Tourism for Us – Lebih dari 28,2 juta warga negara India bepergian keluar negeri pada 2024, dan angka tersebut diprediksi akan melonjak hingga 80 juta wisatawan pada 2040, menurut data McKinsey. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 710.688 wisatawan India berkunjung ke Indonesia [more]
Tourism for Us – Musim liburan sekolah tiba. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata di musim liburan sekolah. “Saya mengimbau kepada seluruh keluarga yang akan menggunakan masa libur sekolah pada tahun ini agar tetap mengutamakan keselamatan sehingga liburan sekolah kali ini [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemberian pelatihan dan pendampingan pengelolaan dapur terintegrasi kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam kunjungannya ke Poltekpar NHI Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/06/2025), mengatakan bahwa pihaknya bersinergi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan pelatihan pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada 1.600 siswa pada 11-24 Juni 2025 di Poltekpar NHI Bandung, Jawa Barat.
“Kami mempersiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, terampil, dan siap berkontribusi di berbagai lini. Termasuk dari balik dapur sebagai tempat fondasi gizi yang sehat, ketahanan pangan, dan dimulainya semangat melayani,” kata Menpar Widiyanti.
Widiyanti menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan ini telah diseleksi dan dididik untuk dapat menjadi pengelola atau kepala dapur yang kompeten. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar teknik pengolahan bahan pangan, mereka juga menempa berbagai keterampilan lain seperti manajerial, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pemilihan Poltekpar NHI Bandung sebagai lokasi belajar SPPI ini membuktikan sekolah pariwisata ini merupakan pilar penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang unggul, kompeten, dan berdedikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata juga menyampaikan perlunya dukungan berbagai pihak mulai dari Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis untuk membuka akses gizi sehat bagi rakyat.
“Semua bermuara pada satu misi mulia, yaitu menjamin terpenuhinya hak gizi setiap anak bangsa. Saya yakin dengan kolaborasi seperti ini, kita bisa melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera. Menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Dalam kesempatan serupa, Kepala BGN Dadan Hindayana mengapresiasi inisiatif Kementerian Pariwisata dan Universitas Pertahanan (Unhan) atas kolaborasi pelaksanaan pelatihan pengelola dapur terintegrasi kepada SPPI. Menurutnya, program ini sangat penting untuk memperkuat SDM pengelola dapur yang nantinya akan mengelola dapur penyedia makanan untuk program MBG.
“Begitu mereka lulus nanti kami akan sebar (lulusan SPPI) ke seluruh Indonesia untuk mendirikan satuan-satuan penyuluhan gizi di seluruh Indonesia sehingga akan terbentuk minimal 30 ribu satuan pelayanan gizi di Indonesia yang melayani 82,9 juta penerima manfaat. Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan seluruh anak sekolah termasuk santri dan sekolah keagamaan lainnya,” kata Dadan.
Rektor Unhan Letnan Jenderal (Purn.) Dr. Anton Nugroho menambahkan bahwa pihaknya menyadari bahwa ketahanan pangan dan pengelolaan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan nasional yang lebih komprehensif. Karena itu, kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara Unhan dengan Kementerian Pariwisata dan BGN perlu diperkuat dalam menyukseskan program MBG.
“Melalui program ini kami tidak hanya mengajarkan aspek teknis, mengelola dapur tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia,” ujar Anton.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham, dan Direktur Poltekpar NHI Bandung Anwari Masatip. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pilihan akomodasi bintang di Batam semakin beragam dengan hadirnya Grand Mercure Batam Center, yang menawarkan layanan dan keramahan premium. Grand Mercure, brand dari Accor, dikenal dengan pengalaman budaya yang mendalam dan perayaan warisan nasional dalam sentuhan modern, resmi dibuka, Minggu (25/5/2025). [more]
Tourism for Us – Masyarakat Perancis telah berhasil menciptakan budaya konsumsi kopi dan cokelat yang unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak negara lain dan menjadi bagian dari gaya hidup global. Meskipun, Perancis bukanlah negara dengan konsumsi kopi dan cokelat terbesar di dunia. Banyak orang di [more]
Tourism for Us – Pariwisata wellness kini menjadi salah satu daya tarik utama bagi Indonesia dalam menarik wisatawan berkualitas. Dengan fokus pada pengalaman yang menyehatkan dan menyegarkan, sektor ini menawarkan berbagai layanan dan kagiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental. World Expo 2025 yang sedang berlangsung di Jepang sampai bulan Oktober mendatang, menjadi platform promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi pariwisata wellness Indonesia kepada dunia.
