Tourism for Us – Setelah lebih dari satu bulan bertahan sebagai hotel nomor 1 di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) berdasarkan penilaian wisatawan, Hotel Santika Batam mendapatkan Tripadivsor’s® Travellers’ Choice® Awards untuk tahun 2024. Hotel dari grup Santika Indonesia Hotels & Resorts yang dikenal lewat [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak para delegasi ‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’ untuk belajar tradisi dan budaya Bali pascakonferensi. Post tour bagi [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk mendukung penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan kepemimpinan di sektor pariwisata.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Peran perempuan tidak hanya dalam pemberdayaan masyarakat lokal tetapi juga membina hubungan bermakna antara orang dan tempat termasuk kelestarian lingkungan. Dan hal ini dilakukan dengan cara mempromosikan warisan budaya, mengadvokasi pelestarian lingkungan dan memperjuangkan keadilan sosial.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam jumpa pers usai ‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’ di Nusa Dua Bali, Jumat (3/5/2024), mengatakan, forum yang berlangsung selama tiga hari tersebut telah menunjukkan betapa besarnya peranan perempuan dalam mewujudkan masa depan pariwisata berkualitas, inklusif dan berkelanjutan.
‘’Perempuan sangat mendominasi di sektor pariwisata,’’ kata Menparekraf Sandiaga.
Berdasarkan data, pekerja di sektor pariwisata mayoritas perempuan sebesar 54,22 persen dibandingkan dengan pekerja pria sebanyak 45,78 persen. Angka ini sejalan dengan data secara global.
Dengan jumlah yang besar tersebut, kata Sandiaga, perempuan telah menunjukkan kemampuan dalam membuat perubahan positif baik dalam skala lokal maupun global.
Director of the Regional Department for Asia and the Pacific UN Tourism Harry Hwang mengapresiasi kepemimpinan yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata termasuk pelaksanaan konferensi kedua mengenai pemberdayaan perempuan khususnya di wilayah Asia Pasifik. Di mana peran dan kepemimpinan perempuan menjadi fokus utama dalam upaya pengembangan sektor pariwisata ke depan.
‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’ dihadiri 450 delegasi dari 42 negara. Dan mereka dipastikan mendapat pengalaman yang sangat baik selama konferensi berlangsung.
‘’Saya pribadi mengatakan bahwa pasti semua orang sangat senang untuk menceritakan kembali pengalaman yang didapat pada perhelatan tersebut, mulai dari pengalaman budaya, kesenian, kuliner dan lainnya,’’ kata Harry. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Nuansa budaya Bali memeriahkan Gala Dinner ‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’, Kamis (2/5/2024). Hal ini tergambar dari penyambutan tamu dan peserta yang hadir diiringi dengan kesenian Baleganjur. Baleganjur [more]
Tourism for Us – Penanaman bibit bakau oleh delegasi ‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’ merupakan upaya carbon offset atau mengkompensasikan jejak karbon yang dihasilkan selama pelaksanaan konferensi ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi [more]
Tourism for Us – Kesetaraan gender juga menjadi isu dalam pariwisata. Organisasi pariwisata dunia UN Tourism (sebelumnya UNWTO) menggelar konferensi mengenai pemberdayaan perempuan untuk kedua kali. Konferensi kedua berlangsung di Bali pada minggu ini selama tiga hari.
‘’The 2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific’’ resmi dibuka oleh Harry Hwang, Director for Regional Asia and the Pacific, Director of The Regional Department for Asia and the Pacific, UN Tourism, di Bali International Convention Center (BICC), Kamis (2/5/2024). Konferensi berlangsung pada 2-4 Mei 2024.
Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan gong oleh Harry Hwang dan disaksikan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo, Union Minister of Hotels and Tourism Myanmar Thet The Khine, Deputy Minister Ministry of Tourism Maldives Mariyam Nasheetha Nasheed, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra.
‘’Terima kasih Wamenparekraf dan Kemenparekraf atas semua dukungan kegiatan dan program pariwisata dan ekonomi kreatif Anda. Khususnya atas dukungan dan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui pariwisata,’’ kata Harry dalam sambutannya.
Sementara, Wamenparekraf Angela dalam sambutannya mengangkat kisah R.A. Kartini, salah seorang pahlawan wanita Indonesia. Bahwa Kartini merupakan salah seorang perempuan berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia juga menjadi simbol hak perempuan dan kesetaraan gender. Dan Wamenparekraf mengutip pemikiran Kartini atas kesetaraan gender,’’ Sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa.’’
Menurut Angela, pemberdayaan perempuan bukan sekadar soal pencapaian kesetaraan dan hak asasi manusia. Namun dengan pemberdayaan perempuan bisa menghasilkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan.
