Tourism for Us – Kawasan Taman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi show case bagaimana Indonesia mengelola situs sejarah dan budaya. Candi Borobudur telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, badan khusus PBB yang didedikasikan untuk memperkuat kemanusiaan melalui promosi pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, [more]
Tourism for Us – Promosi gastronomi Indonesia akan kembali hadir di Village International de la Gastronomie pada 11-14 September 2025 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) memastikan partisipasi Indonesia di ajang event diplomasi gastronomi internasional tahunan yang dipatroni oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. [more]
Tourism for Us – Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terlibat dalam dua agenda penting, yaitu perumusan “Joint Visions 2050’’ antara Indonesia dan Perancis, dan Cultural Declaration. Kedua agenda itu diyakini akan mempererat hubungan budaya dan pariwisata kedua negara.
Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara.
“Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan acara yang tidak hanya menunjukkan hubungan kuat antara Indonesia dan Perancis, tetapi juga mengedepankan hospitality dan pariwisata dalam membangun kedekatan antarnegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Joint Vision 2050
Kemenpar ikut mendukung terbentuknya “Joint Vision 2050” antara Indonesia dan Perancis yang disepakati dalam pertemuan bilateral kedua negara. “Joint Vision 2050” tidak hanya mencakup penguatan kerja sama ekonomi, tetapi juga pariwisata dan kebudayaan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan saling mendukung dalam bidang budaya antara kedua negara.
Pemerintah Indonesia dan Perancis bersepakat untuk meningkatkan pertukaran wisatawan bilateral melalui konektivitas, promosi pariwisata berkualitas tinggi, guna mendorong peningkatan people-to-people contact di antara penduduk kedua negara.
Perancis dan Indonesia juga akan memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia pariwisata berstandar kompetensi industri pariwisata internasional, peningkatan investasi pariwisata, serta pengembangan transformasi digital.
Cultural Declaration
Sebagai bagian dari pertemuan, kepala negara dari kedua negara juga menandatangani ‘’Cultural Declaration’’ yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran budaya dan memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Perancis. Meskipun tidak ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), visi bersama ini menjadi fondasi penting untuk langkah-langkah strategis lebih lanjut dalam memperkuat sektor pariwisata, seni, dan budaya di masa depan.
Dalam Cultural Declaration, Kemepar secara khusus berperan dalam pengembangan gastronomi. Pemerintah Indonesia dan Perancis sama-sama berkomitmen terhadap ragam gastronomi yang mencerminkan kekayaan dan keragaman tradisi kuliner daerah masing-masing, dan keinginan agar warisan gastronomi lebih dikenal di masing-masing negara. Untuk tujuan ini, kedua negara mendukung pengembangan kampanye promosi yang terencana, berbasis kemitraan, dan jangka panjang.
Perancis dan Indonesia menyambut baik perkembangan “Pekan Gastronomi Perancis” yang diselenggarakan di seluruh Indonesia sejak tahun 2023. Pekan itu telah membantu meningkatkan kesadaran terhadap gastronomi masing-masing negara serta berkontribusi dalam memperkuat pelatihan dan mobilitas profesional di sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata. Perancis dan Indonesia siap bekerja sama untuk mengembangkan acara ini, yang dapat dilengkapi dengan penyelenggaraan Pekan Gastronomi Indonesia di Perancis.
‘Spouse Program’ bagi Ibu Negara Perancis: Memperkenalkan Seni, Budaya, dan Sejarah Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendampingi Ibu Negara Perancis Brigitte Macron dalam acara ‘Spouse Program’ yang digelar di Museum Nasional, Jakarta dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah.
Kepada Ibu Negara Brigitte Macron, Menpar Widiyanti Putri menjelaskan 20 wastra atau kain tradisional yang dipamerkan. Pameran wastra tradisional dikurasi langsung oleh Menteri Pariwisata dan seniman batik Nur Cahyo.
Nur Cahyo adalah pengrajin batik asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah mengembangkan seni batik tradisional Indonesia dengan inovasi dan dedikasi tinggi. Ia dikenal karena kemampuannya dalam menciptakan warna batik menggunakan pewarna alami seperti secang dan mahoni. Motif batiknya yang unik menggabungkan pengaruh budaya Tionghoa dan Arab dengan elemen flora, fauna, dan geometris. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai pameran internasional dan juga turut berkontribusi dalam diplomasi budaya Indonesia melalui pembuatan batik ASEAN. Dengan mengelola sekitar 50 pembatik, Nurcahyo terus memperkenalkan batik Indonesia ke pasar global.
