Author: admin

SAUPON MANGROVE HOMESTAY, HIDDEN GEM DI TELUK MAYALIBIT, RAJA AMPAT

SAUPON MANGROVE HOMESTAY, HIDDEN GEM DI TELUK MAYALIBIT, RAJA AMPAT

Tourism for Us – Berada di dalam hutan mangrove yang masih alami di Teluk Mayalibit, Saupon Mangrove Homestay sudah menjadi destinasi itu sendiri. Kelompok Tani Hutan Waifoi yang mengelola pertanian hutannya dengan mengedepankan kearifan lokal telah menjadikan homestay bukan sekedar penginapan biasa. Kelompok tani hutan [more]

DPD ASITA NTT DAN KADIN SIAP BAHAS KOLABORASI PARIWISATA PASCAFAMTRIP TOUR OPERATOR DAN INFLUENCER PORTUGAL KE LABUAN BAJO

DPD ASITA NTT DAN KADIN SIAP BAHAS KOLABORASI PARIWISATA PASCAFAMTRIP TOUR OPERATOR DAN INFLUENCER PORTUGAL KE LABUAN BAJO

Tourism for Us – Perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) operator tur (tour operator) dan influencer Portugal ke Labuan Bajo pada awal Desember 2024 menjadi momen penting untuk memperkenalkan destinasi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke pasar Portugal dan wilayah Eropa selatan pada umumnya. Perjalanan pengenalan destinasi pariwisata [more]

BISNIS AGEN PERJALANAN MASIH BAIK, PENINGKATAN KAPASITAS SDM HARUS BERKELANJUTAN

BISNIS AGEN PERJALANAN MASIH BAIK, PENINGKATAN KAPASITAS SDM HARUS BERKELANJUTAN

Tourism for Us – Industri agen perjalanan (travel agent) tahun 2025 masih akan berjalan sangat baik secara global. Digitalisasi semakin diperkuat dengan kehadiran artificial intelligent (AI). Teknologi dalam industri ini menjadi alat bantu yang mempercepat proses operasional tur, meningkatkan layanan pelanggan dan mendukung pekerjaan staf lebih efisien.

Setiap wisatawan itu unik dan mempunyai preferensi berbeda-beda. Digitalisasi menambah opsi bagi wisatawan bagaimana mereka mau mengatur perjalanannya.

Produk-produk perjalanan yang dibeli secara daring (online) terbukti efektif untuk point-to-point traveling yang pada umumya merupakan perjalanan domestik. Perjalanan jauh ke destinasi tunggal masih bisa dilakukan secara daring. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh (long haul) dengan rencana perjalanan yang kompleks ke multidestinasi wisatawan tetap mencari dan menggunakan jasa agen perjalanan.

Pada the 1st General Assembly and Board Meeting World Travel Agents Association Alliance (WTAAA) pertengahan bulan November 2024 lalu di Athena, Yunani, agen-agen perjalanan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengungkapkan, mereka kebanjiran pemesanan. Menurut mereka, produk-produk perjalanan yang dibeli secara daring cukup baik untuk point-to-point traveling yang pada umumya merupakan perjalanan domestik. Tetapi tidak untuk perjalanan jarak jauh.

Di pasar wisatawan AS terungkap, mereka mengkalkulasikan waktu yang digunakan untuk riset sebelum bepergian dengan upah kerja per jam. Mereka berpikir lebih baik bekerja dan mendapatkan upah daripada membuang upah itu. Sehingga mereka tidak enggan membayar travel consultant untuk berkonsultasi dan membeli produk-produk agen perjalanan.

Menurut hasil survey yang pernah dilakukan oleh MMGY pada 2014, atau 10 tahun lalu, sebanyak 30 persen responden generasi milenial  di AS menggunakan agen perjalanan. Sebaliknya, hanya 15 persen responden gen X dan 13 persen generasi baby boomers menggunakan agen perjalanan.

