Tourism for Us – 25hours Hotel Jakarta The Oddbird telah resmi membuka pintunya bagi wisatawan dan business travelers pada 22 November 2024. Hotel ini menawarkan hal-hal baru yang menyegarkan dengan konsep dan desainnya yang tidak biasa. Kehadiran hotel itu menandai debut konsep perhotelan yang dinamis di [more]
Tourism for Us – Perjalanan insentif (incentive travel) masih relevan sampai sekarang. Banyak perusahaan masih percaya bahwa perjalanan insentif merupakan cara yang bagus untuk mengakui dan mendorong kinerja positif karyawan maupun rekan bisnis. Dalam dekade terakhir, dengan meningkatnya kesadaran terhadap perubahan iklim dan tanggung jawab [more]
Tourism for Us – Desa-desa di Indonesia yang berhasil mengembangkan pariwisata kembali meraih penghargaan di level global. Tahun ini Desa Jatiluwih, Bali dan Desa Wukirsari, D.I. Yogyakarta meraih penghargaan Best Tourism Villages by UN Tourism 2024. Perwakilan dari masing-masing desa menerima langsung penghargaan tersebut, Jumat (15/11/2024), di Kolombia.
(Foto: Birkompublik Parekraf)
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan internasional atas kualitas desa wisata yang ada di Indonesia. Sebelumnya, Desa Nglanggeran, D.I. Yogyakarta, meraih penghargaan yang sama pada tahun 2021. Kemudian Desa Penglipuran, Bali meraih penghargaan sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia pada tahun 2023.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/11/2024), menyambut baik penghargaan yang diberikan oleh UN Tourism kepada dua desa wisata di Indonesia yang masuk dalam daftar 55 Best Tourism Villages by UN Tourism 2024.
‘’Saya sangat bangga dan optimis penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa wisata-desa wisata lainnya di Indonesia untuk terus mengoptimalkan potensi kekayaan alam, warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakat desanya menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan,’’ kata Menpar Widiyanti.
Program pengembangan desa wisata telah menjadi program unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan desa yang tertuang dalam prioritas nasional Asta Cita Kabinet Merah Putih.
‘’Tentunya tidak boleh berpuas diri atas capaian ini. Kami di Kemenpar akan terus berupaya memperkuat ekosistem desa wisata di dalam negeri melalui komitmen kolektif demi kemajuan pariwisata Indonesia,’’ ucap Menpar.
Desa Jatiluwih dan Desa Wukirsari terpilih dari 260 kandidat desa wisata di lebih dari 60 negara anggota UN Tourism. Nomine dari Indonesia dipilih dari desa wisata yang sudah memiliki sertifikasi berkelanjutan pada periode 2019-2024. Indikator penilaian sertifikasi mewakili sembilan area evaluasi Best Tourism Villages.
Program Best Tourism Villages diadakan untuk menjaring desa-desa percontohan yang berhasil mengembangkan pariwisata dengan memberdayakan komunitas masyarakat setempat dan melestarikan tradisi serta warisan lokal.
Hingga tahun 2024, tercatat 245 desa telah menjadi anggota Best Tourism Villages Network. Jaringan ini diharapkan bisa menjadi bagian dari jaringan desa wisata global terbesar.
Bagi desa wisata yang belum masuk dalam Best Tourism Villages, UN Tourism memberikan program pendampingan berupa up grade programme untuk 20 desa wisata terpilih. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pesantren ke depannya dapat menjadi pusat pelatihan bagi para kreator konten digital di tanah air dan berkontribusi sebagai penggerak bangkitnya ekonomi daerah dan nasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya mengajak para santri meningkatkan peran dan kontribusi [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali berpartisipasi di World Travel Market (WTM) London 2024 dan memfasilitasi 46 usaha jasa pariwisata meliputi biro perjalanan wisata dan usaha jasa akomodasi yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Bursa pariwisata tahunan terbesar di penghujung tahun itu [more]
Tourism for Us – La Maison de L’Indonésie (LMDI) atau House of Indonesia di Paris akan menjadi tuan rumah pameran foto karya dua fotografer dari Indonesia dan Cina. Pameran foto bertajuk “TRANSIT” yang mengangkat tema Urbanisme dan Identitas akan berlangsung mulai dari 16 November 2024 hingga 19 Januari 2025.
