Tourism for Us – Kuta-Legian, Nusa Dua, Sanur dan Ubud kemudian Seminyak dan sekarang Canggu merupakan kawasan-kawasan yang sudah sangat melekat sebagai BALI di benak wisatawan. Lokasinya yang dekat dengan bandara dan alam yang indah membuat kawasan-kawasan itu menjadi tujuan favorit wisatawan. Bali masih membutuhkan [more]
Tourism for Us – Penghargaan Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) 2024 guna mendorong dan memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) daerah. Ajang ini diikuti oleh seluruh provinsi serta kabupaten dan kota. Penghargaan APPI 2024 digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin [more]
Tourism for Us – Performa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia semakin menunjukkan sinyal positif. Jumlah kunjungan wisman pada bulan Juli 2024 naik 9,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu meningkat 16,91 persen.
Wisman rindu menikmati alam,budaya dan hospitality Bali.(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Nia Niscaya pada ’’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (2/9/2024), mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2024 sebesar 1,31 juta.
Secara kumulatif jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga Juli 2024 mencapai 7.752.910 atau tumbuh sekitar 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut dihitung dari pintu masuk melalui udara, laut, dan darat.
‘’Kalau melihat target wisman hingga Juli 2024 adalah 5.416.606 maka kita punya cadangan sekitar dua jutaan terhadap target. Dan ini kalau dilihat dari target batas atas sebesar 14,3 juta pada tahun ini, pencapaian 7 juta telah mencapai sekitar 54 persen. Ini masih cukup bagus,’’ kata Nia.
Sedangkan jumlah pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) pada periode Januari hingga Juli 2024 mencapai 598,72 juta. Jumlah ini naik 18,03 persen dibandingkan pada periode yang sama pada 2023.
‘’Pulau Jawa masih mendominasi karena memang penduduknya terbesar. Kalau dilihat data-data untuk wisnus, moda transportasi yang digunakan adalah jalan darat dan mobil pribadi. Memang Pulau Jawa itu secara infrastruktur cukup menunjang khususnya karena ada jalan tol,’’ tambahnya.
Sementara wisatawan nasional (outbound), jumlahnya mencapai 5.342.902 perjalanan selama periode Januari hingga Juli 2024.
‘’Kalau dibandingkan jumlah kunjungan wisman yang 7,7 juta, ibaratnya kita masih punya tabungan 2 juta lebih angka wisman. Tapi tentu saja kita tidak boleh lengah karena ini harus terus ditambah wismannya. Supaya surplus wisman makin besar, tidak bocor devisanya,’’ ungkap Nia.
Destinasi tujuan wisatawan nasional adalah Malaysia di urutan pertama. Kemudian diikuti Arab Saudi, Singapura, dan Thailand.
‘’Semoga kita bisa mencapai target yang ditetapkan di tahun ini,’’ pungkas Nia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Jakarta akan mengikuti jejak kota New York. Kota metropolitan terbesar di Indonesia ini dalam proses bertransformasi dari ibukota negara menjadi kota global. Dan sektor pariwisata akan menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersinergi dengan Konsulat [more]
Tourism for Us – Nama ‘Jember’ sudah mendunia di kalangan industri maupun para akademisi di sektor penelitian dan pengembanga (litbang) perkebunan. Namun, salah satu kabupaten di bagian selatan Provinsi Jawa Timur ini masih termasuk underrated destination di kalangan wisatawan maupun pelaku industri pariwisata. Aksesibilitas merupakan [more]
Tourism for Us – Standar kompetensi merupakan salah satu upaya percepatan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berhasil menyelesaikan 34 rancangan standar berbasis kompetensi (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia/SKKNI, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/KKNI, Skema Okupansi) sepanjang tahun 2022-2023. Rancangan ini yang akan dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi dalam upaya memastikan pengembangan dan profesionalisme SDM pariwisata.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada ’’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (26/8/2024), yang diselenggarakan secara hybrid, mengatakan, penyusunan 34 rancangan standar kompetensi sepanjang tahun 2022-2023 merupakan salah satu upaya percepatan penyiapan SDM pariwisata yang kompeten. Ketiga puluh empat rancangan tersebut juga telah ditetapkan secara resmi menjadi dokumen SKKNI oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
‘’Kami berterima kasih kepada Bu Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah yang sangat memfasilitasi. Pada tahun 2022-2023, ada rekor kita mendapat 34 rancangan SKKNI, KKNI, dan Skema Okupansi. Ini super cepat untuk mendorong SDM pariwisata yang lebih kompeten,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
Dalam penyusunan 34 rancangan standar berbasis kompetensi ini, Kemenparekraf melalui Direktorat Standardisasi Kompetensi mendapat dukungan dari Bank Dunia (World Bank) melalui Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) atau Indonesia Tourism Development Project (ITDP).
Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemenaker Moh. Amir Syarifuddin mengapresiasi percepatan penyusunan rancangan standar berbasis kompetensi yang dilakukan oleh Kemenparekraf. Sebanyak 34 rancangan yang disiapkan oleh Kemenparekraf itu bukan jumlah yang sedikit. Karena setiap tahun Kemenaker rata-rata menetapkan 100 dokumen SKKNI.