Masyarakat Jepang antusias mengikuti workshop wellness di Paviliun Indonesia di World Expo 2025. Workshop digelar oleh Kemenpar bersama Rumah Atsiri Indonesia.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan beragam aktivitas promosi menarik di Paviliun Indonesia di World Expo 2025 pada 26 hingga 31 Mei 2025. Beragam produk pariwisata lokal ditampilkan, satu di antaranya adalah produk wisata kesehatan (wellness tourism). Wellness ditetapkan sebagai unggulan utama promosi pariwisata Indonesia di Osaka World Expo 2025.
Kemenpar berkolaborasi dengan rumah Atsiri Indonesia, Mustika Ratu, dan Taman Wisata Candi (TWC) mempromosikan wisata wellness berbasis tradisional seperti essential oil,room fragrance, parfum tradisional, minuman jamu kemasan, dan produk wellness lainnya. Selama lima hari, promosi wisata wellness Indonesia berhasil menarik sekitar 100 ribu pengunjung.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa partisipasi aktif Indonesia di event ini diyakini semakin meningkatkan profil dan eksposur pariwisata Indonesia di mata dunia internasional, khususnya wisata minat khusus (special interest tourism) seperti wisata wellness, gastronomi, dan pariwisata bahari.
“Pariwisata Indonesia memiliki ragam wisata minat khusus yang sangat layak untuk mendapatkan ekspos lebih luas demi menarik frekuensi kunjungan wisatawan minat khusus internasional. Partisipasi pada event ini tentu dapat meningkatkan eksposur produk wisata minat khusus kita di pentas global,” ujar Ni Made Ayu Marhini.
Kemenpar nersama Rumah Atsiri Indonesia menggelar workshop proses pembuatan produk Natural Body Mist tradisional Indonesia bertajuk “Essence of Indonesia: Crafting Memories through Aromatic Journeys” pada 29-31 Mei 2025. Workshop selama tiga hari itu sukses menarik minat peserta mulai dari masyarakat Jepang, Afrika Selatan, Hong Kong, India, dan lainnya.
Corporate Representative Rumah Atsiri Indonesia Dewanti Subijantoro mengatakan bahwa sesi workshop semacam ini memiliki urgensi tersendiri untuk memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia dalam bentuk yang unik dan berbeda.
“Suatu kehormatan bagi kami berkesempatan membawakan workshop aromatik Atsiri X Wonderful Indonesia di Osaka World Expo, memperkenalkan aroma alami kelas dunia khas Indonesia. Antusiasme dan interaksi aktif peserta menggambarkan betapa aroma mampu menyentuh emosi dan menghadirkan esensi Indonesia yang penuh kehangatan dan keramahtamahan,” kata Dewanti.
Hal senada disampaikan Direktur PT Mustika Ratu Tbk Kusuma Ida Anjani. Ia optimistis kehadiran Mustika Ratu dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas, menjalin kemitraan internasional, serta memperkuat citra merek Mustika Ratu sebagai simbol kecantikan alami Indonesia yang modern, berkelanjutan, dan berakar kuat pada budaya bangsa.
“Partisipasi dalam Osaka World Expo 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Mustika Ratu sebagai produsen kecantikan dan kesehatan alami Indonesia di panggung global,” katanya.