(Sumber: LMDI)
“TRANSIT” adalah sebuah pameran foto yang mengeksplorasi konsep transit – ruang pergerakan, transisi, dan pencarian identitas di tanah asing. Pameran menampilkan karya-karya dari dua fotografer yakni Dan Umareta (Jakarta, Indonesia) dan Toni Wang (Chengdu, China). Pameran ini mengajak pengunjung merenungkan kompleksitas hidup jauh dari kampung halaman.
Sebanyak 16 foto akan dipamerkan. Karya-karya yang dipamerkan mencakup street photography karya Dan Umareta. Karya-karya Dan menggambarkan suasana perkotaan di Jakarta dan Paris. Sementara potret-potret intim karya Toni Wang mendokumentasikan individu-individu yang tinggal jauh dari tanah kelahiran mereka.
Melalui pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi, kedua fotografer menghadirkan pandangan yang kontras namun harmonis tentang bagaimana ruang fisik dan budaya mempengaruhi identitas di dunia yang terus bertransisi.
Dalam keterangan tertulis Dan mengungkapkan, tema “Transit” sangat selaras dengan perjalanan pribadinya dan esensi street photography yang dibuatnya.
‘’Sebagai seseorang yang telah tinggal di berbagai negara, saya selalu tertarik pada ruang-ruang sementara di mana orang-orang menavigasi identitas, budaya, dan tempat. Melalui karya saya, saya ingin menangkap momen-momen halus namun bermakna yang sering kali terlewatkan dalam kehidupan perkotaan,’’ tutur Dan.
Ditambahkannya lagi, ‘’Bekerja sama dengan Toni telah menambah kedalaman yang tidak akan saya capai sendiri. Karya potret Toni melengkapi pemandangan jalanan saya dengan indah, menghadirkan sisi personal dan manusiawi dari tema ‘’Transit’’ melalui wajah-wajah mereka yang juga menjalani hidup jauh dari kampung halaman. Saya sangat bersyukur atas kolaborasi ini karena, bersama-sama, karya kami mengundang penonton untuk mengeksplorasi makna hidup ‘dalam transit’—baik secara fisik, budaya, maupun emosional.’’
Dan mengaku sangat senang menampilkan proyek ini di La Maison de L’Indonésie.
‘’Karena Indonesia adalah akar saya. La Maison de L’Indonésie menyambut pengunjung internasional, menjadikannya ruang transit yang sesungguhnya bagi nomad seperti kami. Tempat ini memberi kami kebebasan untuk menghadirkan cerita-cerita yang melampaui batasan, selaras dengan karya potret Toni tentang individu yang hidup di negeri asing dan mengeksplorasi jalan mereka sendiri menuju identitas dan rasa memiliki,’’ pungkasnya.
Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 10:00 – 18:00. Lokasi La Maison De L’Indonésie berada di 5 rue Jean Zay, 75014 Paris (dekat Montparnasse).
Sebagai salah satu program rutin La Maison de L’Indonésie, pengunjung juga dapat menikmati makanan, kopi, dan jamu khas Indonesia di Paris. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di pasar global. Dengan adanya pameran Indonesia Exhibition Industri Expo (INDES) dan Indonesia Business Event Forum (IBEF) yang sudah berlangsung pada 5-6 November 2024 di Jakarta Convention [more]
Tourism for Us – Salah satu rangkaian kegiatan memperingati hari jadi hotel yang ke-2, Hotel Santika Batam menggelar Santika Batam Food Carnival pada 31 Oktober hingga 3 November 2024. Festival kuliner ini bertujuan untuk merayakan keanekaragaman kuliner khas nusantara dan internasional. Selain itu juga memberikan [more]
Tourism for Us – Dengan artificial intelligent (AI) orang mudah sekali mendapatkan informasi. Tetapi dalam lansekap pariwisata, khususnya di subsektor ekowisata, kemudahan itu tidak serta merta membuat wisatawan menemukan orang yang baik dan tepat untuk pengalaman ekowisata sesungguhnya. Maka ajang pameran khusus ekowisata Indonesia Ecotourism Fair 2024 (IEF) menjadi platform untuk menghubungkan calon wisatawan dengan para pengelola lokal yang bertanggung jawab dan akuntabel.
