajian kuliner khas Indonesia, promosi budaya termasuk wastra, serta aktivasi promosi pariwisata secara konsisten. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Ada beragam cara merayakan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April. Seperti Ascott Regional Batam yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih di Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Acara ini melibatkan perusahaan-perusahaan, termasuk perhotelan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Mereka bersama-sama [more]