Selain itu, Kemenpar juga menyelenggarakan “Business Matching Japan 2025” di Tokyo dan Osaka, masing-masing pada 27 dan 29 Mei 2025. Kegiatan ini mempertemukan 11 industri pariwisata Indonesia dengan sekitar 30-40 perwakilan industri pariwisata asal Jepang.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata Yulia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah langkah esensial untuk mewujudkan target kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia sebanyak 395.000 wisatawan tahun ini.
Maskapai nasional Garuda Indonesia juga mendukung target ini. General Manager Garuda Indonesia Tokyo Carina Megarani mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini telah menjalin kerja sama dengan maskapai Japan Airlines untuk mengintensifkan kunjungan antara kedua negara.
“Per bulan April ini, Garuda Indonesia telah memiliki skema kerja sama atau codeshare baru dengan Japan Airlines untuk membuka konektivitas kota-kota second tier di Indonesia dan Jepang melalui rute-rute domestik yang dilayani oleh Garuda Indonesia dan Japan Airlines. Kami berharap, codeshare ini dapat meningkatkan frekuensi kunjungan wisata dari masing-masing wisatawan kedua negara,” ujar Carina.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi mitra-mitra dari dalam dan luar negeri, di antaranya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Garuda Indonesia Japan Office, dan ASEAN-Japan Centre (AJC).
Potensi devisa dari promosi pariwisata Indonesia di Osaka World Expo 2025 diproyeksikan mencapai 8,681,689.26 dollar AS atau Rp142.067.431.747,52. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) semakin memperkuat posisinya sebagai platform business-to-business (B-to-B) terkemuka dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat global. Pada BBTF 2025, Jembrana, Buleleng, dan Banyuwangi menjadi sorotan guna mendistribusikan kunjungan wisatawan secara lebih merata. Penyelenggaraan BBTF memasuki edisi [more]
Tourism for Us – Pendakian gunung semakin meningkat, namun kesadaran akan pentingnya menjadi pendaki yang bertanggung jawab dan menghormati kelestarian lingkungan masih tergolong rendah. Untuk menjadikan pendakian yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku pariwisata gunung, organisasi [more]
Tourism for Us – Raja Ampat telah dikenal luas di kalangan peneliti internasional dan wisatawan mancanegara (wisman) jauh sebelum tahun 2003, saat resmi menjadi kabupaten. Pada bulan Oktober 2015, Provinsi Papua Barat mengumumkan diri sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia dan di dunia, sebuah langkah yang ditandantangani oleh Gubernur Papua Barat saat itu, Abraham O. Ataruri, dan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Penting untuk dicatat bahwa wilayah konservasi yang dicanangkan tidak hanya mencakup Raja Ampat, melainkan juga area lainnya di provinsi tersebut. Gubernur Papua Barat pada waktu itu menekankan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk membantu provinsi dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Bukit Botak, Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Foto: Yun Damayanti)
Raja Ampat merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kabupaten kepulauan di barat daya kepala burung Pulau Papua ini merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia dengan sejumlah predikat, yakni Kawasan Konservasi Perairan Nasional, Pusat Terumbu Karang Dunia hingga UNESCO Global Geopark (UGGp).
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat bertemu dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025), menekankan pada pentingnya komitmen dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Raja Ampat.
“Kami di daerah memiliki kewenangan yang terbatas. Melalui komunikasi, kami berharap destinasi Raja Ampat dapat menjadi atensi pemerintah pusat. Bersama-sama kita memastikan Raja Ampat dapat menjadi kekayaan bukan hanya Indonesia, tapi juga dunia,” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Oleh karena itu, investasi terbaik di Raja Ampat adalah investasi pada konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Jika dikelola dengan bijak, Raja Ampat dapat menjadi model destinasi di dunia yang menyeimbangkan ekonomi dan ekologi dengan selaras.