Penelitian dari International Monetary Fund (IMF) menunjukkan, dengan mempersempit kesenjangan umum di pasar tenaga kerja dapat meningkatkan PDB di negara-negara berkembang sebesar 8 persen.
Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari pengurangan kesenjangan gender hasilnya akan lebih besar lagi yaitu meningkatkan PDB di negara-negara tersebut sebesar 23 persen.
‘’Penelitian itu menunjukkan, dengan memberdayakan perempuan maka sama dengan solusi iklim yang lebih baik dengan peran penting mereka dalam mengelola, melestarikan,dan memanfaatkan sumber daya alam. Hal ini juga mengurangi tingkat kemiskinan, mengurangi kerawanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk komunitas yang lebih baik, lebih aman dan sehat, dan tentunya negara,’’ kata Wamenparekraf Angela.
Pariwisata juga disebut sebagai salah satu jawaban atas kesenjangan dan ketidaksetaraan gender. Karena banyaknya peluang yang diberikan dan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi di sektor ini. Dan di banyak belahan dunia, termasuk Indonesia, perempuan mengambil porsi besar tenaga kerja pariwisata dan wirausaha.
Wamenparekraf berharap melalui the 2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dan kesetaraan gender di sektor parekraf. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perempuan mendominasi pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) khususnya di Indonesia. Oleh karena itu memperkuat sumber daya manusia (SDM) kaum perempuan menjadi penting. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, [more]
Tourism for Us – Komodo Travel Mart (KTM) akan sangat membantu dalam pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas juga mengembangkan pariwisata di Pulau Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara keseluruhan. Komodo Travel Mart akan kembali digelar pada 6 hingga 9 Juni 2024 [more]
Tourism for Us – Kebijakan pemerintah ‘merampingkan’ jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 bandara tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis pariwisata inbound Indonesia. Karena bandara-bandara internasional yang paling banyak dilalui atau pintu utama wisatawan mancanegara (wisman) seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, New Yogyakarta International Airport (NYIA), Bandara Internasional Lombok (BIL), Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Kualanamu Medan masih dibuka.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menanggapi kebijakan yang baru dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut, Ricky Setiawanto, Sekjen Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), mengatakan, pengurangan jumlah bandara internasional tidak berpengaruh signifikan terhadap bisnis operator tur inbound di Indonesia.
‘’Karena tidak ada airlines ke bandara-bandara internasional yang dicabut statusnya. Jadi, tidak ada tamu-tamu kami yang lewat bandara-bandara tersebut,’’ ujar Ricky.
‘’Yang menyebabkan jumlah bandara internasional dirampingkan karena tidak ada maskapai penerbangan yang melayani ke rute tersebut. Menurut kami, kebijakan Kemenhub baik. Karena memang tidak ada respon dari airlines internasional,’’ tambahnya.
Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Agus Pahlevi, juga pemilik perusahaan operator tur lokal di Belitung, mengungkapkan, perubahan status dari bandara internasional kembali lagi menjadi bandara domestik di beberapa daerah tentunya merupakan kabar buruk. Karena keberadaan bandara internasional memudahkan wisman menjangkau destinasi wisata secara efisien baik dari sisi waktu maupun biaya.
Tetapi, status internasional bandara di destinasi kadang menjadi dilema. Seolah ‘bandara internasional’ hanya sebagai branding untuk meningkatkan kelas sebuah destinasi.
‘’Ada banyak bandara berstatus internasional tetapi hanya melayani rute pendek satu atau dua tujuan luar negeri. Bahkan ada yang belum melayani penerbangan internasional. Bandara-bandara yang statusnya berubah ke domestik saat ini memang belum melayani penerbangan internasional berjadwal pascapandemi,’’ kata Agus.
Agus hanya salah seorang yang merasakan, mendatangkan maskapai penerbangan mau melayani rute dari luar negeri ke destinasi beyond Bali tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setelah status Bandara H.A.S. Hanandjudin dinaikkan jadi bandara internasional, dan dengan Belitung sebagai satu dari 10 destinasi prioritas, pernah dicoba direct flight dari Singapura yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya dan Garuda Indonesia. Namun, penerbangan-penerbangan langsung itu tidak sampai seumur jagung.
Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat maskapai penerbangan tidak tertarik melayani rute internasional ke suatu destinasi.
‘’Penerbangan merupakan salah satu investasi dalam pariwisata. Supaya maskapai mau berinvestasi yakni melayani rute ke destinasi, mereka perlu diyakinkan. Ketika kita berbicara wisatawan, berarti pertanyaannya, akan mengangkut berapa wisatawan. Kemudian, bagaimana usaha untuk mencapai target tersebut. Di sinilah lemahnya daerah dalam menarik investasi penerbangan,’’ terang Agus.
‘’Daerah yang bandaranya sudah berstatus internasional tetapi belum diterbangi penerbangan internasional berjadwal juga tidak berupaya untuk menarik penerbangan internasional,’’ tambahnya.
