Tourism for Us – Wisatawan dari kawasan Eropa merupakan target pasar ketiga terbesar setelah Asia Tenggara dan Asia Pasifik pada tahun 2025. Sejalan dengan target itu, promosi pariwisata di Benua Biru menjadi penting. Melihat kekosongan promosi pariwisata Indonesia di sana, banyak diaspora berinisiatif menggelar berbagai [more]
Tourism for Us – Pemerintah Thailand mulai menerapkan kartu imigrasi elektronik dengan memberlakukan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) mulai 1 Mei 2025. Semua warga negara asing yang akan masuk ke negara ini melalui moda transportasi udara, darat, dan laut wajib mengisi informasi keimigrasian dan mengirimkannya [more]
Tourism for Us – Kebijakan pengetatan anggaran belanja oleh pemerintah memperlihatkan bahwa pasar rekreasi (leisure market) belum mampu menggantikan peran pasar pemerintahan dalam industri perjalanan dan pariwisata Indonesia. Peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik dan mancanegara, memang dapat berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan pendapatan. Oleh karena itu, pelaku industri diharapkan untuk melakukan diversifikasi produk dan pasar.
Mahasiswa Poltekpar NHI Bandung tidak hanya mempraktikan penyajian hidangan sebagai server tetapi juga manajemen waktu penyiapan dan penyajian hidangan bersama tim Banquet El Hotel Bandung pada saat Welcome Dinner WJTM 2023. Selain itu mereka juga unjuk kebolehan meramu minuman. (Foto: Yun Damayanti)
Menanggapi kondisi terkini yang sedang dihadapi oleh pelaku industri perhotelan di Indonesia, Bayu H. Putera, Corporate Director of Sales, Santika Indonesia Hotels & Resorts, mengungkapkan bahwa pasar rekrasi (leisure market) saat ini belum mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pasar pemerintahan. Setiap pasar memiliki kebutuhan yang unik dan berbeda-beda. Namun, dia percaya bahwa dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dapat secara signifikan membantu mengurangi kesenjangan pendapatan yang muncul akibat berkurangnya peran pasar pemerintahan.
‘’Apakah wisatawan mancanegara bisa menggantikan pasar pemerintahan? Jika menggantikan, rasanya belum bisa digantikan. Karena memang kebutuhannya berbeda. Tapi, untuk menutupi atau mengurangi kesenjangan antara yang sudah ditargetkan dengan kondisi saat ini, kehadiran wisatawan sangat membantu,’’ ujar Bayu.
Ini bisa dipahami karena industri perhotelan tidak hanya menjual kamar. Ada banyak komponen yang berkontribusi terhadap pendapatan hotel, seperti penyewaan ruang pertemuan, penjualan makanan dan minuman, serta fasilitas kebugaran dan lain-lain. Namun, komponen-komponen itu juga tidak bisa serta-merta bisa langsung dijual kepada semua tamu yang menginap di hotel. Selama ini, permintaan terhadap komponen-komponen selain kamar paling banyak datang dari pemerintahan dibandingkan dari swasta dan masyarakat/komunitas.
Pelaku industri biro dan agen perjalanan juga turut terimbas kebijakan pengetatan anggaran oleh pemerintah. Dampaknya terutama dirasakan sekali oleh mereka yang pelanggan utamanya dari pemerintahan.
Joseph Sugeng Irianto, Managing Director Rex Tours Indonesia, biro perjalanan asal Bandung, berpendapat bahwa pelaku biro dan agen perjalanan perlu mendiversifikasi produk-produknya, salah satunya ke sektor perjalanan inbound atau mendatangkan wisatawan asing. Dengan mendiversifikasi produk, maka akan menutupi kekurangan pemasukan dari pasar pemerintahan yang sedang memperketat pengeluaran anggaran.
‘’’Kenapa inbound? Karena dengan mendatangkan wisatawan asing akan meningkatkan pendapatan negara,’’ kata Joseph.
Dia menerangkan lebih lanjut, arus perjalanan inbound tidak akan terganggu selama hubungan multilateral Indonesia dengan negara-negara lain berjalan tanpa batasan. Hubungan bilateral dan multilateral yang baik akan terus mendorong arus kunjungan wisata.
‘’Arus inbound akan terhenti hanya bila ada kendala luar biasa seperti pemberlakuan PPKM saat pandemi COVID-19,’’ tutur Joseph.
Semua pemangku kepentingan pariwisata di negeri ini harus memiliki pemahaman yang sama bahwa wisatawan yang menentukan pilihan destinasi, sementara destinasi tidak bisa memilih-milih wisatawan. Oleh karena itu, destinasi wisata perlu memiliki strategi pemasaran dan pengelolaan yang efektif untuk menarik dan melayani berbagai jenis wisatawan agar pelaku industri pariwisata benar-benar mampu mendiversifikasi produk dan pasarnya.
