Tourism for Us – La Maison De L’Indonesie (LMDI) merupakan 1-stop place untuk mengenal Indonesia di Paris, Perancis. Sebagaimana namanya yang berarti ‘Rumah Indonesia’, ini adalah tempat bagi semua orang yang ingin mengenal Indonesia yang bisa memberikan pengalaman imersif bagi pengunjungnya. Dalam pernyataan tertulisnya, LMDI [more]
Tourism for Us – Praktik pariwisata berkelanjutan menjadi penting di tengah menguatnya tantangan yang dihadapi negara-negara di dunia akibat perubahan iklim. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pentingnya praktik pariwisata bekelanjutan saat menghadiri ‘’121st Session of [more]
Tourism for Us – Para pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo khususnya dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya merasa senang dan optimis atas respon para buyers dari luar NTT yang hadir di Komodo Travel Mart (KTM) V.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Komodo Travel Mart V berlangsung pada 6 hingga 9 Juni 2024. Program utama table top berlangsung sehari penuh di Golo Mori Convention Center, venue MICE terbaru di Labuan Bajo.
Sebanyak 121 buyers hadir mengikuti rangkaian acara di KTM 2024. Buyers domestik sebanyak 117 perusahaan dan 4 buyers dari luar negeri.
Buyers paling banyak berasal dari Bali (28), diikuti Jawa Timur (16), kemudian dari Jakarta (15), Jawa Barat (13) dan D.I. Yogyakarta (13). Selain itu, buyers datang dari Sumatera (6), Kalimantan (5), Sulawesi (5), Banten (1), dan Nusa Tenggara Barat (10). Sedangkan buyers dari luar negeri datang dari Malaysia (3) dan Jerman (1).
Sellers yang berpartisipasi pada KTM edisi kelima sebanyak 62 perusahaan, 60 di antaranya dari Labuan Bajo dan sisanya dari Kupang dan Maumere. Sebanyak 24 agen perjalanan, 14 boat operators, 13 hotel/resor, serta restoran, souvenir shop, event organizer, convention center dan online travel agent bertemu dengan buyers yang semua berasal dari luar NTT.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi terselenggaranya kembali Komodo Travel Mart yang diyakini akan mendorong pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur dan Labuan Bajo khususnya.
Wamenparekraf Angela saat menghadiri pembukaan KTM 2024, Kamis (6/6/2024), di TA’AKTANA Luxury Resort, Labuan Bajo, menyampaikan bahwa NTT salah satu tempat yang paling tepat untuk melakukan pertukaran pengalaman berwisata.
‘’Saya harap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kita mengupayakan dan mengembangkan sustainable tourism agar bisa menjaga dan memberikan dampak positif,’’ kata Angela.
Oyan Kristian, Ketua KTM 2024, menerangkan, panitia menyelenggarakan kegiatan ini sangat berhati-hati. Peserta KTM 2024, baik sellers maupun buyers, diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
‘’Kami ingin mencoba, agar kita semua, baik buyers maupun sellers, teregistrasi secara sistem. Bahwa kita adalah travel agent yang legal beroperasi. Kami ingin menciptakan suasana bisnis yang sehat di Labuan Bajo. Sehingga tidak ada image yang salah atau jelek tentang Labuan Bajo,’’ ujar Oyan.
Lanjutnya, ‘’Karena banyak kasus. Banyak travel agent abal-abal yang tidak memiliki izin operasional beroperasi lalu melakukan hal yang buruk dan itu merusak citra destinasi. Sehingga kami mencoba melakukan kegiatan ini dengan sangat hati-hati. Kami mengundang buyers dari luar NTT bertemu dengan sellers dari NTT yang kedua-duanya memiliki izin operasional.’’
Oyan berharap, kehadiran KTM membuka kesempatan bagi buyers untuk bermitra dengan para pelaku usaha pariwisata di NTT. Buyers tidak langsung membawa tamunya sendiri ke Labuan Bajo tetapi menggunakan para mitra lokal yang ada di NTT.
‘’Dengan begitu pariwisata memberi dampak langsung kepada masyarakat lokal,’’ kata Oyan.
Selain itu, dia juga berharap, KTM bisa diselenggarakan setiap tahun. Pelaksanaan KTM secara reguler membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
‘’Sehingga KTM ini menjadi sebuah trade mark tersendiri bagi promosi dan pemasaran pariwisata di Provinsi NTT,’’ tutur Oyan.
‘’Luar biasa! Buyers begitu senang. Karena banyak dari mereka yang baru ke Labuan Bajo sekarang walaupun sudah sering mengirim tamunya ke sini. Mereka kagum dengan Labuan Bajo. Dan mereka janji akan mengirim tamu-tamunya segera,’’ ujar Ita Evalin, GM Komodo Escape Prawara, salah satu seller dari Labuan Bajo di KTM 2024, yang mengungkapkan kegembiraannya.