Masih dalam rangkaian Spouse Program, pada tanggal 29 Mei 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga mendampingi Brigitte Macron dalam jamuan makan siang di Manohara, sebuah resor yang terletak di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Megalang, Jawa Tengah. Dalam acara itu Ibu Negara Perancis akan disuguhi pameran seni dan budaya.
Mahasiswa dari sejumlah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga dilibatkan dalam acara ini sebagai pemandu tamu, baik di Museum Nasional maupun di Manohara. Mereka memiliki kemampuan berbahasa Perancis dan Inggris yang fasih. Hal ini juga memperlihatkan komitmen Kemenpar dalam mengembangkan kualitas SDM pariwisata di Indonesia. Partisipasi Poltekpar dalam kegiatan ini pun menunjukkan keterlibatan langsung generasi muda dalam kegiatan diplomasi budaya yang penting seperti ini.
Museum Nasional Diubah Menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis
Kunjungan Presiden Macron dan Ibu Negara ke Indonesia dilakukan dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Perancis. Selama kunjungan Ibu Negara Perancis, Museum Nasional diubah menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis oleh Didit Hediprasetyo. Museum didesain dengan sentuhan elegan dan bernilai seni tinggi (haute couture).
Dalam perayaan ini, Yayasan Didit Hediprasetyo mengadakan L’Art Botanique du Paradis, sebuah pameran imersif desain interior, mode, dan seni kontemporer oleh seniman dan desainer terbaik Indonesia.
Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, pameran unik ini mengubah tempat bersejarah menjadi lima ruangan yang berbeda, dikuratori secara artistik dengan menampilkan kerajinan Indonesia yang beragam, kekayaan botani, dan kepekaan desain.
Setiap ruangan mencerminkan sebuah narasi puitis, yang dibentuk oleh warisan budaya dan alam — melalui tekstil, mode, desain interior, patung, dan seni rupa. Tenun Rosé Lounge oleh Vivianne Faye menawarkan sebuah tribut romantis untuk seni tenun songket, di mana tradisi dibalut dalam kehangatan, feminitas, dan keanggunan yang ceria. Dalam Tropical Tranquil, Roland Adam menciptakan sebuah suasana tenang yang mencerminkan pertemuan antara alam dan sejarah, di mana dedaunan tropis bertemu batu suci dalam keheningan harmoni.
Wastra oleh Joke Roos adalah penghormatan kontemporer terhadap batik, menjembatani warisan dan modernitas melalui tekstur, ritme, dan pengendalian diri. The Soul Gallery, dirancang oleh Prasetio Budhi, menghadirkan ruang gelap dan introspektif di mana bentuk-bentuk leluhur dan seni modern mencerminkan kedalaman jiwa budaya Indonesia.
Terakhir, Bisikan Tropis karya Amalya Hasibuan mengundang pengunjung ke dalam dialog puitis antara seni dan lanskap, di mana alam melembutkan ingatan dan desain bernafas dalam keheningan. Kamar-kamar ini dihidupkan melalui perpaduan tekstil batik dan tenun, perabotan artisanal, dan artefak langka yang dikurasi dari seluruh kepulauan Indonesia—menawarkan sebuah pandangan imersif dan kontemporer tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia.
Melengkapi elemen-elemen ini, beberapa kamar juga menampilkan obyek dan peralatan rumah tangga milik pribadi oleh rumah-rumah ikonik Perancis seperti Hermès dan Louis Vuitton, melambangkan persimpangan halus antara estetika Indonesia dan Perancis.
“Pameran ini adalah penghormatan tulus kami kepada para pengrajin Indonesia dan jembatan budaya yang telah kami jalin dengan Perancis,” kata Didit Hediprasetyo, pendiri Yayasan Didit Hediprasetyo.
Didit menambahkan, “Ini adalah undangan untuk merasakan semangat Indonesia melalui ruang-ruang yang menghidupkan seni, desain, dan tradisi.”
Pameran ini juga didukung oleh Kemenpar yang mengakui peran penting diplomasi budaya. “Indonesia adalah tanah cerita, yang diceritakan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui desain, tekstil, dan tradisi. Pameran ini menawarkan sekilas tentang keindahan dan kedalaman yang menanti pengunjung ke kepulauan kita. Saat kami menyambut teman-teman Prancis, kami bangga untuk berbagi ungkapan budaya dan keramahan kami ini,” tutur Menpar Widiyanti.
“Melalui acara seperti ini, kita bisa mempromosikan keberagaman budaya Indonesia kepada dunia, dan saya berharap kegiatan ini juga dapat mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Menpar.
