Tourism for Us – Kepulauan Riau (Kepri) memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Provinsi kepulauan ini merupakan satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman setelah Bali dan Jakarta. Fasilitas kemudahan perjalanan baik bagi warga negara Singapura maupun warga [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menyiapkan lima program terobosan untuk mencapai target 2025 dan pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029. Untuk tahun 2025, Kemenpar menargetkan: kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 14,6 juta sampai 16 juta orang; 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus); [more]
Tourism for Us – Sejumlah indikator kinerja sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024. Di antaranya, kontribusi pariwisata terhadap PDB pada paruh pertama 2024 sebesar 4,01 persen. Angka ini melebihi kontribusi di tahun 2023 sebesar 3,9 persen.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Oktober 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) telah mencapai 11,6 juta orang dan diyakini jumlahnya akan terus bertambah hingga Desember 2024.
Sedangkan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) pada Januari hingga Oktober 2024 mencapai 839,4 juta perjalanan. Ini pun diyakini akan masih bertambah hingga akhir tahun. Angka itu juga sudah mendekati realisasi pergerakan wisnus di tahun 2023 sebesar 839,7 juta perjalanan.
Sementara perolehan devisa dari sektor pariwisata hingga triwulan ketiga tahun 2024 telah mencapai 12,63 miliar dollar AS. Dan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor pariwisata dari semester I/2024 sebanyak 24,5 juta orang.
Realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pada periode Januari-September 2024 sebesar 2,4 miliar dollar AS atau setara dengan RP 35,43 triliun. Realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
PMA didominasi investasi dari Singapura, Australia, India, Jepang dan Perancis. Dan sektor usaha paling diminati adalah hotel bintang, restoran, apartemen hotel, bar dan area permainan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana optimis pencapaian sektor pariwisata di tahun 2024 tidak hanya akan melampaui kinerja tahun 2023 tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan dan pelestarian alam dan budaya.
‘’Hal ini sesuai dengan arahan pengembangan sektor pariwisata berdasarkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan prinsip program pembangunan yang mengarah pada pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,’’ ujar Menpar Widiyanti dalam ‘’Jumpa Pers Akhir Tahun 2024’’ (JPAT), Jumat (20/12/2024), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Pada kesempatan yang sama Menpar Widianti juga menjelaskan Program Quick Win atau program jangka pendek yang menjadi prioritas yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pertama adalah program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) akan diintensifikan. Kemudian, penyesuaian harga tiket pesawat agar lebih terjangkau. Lalu menjalankan Tourism 5.0 dalam pemasaran pariwisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelaku usaha.
Dalam program BBWI, Kemenpar telah melaksanakan tujuh kegiatan Road to Gerakan Wisata Bersih. Kegiatan ini untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, wisatawan dan pelaku pariwisata atas isu penting ini.
‘’Kami juga sudah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawal ini. Program ini akan diluncurkan secara resmi pada Rakornas Pariwisata pada Februari 2025,’’ kata Menpar.
Salah satu realisasi program terkait BBWI adalah Kemenpar hadir dan memberi dukungan dalam kegiatan apresiasi dan pameran. Seperti saat Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2024. Di situ Kemenpar hadir untuk mempromosikan produk wisata Indonesia mulai dari akomodasi hingga transportasi wisata untuk menarik minat lebih banyak wisatawan nusantara.
‘’Pencapaian-pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Tahun 2025 dipahami sebagai momentum penting untuk membangun fondasi quality tourism, sebuah pendekatan yang berfokus pada nilai-nilai keberlanjutan dan nilai tambah,’’ tutur Menpar Widiyanti.
Selain capaian kuantitatif di atas, pariwisata Indonesia juga menorehkan kebanggaan dengan meraih 67 penghargaan dari 32 organisasi pariwisata dunia sepanjang tahun 2024. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Berada di dalam hutan mangrove yang masih alami di Teluk Mayalibit, Saupon Mangrove Homestay sudah menjadi destinasi itu sendiri. Kelompok Tani Hutan Waifoi yang mengelola pertanian hutannya dengan mengedepankan kearifan lokal telah menjadikan homestay bukan sekedar penginapan biasa. Kelompok tani hutan [more]
Tourism for Us – Perjalanan pengenalan (familiarization trip/famtrip) operator tur (tour operator) dan influencer Portugal ke Labuan Bajo pada awal Desember 2024 menjadi momen penting untuk memperkenalkan destinasi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke pasar Portugal dan wilayah Eropa selatan pada umumnya. Perjalanan pengenalan destinasi pariwisata [more]
Tourism for Us – Industri agen perjalanan (travel agent) tahun 2025 masih akan berjalan sangat baik secara global. Digitalisasi semakin diperkuat dengan kehadiran artificial intelligent (AI). Teknologi dalam industri ini menjadi alat bantu yang mempercepat proses operasional tur, meningkatkan layanan pelanggan dan mendukung pekerjaan staf lebih efisien.
Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO. (Foto: Dokumen pribadi)
Setiap wisatawan itu unik dan mempunyai preferensi berbeda-beda. Digitalisasi menambah opsi bagi wisatawan bagaimana mereka mau mengatur perjalanannya.