‘’Jadi 34 ini sudah disumbang oleh Kemenparekraf, ini (jumlah) yang luar biasa,’’ kata Amir.
Ia juga menambahkan, SKKNI sangat penting dalam upaya mendukung SDM Indonesia terutama dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
‘’Kalau kita tidak siapkan dari sekarang, bonus demografi akan menjadi satu masalah tersendiri kalau kita tidak bergerak bersama,’’ katanya.
Senior Financial Sector Specialist World Bank Salman Alibhai mengatakan, dalam pembangunan pariwisata tidak hanya membahas tentang infrastruktur tetapi juga atraksi. Dan salah satu investasi dalam atraksi adalah pengembangan SDM yang juga penting untuk dilakukan.
‘’Apa yang Kemenparekraf telah laksanakan dalam berinvestasi di SDM, tepatnya di sekitar destinasi pariwisata di seluruh Tanah Air, merupakan ilustrasi yang sangat kuat tentang apa yang dapat dicapai ketika kita melakukan investasi tersebut,’’ tutur Salman.
Ia menyebutkan bahwa Kemenparekraf telah berhasil memberikan pelatihan dan pendampingan terkait digitalisasi kepada belasan ribu usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di sektor pariwisata. Begitu juga dalam program pengembangan desa wisata.
‘’Rancangan standar kompetensi ini merupakan investasi penting dalam mewujudkan penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata. Kita melihat banyak sertifikasi yang telah ditetapkan seperti ecotourism specialist, bahkan sampai sertifikat pemandu pajat tebing,’’ kata Salman.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Martini Mohamad Paham mengungkapkan, penyusunan rancangan standar berbasis kompetensi ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena lokasi sertifikasi nanti akan dilakukan di enam key tourism area.
‘’Kenapa kita perlu ada evidence (sertifikasi), karena ketika suatu destinasi dikembangkan infrastrukturnya, kemudian SDM-nya juga harus disiapkan. Oleh karena itu perlu ada pembuktian bahwa SDM memang sudah siap. Salah satu pembuktiannya adalah sertifikasi dan bahwa kompetensi yang diperlukan adalah yang sesuai dengan kebutuhan industri,’’ pungkas Martini Paham. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Swissôtel Nusantara menjadi hotel pertama yang beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hotel ini menempati sebuah gedung yang dibangun oleh Konsorsium Nusantara pimpinan Agung Sedayu Group. Hotel itu juga menyediakan berbagai fasilitas akomodasi yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan ibu kota baru [more]
Tourism for Us – Keberadaan water dispenser merupakan bagian dari pengurangan penggunaan botol plastik di hotel. Di ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square, inisiatif hijau tersebut dinaikkan levelnya. Hotel mengolah sumber air yang ada di properti untuk keperluan konsumsi operasional maupun tamu-tamu hotel. Air yang [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan mendukung pelaksanaan The 1st Indonesia Quality Tourism Conference yang akan diselenggarakan pada 29-30 Agustus 2024 di Bali.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Dukungan tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada ’’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (19/8/2024), di Jakarta.
‘’Kebetulan waktunya sangat timely karena saya dan Pak Menko Maritim dan Investasi mau menerapkan quality tourism yang lebih transformatif di destinasi,’’ ujar Sandiaga.
Konferensi pertama ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Tema yang diangkat adalah ‘’Building Quality Tourism Experiences Through Sustainable Practices and Collaborative Innovation’’.
Penyelenggaraan konferensi merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), Kemenparekraf, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia dan World Economic Forum (WEF).
Konferensi akan diikuti 300 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, akademisi, industri pariwisata, dan organisasi internasional. Acara ini diharapkan mampu memperkuat pola pikir pengembangan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan Travel Tourism Development Index (TTDI) Indonesia.
‘’Melihat keterlibatan World Economic Forum dalam event ini, kita bisa sampaikan bahwa peningkatan TTDI itu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak,’’ kata Menparekraf.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua menambahkan, kenaikan peringkat TTDI dari 32 menjadi 22 dunia diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
‘’Bicara kualitas mengukurnya dari sisi evaluasi, bukan semata output, tapi lewat impact. Jadi bagaimana pengaruhnya ke lingkungan, bagaimana pengaruhnya ke daya saing industri kita, dan nanti ke ekonomi lalu kebudayaannya,’’ujar Indra.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Odo Manuhutu menambahkan, event ini merupakan salah satu implementasi dari ASEAN Tourism Agreement tahun 2022 terkait quality tourism.
‘’Konferensi ini kami harap mampu memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dan di negara-negara ASEAN,’’ kata Odo.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Persiapan Program Restrukturisasi Perbankan (PRP) dan Hubungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Arinto Wicaksono. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia hingga triwulan I 2024 menunjukkan kinerja yang baik. Nilai tambah ekraf diestimasi mencapai Rp 749,58 triliun atau 55,65 persen dari target Rp 1.347 triliun. Deputi Bidang Kebijakan Strategi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi [more]