Menteri Pariwisata Widiyanti dalam pertemuan itu mengatakan bahwa pihaknya mencermati dengan serius salah satu kegiatan industri ekstraktif khususnya terkait ekspansi tambang nikel di wilayah Raja Ampat, yang lokasinya relatif berdekatan dengan Kawasan Wisata UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkomitmen menjadikan Raja Ampat sebagai simbol pariwisata berkualitas yang berbasis konservasi, edukasi, masyarakat, kualitas, dan keberlanjutan. Selain itu juga mendukung pendekatan whole of government dalam penyelarasan kebijakan antara sektor pariwisata, lingkungan hidup, energi, dan mineral.
Untuk itu, Menpar Widiyanti mendukung adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin pertambangan di wilayah sensitif, terutama yang bersinggungan dengan destinasi wisata konservasi.
“Setiap kegiatan pembangunan di kawasan ini harus berpijak pada prinsip kehati-hatian, menghormati ekosistem, serta keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu (kiri) saat bertemu dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025). (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Tiga langkah strategis Kementerian Pariwisata menangani isu tambang nikel di Raja Ampat, yaitu:
1. Kunjungan dan Dialog DPR Bersama Masyarakat
Kemenpar bersama anggota DPR-RI melakukan kunjungan langsung ke Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kunjungan ini dilakukan guna menyerap aspirasi masyarakat, terutama masyarakat adat.
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat menyampaikan penolakan terhadap rencana pemberian izin pertambangan baru. Mereka menegaskan bahwa ekosistem dan identitas Raja Ampat yang harus dijaga sebagai kawasan wisata, bukan wilayah industri ekstraktif.
Sebagai hasil dari kunjungan tersebut, Komisi VII DPR berkomitmen membawa aspirasi mengenai pencemaran lingkungan akibat tambang nikel ke DPR RI. Selain itu, Komisi VII DPR juga meminta evaluasi izin tambang oleh pemerintah pusat sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem Raja Ampat.
2. Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya
Menpar Widiyanti telah menerima kunjungan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Rabu (4/6/2025). Dalam pertemuan tersebut, baik Kementerian Pariwisata dan Gubernur Papua Barat Daya berkomitmen untuk menjaga ekologi Raja Ampat.
Pemerintah daerah menegaskan agar kawasan Raja Ampat tetap diarahkan sebagai kawasan konservasi laut, taman bumi UNESCO, dan destinasi unggulan pariwisata Indonesia, tanpa dikompromikan dengan aktivitas pertambangan.
3. Koordinasi Strategis Lintas Sektor
Kemenpar juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Kamis (5/6/2025), untuk menguatkan langkah perlindungan jangka panjang terhadap Raja Ampat. Salah satu inisiatif utama yang sedang dikaji, yaitu mendorong Raja Ampat berfokus pada pariwisata berkualitas, dengan mengedepankan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan investasi hijau yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan.
Raja Ampat adalah surga terakhir di bumi, sebuah tempat yang memukau dengan keindahan dan keajaibannya, mulai dari kedalaman laut hingga permukaan di pulau-pulau atol yang menakjubkan. Setiap orang yang pernah menginjakkan kaki di sana pasti merasakan pesona yang tak tertandingi.
Namun, ada rasa sakit dan kemarahan yang mendalam ketika melihat bagian-bagian dari surga ini dipotong untuk diambil bijih nikel, yang digunakan sebagai bahan baku untuk baterai kendaraan listrik yang dianggap ramah lingkungan.
Sementara itu, terumbu karang yang merupakan hewan mikroskopis hanya mampu tumbuh kurang dari 10 cm setiap tahunnya, dan pertumbuhan mangrove pun tidak sebanding dengan laju pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan. Apa yang terjadi di Raja Ampat bukan hanya masalah lokal tetapi juga memiliki dampak yang luas, mempengaruhi Indonesia dan dunia secara keseluruhan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Singapore Tourism Board – Singapore Centre Shanghai (STB Shanghai) menyelenggarakan kegiatan “Dual Destination Familiarization Trip” bagi Agen Perjalanan Tiongkok pada 24 – 27 Mei 2025 di Singapura dan 27 – 31 Mei 2025 di Bali. [more]