Produk-produk perjalanan yang dibeli secara daring (online) terbukti efektif untuk point-to-point traveling yang pada umumya merupakan perjalanan domestik. Perjalanan jauh ke destinasi tunggal masih bisa dilakukan secara daring. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh (long haul) dengan rencana perjalanan yang kompleks ke multidestinasi wisatawan tetap mencari dan menggunakan jasa agen perjalanan.
Pada the 1st General Assembly and Board Meeting World Travel Agents Association Alliance (WTAAA) pertengahan bulan November 2024 lalu di Athena, Yunani, agen-agen perjalanan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengungkapkan, mereka kebanjiran pemesanan. Menurut mereka, produk-produk perjalanan yang dibeli secara daring cukup baik untuk point-to-point traveling yang pada umumya merupakan perjalanan domestik. Tetapi tidak untuk perjalanan jarak jauh.
Di pasar wisatawan AS terungkap, mereka mengkalkulasikan waktu yang digunakan untuk riset sebelum bepergian dengan upah kerja per jam. Mereka berpikir lebih baik bekerja dan mendapatkan upah daripada membuang upah itu. Sehingga mereka tidak enggan membayar travel consultant untuk berkonsultasi dan membeli produk-produk agen perjalanan.
Menurut hasil survey yang pernah dilakukan oleh MMGY pada 2014, atau 10 tahun lalu, sebanyak 30 persen responden generasi milenial di AS menggunakan agen perjalanan. Sebaliknya, hanya 15 persen responden gen X dan 13 persen generasi baby boomers menggunakan agen perjalanan.
Alasan generasi milenial menggunakan agen perjalanan untuk menjamin pengalaman perjalanan mereka lebih dari sekedar melihat-lihat (sightseeing). Mereka menginginkan pengalaman perjalanan yang lokal, etnik dan terhubung dengan lingkungan yang dikunjunginya.
Dalam situs asuransi Allianz menyebutkan beberapa alasan wisatawan tetap menggunakan agen perjalanan di antaranya, saat mereka bepergian ke destinasi terpencil (remote destination) dan mempunyai kebutuhan perjalan yang unik.
American Society of Travel Advisors (ASTA) mencatat, wisatawan tetap menggunakan agen perjalanan karena ingin menghindari stres, menghemat waktu untuk perjalanan internasional yang kompleks, mendapatkan pemandu terbaik, mengamankan reservasi, dan penyokong bila terjadi masalah selama perjalanan.
ASTA juga mengadvokasi calon wisatawan dalam memilih agen perjalanan. Mereka menyarankan calon wisatawan dapat bekerja sama dengan travel advisor yang terverifikasi oleh ASTA. Para travel advisor yang terverifikasi itu telah berkomitmen terhadap standar industri dan memiliki pengetahuan yang sangat luas dan mendalam.
‘’Travel agent di AS sudah bertindak sebagai travel consultant. Dibayarnya per jam. Layaknya seorang lawyer (pengacara),’’ ujar Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO, yang hadir di the 1st General Assembly and Board Meeting World Travel Agents Association Alliance.
Pauline mengatakan, industri agen perjalanan masih sangat baik. Belajar dari pengalaman industri agen perjalanan di AS dengan teknologi yang paling maju, agen-agen perjalanan di sana malah kebajiran pemesanan.
‘’Jadi saya selalu katakan kepada teman-teman, kepada anggota ASTINDO, jangan khawatir. Hal-hal semacam ini yang harus kita edukasi ke masyarakat Indonesia,’’ kata Pauline.
Pauline menjelaskan lebih lanjut, ‘’Sebenarnya, kalau wisatawan Indonesia mau membayar 50 sampai 100 ribu untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan, yang sudah mendalami pengetahuan tentang destinasi, mereka tidak akan dapat masalah. Yang terjadi kan mereka bertanya kepada agen perjalanan tetapi tidak mau membeli dari agen perjalanan atau beli secara online. Nanti ketika dapat masalah yang dicari agen perjalanan.’’
Kebiasaan tersebut, mungkin, terjadi karena konsultasi bebas biaya (free consultation) dengan agen perjalanan dan operator tur. Sehingga orang Indonesia kurang menghargai kerja keras serta investasi waktu dan finansial dari sebuah agen perjalanan dan operator tur.
Menurut Pauline, kunci dari sebuah agen perjalanan dan operator tur bertahan adalah sumber daya manusia (SDM) harus senantiasa meningkatkan kapasitasnya.
‘’Harus belajar dan tidak pernah berhenti belajar. Jangan karena kita sudah punya pengalaman di industri ini selama 20 tahun lalu kita berhenti sampai di sini. Pengalaman itu menopang pekerjaan kita. Ada banyak hal baru yang harus dipelajari untuk mendukung pekerjaan kita sekarang dan di masa depan,’’ tuturnya.
SDM di industri agen perjalanan maupun operator tur tidak bisa mengabaikan teknologi, AI, dan lain sebagainya. Digitalisasi, AI, membantu para agen perjalanan dan operator tur dalam menciptakan rencana perjalanan (itinerary). Kehadiran teknologi telah mempercepat berbagai proses dalam menciptakan dan menjalankan tur.