Alasan generasi milenial menggunakan agen perjalanan untuk menjamin pengalaman perjalanan mereka lebih dari sekedar melihat-lihat (sightseeing). Mereka menginginkan pengalaman perjalanan yang lokal, etnik dan terhubung dengan lingkungan yang dikunjunginya.    

Dalam situs asuransi Allianz menyebutkan beberapa alasan wisatawan tetap menggunakan agen perjalanan di antaranya, saat mereka bepergian ke destinasi terpencil (remote destination) dan mempunyai kebutuhan perjalan yang unik.

American Society of Travel Advisors (ASTA) mencatat, wisatawan tetap menggunakan agen perjalanan karena ingin menghindari stres, menghemat waktu untuk perjalanan internasional yang kompleks, mendapatkan pemandu terbaik, mengamankan reservasi, dan penyokong bila terjadi masalah selama perjalanan.

ASTA juga mengadvokasi calon wisatawan dalam memilih agen perjalanan. Mereka menyarankan calon wisatawan dapat bekerja sama dengan travel advisor yang terverifikasi oleh ASTA. Para travel advisor yang terverifikasi itu telah berkomitmen terhadap standar industri dan memiliki pengetahuan yang sangat luas dan mendalam.

‘’Travel agent di AS sudah bertindak sebagai travel consultant. Dibayarnya per jam. Layaknya seorang lawyer (pengacara),’’ ujar Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO, yang hadir di the 1st General Assembly and Board Meeting World Travel Agents Association Alliance.

Pauline mengatakan, industri agen perjalanan masih sangat baik. Belajar dari pengalaman industri agen perjalanan di AS dengan teknologi yang paling maju, agen-agen perjalanan di sana malah kebajiran pemesanan.

‘’Jadi saya selalu katakan kepada teman-teman, kepada anggota ASTINDO, jangan khawatir. Hal-hal semacam ini yang harus kita edukasi ke masyarakat Indonesia,’’ kata Pauline.

Pauline menjelaskan lebih lanjut, ‘’Sebenarnya, kalau wisatawan Indonesia mau membayar 50 sampai 100 ribu untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan, yang sudah mendalami pengetahuan tentang destinasi, mereka tidak akan dapat masalah. Yang terjadi kan mereka bertanya kepada agen perjalanan tetapi tidak mau membeli dari agen perjalanan atau beli secara online. Nanti ketika dapat masalah yang dicari agen perjalanan.’’

Kebiasaan tersebut, mungkin, terjadi karena konsultasi bebas biaya (free consultation) dengan agen perjalanan dan operator tur. Sehingga orang Indonesia kurang menghargai kerja keras serta investasi waktu dan finansial dari sebuah agen perjalanan dan operator tur. 

Menurut Pauline, kunci dari sebuah agen perjalanan dan operator tur bertahan adalah sumber daya manusia (SDM) harus senantiasa meningkatkan kapasitasnya.    

‘’Harus belajar dan tidak pernah berhenti belajar. Jangan karena kita sudah punya pengalaman di industri ini selama 20 tahun lalu kita berhenti sampai di sini. Pengalaman itu menopang pekerjaan kita. Ada banyak hal baru yang harus dipelajari untuk mendukung pekerjaan kita sekarang dan di masa depan,’’ tuturnya. 

SDM di industri agen perjalanan maupun operator tur tidak bisa mengabaikan teknologi, AI, dan lain sebagainya. Digitalisasi, AI, membantu para agen perjalanan dan operator tur dalam menciptakan rencana perjalanan (itinerary). Kehadiran teknologi telah mempercepat berbagai proses dalam menciptakan dan menjalankan tur.

Naluri alamiah manusia adalah akan selalu mencari orang lain untuk berkomunikasi. Menempatkan chatbot di layanan pelanggan secara digital tidak cukup untuk memberikan pengalaman perjalanan yang sempurna (service exellence). Dan destinasi Indonesia mesti memahami kebutuhan ‘’manusia ingin dilayani oleh manusia juga’’.    

