Tourism for Us – Jadwal perjalanan malam sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pelancong, terutama ketika mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat atau mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam situasi ini, penting untuk mencari akomodasi yang nyaman dan strategis, sehingga pelancong dapat mengisi ulang energi mereka. [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui Kelompok Sadar Desa Wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola dan ditingkatkan statusnya menjadi pengelola Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng maskapai asal Qatar, yakni Qatar Airways untuk bekerja sama dalam upaya memperluas promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia di pasar global.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan Qatar Airways pada Senin (28/4/2025) di sela-sela acara Arabian Travel Market (ATM) 2025 di Dubai World Trade Center, Uni Emirate Arab.
MoU tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dan Senior Vice President Global Sales Qatar Airways Matt Raos.
Kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif penting, termasuk kerja sama kegiatan promosi pariwisata di pasar-pasar utama yang menjadi fokus kedua belah pihak; pemasaran langsung kepada konsumen yang ditargetkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas; dan keterlibatan pemasaran melalui partisipasi dalam pameran pariwisata dan acara promosi lainnya.
Selanjutnya, mencakup pelatihan produk untuk industri dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian agen perjalanan dalam mempromosikan Indonesia; pengembangan produk pariwisata yang inovatif dan menarik bagi wisatawan internasional; serta pengembangan konten promosi yang kreatif dan efektif untuk berbagai platform dan kerja sama lainnya yang dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan kedua pihak.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/5/2025), menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama strategis ini. Ia mengatakan bahwa MoU ini menjadi bentuk komitmen untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik Indonesia sebagai destinasi pariwisata di seluruh dunia.
“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan devisa negara dari sektor pariwisata serta membuka lapangan pekerjaan. Saat ini, kami fokus pada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan agar dapat menjaring lebih banyak wisatawan berkualitas,” kata Made.
Made menyebut bahwa Qatar Airways sebagai salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia dengan jaringan global yang luas. Selain itu juga sebagai hub penerbangan dunia dan menurut data melayani lebih dari 90 juta penumpang setiap tahunnya ke 80 negara dan 172 kota di seluruh dunia.
Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk menambah kunjungan wisman dari seluruh dunia ke Indonesia melalui jalur penerbangan Qatar Airways ke Indonesia.
“Penandatanganan MoU ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata pilihan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” kata Made.
Senior Vice President Global Sales Qatar Airways Matt Raos menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra strategis. “Kami bangga dapat mendukung Kementerian Pariwisata RI dalam mempromosikan potensi pariwisatanya yang luar biasa. Melalui sinergi ini, kami yakin dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata negara ini,” kata Raos. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia kembali berpartisipasi di ajang pameran internasional bergengsi “Expo 2025” di Osaka, Kansai, Jepang. Pameran internasional yang juga dikenal sebagai World Expo berlangsung pada 13 April hingga 13 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut berperan karena keikutsertaan [more]
Tourism for Us – Ada beragam cara merayakan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April. Seperti Ascott Regional Batam yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih di Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Acara ini melibatkan perusahaan-perusahaan, termasuk perhotelan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Mereka bersama-sama [more]
Tourism for Us – Wisatawan dari kawasan Eropa merupakan target pasar ketiga terbesar setelah Asia Tenggara dan Asia Pasifik pada tahun 2025. Sejalan dengan target itu, promosi pariwisata di Benua Biru menjadi penting. Melihat kekosongan promosi pariwisata Indonesia di sana, banyak diaspora berinisiatif menggelar berbagai kegiatan, salah satunya Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) di Belanda. Kegiatan promosi ini akan memasuki edisi kedua pada bulan Oktober mendatang.
Sesi Business Forum di DMI Expo 2024. (Foto: Nuswantara/Negeriku)
Discovering the Magnificence of Indonesia akan berlangsung pada 30 Oktober hingga 2 November 2025 di Hall 3 Jaarbeurs, Utrecht, Netherlands. Pameran tahun ini mengangkat tema ‘’From Indonesia to Europe’’.