Menurut Ita, kehadiran KTM di Labuan Bajo memberikan banyak manfaat. Pertama, buyers bisa bertemu langsung dengan agen-agen lokal yang jelas legalitasnya. Sehingga tidak ada lagi agen-agen yang tertipu oleh oknum atau agen yang tidak jelas legalitasnya.
Kedua, semakin Labuan Bajo dikenal maka pariwisata di kota pelabuhan ini akan semakin baik. ‘’Tidak hanya kapal-kapal pinisinya saja tetapi juga hotel, transportasi, restoran bahkan UMKM, semuanya, akan ikut merasakan,’’ tutur Ita.
Bicara NTT bukan hanya Komodo tour tetapi banyak paket lain yang tidak kalah menarik dan spesial. (Foto: Oceania Travel Kupang)
Seller lainnya, Nur Ningsih, Marketing Manager Oceania Travel yang berasal dari Kupang juga sangat bersyukur atas respon buyers di KTM 2024. Karena mereka mengapreasiasi paket-paket wisata lain yang ditawarkan oleh NTT.
‘’Puji Tuhan! Dari KTM V ada 121 buyers memberi apresiasi yang sangat antusias terhadap paket-paket tur yang ada baik itu Komodo, Flores overland, Timor tour, Sumba tour, Sabu tour, Rote tour dan destinasi lain di NTT. Buyers sekarang tahu bahwa bicara NTT bukan hanya Komodo tour tetapi masih banyak paket lain yang tidak kalah menarik dan spesial,’’ kata Nur.
Datang dari Kupang, ibukota Provinsi NTT yang ada di Pulau Timor, Nur mengungkapkan, buyers sangat tertarik pada alam Timor dan budaya uniknya. Selain itu, mereka pun sangat merespon paket-paket tur di Sumba dan Alor karena adat-istiadatnya yang sangat unik dan alam yang sangat spesifik dan alami.
Sri Mujiyati, pimpinan ViaVia Travel Yogyakarta, mengakui, Labuan Bajo sudah berubah. Fasilitasnya sekarang lebih baik.
‘’Infrastruktur di Labuan Bajo beda banget sekarang. Saya melihat, pemain-pemain baru usaha pariwisata yang berasal dari pemain lokal bertambah. Art shop dan restoran juga meningkat,’’ ujar Sri.
ViaVia Travel merupakan operator tur yang basis usahanya adalah responsible andsustainable tourism. Wisata petualangan dan perjalanan budaya yang off the beatentrack merupakan program-program perjalanan yang ditawarkannya.
Setelah mengikuti KTM 2024 dan post tour, menurut Sri, Flores menarik tapi menjadi high cost dengan fasilitas itu-itu saja di destinasi. Bagi pelanggan/klien ViaVia Travel mungkin keadaan itu bisa diterima karena mereka petualang.
‘’High cost yang saya maksud di sini adalah ketersediaan penerbangan dan harga tiket pesawatnya. Kemudian dari ketersediaan akomodasi. Labuan Bajo sekarang no worries karena banyak pilihan. Tetapi di luar Labuan Bajo, itu yang masih membuat khawatir,’’ kata Sri.
Tren perjalanan ekowisata secara umum tidak ada perubahan. Kalaupun dikatakan ada perubahan, itu hanya sedikit sekali dan tidak terlalu signifikan.
‘’Perjalanan ekowisata sekarang lebih pada tren marketing saja. In general, tidak ada perubahan. Yah, mereka tetap mau berpetualang tetapi akomodasinya mau yang comfort,’’ terang Sri.
Dia mencontohkan yang terjadi di Jogja. Tamu-tamu/kliennya lebih memilih tinggal di hotel lokal Greenhost Boutique Hotel di Prawirotaman daripada menginap di hotel berjaringan. Tinggal di homestay juga bukan pilihan utamanya.
‘’Semua balik lagi, tergantung market-nya. Ada yang mau akomodasi yang comfort. Sedangkan market yang lebih muda cenderung lebih ke social media oriented,’’ tambahnya.
ViaVia Travel sudah menerapkan sustainability tourism concept sejak berdiri tahun 1995. Perusahaan ini telah melakukan carbon offset dari tamu-tamunya. Kegiatan carbon offset yang dilakukan di antaranya dengan menanam pohon. Dan itu dilakukannya bekerja sama dengan LSM lokal.
Buyer lainnya, Daniel Nugraha, Direktur Exotic Java Trails dari Bandung, mengatakan, pasar ASEAN sekarang sudah mulai melirik Labuan Bajo setelah Bali. Pasar Malaysia dan Singapura tampaknya sangat antusias.
‘’Saya menyarankan, lama perjalanan paling ideal adalah 4 hari 3 malam supaya tidak rush. Pasar wisatawan generasi muda Malaysia sekarang berbeda dari sebelumnya. Mereka less shopping. Mereka mencari experience,’’ kata Daniel.