Pemerintah sudah semestinya memanfaatkan pengetatan anggaran sebagai kesempatan untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap dukungan/peran dari pasar pemerintahan. Dalam proses ini, penting bagi pemerintah untuk lebih mendengarkan suara dan kebutuhan dari sektor industri. Dengan mengikuti saran serta rekomendasi yang diberikan oleh pelaku industri, pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan relevan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Lima tahun berlalu sejak Indonesia terakhir kali menggelar misi penjualan pariwisata di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Selama itu telah terjadi perubahan-perubahan, di antaranya penerbangan langsung dari Kinabalu ke Denpasar, Bali dan Jakarta. Ketersediaan penerbangan langsung tersebut membuat akses wisatawan dari Sabah [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengeluarkan peraturan yang berisi tatanan baru bagi wisatawan asing yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2025. Peraturan tatanan baru ini mulai diterapkan pada 21 Maret 2025, khusus untuk wisatawan asing. Peraturan itu mencakup [more]
Tourism for Us – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) genap berusia 50 tahun pada 20 April 2025. Sejak pertama kali diresmikan pada tahun 1975, TMII telah mengalami perjalanan panjang. Taman budaya terbesar di Indonesia ini sekarang dikelola dengan pendekatan yang segar dan relevan. #WajahBaruTMII mencerminkan komitmen kuat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sehingga menjadikannya tidak hanya sebagai taman rekreasi, tetapi juga rumah budaya yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Teater IMAX Keong Mas, TMII. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Dalam rangka memperingati ulang tahun emas TMII, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyelenggarakan rangkaian perayaan bertajuk ‘’Pesta Rakyat Nusantara’’. Kegiatan akan digelar selama 10 hari penuh mulai 18 April hingga 27 April 2025 dan menargetkan lebih dari 200.000 pengunjung. Perayaan hari jadi tahun ini menjadi simbol transformasi TMII menuju destinasi budaya yang inklusif, dinamis, dan inovatif.
Tema ‘’Pesta Rakyat Nusantara’’ mengusung semangat gotong-royong dan kebhinekaan. Berbagai kegiatan utama menggambarkan keberagaman budaya sekaligus kepedulian sosial. Rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-50 TMII antara lain:
Pengelola TMII berbagi bersama anak yatim dan disabilitas. Kegiatan ini antara lain dengan memberikan tiket masuk gratis bagi penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus, 500 tiket masuk gratis untuk anak panti asuhan dan yatim piatu dari wilayah penyangga TMII, tiket masuk gratis bagi pemegang KJP Plus, dan kolaborasi aktivasi dengan Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS).
Sebagai apresiasi kepada masyarakat, TMII memberikan diskon tiket masuk untuk orang sebesar 50% pada 19-20 April 2025.
Selama 10 hari perayaan berlangsung, pengunjung dapat menyaksikan 50 atraksi budaya Nusantara. Lebih dari 50 pertunjukkan seni dan budaya akan ditampilkan di berbagai anjungan daerah. Pertunjukkan seni dan budaya menampilkan beragam tarian, musik, ritual adat, dan busana tradisional dari seluruh penjuru Indonesia di antaranya, pertunjukan Wayang Orang Baratha, Rampak Kecak Indonesia, dan pertunjukan wayang semalam suntuk.
Selain itu, Kirab Gunungan Keberkahan juga akan digelar. Ini adalah sebuah kirab budaya kolosal yang mengusung simbol ‘’gunungan’’ sebagai lambang kemakmuran dan harapan baik. Kirab melibatkan ratusan peserta dari komunitas adat dan seni yang akan menampilkan 5 Gunungan Keberkahan, 50 Mangku Jero dan Prajurit Keraton, 50 Pakaian Adat Nusantara, Abang None Jakarta, ondel-ondel, Gambang Kromong, dan tanjidor.
Pengalaman pengunjung semakin interaktif dengan kehadiran Jelajah Swara. TMII bekerja sama dengan Noice mempersembahkan Jelajah Swara yang memberikan pengalaman budaya dan edukasi imersif dengan mempertemukan kekayaan warisan Indonesia dan teknologi. Melalui panduan audio dari Noice dan karakter cerita Nitra, pengunjung diajak untuk menjelajahi landmark ikonik TMII sambil mendalami cerita tradisional yang menyenangkan dan penuh makna. Panduan ini tersedia di Museum Indonesia, Kereta Gantung, dan Anjungan Jawa Tengah.
Pengunjung pun dapat mencicipi hidangan khas daerah dari seluruh provinsi di Pasar Nusantara. TMII berkolaborasi dengan Sarinah menghadirkan Pasar Nusantara yang menyuguhkan ragam kuliner khas dari Sabang sampai Merauke, serta sebagai wadah bagi pengembangan UMKM lokal.