AI yang dikhawatirkan akan menggantikan peran manusia dan menghilangkan banyak pekerjaan dalam industri perjalanan dan pariwisata tampaknya tidak akan terjadi selama pelaku industri dapat menyambut perubahan yang dibawanya.

Ketua Umum ASTINDO berharap pereknomian Indonesia akan membaik di tahun 2025. Sehingga masyarakat, terutama di kelas menengah, kembali mempunyai daya beli.

‘’Kelas menengah sebetulnya yang membantu menggerakan perekonomian. Ketika kelas ini menurun, itu sangat berpengaruh terhadap industri agen perjalanan di Indonesia. Karena mereka yang mempunyai banyak mimpi. Dan kami ada untuk menciptakan banyak mimpi dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka itu,’’ pungkas Pauline.

ASTINDO sekarang tidak hanya menjual tiket dan paket-paket tur keluar negeri saja. Banyak anggotanya yang menjual paket-paket wisata di dalam negeri. Anggota-anggotanya juga ada yang menjual paket-paket perjalanan ke Indonesia (inbound). Dan mereka juga ikut memasarkan berbagai destinasi di Indonesia. ***(Yun Damayanti) 

PARADOKS METROPOLITAN DI 25HOURS HOTEL JAKARTA THE ODDBIRD

PARADOKS METROPOLITAN DI 25HOURS HOTEL JAKARTA THE ODDBIRD

Tourism for Us – Sejak memasuki hotel hingga ke dalam kamar, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird akan membawa tamu-tamu merasakan pengalaman yang kontras dan dinamis metropolitan Jakarta. Desain hotel bintang 5 ini menghadirkan perpaduan unik antara kreativitas, kenyamanan, dan nostalgia di jantung pusat bisnis dan [more]

PANTAI TIGA WARNA, KABUPATEN MALANG: PEMIKIRAN PROGRESIF DAN SEMANGAT GOTONG-ROYONG MEMBANGUN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS

PANTAI TIGA WARNA, KABUPATEN MALANG: PEMIKIRAN PROGRESIF DAN SEMANGAT GOTONG-ROYONG MEMBANGUN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS

Tourism for Us – Dari seluruh pantai yang ada di Indonesia, hanya di  pantai Tiga Warna, Kabupaten Malang, yang tidak takut memberlakukan sistem reservasi dan kuota. Pengelola pantai juga tegas terkait sampah pengunjung: ‘’Sampahku Menjadi Tanggung Jawabku’’, begitu moto yang tertera di Form Checklist Barang [more]

MENPAR DAN WAMENPAR BERAUDIENSI DENGAN ASOSIASI-ASOSIASI PARIWISATA JELANG PERSIAPAN LIBURAN NATARU 2024/2025

MENPAR DAN WAMENPAR BERAUDIENSI DENGAN ASOSIASI-ASOSIASI PARIWISATA JELANG PERSIAPAN LIBURAN NATARU 2024/2025

Tourism for Us – Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 merupakan salah satu momen terbesar yang mendukung pergerakan wisatawan. Data Kementerian Perhubungan menyebutkan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 diprediksi akan ada 110,67 juta pergerakan masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengajak para pelaku industri dan asosiasi pariwisata tanah air mempersiapkan dan memastikan segala aspek pendukung dengan baik. Supaya wisatawan mendapat pengalaman terbaik selama momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

‘’Kita harus mempersiapkan segala aspek secara matang agar dapat menjamin keselamatan, kenyamanan dan kelancaran perjalanan wisatawan,’’ ujar Menpar Widiyanti Putri saat beraudiensi bersama asosiasi pariwisata, Jumat (29/11/2024), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan asosiasi mulai dari GIPI, ASPPI, PHRI, ASITA, ASTINDO, IINTOA dan lainnya.

