Tourism for Us – Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia membutuhkan ide-ide baru dan orisini dari generasi muda. Terutama dari mereka yang sedang menempuh pendidikan di bidang MICE, bisnis atau pariwisata. Indonesia Exhibition Companies Association (IECA) bekerja sama dengan Indonesia Congress and [more]
Tourism for Us – Praktik-praktik pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi dasar utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia. Ini yang akan dan terus dilakukan dalam mencapai visi ‘’Indonesia Emas 2045’’. ‘’Melalui ekonomi berbasis pengetahuan juga ekonomi hijau dan biru yang inklusif [more]
Tourism for Us – Pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia 54,22 persen ialah perempuan. Kesetaraan gender merupakan isu penting yang perlu di kedepankan di sektor ini. Karena pekerja perempuan di sektor parekraf masih menghadapi disparitas mencolok di antaranya dari sisi gaji dan kompensasi.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Organisasi pariwisata dunia UN Tourism (sebelumnya UNWTO) akan menggelar konferensi khusus pemberdayaan perempuan dalam pariwisata di kawasan Asia dan Pasifik di Bali. ‘’The 2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific’’ akan dilaksanakan pada 2-4 Mei 2024. Konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dan kesetaraan gender di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pejabat-pejabat dan tokoh-tokoh perempuan yang berperan besar dalam memajukan industri pariwisata di Indonesia dan dunia akan menjadi pembicara dalam konferensi. Pertemuan akan dihadiri 200 delegasi dari berbagai negara.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam ‘‘The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (22/4/2024), di Jakarta, mengatakan, kesetaraan gender merupakan isu penting yang perlu di kedepankan di berbagai sektor termasuk di sektor parekraf.
‘’Kita harus memberikan perempuan kesempatan yang sama. Tidak hanya sebagai partisipan tapi juga sebagai pemimpin,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, konferensi tersebut dilaksanakan sebagai upaya memenuhi salah satu pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pengarusutamaan kesetaraan gender.
‘’Dengan penyelenggaraan konferensi di Indonesia, ini juga menunjukkan bahwa Indonesia selaku anggota UN Tourism mengambil peran aktifnya di wilayah Asia Pasifik. Karena ini konferensinya adalah regioal di wilayah Asia Pasifik dengan anggota 22 negara dan ada juga pembicara internasional yang diundang dari luar wilayah Asia Pasifik,’’ kata Giri.
Kepala Bidang SDM Parekraf Kemenparekraf/Baparekraf Andar Danova L. Goeltom menuturkan, keterlibatan perempuan di sektor parekraf memegang peranan penting terutama dalam hal inovasi dan kreativitas. Sehingga perekonomian juga dapat diuntungkan melalui penggunaan lebih baik dari talenta yang tersedia yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan probabilitas di sektor pariwisata.
‘’Selain peserta lebih inklusif dan beragam dapat menarik wisatawan yang lebih luas dan tentunya memperkuat reputasi destinasi pariwisata sebagai ramah dan terbuka untuk semua,’’ kata Andar.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pengalaman menonton konser tidak hanya menikmati pertunjukan yang dipersembahkan oleh sang artis idola tetapi juga pengalaman-pengalaman lain yang menciptakan sebuah pengalaman perjalanan tak terlupakan. Accor, grup hotel berjaringan internasional terbesar di dunia, kembali berkolaborasi dengan PT Java Festival Production, penyelenggara Java [more]
Tourism for Us – Thailand siap memanjakan wisatawan ASEAN dan India yang doyan belanja selama lebih kurang 56 hari ke depan. Otoritas Pariwisata Thailand (The Tourism Authority of Thailand/TAT) dan mitra-mitranya mengumumkan peluncuran program ‘ASEAN + India Shoppers in Thailand’ mulai 29 April hingga 15 [more]
Tourism for Us – Keberpihakan Indonesia terhadap pariwisata regeneratif dan pariwisata yang bisa membantu mengurangi emisi karbon menjadi acuan dalam transformasi pariwisata pascapandemi.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan transformasi pariwisata Indonesia pascapandemi di UN General Assembly Sustainability Week di New York, Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Senin (15/4/2024), Menparekraf menjelaskan, desa wisata dan ekowisata merupakan beberapa produk dalam transformasi pariwisata menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan juga pariwisata yang fokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ditawarkan oleh Indonesia.
‘’Kehadiran kami dalam forum ini diharapkan semakin memperkuat Indonesia sebagai destinasi wisata yang sangat peduli terhadap isu-isu perubahan iklim dan isu-isu yang berkaitan kesejahteraan dan tujuan pembangunan berkelanjutan,’’ ujar Sandiaga.