BPS mencatat, kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia tahun lalu sebanyak 346.337 orang. Selama kuartal I tahun 2025, kunjungan wisatawan Perancis sudah mencapai 48.442 orang. Melalui inisiatif “Joint Vision 2050”, Cultural Declaration, dan berbagai kegiatan budaya seperti yang dilaksanakan dalam Spouse Program, Kemenpar berharap, hubungan kedua negara semakin erat dan menciptakan peluang bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimis melihat kinerja sektor pariwisata secara keseluruhan pada kuartal I 2025. Laporan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Rabu (28/5/2025). Kemenpar melaporkan bahwa pada bulan Maret 2025, jumlah kunjungan [more]
Tourism for Us – Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan terhadap perizinan usaha yang berbasis risiko di sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik dalam hal pengawasan dan kualitas pelayanan di industri pariwisata. Untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) [more]
Tourism for Us – Pembangunan Bali Benoa Marina menjadi langkah krusial dalam pengembangan pariwisata bahari yang berstandar internasional. Marina ini merupakan bagian integral dari fasilitas Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pelayaran wisata. Dengan adanya marina ini, posisi Indonesia semakin diperkuat di peta pelayaran global, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, akhirnya Ground Breaking Bali Benoa Marina terlaksana, Kamis (22/5/2025).
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kapasitas Pelabuhan Benoa telah melebihi dari statusnya sebagai Pelabuhan Kelas II. Puluhan kapal pesiar internasional sandar di pelabuhan ini setiap tahun.
Sementara, tempat tambat yacht atau kapal layar wisata tersebar di beberapa titik karena belum tersedia marina yang layak di Pulau Bali.
Marina merupakan bagian dari cetak biru pengembangan Benoa Port Ultimate. Setelah direncanakan lebih dari 10 tahun, Ground Breaking Bali Benoa Marina akhirnya terlaksana, Kamis (22/5/2025).
Ground Breaking dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Direktur Strategi PT Pelindo Prasetyo, President Director PT Marina Development Indonesia (MDI) Ulf Backlund, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Aprianus Hangky, dan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini.
Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi bahari yang sangat besar dan menjanjikan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas penunjang Bali Benoa Marina harus didukung dan menjadi prioritas khusus.
‘’Proyek ini akan menjadi katalis marina-marina lainnya di Indonesia dari Sabang hingga Raja Ampat, dari Labuan Bajo hingga Morotai, yang pada akhirnya mampu menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi pelayaran wisata dunia,’’ kata Ni Luh.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menambahkan bahwa kehadiran marina ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas di Bali. terutama berhubungan dengan konektivitas perjalanan Bali via laut.
‘’Ke depan, marina ini bisa menjadi salah satu pola pusat pertumbuhan ekonomi bertaraf internasional. Perjalanan ke Bali betul-betul bisa melalui darat, laut, dan udara,’’ pungkas Giri Prasta. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Hasil survei Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Khusus Jakarta (BPD PHRI DK Jakarta) menunjukkan bahwa 96,7% hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian. Survei itu dilakukan terhadap anggotanya pada bulan April 2025. Dari hasil survey tersebut, asosiasi hotel [more]
Tourism for Us – Pembelajaran di luar ruang merupakan kebutuhan dalam pendidikan anak yang tidak terlepas dari pembelajaran di dalam kelas. Menanggapi polemik ‘’study tour’’ akhir-akhir ini, pemerintah, pendidik, dan pelaku pariwisata sepakat bahwa kegiatan study tour sebagai bentuk pembelajaran luar ruang perlu diatur dan [more]
Tourism for Us – Jadwal perjalanan malam sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pelancong, terutama ketika mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat atau mempersiapkan diri sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam situasi ini, penting untuk mencari akomodasi yang nyaman dan strategis, sehingga pelancong dapat mengisi ulang energi mereka. Pilihan seperti hotel, penginapan, atau area peristirahatan yang dilengkapi dengan fasilitas memadai dapat menjadi solusi ideal. Melihat kebutuhan tersebut, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh berinisiatif meluncurkan paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’ bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang pertama.
Standard room di ibis Jakarta Raden Saleh. (Foto: Accor )
Menandai satu tahun perjalanannya, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh merayakan ulang tahun pertamanya pada 1 Mei 2025 dengan mengangkat tema ‘’First of ALL’’. Tema ini mencerminkan awal dari perjalanan luar biasa bersama para tamu, mitra, dan tim yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan hotel ini.