Agus pun mempertanyakan kebijakan Kemenhub, kenapa kebijakan layanan penerbangan internasional hanya boleh di 17 bandara baru dikeluarkan setelah pandemi. Akibatnya, daerah yang bandaranya sudah berstatus internasional tapi belum bisa diterbangi penerbangan internasional berjadwal jadi semakin tidak berupaya untuk menarik penerbangan internasional karena kebijakan
Pandangan serupa juga dilontarkan oleh Budijanto Ardiansyah, Wakil Ketua Umum DPP ASITA, ’’Banyak daerah hanya mau bandaranya menjadi bandara internasional. Tapi, pemerintah daerahnya sendiri tidak melakukan langkah-langkah yang konstruktif seperti melobi maskapai-maskapai asing, promosi pariwisata daerah harus digencarkan di negara asal maskapai (originasi), serta memberikan kemudahan di sisi bandaranya di sini.’’
Menurutnya, semakin banyak bandara internasional bagus untuk pariwisata. Asalkan bandara-bandara itu harus beroperasi sesuai klasifikasinya dan tidak hanya sekedar status saja.
17 bandara internasional pintu wisman saat ini
Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada tanggal 2 April 2024 lalu. KM ini menetapkan 17 bandar udara di Indonesia yang berstatus sebagai bandara internasional, dari semula 34 bandara internasional.
Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT. [Foto; Kementerian Perhubungan]
Adapun 17 bandara yang ditetapkan sebagai bandara internasional adalah sebagai berikut:
1.Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh
2.Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara
3.Bandara Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat
4.Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau
5.Bandara Hang Nadim, Banten, Kepulauan Riau
6.Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
7.Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, DKI Jakarta
8.Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
9.Bandara Kulonprogo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (NYIA)
10.Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
11.Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali
12.Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (Bandara Internasional Lombok)
13.Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur
14.Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan
15.Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
16.Bandara Sentani, Jayapura, Papua
17.Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Menurut data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dari 34 bandara internasional yang dibuka pada periode 2015-2021, bandara yang melayani penerbangan niaga berjadwal luar negeri dari/ke berbagai negara adalah Soekarno-Hatta – Jakarta, I Gusti Ngurah Rai – Bali, Juanda – Surabaya, Sultan Hasanuddin – Makassar, dan Kualanamu – Medan.
Beberapa bandara internasional hanya melayani penerbangan jarak dekat dari/ke satu atau dua negara saja. Bandara internasional lainnya hanya beberapa kali melakukan penerbangan internasional. Bahkan ada bandara yang sama sekali tidak memiliki pelayanan penerbangan internasional. Dua kriteria bandara terakhir ini menyebabkan operasional menjadi tidak efektif dan efisien dalam pemanfaatannya
“KM 31/2004 ini dikeluarkan dengan tujuan untuk melindungi penerbangan internasional pascapandemi dengan menjadikan bandara sebagai hub (pengumpan) internasional di negara sendiri. Selama ini, sebagian besar bandara internasional hanya melayani penerbangan internasional ke beberapa negara tertentu saja dan bukan merupakan penerbangan jarak jauh. Sehingga hub internasional justru dinikmati oleh negara lain,” kata Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (26/4).
Pengurangan jumlah bandara internasional dalam rangka meminimalisasi warga Indonesia bepergian keluar negeri, khususnya untuk berwisata, juga tidak terlalu berpengaruh.
‘’Pilihan bepergian keluar negeri yang paling besar dipengaruhi oleh harga tiket penerbangan dan biaya perjalanan wisata. Memang akhir-akhir ini, biaya penerbangan di dalam negeri dinilai lebih mahal ketimbang keluar negeri, terutama tujuan negara ASEAN,’’ pungkas Agus.
Dalam keterangan tertulis, Kemenhub menyatakan, penataan bandara secara umum, termasuk bandara internasional, akan terus dievaluasi secara berkelanjutan. Sehingga penataan dan operasional bandara juga akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang.
Lebih lanjut dijelaskan, bandara domestik pada prinsipnya tetap dapat melayani penerbangan luar negeri untuk kepentingan tertentu secara temporer (sementara), setelah mendapatkan penetapan oleh Menteri Perhubungan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Kegiatan/kepentingan tertentu yang dapat dilakukan di bandara domestik meliputi: kegiatan kenegaraan, kegiatan atau acara yang bersifat internasional, embarkasi dan debarkasi haji, menunjang pertumbuhan ekonomi nasional seperti industri pariwisata dan perdagangan, dan penanganan bencana. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Komodo Travel Mart 2024 (KTM) memasang target ambisius mendatangkan 150 buyers dari dalam negeri dan mancanegara. Dengan Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo dan Flores (BOPLBF) berharap, pasar pariwisata ini [more]