Sama seperti tahun lalu, program utama pameran tahun ini meliputi Trade Pavilion and Export Showcase, Indonesia Tourism Hub and Indonesia Incorporated, B-to-B Business Matching, dan Networking Forum. Selain itu juga ada Trade, Tourism, and Investment (TTI) Conference, Workshops, Indonesian Cultural and Creative Economy Showcase, serta Digital and Hybrid Event Integration.
DMI diinisiasi oleh Negeriku, yaitu organisasi nirlaba yang dibentuk oleh diaspora Indonesia yang tinggal di Belanda. Sementara itu, PT Nuswantara Adhidaya Perkasa adalah event organizer penyelenggara DMI.
Dalam rangka perjalanan menuju DMI 2025, Negeriku dan Nuswantara menggelar seminar daring pada Jumat (25/4/2025) dan diikuti lebih dari 100 peserta. Tema yang diangkat ‘’Peluang Wisata Berkelanjutan (Ecotourism): Menarik Wisatawan Eropa ke Destinasi Indonesia’’ sejalan dengan tren perjalanan global, minat wisatawan Eropa khususnya di Belanda, serta kebijakan Pemerintah Indonesia.
Seminar daring itu menghadirkan R. Wisnu Sindhutrisno, Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran Pariwisata Mancanegara III Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Flip Stoltenborgh, Owner Merapi Tours & Travel Netherlands, dan Oyan Kristian, Ketua DPD ASITA NTT yang juga Owner NTT DMC.
Pada kesempatan pertama, Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara III Kemenpar memaparkan capaian pariwisata Indonesia pada 2024 dan proyeksi pariwisata Indonesia tahun 2029. Selain itu, juga diungkapkan target pemerintah yang hendak dicapai pada 2025.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa Pemerintah Indonesia mengubah fokus kebijakan pariwisata dari ‘’quantity’’ menjadi ‘’quality tourism’’. Sejalan dengan perubahan ini, pemerintah memperkenalkan konsep Regenerative Tourism yang sesuai dengan tren perjalanan global. Pariwisata gastronomi, kebugaran (wellness), dan bahari (marine) menjadi highlight dari fokus kebijakan tersebut.
Dari target 14,6 – 16,0 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2025, sebanyak 72 persen akan digenjot dari 14 negara. Sasaran pertama dan terbesar adalah dari kawasan Asia Tenggara dengan fokus pada pasar Malaysia dan Singapura sebanyak 4,5 juta wisatawan.
Kemudian dari kasawasan Asia Pasifik dengan fokus pada pasar India, Cina, Australia, Jepang, dan Korea Selatan sebanyak 4,7 juta wisatawan. Lalu, dari kawasan Eropa dengan fokus pada pasar Perancis, Belanda, Jerman, dan Inggris Raya sebanyak 1,5 juta wisatawan.
Target berikutnya adalah kawasan Amerika Utara dengan fokus pada pasar Amerika Serikat sebanyak 500 ribu wisatawan, dan kawasan Timur Tengah dengan fokus pada pasar Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab sebanyak 200 ribu wisatawan. Sementara itu, dari negara-negara lain sebanyak 4,5 juta wisatawan.
‘’Fokus target itu kami buat berdasarkan jumlah kedatangan pada 2024 dan besaran pembelanjaan wisatawan dari setiap pasar,’’ ujar Wisnu.
Pemerintah menargetkan perolehan devisa sebesar 19 juta sampai 22 juta dolar AS tahun ini. Proyeksi target 2029 adalah mendatangkan 20 juta – 23,6 juta wisman dan perolehan devisa sebesar 32 juta – 39,4 juta dolar AS.
‘’Indonesia akan mengikuti ILTM 2025 di Cannes, Perancis untuk mempromosikan destinasi Indonesia di pasar pariwisata mewah (luxury tourism),’’ tambahnya.