Indonesia Ecotourism Fair 2024 dengan highlight Explore Kalimantan Fair 2024 (XKF) telah berlangsung pada 2-3 November 2024 di Sarinah Thamrin Jakarta. Pameran khusus ekowisata pertama ini diikuti oleh 35 komunitas yang menempati 22 booth. Komunitas-komunitas bergotong-royong dan saling mendukung untuk dapat mengikuti pameran. Mereka berbagi biaya agar dapat hadir dan bertemu langsung dengan calon wisatawan.
Ary S. Suhandi, Chairman, Executive Director INDECON. (Foto: Yun Damayanti)
‘’Kami melihat animo saat ini. Kemajuan teknologi semakin pesat. Sehingga banyak wisatawan sudah datang dan mereka deal sama orang lokal. Di sisi lain, teknologi itu membawa banyak orang baru tapi sebenarnya kurang paham. Sampai sini accountability dan reliability-nya masih kurang. Sehingga kalau mereka (wisatawan, red.) bisa bertemu dengan orang-orang lokal yang sudah dilatih, punya tanggung jawab, sudah punya accountability, tentu mereka akan merasa nyaman, kan? Jadi itu alasan diadakannya IEF ini,’’ ujar Ary S. Suhandi, Chairman, Executive Director INDECON.
Indonesia Ecotourism Fair 2024 merupakan penyelenggaraan pertama kali. Sementara Explore Kalimantan Fair memasuki penyelenggaraan kedua tahun ini.
Peserta pameran XKF tahun lalu melaporkan bahwa mereka memperoleh transaksi kunjungan wisatawan ke destinasi tidak lama setelah pameran. XKF memberi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain mau ikut berpameran. Mereka mendorong agar pameran diperluas meliputi komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Dan berangkat dari kesuksesan tersebut, tidak hanya penyelenggaraan XKF yang berlanjut tetapi juga mendorong digelarnya Indonesia Ecotourism Fair.
‘’Indonesia Ecotourism Fair ini yang pertama. Sedangkan Explore Kalimantan Fair yang kedua kali. Indonesian Ecotourism Network (INDECON) menginisiasi sekaligus mengorganisasi penyelenggaraan XKF dan IEF. Tujuan kami menyelenggarakan IEF agar calon wisatawan menemukan operator lokal yang reliable dan accountable. Jadi IEF adalah pameran B-to-C,’’ tutur Ary.
Penyelenggaraan XKF 2024 didukung oleh Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Kalimantan. TFCA adalah Divisi Program dari Yayasan Kehati. Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Berau turut menjadi kontributor pengisi konten pameran.
INDECON mengkurasi peserta pameran. Penilaiannya terutama pada mereka yang menjalakan prinsip-prinsip kegiatan wisata bertanggung jawab yang mengarah pada pariwisata berkualitas (quality tourism) dan pariwisata hijau (green tourism).
Untuk XKF 2024, INDECON membantu mengkurasi produk dan memilih operator tur lokalnya. Di Pulau Kalimantan INDECON membina enam operator tur lokal.
Pembinaan terhadap operator tur lokal supaya sejalan antara pengelola orang lokal dan operator tur selaku penjual. Kedua pihak ini harus bergerak bersama-sama untuk menghasilkan pariwisata berkualitas.
‘’Kalau pariwisata itu dikelola dengan baik justru dia akan memberikan manfaat banyak. Tetapi kalau pariwisata tidak dikelola maka dia akan memberikan dampak negatif yang tinggi pula. Kami di sini bukan untuk membuat tur keseluruhan tapi mengkoneksikan daya tarik ekowisata lokal, pengelola orang lokal dengan operator-operator tur lokalnya,’’ terang Ary.
Lanjutnya kemudian, ‘’Bagaimana kita mengarahkan mereka untuk mengharmonisasi kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta budaya sebagai aset. Sehingga kita selalu mengarahkan untuk mencintai alam, mengapresiasi alam, kemudian mengajak pemerintah untuk mengelola destinasinya dengan mekanisme yang baik dan benar.’’