Wujud kongkretnya melalui sejumlah upaya yang telah dilakukan seperti offset emisi karbon, penanaman hutan mangrove di beberapa destinasi wisata, restorasi terumbu karang serta kegiatan penanganan isu sampah, food loss dan food waste.
Selain itu, kehadiran desa wisata juga memberdayakan masyarakat lokal dengan kearifan adat-istiadat setempat. Sehingga menampilkan pariwisata sebagai sektor yang memiliki peluang sangat luas dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.
‘’Dan kita perlu sandingkan dengan ekonomi kreatif baik dari segi produk dan jasa yang bisa mengangkat posisi Indonesia dalam transformasi menuju ekonomi digital,’’ kata Sandiaga.
Menparekraf Sandiaga mengungkapkan keinginannya untuk menampilkan wajah destinasi Indonesia sebagai destinasi yang dekat dengan alam, budaya namun penuh petualangan. Sehingga bukan hanya destinasi yang fokus pada sun, sea dan sand tetapi juga yang memiliki kemampuan untuk menarik wisatawan berdasarkan serenity, spirituality dan sustainability.
‘’Kami meyakini Indonesi memiliki destinasi wisata yang unik, menarik, bukan hanya Bali tapi juga lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang sedang kami bangun secara totalitas. Kami melihat ini menjadi sebuah perjalanan yang sangat menentukan bagaimana Indonesia akan menjadi negara pilihan wisatawan,’’ tutur Menparekraf.
Selain Bali dan lima DPSP, adapula IKN yang akan menjadi destinasi wisata baru yang sedang dalam tahap pembangunan secara masif. Pembangunan IKN mengedepankan interkonektivitas berbasis kelestarian alam. Salah satunya infrastruktur yang tidak menggunakan energi fosil. Infrastruktur tersebut akan menghubungkan titik-titik pusat ekonomi di Kalimantan.
‘’Karena ini menjadi unggulan kita maka kita akan fokus pada pariwisata dan infrastruktur yang ramah lingkungan,’’ tutup Sandi. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Konektivitas antara Pulau Bali dan India semakin kuat dengan bertambahnya layanan penerbangan langsung. Maskapai penerbangan India IndiGo resmi melayani rute baru Bengaluru (sebelumnya Bangalore) ke Denpasar mulai akhir Maret 2024. IndiGo Airlines resmi melayani penerbangan langsung Bangalore-Denpasar mulai tanggal 29 Maret [more]
Tourism for Us – Peningkatan pergerakan masyarakat saat mudik dan libur Lebaran 2024 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Perputaran ekonomi di sektor ini diperkirakan mencapai Rp 369,8 triliun. ‘’Perhitungan ini berdasarkan jumlah perkiraan pergerakan masyarakat yang didata oleh [more]
Tourism for Us – O Hanami atau melihat bunga sakura bermekaran bukan hanya menandakan musim semi saja tetapi juga menjadi sebuah perayaan kehidupan dalam budaya masyarakat Jepang.
Hanami, tradisi yang menjadi pengalaman wisata ikonik di Jepang. (Foto: www.freepik.com)
Hanami bagi orang Jepang adalah merenungkan ketidakkekalan hidup. Bunga sakura yang menakjubkan dan indah hanya bertahan beberapa minggu sebelum berguguran. Seperti kehidupan itu sendiri.
Hanami bukan sekadar festival melihat bunga. Ini adalah cara untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta sembari menghargai keindahan alam serta pergerakan waktu dan musim.
Musim semi di Jepang merupakan periode awal dan akhir. Upacara kelulusan sekolah dan tutup buku perusahaan jatuh pada akhir bulan Maret. Sementara, tahun fiskal perusahaan dan sekolah dimulai pada bulan April. Seiring dengan peristiwa kehidupan tersebut, sakura menjadi bunga simbolis perpisahan dan perayaan.
Hanami bermula dari tradisi mengagumi pohon ume (plum) pada abad ke-8 (701–794 M) atau pada periode Nara. Awalnya, tradisi melihat bunga ini hanya dilakukan di kalangan bangsawan. Tradisi itu merupakan pengaruh dari budaya Tiongkok. Kemudian, para bangsawan menginginkan sesuatu yang merupakan identitas bangsa Jepang. Maka tradisi hanami yang mengagumi pohon ume berganti menjadi melihat sakura, pohon suci asli Jepang. Dari situlah mulai terbentuk budaya dan identitas hanami di Jepang.
Pada periode Heian (794–1185 M), pohon sakura menjadi lebih populer. Dengan demikian, orang-orang secara bertahap beralih dari mengagumi pohon ume menjadi mengagumi pohon sakura. Oleh karena itu, “hana” dalam hanami dapat merujuk pada bunga sakura dan plum.