‘’Momen ini memberikan peluang besar bagi sektor pariwisata. Saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, dan destinasi selama periode tersebut sehingga dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan Nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) saat berlibur di Indonesia,’’ lanjut Menpar.

Menpar Widiyanti Putri kemudian menjelaskan, pariwisata Indonesia masih memiliki banyak tantangan ke depan. Hal-hal seperti kebersihan destinasi, kesiapan infrastruktur hingga isu keberlanjutan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu perhatian bersama.

Melalui audiensi kali ini, Menpar berharap kolaborasi yang kuat bersama industri dan asosiasi sebagai salah satu pemangku kepentingan di sektor pariwisata.

‘’Hari ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung tantangan, ide dan peluang koloborasi yang bisa kita bangun bersama demi kemajuan pariwisata nasional. Membuka peluang kolaborasi program yang lebih luas, intensif, dengan seluruh pelaku industri dan asosiasi pariwisata,’’ kata Menpar.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan memaksimalkan fungsi Manajemen Krisis Kepariwisataan selama libur Natal dan Tahun Baru. Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan, ‘’Dalam waktu dekat ini Kemenpar akan melakukan kunjungan sebelum Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Kami juga akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan kesiapan jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dan kami akan melihat langsung destinasi-destinasi termasuk atraksinya untuk memastikan keamanan dan lainnya.’’

‘’Pertemuan seperti ini, Ibu Menteri sudah mengarahkan, agar diadakan secara rutin. Mungkin nanti akan ada pertemuan yang sifatnya tematik seperti pertemuan yang khusus membahas kunjungan wisatawan atau kaitannya dengan tata kelola industri,’’ pungkas Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani. ***(Yun Damayanti)

SINERGI SARINAH DAN ASTINDO HADIRKAN TOURIST INFORMATION CENTER UNTUK PARIWISATA INDONESIA

SINERGI SARINAH DAN ASTINDO HADIRKAN TOURIST INFORMATION CENTER UNTUK PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Pusat perbelanjaan legedaris Sarinah bersinergi dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menghadirkan Tourist Information Center (TIC) di Sarinah Thamrin, Jakarta. TIC ini menurut rencana hadir mulai Januari 2025. Dan untuk melengkapi pengalaman wisatawan, Sarinah pun akan menghadirkan Rumah Turis di lantai [more]

IMMS 2024 AKTIVASI “INDONESIA WILDERNESS MEDICINE SOCIETY” UNTUK KESELAMATAN PENDAKIAN GUNUNG YANG LEBIH BAIK

IMMS 2024 AKTIVASI “INDONESIA WILDERNESS MEDICINE SOCIETY” UNTUK KESELAMATAN PENDAKIAN GUNUNG YANG LEBIH BAIK

Tourism for Us – Pendakian gunung semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Aktivitas luar ruang (outdoor) ini kemudian berkembang menjadi aktivitas rekreasi atau wisata. Dan perkembangannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan yang pesat itu memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat dan perekonomian lokal. [more]

MENPAR: BALI BUKAN DESTINASI DENGAN WISATAWAN BERLEBIH, NAMUN PENYEBARAN WISATAWANNYA BELUM MERATA

MENPAR: BALI BUKAN DESTINASI DENGAN WISATAWAN BERLEBIH, NAMUN PENYEBARAN WISATAWANNYA BELUM MERATA

Tourism for Us – Daftar ‘’merah’’ penerbit panduan perjalanan Fodor telah menyentak publik Indonesia. Pasalnya, media tersebut menempatkan Bali di urutan pertama destinasi yang tidak layak dikunjungi tahun 2025. Salah satu alasan yang dikemukakannya adalah pariwisata berlebih (overtourism) di pulau ini.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, padatnya wisatawan di sejumlah kawasan favorit di Bali bukan karena jumlah wisatawan yang berlebih. Namun itu akibat dari penyebaran wisatawan yang belum merata. Wisatawan menumpuk di Bali bagian selatan.