Event olahraga Wastra Berlari turut meramaikan perayaan HUT ke-50 TMII. Ini merupakan kegiatan lari budaya (fun run) yang mengajak peserta mengenakan wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket sebagai simbol pelestarian budaya dalam gaya hidup modern.
Di usia TMII yang ke-50, Kementerian Kebudayaan akan memberikan penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Award kepada Anjungan Daerah Terbaik di TMII. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemeritah daerah atas kontribusi dan perannya dalam mengembangkan Anjungan Daerah sebagai wujud pelestarian budaya.
Corporate Secretary Group Head InJourney Yudhistira Setiawan dalam pernyataan tertulisnya mengungkapkan, ‘’Sejak peresmian #WajahBaruTMII pada 1 September 2023, TMII kini benar-benar menampilkan perubahan yang sangat signifikan dengan berbagai inovasi, baik dari sisi atraksi, edukasi, dan bahkan lingkungan. Itu sangat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan dalam berwisata di Jakarta dan tentunya dalam mengenal budaya bangsa Indonesia secara lebih inklusif.’’
Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan menambahkan, ‘’Transformasi TMII yang dilakukan pada tahun 2022-2023 tidak hanya berpengaruh pada perubahan infrastruktur, namun juga pengelolaannya menjadi Smart, Green, Inclusive, dan Culture. Dengan rebranding yang telah dilakukan, diharapkan TMII tidak hanya menjadi showcase, tetapi juga gateway of Indonesian destination dan top of mind di kalangan masyarakat yang ingin mengenal Indonesia lebih dalam lagi.’’
’’Lima dekade perjalanan ini adalah dedikasi bagi seluruh masyrakat Indonesia. Di usia emas ini, kami ingin menegaskan bahwa TMII bukan sekadar masa lalu, tetapi juga bagian penting dari cerita baru Indonesia ke depan,’’ kata Direktur Utama TMII Intan Ayu Kartika.
Terkait kolaborasi antara TMII dan Sarinah selama perayaan ulang tahun emas, Selfie Dewiyanti, Direktur Komersial Sarinah, menerangkan, ‘’Kami berkolaborasi dengan TMII untuk menghadirkan Pasar Nusantara sebagai wadah untuk pengembangan UMKM lokal juga sentra kuliner masakan daerah khas Nusantara. Sebanyak 36 UMKM, baik dari anjungan daerah TMII maupun pelaku F&B lokal, menjadi tenant di Pasar Nusantara. Kami hadirkan ini sebagai bentuk sinergi di ekosistem pariwisata untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan Nusantara melalui kuliner.’’
‘’Pesta Rakyat Nusantara’’ bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan mengenang sekaligus menatap masa depan. Semua pencapaian dan transformasi TMII selama 50 tahun terakhir adalah persembahan untuk masyarakat Indonesia.
Acara ini turut didukung oleh Bank Raya selaku sponsor utama, serta Bank DKI, Aqua, Bank Jateng, Tempo Scan, Bank Indonesia, dan Smartfren. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia masih menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan asal Perancis, berkat keindahan alamnya yang memukau, budaya yang kaya, serta keramahan penduduknya. Namun, untuk mempertahankan posisi ini, penting untuk terus melakukan promosi terhadap destinasi-destinasi yang ada. Salah satu langkah yang dapat diambil [more]
Tourism for Us – Pengalaman menginap wisatawan di hotel di daerah akan semakin lengkap dengan menikmati hidangan kuliner lokal. Seperti Mercure Garut City Center yang mengangkat kebanggaan lokal melalui menu “Aneka Domba” sebagai sajian iftar selama bulan Ramadhan. Menu ini merupakan hidangan khas yang menggambarkan [more]
Tourism for Us – Dalam menyambut musim libur Lebaran 2025, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau PT TWC (InJourney Destinations) menyusun beragam kegiatan yang menawarkan pengalaman menarik dan penuh makna bagi pengunjung di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko. Pengalaman itu akan membuat kunjungan ke candi menjadi lebih menarik.
[Foto; Birkompublik Kemenekraf]
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak perusahaannya PT TWC (InJourney Destinations) memastikan seluruh daya tarik wisata yang dikelolanya siap menghadapi masa ramai Idul Fitri 1446 H. PT TWC menentukan masa ramai libur Lebaran di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko pada 1-6 April 2025.
Jam operasional loket di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mulai pukul 06.30 sampai 16.30 WIB. Sedangkan jam operasional loket di TWC Prambanan dibuka lebih awal, yakni pukul 06.00, dan ditutup lebih lambat pada pukul 17.15 WIB. Sementara, jam operasional loket di TWC Ratu Boko dibuka lebih siang mulai dari pukul 07.00 hingga 17.15 WIB.