Flip Stoltenborgh, pemilik Merapi Tours & Travel Netherlands, mengatakan bahwa turis Belanda masih mau tinggal lebih lama dan pergi ke daerah-daerah yang dikunjungi sedikit turis di Indonesia. Sebanyak 50% dari mereka mengatur sendiri perjalanannya dan memesan langsung melalui berbagai kanal.
‘’Instagram dan Tiktok untuk generasi muda, sedangkan Facebook untuk Gen X dan lanjut usia. Selain itu, perjalanan pengenalan (famtrip) juga akan membantu mempromosikan Indonesia,’’ kata Flip.
Dia pun mengingatkan pentingnya compelling storytelling dalam mempromosikan destinasi.
Pembicara berikutnya, Oyan Kristian, Ketua DPD ASITA NTT, yang juga pemilik NTT DMC, mengungkapkan bahwa Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah destinasi baru dan belum terlalu turistik. Jarak tempuh ke destinasi-destinasi di NTT rata-rata sekitar 1 jam dari Bali, dan itu membuatnya terasa dekat.
‘’Ini merupakan peluang dan nilai jual bagi destinasi-destinasi di NTT dalam berpromosi dan itu akan menarik minat orang datang. Kita juga harus bisa menjaga dan mempertahankan kualitas pelayanan yang bagus secara konsisten,’’ terang Oyan.
Dari pengalamannya mempromosikan ekowisata, dia melihat sumber daya manusia (SDM) di destinasi tersebut masih memerlukan banyak pelatihan.
‘’Pasar Eropa memiliki minat tinggi terhadap produk ekowisata. Namun, seperti pengurangan pemakaian plastik, hal itu harus menjadi kebiasaan di masyarakat. Hal tersebut penting dalam menciptakan destinasi ekowisata,’’ tuturnya.
Selain pengurangan pemakaian plastik, dia juga membeberkan tips lain untuk menarik pasar wisatawan dari Eropa, yakni menjaga keaslian lingkungan, mempromosikan destinasi ke pasar-pasar baru selain pasar yang sudah ada, menjaga hubungan baik dengan kedutaan besar Indonesia di luar negeri dan event organizer yang bertujuan mempromosikan pariwisata Indonesia, serta beradaptasi dan mempelajari kebutuhan pasar. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah Thailand mulai menerapkan kartu imigrasi elektronik dengan memberlakukan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) mulai 1 Mei 2025. Semua warga negara asing yang akan masuk ke negara ini melalui moda transportasi udara, darat, dan laut wajib mengisi informasi keimigrasian dan mengirimkannya [more]
Tourism for Us – Kebijakan pengetatan anggaran belanja oleh pemerintah memperlihatkan bahwa pasar rekreasi (leisure market) belum mampu menggantikan peran pasar pemerintahan dalam industri perjalanan dan pariwisata Indonesia. Peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik dan mancanegara, memang dapat berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan pendapatan. Oleh karena itu, [more]
Tourism for Us – Lima tahun berlalu sejak Indonesia terakhir kali menggelar misi penjualan pariwisata di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Selama itu telah terjadi perubahan-perubahan, di antaranya penerbangan langsung dari Kinabalu ke Denpasar, Bali dan Jakarta. Ketersediaan penerbangan langsung tersebut membuat akses wisatawan dari Sabah ke Indonesia semakin mudah. Maka dari itu, DPD ASITA Jawa Barat menginisiasi menggelar Wonderful Indonesia Table Top 2025 Kota Kinabalu sebelum puncak musim liburan dimulai.
Wonderful Indonesia Table Top 2025 Kota Kinabalu dilaksanakan Rabu (16/4/2025), di Horizon Hotel Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Konsul Jenderal Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu Rafail Walangitan menghadiri langsung acara Table Top. Pertemuan B-to-B ini diinisiasi dan diorganisasikan oleh DPD ASITA Jawa Barat. (Foto: Shafie Obet)
Wonderful Indonesia Table Top 2025 Kota Kinabalu dilaksanakan pada Rabu (16/4/2025), di Horizon Hotel Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Konsul Jenderal Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu Rafail Walangitan menghadiri langsung acara Table Top.