Selain itu, ada juga teori yang mengatakan, O Hanami berasal dari kepercayaan para petani kuno Jepang terhadap Dewa “Sa”. Sa adalah dewa gunung dan ladang. Tempat Dewa Sa bermeditasi adalah sebuah pohon chery yang disebut “kura”. Oleh karena itu pohon chery kemudian dinamakan ‘’sakura’’. Para petani zaman dahulu mempersembahkan pohon sakura kepada Dewa Sa agar panen berlimpah. Dan mengadakan perjamuan selama periode mekarnya bunga sakura.
Salah seorang panglima perang terkenal yang menyatukan Jepang Toyotomi Hideyoshi memperkenalkan “gaya perjamuan” hanami kepada para bangsawan dan pejuang. Perjamuan itu diadakan selama lima hari. Perjamuan tersebut dihadiri oleh 5.000 tamu di Yoshino, Prefektur Nara. Ia juga menanam 700 pohon sakura di Kuil Daigo-Ji di Kyoto, yang kini menjadi situs UNESCO.
Masyarakat umum dapat mengakses hanami baru dimulai pada zaman Edo (1603 hingga 1868). Iemitsu dan Yoshimune Tokugawa, shogun yang berkuasa kala itu, menanam pohon sakura di daerah Ueno dan Sungai Sumida. Sejak saat itu sampai sekarang, hanami menjadi festival musim semi tahunan yang dinikmati oleh semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, kelas sosial, dan pekerjaan di Jepang.
Hanami sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang. Dan wisatawan mancanegara dapat ikut menikmati keindahan alam pun terlibat dalam kegiatan budaya selama musim semi di Negeri Matahari Terbit.
Prakiraaan waktu mekarnya bunga sakura di Jepang tahun 2024. [sumber; https://sakura.weathermap.jp/en.php]
Aktivitas hanami berlangsung di berbagai lokasi di seluruh Jepang. Periode mekarnya bunga sakura sangat bervariasi tergantung wilayah dan cuaca. Bunga sakura biasanya mulai mekar sekitar akhir Maret hingga awal Mei. Bermula dari wilayah selatan yang suhunya lebih tinggi hingga ke utara yang suhunya jauh lebih sejuk.
Festival selama bunga sakura bermekaran adalah lokasi sempurna bagi mereka yang ingin menikmati keindahan bunga sakura sambil mencoba makanan, permainan, dan menyaksikan pertunjukan tradisional Jepang. Tidak ada tanggal pasti untuk festival-festival ini.
Maka untuk mengakomodasi kebutuhan pariwisata, pemerintah Jepang menerbitkan prakiraan mekarnya bunga sakura di seluruh wilayah setiap tahunnya.
Pohon ume dan sakura mudah disalahartikan karena keduanya mempunyai ciri-ciri yang mirip. Bunga ume berwarna merah jambu tua. Sedangkan bunga sakura sering kali berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu muda dan kelopaknya memiliki celah di tepinya. Warna bunga sakura bervariasi tergantung pada jenis pohonnya.
Perbedaan lainnya, bunga ume mekar lebih awal dari sakura. Bunga ume biasanya mekar sekitar bulan Januari hingga Maret. Sedangkan bunga sakura mekar di akhir bulan Maret dan hanya bertahan hingga awal bulan April.
Kegiatan paling umum yang dilakukan oleh orang Jepang saat hanami adalah piknik di bawah pohon. Ada makanan musiman saat bunga sakura mekar seperti hanami dango, penganan manis tiga warna yang dibuat dari tepung beras atau terkadang kombinasi dengan tepung ketan. Sedangkan untuk bekal piknik, ada onigirazu dan inari sushi, nasi sushi yang dilapisi dengan kulit tahu yang digoreng dan dibumbui. Dan sakura mochi sebagai hidangan penutupnya.
Bagi wisatawan asing yang bepergian ke Jepang pada musim semi dan bertujuan ingin menikmati bunga sakura harus tahu dan paham aturan umum O Hanami:
Jangan memetik cabang pohon sakura
Jangan tinggalkan sepatu atau barang pribadi Anda di atas alas/tikar orang lain.
Jangan memanjat atau mengguncang pohon sakura dengan sengaja
Tourism for Us – Sebagai negara maritim, Indonesia wajib mempunyai standar prosedur keselamatan dan keamanan wisata bahari. Melalui prosedur keselamatan dan keamanan yang kuat, perkembangan pariwisata bahari di Indonesia bisa semakin meningkat. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar focus group [more]