Tourism for Us – Perayaan Bogor Street Festival – Cap Go Meh (BSF-CGM) 2025 berlangsung meriah pada hari Rabu (12/2/2025). Parade seni dan budaya diikuti 77 sanggar budaya baik yang berasal dari Kota Bogor maupun dari daerah-daerah lain. Selain itu, tim dari Taiwan dan Cina [more]
Tourism for Us – Sebuah studi menunjukkan bahwa berbagi makanan dengan pasangan dapat mempererat ikatan emosional dan meningkatkan komunikasi dalam suatu hubungan. Makan malam romantis juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kadar oksitosin, hormon cinta yang menimbulkan perasaan bahagia dan kedekatan (Sumber: Harvard Health, 2021). [more]
Tourism for Us – Kawasan Kota Tua Jakarta berperan penting sebagai titik awal pembangunan peradaban kota dan memiliki peluang dalam pengembangan koridor ekonomi kreatif (ekraf). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengapresiasi kawasan Kota Tua Jakarta menjadi destinasi unggulan menuju momentum 500 tahun Jakarta.
Lorong-lorong di jantung kawasan Kota Tua Jakarta sekarang tampak seperti ini. (Foto: Yun Damayanti)
Menurut Wamenekraf, beragam konsep aktivasi kawasan bisa dilakukukan seperti aktivasi kanal kali besar, air mancur, building immersive mapping, drone show, pop up market, konser mini, instalasi seni, board game jelajah Batavia, aktivasi museum dan spot fotografi.
Wamenekraf Irene mengungkapkan lebih lanjut bahwa pengembangan Kota Tua Jakarta sebagai pemantik untuk mengaktivasi penghargaan terhadap sejarah sehingga arsitektur ikonik tetap jadi aset yang menarik.
‘’Kita harus yakin bahwa pejuang ekraf punya mental baja, bisa memajukan Kota Tua Jakarta sebagai bentuk investasi. Kota tua ini sudah dilirik sejak lama jadi destinasi yang amat seksi, sehingga mengingatkan kembali anak muda untuk terus berkreasi. Secara pondasi tradisi, Kota Tua sudah memiliki landmark yang harus dibuat aktivitasnya,’’ kata Wamenekraf Irene saat meninjau Kota Tua Jakarta, Kamis (23/1/2025).
‘’Tempat-tempat yang indah di Kota Tua Jakarta bisa jadi pusat ekonomi, pusat sejarah, dan pusat budaya, seperti apa tumbuh kembang aktivasi ruang. Banyak sekali instalasi seni yang bisa dibicarakan lebih lanjut dengan Gubernur Jakarta yang baru nanti. Ini jadi awal dan akan ada pembahasan ke depan sehingga mendorong daya tarik ruang,’’ kata Yovie Widianto, Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif yang turut menemani kunjungan Wamenekraf. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komisi VII DPR RI sepakat untuk melanjutkan penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Kepariwisataan. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja antara Kemenpar dengan Komisi VII DPR RI, Senin (3/2/2025), di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam rapat kerja itu, Menteri [more]
Tourism for Us – Pulau Anambas dan Natuna masuk dalam rute Sail Malaysia Passage to the East Yacht Rally 2025. Meskipun ini bukan pertama kali, dimasukkannya kedua pulau di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu dalam rute event pelayaran internasional telah membantu promosi pariwisata di wilayah [more]
Tourism for Us – Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia untuk mengembangkan aksesisbilitas di perbatasan khususnya di Kepulauan Riau (Kepri) dan Johor akan membantu meningkatkan pergerakan wisatawan dan lalu lintas barang di antara kedua negara.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ismail Karim, Presiden DTUPB, dan Nunung Rusmiati, Ketua Umum ASITA, Kamis (16/1/2025), di Johor, Malaysia. (Photo Credit: Mimi Hudoyo)
Indonesia-Malaysia tengah menggodok kesepakatan untuk meningkatkan konektivitas antara Kepri dan Johor dengan mengadakan layanan kapal feri roll-on/roll-off (RoRo). Kapal feri RoRo akan melayani angkutan penumpang, kendaraan, dan barang.
Sigit Widiyanto, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Johor Bahru, mengatakan bahwa kedua negara melihat potensi untuk akesesibilitas antara Johor dan Indonesia melalui Kepri, khususnya Pulau Batam. Aksesibilitas ini diyakini mampu meningkatkan lalu lintas kunjungan wisatawan di antara kedua negara. Dia berharap layanan feri RoRo tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.