‘’Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman terbaik yang nyaman, personal, dan berkesan bagi para tamu kami yang ingin berbisnis maupun berlibur. Tahun pertama ini menjadi tonggak penting, dan kami sangat mengapresiasi setiap dukungan serta kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,’’ ungkap Irma Riesan, General Manager ibis Jakarta Raden Saleh.
Rangkaian perayaan satu tahun hotel dikemas dengan berbagai kegiatan, di antaranya adalah charity, outing untuk tim hotel, berkolaborasi dengan TimeGap ID, donor darah, maupun penawaran menginap spesial bagi para tamu, yakni paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’
Paket ‘’Late Check Out, More Chill Time!’’ mulai dari Rp 715.000,00++ per malam, para tamu dapat menikmati kenyamanan Standard room termasuk sarapan untuk dua orang, late check-out gratis hingga pukul 16.00 WIB, serta pilihan berupa fasilitas shuttle gratis ke bandara atau stasiun kereta atau layanan spa selama 60 menit. Paket late check-out ini berlaku sampai dengan 30 September 2025.
Paket ini dapat langsung dipesan melalui situs resmi all.accor.com. Anggota program loyalitas ALL akan mendapatkan diskon sebesar 5% dan ekstra diskon 10% untuk anggota Accor Plus. Paket ini juga dapat dipesan langsung di hotel, namun tidak ada diskon.
Lokasi strategis Hotel ibis Jakarta Raden Saleh dan kebutuhan pelancong menjadi inspirasi dari inisiatif paket late check-out. Hotel ini berada di antara Stasiun Gambir dan Pasar Senen, serta terhubung dengan halte Trans-Jakarta dan Jaklingko. Sementara Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusumah, dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh juga dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Hotel ibis Jakarta Raden Saleh kini menghadirkan konsep terbaru yang mengedepankan kenyamanan dan estetika modern. Salah satu perubahan signifikan adalah desain kamar mandi yang tidak lagi menggunakan tabung, melainkan mengusung gaya minimalis yang lebih elegan. Fasilitas tambahan seperti pengering rambut dan penggunaan marmer di area washtafel semakin memperkuat kesan mewah dan menghilangkan stigma bahwa akomodasi ini hanya setara dengan bintang tiga.
Palet warna yang terdiri dari beige, hitam, putih, dan nuansa natural menciptakan atmosfer yang menenangkan dan nyaman di setiap sudut hotel. Setiap kamar dilengkapi smart TV dan akses Wi-Fi berkecepatan tinggi, memastikan para tamu dapat menikmati hiburan dan konektivitas yang optimal selama menginap.
Mekipun hotel ini mengusung desain yang lebih lembut, mug berwarna merah yang menjadi ciri khas Hotel ibis tetap hadir sebagai elemen yang mencolok. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan dominasi warna merah yang identik dengan merek ibis, mungkin akan merasakan sedikit kehilangan dalam nuansa yang lebih tenang ini.
Konsep terbaru restoran di Hotel ibis juga di terapkan di Hotel ibis Jakarta Raden Saleh. Restoran Lily’s Garden mengusung konsep modern yang segar. Desain interiornya ditandai dengan jendela kaca tinggi yang memberikan kesan luas dan menghubungkan pengunjung dengan pemandangan di luar, menciptakan suasana yang harmonis dan menyenangkan. Selain itu, restoran ini juga dilengkapi dengan satu ruang privat yang ideal untuk pertemuan atau acara khusus. Dengan kapasitas antara 80 hingga 90 orang, Lily’s Garden meningkatkan pengalaman bersantap di Hotel ibis.
Sebagai bagian dari kampanye global, keluarga Hotel ibis memperkuat posisinya sebagai akomodasi yang erat kaitannya dengan dunia musik. Dalam upaya ini, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh menawarkan fasilitas karaoke box yang dapat menampung hingga empat orang, memberikan pengalaman hiburan yang menyenangkan bagi para tamu. Sebagai bentuk apresiasi, tamu yang menginap di hotel ini akan mendapatkan komplimen penggunaan karaoke box selama 30 menit, memungkinkan mereka untuk menikmati momen berharga bersama teman atau keluarga sambil bernyanyi dan bersenang-senang.
Dengan inovasi tersebut, Hotel ibis Jakarta Raden Saleh berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan memenuhi ekspetasi tamu yang menginginkan kenyamanan serta keindahan dalam setiap detil. Lebih dari itu, hotel ini membuktikan bahwa hotel bisnis pun bisa menciptakan suasana penuh keceriaan dan interaksi sosial melalui musik. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui Kelompok Sadar Desa Wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola dan ditingkatkan statusnya menjadi pengelola Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata [more]