Sementara di daerah-daerah lain seperti Bali bagian utara dan barat memiliki banyak potensi wisata. Tetapi potensi-potensi di daerah itu belum banyak digali untuk bisa dikunjungi wisatawan.

Menpar Widiyanti dalam keterangannya, Jumat (22/11/2024), mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyadari tantangan yang dihadapi Bali terkait kurang meratanya persebaran wisatawan seperti yang disorot oleh Fodor. Oleh karena itu, Kemenpar terus berupaya mendorong pemerataan wisatawan di Bali.

‘’Kementerian Pariwisata tidak tinggal diam. Pada September 2024, Kemenpar berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentinganterkait meluncurkan paket wisata 3B yakni Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara yag diharapkan semakin memperkaya pilihan tujuan berwisata wisatawan. Paket wisata yang ditawarkan meliputi seluruh daya tarik yang ada di masing-masing daerah. Mulai dari alam, budaya, produk wisata buatan, desa wisata dan lainnya,’’ kata Menpar Widiyanti.

Di Bali utara ada Desa Wisata Tembok, Desa Wisata Les, Lovina dan Pemuteran. Di Kabupaten Jembrana terdapat Taman Nasional Bali Barat dengan daya tarik burung jalak bali.

Sementara di Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat Desa Wisata Kemiren, Taman Nasional Alas Purwo di mana di dalamnya ada spot selancar terkenal G-Land. Dan Kawah Ijen yang termasyhur dengan fenomena api birunya.

Kemenpar juga telah mengajak komunitas berdiskusi soal pengembangan wisata di Bali utara. Kemudian memfasilitasi sejumlah wartawan nasional maupun asing untuk meliput langsung sejumlah daya tarik wisata di Kabupaten Buleleng di Bali utara.

‘’Dengan berbagai langkah ini, kami optimis dapat mengurangi ketimpangan wisata dan mengembangkan pariwisata Bali yang lebih berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,’’ kata Menpar.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto menjelaskan, Kemenpar berkomitmen untuk terus mengembangkan kebijakan pariwisata yang berkelanjutan guna melindungi budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Bali.

‘’Kami juga telah meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku  industri pariwisata, dan masyarakat setempat untuk mengatasi isu-isu seperti pengelolaan sampah, polusi dan tekanan sosial akibat pariwisata,’’ kata Hariyanto.

Langkah kongkret yang sedang dilakukan adalah manajemen destinasi. Yaitu dengan mendistribusikan wisatawan ke berbagai belahan Bali dan ke lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Danau Toba, Sumatera Utara; Borobudur, Mageleng, Jawa Tengah; Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara.

‘’Kami berupaya untuk terus berkoordinasi lintas lembaga untuk memberikan tindakan tegas kepada wisatawan yang melanggar hukum, norma dan adat serta menindak wisatawan yang menyalahgunakan visa,’’ tambah Hariyanto.

Kemenpar juga terus mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat, memperkuat regulasi lingkungan, dan bersama para pemangku kepentingan terkait mengedukasi wisatawan untuk menghormati budaya lokal dan menjaga keberlanjutan alam Bali. ***(Yun Damayanti) 

‘FLAVOURS OF INDONESIA’ SIAP HANGATKAN MUSIM DINGIN DI PARIS

‘FLAVOURS OF INDONESIA’ SIAP HANGATKAN MUSIM DINGIN DI PARIS

Tourism for Us – Setelah hujan salju pertama turun, Flavours of Indonesia siap menghangatkan musim dingin di Paris, Perancis. Le Maison De L’Indonesie (LMDI/Rumah Indonesia Paris) akan kembali mengadakan promosi gastronomi Indonesia selama bulan Desember 2024. Kegitan promosi gastronomi itu akan dilakukan lewat beberapa program [more]