Sellers dari Indonesia yang berpartisipasi sebanyak 19 perusahaan terdiri dari operator tur, hotel, restoran, dan objek wisata. Mereka berasal dari Bandung, Jakarta, Bali, Padang, dan Medan. Buyers yang hadir sebanyak 32 agen perjalanan.
Misi penjualan yang diorganisasikan dan dibiayai sepenuhnya oleh pelaku industri pariwisata ini merupakan wadah untuk memperbarui informasi mengenai destinasi dan produk wisata Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat khususnya. Ini adalah promosi pariwisata langsung ke pasar Malaysia di Borneo pertama dalam kurun waktu lima tahun.
Dari pertemuan B-to-B tersebut diharapkan dapat menghasilkan kontrak kerja sama untuk memperkuat bisnis kedua belah pihak sehingga buyers bisa mempersiapkan produk-produknya untuk ditawarkan di MATTA Fair Sabah.
Daniel N. Nugraha, Ketua DPD ASITA Jawa Barat, merasa lega akhirnya Table Top 2025 Kota Kinabalu dapat terlaksana dengan baik. Table Top bisa terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor dalam industri pariwisata dan gotong-royong dalam pembiayaannya.
‘’Negeri Sabah yang berpenduduk 3,5 juta jiwa masih banyak yang belum mengenal kota-kota lain di Indonesia. Mereka baru dengar Bandung, Bali, dan Jakarta saja. Jadi, misi dagang kali ini mengingatkan kembali sambil mengenalkan up date produk wisata Indonesia kepada agen-agen perjalanan di sana,’’ ujar Daniel.
Selain itu, dia tambahkan, sejak tersedia penerbangan langsung dari Kinabalu ke Denpasar, Bali sebanyak tiga kali dalam seminggu dan ke Jakarta (CGK), memudahkan calon wisatawan dari Sabah berkunjung ke Indonesia.
‘’Mereka tidak lagi harus terbang dahulu ke Kuala Lumpur selama 2,5 jam dan ditambah waktu transit,’’ katanya
‘’Kami dari Santika sangat antusias dengan kegiatan Table Top 2025 Kota Kinabalu. Apalagi mengingat fokus kami pada tahun 2025, salah satunya menyasar kawasan regional. Pelaksanaan Table Top tidak perlu terlalu besar, tetapi yang penting dilakukan secara efeketif,’’ ujar Bayu H. Putera, Corporate Director of Sales, Santika Indonesia Hotels & Resorts.
Menurutnya, agen-agen perjalanan di Sabah, Malaysia, memang perlu disegarkan kembali. Ini mengingat Table Top di Kinabalu dilakukan lima tahun lalu. Untuk menggarap market ini kembali pasti memerlukan waktu sampai mereka mulai mengirim tamu-tamunya lagi ke Indonesia.
‘’Pasar sini jelas berpotensi. Apa yang disampaikan oleh agen-agen perjalanan di Sabah adalah mereka butuh destinasi di mana mereka bisa belanja. Belanjanya dibagi dua, ada yang belanja untuk keperluan pribadi dan untuk dijual lagi. Saya lihat, perputaran ekonomi di sini juga sangat baik sehingga mereka bisa membelanjakan uangnya keluar dari Sabah. Bisa jadi ke ibu kota Kuala Lumpur dan Putra Jaya atau keluar dari Malaysia,’’ kata Bayu.
Seller lain pun mengungkapkan antusiasmenya. Joseph Sugeng Irianto, Managing Director Rex Tours Indonesia, operator tur asal Bandung, mengatakan bahwa Table Top 2025 Kota Kinabalu merupakan kesempatan emas bisa menggaet lebih banyak turis dari wilayah Kota Kinabalu.