Sejalan dengan komitmen kedua negara untuk mengembangkan aksesibilitas di perbatasan, The Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dewan Teraju Usahawan dan Peniaga Bumiputra Negeri Johor (DTUPB). Salah satu tujuan dalam MoU ini adalah memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam sektor perjalanan dan pariwisata.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ismail Karim, Presiden DTUPB, dan Nunung Rusmiati, Ketua Umum ASITA, Kamis (16/1/2025), disela-sela ASEAN Tourism Forum (ATF) 2025 yang berlangsung di Johor, Malaysia.
Ismail Karim mengatakan bahwa penandatangan MoU ini untuk memperkenalkan pelaku pariwisata dan paket-paket wisata di Johor secara efektif. DTUPB ingin mengembangkan promosi pariwisata di seluruh negara bagian dalam rangka persiapan menjelang Visit Malaysia Year 2026. Maka, kolaborasi dengan ASITA menjadi penting karena asosiasi ini beranggotakan 7.000 perusahaan agen perjalanan di seluruh Indonesia.
Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati menyampaikan bahwa ASITA berkomitmen untuk mempromosikan Indonesia kepada wisatawan Malaysia, khususnya di Johor. Nunung juga memahami bahwa Malaysia pun menginginkan wisatawan Indonesia untuk berkunjung kembali ke Johor. Dengan MoU ini, upaya promosi pariwisata bersama akan diperkuat, dan wisatawan akan saling dikirimkan.
Budijanto Ardiansjah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASITA, menegaskan lagi bahwa kerja sama dengan pelaku pariwisata di Johor selama ini fokus utamanya adalah di Kepri, khususnya Pulau Batam. Melalui MoU ini, ia juga ingin melihat peningkatan permintaan dari wisatawan asal Johor untuk mengeksplorasi destinasi-destinasi lain di luar Kepri, sehingga permintaan atas layanan penerbangan langsung pun ikut bertambah.
‘’Kita akan meminta timbal balik untuk mempromosikan destinasi-destinasi di Indonesia, terutama dalam bentuk paket wisata,’’ ujar Budijanto.
Sedangkan untuk menarik wisatawan Indonesia, dia berharap pelaku usaha perjalanan di Johor menawarkan paket-paket wisata yang lebih kreatif dan menarik. Lebih detil, ruang lingkup kerja sama antara ASITA dan DTUPB meliputi: pertukaran pengetahuan dan pengalaman, penyelenggaraan acara bersama, program pelatihan dan pengembangan wirausahawan untuk pengusaha muda dan pelaku UMKM di kedua negara, serta penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk-produk UMKM. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut terus bertambah, terutama setelah infrastruktur aksesibilitas darat semakin membaik. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,3 juta pada 2024. Jumlah itu melebihi target tiga juta wisatawan. Seiring dengan [more]
Tourism for Us – Sekarang, Garut mempunyai akomodasi representatif di tengah kota untuk para pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan. Mercure Garut City Center siap mengakomodasi semua kebutuhan perjalanan, baik untuk urusan bisnis maupun rekreasi. Mercure Garut City Center merupakan hotel bintang 4 internasional pertama di [more]
Kami menyediakan platform yang efektif untuk mempromosikan produk dan acara yang akan membawa mitra bisnis potensial kepada Anda.
Kami menjangkau pelaku industri perjalanan dan pariwisata di seluruh Indonesia
Kami menghubungkan pelaku pariwisata mikro dengan pelaku industri menengah dan besar dan sebaliknya
Anda bisa menjangkau lebih banyak mitra bisnis potensial dengan cepat
Produk dan acara Anda akan ditampilkan kepada audiens yang tepat
Apa yang bisa Anda promosikan bersama kami?
Paket-paket perjalanan umum, trip minat khusus, tailor-made/customized tour, perjalanan insentif
Daya tarik dan pengalaman wisata
Produk-produk terkait perjalanan [koper, aksesoris, dll.], MICE dan ekonomi kreatif
Acara khusus [festival, konser, pameran, KTT, seminar/workshop dll.]
Profil usaha dan personal
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjangkau mitra bisnis potensial baru dan meningkatkan penjualan Anda. Mulailah memanfaatkan setiap momen untuk mempromosikan produk dan acara Anda.
Kami siap membantu untuk mewujudkan impian Anda. Hubungi kami di sini.
Tourism for Us – Irisan antara industri ekonomi kreatif (ekraf) dan industri perhotelan merupakan alasan kuat untuk mensinergikan produk-produk di kedua industri. Dan para pelaku di kedua industri tersebut dapat berkolaborasi untuk menghadirkan properti intelektual (IP) asli Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif [more]