Ary mencotohkan komunitas lokal pengelola pantai Tiga Warna di Malang Selatan. Salah satu peserta IEF 2024 asal Jawa Timur itu mengelola kawasan pantainya dengan menerapkan reservasi, pengunjung yang mau masuk dicek dulu sampahnya dan sebagainya. Mereka benar-benar menerapkan prinsip-prinsip ekowisata.
Kemudian komunitas Waerebo di Flores, Nusa Tenggara Timur. Ary mengungkapkan, kampung adat yang mendapatkan pengakuan dunia itu baru saja menetapkan kuota. Saat ini mereka menetapkan kuota 50 orang per hari. Kuota itu hanya berlaku di kampung yang ada di bawah. Sedangkan kampung yang berada di atas disterilkan. Dan untuk mengunjungi Waerebo wisatawan akan diminta untuk medaftar reservasi terlebih dahulu.
Penetapan kuota di kampung adat Waerebo tidak diputuskan oleh satu pihak saja. Dalam prosesnya ada perhitungan berapa jumlah warga yang tinggal di sana. Kemudian didiskusikan jumlah kunjungan dikali jumlah pendapatan. Dari situ dibuat rancangan reservasi dan berapa biaya yang pantas dibayarkan oleh wisatawan. Untuk mendukung rencana aksi tersebut, pengelola lokal menggunakan jaringan internet dari Starlink. Dan semua itu akan dilalui oleh komunitas Waerebo secara bertahap.
Komunitas kampung adat Waerebo, NTT, dengan percaya diri menerangkan setiap informasi mengenai kampung adatnya kepada setiap pengunjung IEF 2024. (Foto: Yun Damayanti)
‘’Prinsip ecotourism-nya diterapkan. Karena itu pemain baru tidak bisa sekaligus menerapkannya. Itu memang berat. Tapi kita bina step by step agar semua prinsip bisa diterapkan,’’ kata Ary.
Yusdi N. Lamatenggo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan IEF 2024. Menurutnya, komunitas ekowisata jarang diangkat. Kalaupun ada di pameran porsinya kecil. Dia berharap IEF bisa menjadi lebih besar lagi.
‘’Kita bisa lihat. Di sini menampilkan bagaimana praktik-praktik ekowisata di masyarakat. Teman-teman di sini bisa saling belajar dengan teman-teman yang lain. Ini masing-masing daerah kan beda-beda nih. Ada spesifiknya masing-masing. Paling tidak bisa belajar. Harapan kita, teman-teman dari Papua Barat Daya pulang bawa banyak teman, jaringan, info baru. Dan kembali kita ke Papua bisa lebih mengembangkan lagi dengan apa yang mereka lihat di sini. Yang penting adalah mereka bisa memperluas jaringan,’’ kata Yusdi.
Yusdi, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, juga menyampaikan, Raja Ampat sekarang sudah masuk dalam destinasi pariwisata prioritas. Pemerintah daerah terus menggenjot 3A terutama amenitas dan atraksi di sana.
‘’Provinsi Papua Barat Daya bukan hanya Raja Ampat. Kami punya tempat-tempat lain. Ada Kabupaten Sorong, Tambraw. Mereka juga punya keindahan alam yang luar biasa. Semuanya itu ekowisata. Dan tugas kami di pemerintahan adalah terus menyempurnakan, terus membangun 3A, akses, amenitas dan memperbaiki atraksi yang dimiliki,’’ pungkasnya.
Sehari sebelum IEF 2024 dan XKF 2024, digelar Temu Jaringan Ekowisata Indonesia (TJEI) di Tebet Eco Park, Jumat (1/11/2024). TJEI tahun ini merupakan pertemuan ke-10. Pertemuan jaringan ekowisata Indonesia itu adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh INDECON.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah akan semakin memperhatikan penyelenggaraan event di Indonesia. Event sebagai instrumen untuk menggerakan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Event yang IP base-nya Indonesia juga akan diperbanyak. Dan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event di daerah Kementerian Pariwisata [more]