Naluri alamiah manusia adalah akan selalu mencari orang lain untuk berkomunikasi. Menempatkan chatbot di layanan pelanggan secara digital tidak cukup untuk memberikan pengalaman perjalanan yang sempurna (service exellence). Dan destinasi Indonesia mesti memahami kebutuhan ‘’manusia ingin dilayani oleh manusia juga’’.
AI yang dikhawatirkan akan menggantikan peran manusia dan menghilangkan banyak pekerjaan dalam industri perjalanan dan pariwisata tampaknya tidak akan terjadi selama pelaku industri dapat menyambut perubahan yang dibawanya.
Ketua Umum ASTINDO berharap pereknomian Indonesia akan membaik di tahun 2025. Sehingga masyarakat, terutama di kelas menengah, kembali mempunyai daya beli.
‘’Kelas menengah sebetulnya yang membantu menggerakan perekonomian. Ketika kelas ini menurun, itu sangat berpengaruh terhadap industri agen perjalanan di Indonesia. Karena mereka yang mempunyai banyak mimpi. Dan kami ada untuk menciptakan banyak mimpi dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka itu,’’ pungkas Pauline.
ASTINDO sekarang tidak hanya menjual tiket dan paket-paket tur keluar negeri saja. Banyak anggotanya yang menjual paket-paket wisata di dalam negeri. Anggota-anggotanya juga ada yang menjual paket-paket perjalanan ke Indonesia (inbound). Dan mereka juga ikut memasarkan berbagai destinasi di Indonesia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sejak memasuki hotel hingga ke dalam kamar, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird akan membawa tamu-tamu merasakan pengalaman yang kontras dan dinamis metropolitan Jakarta. Desain hotel bintang 5 ini menghadirkan perpaduan unik antara kreativitas, kenyamanan, dan nostalgia di jantung pusat bisnis dan [more]
Tourism for Us – Dari seluruh pantai yang ada di Indonesia, hanya di pantai Tiga Warna, Kabupaten Malang, yang tidak takut memberlakukan sistem reservasi dan kuota. Pengelola pantai juga tegas terkait sampah pengunjung: ‘’Sampahku Menjadi Tanggung Jawabku’’, begitu moto yang tertera di Form Checklist Barang [more]
Tourism for Us – Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 merupakan salah satu momen terbesar yang mendukung pergerakan wisatawan. Data Kementerian Perhubungan menyebutkan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 diprediksi akan ada 110,67 juta pergerakan masyarakat.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengajak para pelaku industri dan asosiasi pariwisata tanah air mempersiapkan dan memastikan segala aspek pendukung dengan baik. Supaya wisatawan mendapat pengalaman terbaik selama momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
‘’Kita harus mempersiapkan segala aspek secara matang agar dapat menjamin keselamatan, kenyamanan dan kelancaran perjalanan wisatawan,’’ ujar Menpar Widiyanti Putri saat beraudiensi bersama asosiasi pariwisata, Jumat (29/11/2024), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan asosiasi mulai dari GIPI, ASPPI, PHRI, ASITA, ASTINDO, IINTOA dan lainnya.
‘’Momen ini memberikan peluang besar bagi sektor pariwisata. Saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, dan destinasi selama periode tersebut sehingga dapat memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan Nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) saat berlibur di Indonesia,’’ lanjut Menpar.
Menpar Widiyanti Putri kemudian menjelaskan, pariwisata Indonesia masih memiliki banyak tantangan ke depan. Hal-hal seperti kebersihan destinasi, kesiapan infrastruktur hingga isu keberlanjutan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu perhatian bersama.
Melalui audiensi kali ini, Menpar berharap kolaborasi yang kuat bersama industri dan asosiasi sebagai salah satu pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
‘’Hari ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung tantangan, ide dan peluang koloborasi yang bisa kita bangun bersama demi kemajuan pariwisata nasional. Membuka peluang kolaborasi program yang lebih luas, intensif, dengan seluruh pelaku industri dan asosiasi pariwisata,’’ kata Menpar.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan memaksimalkan fungsi Manajemen Krisis Kepariwisataan selama libur Natal dan Tahun Baru. Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan, ‘’Dalam waktu dekat ini Kemenpar akan melakukan kunjungan sebelum Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Kami juga akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan kesiapan jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dan kami akan melihat langsung destinasi-destinasi termasuk atraksinya untuk memastikan keamanan dan lainnya.’’
‘’Pertemuan seperti ini, Ibu Menteri sudah mengarahkan, agar diadakan secara rutin. Mungkin nanti akan ada pertemuan yang sifatnya tematik seperti pertemuan yang khusus membahas kunjungan wisatawan atau kaitannya dengan tata kelola industri,’’ pungkas Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pusat perbelanjaan legedaris Sarinah bersinergi dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menghadirkan Tourist Information Center (TIC) di Sarinah Thamrin, Jakarta. TIC ini menurut rencana hadir mulai Januari 2025. Dan untuk melengkapi pengalaman wisatawan, Sarinah pun akan menghadirkan Rumah Turis di lantai [more]