‘’Dengan bertemu langsung pelaku pariwisata Kota Kinabalu, kita bisa memetakan keperluan riil mereka saat berkunjung ke Indonesia, khususnya Jawa Barat. Rex Tours sendiri sudah menyiapkan berbagai penawaran paket wisata menarik dan sudah masuk beberapa permintaan,’’ tutur Joseph.
Selama beberapa hari berada di Kota Kinabalu, dia melihat perekonomian di ibu kota Negeri Sabah itu tampak bagus. Bisnis terutama dari perikanan, perdagangan, dan ekspor kayu. Di sana tidak ada pabrik dan industri. Semua komoditi didatangkan dari luar.
‘’Kalau jeli, masyarakat Kota Kinabalu akan lebih banyak datang ke Indonesia justru saat kondisi ekonomi di sini sedang lemah. Karena dengan demikian, harga-harga komponen wisata akan relatif lebih murah atau rendah. Selain itu, tingkat persaingan di dalam negeri juga rendah. Beberapa hotel dan transportasi menurunkan harga jualnya dan ini bisa menjadi kesempatan untuk menaikkan jumlah turis yang datang. Dengan harga yang relatif murah dan tanpa mengurangi pelayanan secara signifikan, tentunya itu menjadi keuntungan bagi turis asing,’’ jelas Joseph.
Profil Outbound Malaysia terkini
Strategic Planning Division, Tourism Malaysia, melakukan survei pada bulan Februari-Maret 2024. Hasil dari survei tersebut dirilis dalam Malaysian Outbound and Domestic Travel Behaviour yang mana patut dipahami oleh pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia.
Malaysian Outbound and Domestic Travel Behaviour menunjukkan bahwa wisatawan outbound Malaysia sekarang berasal dari Selangor (19,6%) dan Sabah (19,3%), kemudian diikuti wisatawan dari Sarawak (16,6%). Sementara itu, wisatawan dari Kuala Lumpur turun di peringkat keempat (10,0%).
Warga Malaysia yang berwisata ke luar negeri, 36,9 persen adalah generasi milenial di rentang usia 31-40 tahun, diikuti wisatawan Gen Z di rentang usia 22-30 tahun sebanyak 25,8 persen. Sedangkan Gen X atau wisatawan di rentang usia 41-50 tahun, sebanyak 21,2 persen.
Data yang dirilis oleh Tourism Malaysia tersebut juga menunjukkan bahwa wisatawan Malaysia lebih suka memesan langsung melalui situs (website) resmi hotel dan maskapai penerbangan (34,5%) dibandingkan memesan lewat online travel agencies (OTA) (32,4%).
Referensi dari keluarga dan teman serta media sosial telah menjadi sumber informasi yang paling utama (60,2%). Banyak orang cenderung mempercayai rekomendasi ini dan memilih untuk menggunakan penyedia jasa yang sebelumnya telah dipakai oleh kerabat atau diulas oleh para influencer (19,5%). Meskipun begitu, pemesanan melalui agen perjalanan ternyata masih dilakukan (12,9%).
Semakin banyak agen perjalanan di luar negeri memasarkan produk-produk wisata Indonesia, maka citra dan visibilitas destinasi akan semakin meningkat. (Foto: Daniel N. Nugraha)
Perihal sumber informasi liburan, selain dari kerabat dan media sosial, warga Malaysia juga mencarinya di OTA (27,9%), mengunjungi situs hotel dan maskapai penerbangan (8,6%), dan agen perjalanan (8,3%). Sedangkan yang mencari informasi melalui AI masih sedikit (0,3%).
Thailand (30,2%), Indonesia (15,3%), dan Singapura (11,7%) adalah tiga pilihan teratas destinasi liburan pada tahun 2023. Kemudian diikuti Jepang (7,5%) dan Cina (4,6%). Pada tahun 2024, Vietnam menggeser Cina sebagai destinasi liburan wisatawan Malaysia.