Jumlah kunjungan ke Candi Borobudur selama masa libur Lebaran 2025 diprediksi sebanyak 76 ribu wisatawan atau meningkat 31,61 persen dari tahun 2024. Sementara, jumlah kunjungan ke Candi Prambanan diprediksi mencapai 94 ribu wisatawan atau meningkat 34,86 persen dari tahun 2024. Dan jumlah kunjungan ke Candi Ratu Boko sebanyak 6 ribu orang atau meningkat 16,33 persen dari tahun 2024.
Selama masa libur Lebaran 2025, Teater Pentas Ramayana dilaksanakan pada 1-10 April 2025. Jumlah penonton ditargetkan sebesar 5,2 ribu atau meningkat 45 persen daripada tahun lalu.
The Manohara Hotel Yogyakarta yang berada di dalam kompleks Candi Borobudur menargetkan tingkat keterisian kamar (room occupancy) meningkat sebesar 16 persen daripada tahun 2024.
PT TWC menugaskan 900 petugas operasional yang akan memastikan kunjungan wisatawan nyaman dan berkesan. Selain itu, pengelola TWC juga bekerja sama dengan hampir 100 petugas dari TNI dan Polri, serta hampir 200 petugas keamanan internal dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Obyek daya tarik wisata TWC didukung oleh 14 petugas medis dari enam rumah sakit terdekat dan satu puskesmas. PT TWC telah bekerja sama dengan puskesmas ini selaku fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dapat memberikan rujukan untuk penanganan kesehatan lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrim, PT TWC memasang sejumlah penangkal petir tambahan, serta melakukan pemeliharaan ranting dan dahan pohon untuk meminimalkan potensi dampak yang terjadi.
‘’Peningkatan jumlah wisatawan akan membawa tantangan tersendiri dalam aspek operasional, keamanan, dan pelayanan. Saya berharap, seluruh upaya yang kami lakukan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi industri pariwisata serta ekonomi masyarakat sekitar. Kami juga mengajak seluruh wisatawan untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di sini. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran masa ramai Lebaran 2025,’’ ujar Febrina Intan, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
Beragam aktivitas siap menghibur pengunjung TWC
Kementerian Ekonomi Kreatif, InJourney, dan Visinema berkolaborasi menghadirkan Kampung Bocah Pasar Medang di TWC Prambanan. Para pengunjung dapat bertemu dengan karakter Jumbo di kampung ini. Jumbo adalah karakter utama dalam film animasi produksi Indonesia yang baru saja ditayangkan di bioskop.
Di Kampung Bocah Pasar Medang pengunjung juga dapat membaca weton di wahana Bhuvana Java, dan mengenakan busana adat jawa untuk berfoto. Selain itu, pengunjung pun bisa belajar singkat aksara jawa dengan alat peraga yang terbuat dari bahan daur ulang, serta merasakan kembali berbagai permainan di area permainan tradisional.
Masih di TWC Prambanan, pengunjung dapat memberikan makanan kepada hewan peliharaan di Loka Satwa. Sementara di Sasana Karya, pengunjung disuguhkan pertunjukan musik dan parade tari dari para penari Ramayana Prambanan Ballet.
Panggung Rakyat Borobudur akan menghibur pengunjung di TWC Borobudur. Kampung Dolanan dan pertunjukan seni tradisional seperti tari Soreng, Dayakan, dan Jathilan siap memeriahkan panggung. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba membuat kerajinan gerabah dan anyaman di Kampung Seni Borobudur.
Pengunjung di TWC Ratu Boko dapat mencoba berbagai permainan tradisional seperti enggrang, gangsing dan lain-lain. Seniman lokal setempat akan menghibur dengan pertunjukan musik Srandul dan Gejog Lesung.
Beragam aktivitas Lebaran di Candi ini melibatkan 2500 pelaku UMKM lokal, 1500 seniman lokal, dan 900 tenaga kerja lokal di sekitar candi.
‘’Upaya kolaboratif ini merupakan langkah keberlanjutann yang kami terapkan, di mana kami tidak hanya menjaga warisan budaya dan pariwisata semata, tetapi juga membangun ekosistem yang kuat di sekitarnya. Sinergi antara perusahaan, lingkungan, komunitas lokal di sekitar harus terus dipelihara agar bisa tumbuh bersama memberi arti satu sama lain dan berdampak luas bagi generasi mendatang,’’ kata Febrina. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Novotel, salah satu merek hotel dalam grup Accor, berkolaborasi dengan Paris Saint-Germain (PSG), klub sepak bola kebanggaan warga Paris, memilih Jakarta sebagai venue peluncuran global pertama ‘Legendary Rooms’. Inisiatif terbaru dari jaringan hotel asal Perancis ini menawarkan pengalaman imersif di kamar [more]