Berlibur (91,3%) dan mengunjungi kerabat serta teman (9,5%) merupakan alasan paling umum bepergian ke luar negeri.
Beberapa faktor paling mempengaruhi wisatawan Malaysia berlibur di luar negeri pada 2023, yaitu biaya yang sesuai dengan bujet mereka (28,3%) dan penawaran diskon (25,3%). Kemudian, media sosial, informasi dari mulut ke mulut, serta aktivitas dan pengalaman berpengaruh masing-masing sebesar 13,4%, 12,7%, dan 11,6%. Pada tahun 2024, selain faktor-faktor tersebut, daya tarik destinasi juga mempengaruhi sekitar 40 persen keputusan mereka.
Perubahan preferensi wisatawan Malaysia sudah berlangsung sejak sebelum pandemi, seperti yang diungkapkan oleh para pelaku pariwisata inbound Indonesia sebelumnya. Wisatawan Malaysia yang kini didominasi generasi Milenial dan Z mengutamakan pengalaman Value for Money (21,7%). Mereka lebih mengutamakan pencarian surga kuliner yang memukau (21,0%) daripada pusat-pusat perbelanjaan. Meskipun demikian, mereka tetap menikmati aktivitas berbelanja (9,2%). Kegiatan berbelanja menjadi pengalaman terakhir yang mereka harapkan.
Walaupun dari sisi usia lebih muda, kenyataannya mereka memiliki minat terhadap destinasi yang kaya sejarah (16,3%) dan menawarkan pengalaman bertemu dengan hewan liar (wildlife) di alam (13,7%).
Untuk memenuhi kebutuhan perjalanannya, mereka lebih memilih hotel-hotel yang berada di kota (63,3%), tempat tinggal yang bisa disewa dalam waktu singkat seperti AirBnB (13,0%), dan hotel yang berada di pantai (10,5%).
Para pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia harus memahami waktu-waktu bepergian wisatawan Malaysia. Akhir pekan panjang (28,2%), liburan sekolah (13,8%), dan hari libur nasional (13,8%) merupakan periode pilihan paling umum. Mereka juga suka berlibur pada hari kerja atau weekday (24,6%) karena biasanya banyak penawaran diskon pada periode itu. Kecuali selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sama seperti di Indonesia, warga Malaysia pada umumnya memilih untuk tetap tinggal dan hanya melakukan perjalanan domestik untuk bersilaturahmi ke sanak saudara.
Peran penting B-to-B dalam pemasaran destinasi
Promosi produk wisata oleh agen-agen perjalanan di luar negeri sangat penting dalam memasarkan destinasi Indonesia. Pertama, promosi yang dilakukan oleh agen-agen perjalanan di luar negeri akan meningkatkan visibilitas destinasi dan produk wisata Indonesia di pasar internasional.
Kemudian, promosi B-to-B merupakan salah satu bentuk promosi efektif yang dapat menarik wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satu keunggulan dari promosi B-to-B adalah produk yang ditawarkan sudah dikurasi dan diuji sehingga kualitasnya terjamin dan bisa dipercaya.
Oleh karena itu, semakin banyak agen perjalanan di luar negeri memasarkan produk-produk wisata Indonesia, maka citra destinasi juga akan semakin meningkat. Itu berarti destinasi dan produk wisata Indonesia dipercaya dan mampu berkompetisi dalam industri pariwisata global. Promosi langsung yang dilakukan oleh agen-agen perjalanan di luar negeri ke pasar sangat membantu dalam membangun citra positif Indonesia sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkualitas. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengeluarkan peraturan yang berisi tatanan baru bagi wisatawan asing yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2025. Peraturan tatanan baru ini mulai diterapkan pada 21 Maret 2025, khusus untuk wisatawan asing. Peraturan itu mencakup [more]