Perusahaannya sudah menerima banyak permintaan perjalanan ke Labuan Bajo dari Singapura dan Malaysia. ‘’Makanya saya harus hadir di KTM untuk product update,’’ pungkasnya.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama kementerian/lembaga terkait membentuk Tim Profesional Pariwisata Nasional (TPPN) periode 2024-2025. Tim ini guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata unggul dan berdaya saing global sesuai dengan standar kompetensi profesional pariwisata [more]
Tourism for Us – Salah satu capaian yang berhasil dibuat di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 adalah penandatanganan lima nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 862 miliar. ‘’Ini total investasinya Rp 862 miliar, dan kalau total investasi dari kuartal pertama 2024 [more]
Tourism for Us – Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Provinsi Kalimantan Tengah, adalah pintu gerbang ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang ternama. Dan pasca pandemi COVID-19, kota ini melihat diversifikasi bisnis di luar perkebunan.
Melihat potensi kota Pangkalan Bun yang besar, Accor, grup perhotelan terkemuka dunia, mengumumkan properti pertamanya di Provinsi Kalimantan Tengah dengan dibukanya Mercure Pangkalan Bun. Hotel ini mulai beroperasi sejak 8 Juli 2023 dan Grand Opening dilakukan pada 25 Oktober 2023. Pembukaan hotel dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Taman Nasional Tanjung Puting diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan memiliki peran yang sangat besar sebagai kawasan konservasi dan penelitian terpenting bagi orangutan di seluruh dunia. Selain bisnis perkebunan yang sudah ada, sekarang berkembang bisnis baru di sektor pertambangan, kuliner dan lainnya. Bisnis-bisnis baru berkembang, salah satunya, karena Pangkalan Bun mempunyai akses laut, udara dan darat.
Garth Simmons, Chief Executive Officer of Accor’s Premium, Midscale and Economy Division Asia dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan, Mercure Pangkalan Bun adalah sebuah hotel yang menyatukan yang terbaik dari kedua dunia untuk para wisatawan.
“Para tamu dapat memulai perjalanan yang menawan untuk menjelajahi keajaiban Kalimantan, membenamkan diri dalam keindahan dan pesonanya, sambil menikmati merek Mercure yang kenyamanan dan standar luar biasanya diakui secara global. Pembukaan hotel ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi sektor pariwisata di daerah tersebut, tetapi juga berperan penting dalam mendukung infrastruktur provinsi dengan menyediakan akomodasi berkualitas tinggi dan membina hubungan yang mendalam dengan masyarakat setempat,” kata Garth Simmons.
Dona Yohana, General Manager Mercure Pangkalan Bun. (Foto: Mercure Pangkalan Bun/Accor)
Dona Yohana, General Manager Mercure Pangkalan Bun, menerangkan, merek Mercure sendiri memang selalu beradaptasi dengan local culture. Dan banyak sekali yang bisa dikembangkan di kota Pangkalan Bun khususnya maupun di Kabupaten Kotawaringin Barat pada umumnya.
Tanjung Puting adalah daya tarik wisata yang sudah mapan. Seperti diketahui, pengunjung terbanyak ke TNTP ialah orang asing. Wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi datang dari kawasan Eropa, lebih spesifik lagi, dari Spanyol.
‘’Pangkalan Bun merupakan pintu masuk (gate) internasional sebenarnya,’’ ujar Dona.
Dona menerangkan lebih lanjut, di sisi leisure, wisatawan yang hendak maupun dari Tanjung Puting bisa dikatakan tidak mengenal hari. Setiap hari ada saja wisman bertujuan ke TNTP menginap di Mercure Pangkalan Bun.
‘’Rata-rata, di high season, sekitar 15-20 kamar terisi oleh wisman yang bertujuan ke TNTP. Itu based on history dari tahun lalu. Saya pikir, sekarang pun akan sama,’’ kata Dona.
Tren menarik di leisure, Mercure Pangkalan Bun juga banyak mendapat bisnis dari daerah sekitar. Warga lokal dari kabupaten-kabupaten lain seperti Sukamara dan Lamandau datang ke Pangkalan Bun untuk staycation pada akhir pekan.
‘’Jadi leisure tidak hanya dari Tanjung Puting tapi juga dari staycation warga Kalimantan Tengah sendiri,’’ lanjutnya.
Dona mengamati, bisnis yang ada di Pangkalan Bun terus bertambah. Dan itu bukan hanya dari sektor perkebunan saja.
‘’Kita bisa lihat ya majunya bisnis di sini. Di antaranya, itu bisa dilihat dari penambahan penerbangan ke Pangkalan Bun,’’ tutur Dona.
Sebelumnya, hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan ke Pangkalan Bun yakni Nam Air (setelah Kalstar berhenti beroperasi, red.). Sekarang Citilink dan Batik Air juga melayani rute penerbangan ke Kota Manis mulai awal tahun ini.
Ketiga maskapai penerbangan itu menghubungkan Pangkalan Bun dengan Jakarta, Semarang dan Surabaya. Ketiga kota tersebut merupakan hub bisnis, industri dan pariwisata di Pulau Jawa.
‘’Buat Accor, ini merupakan suatu value yang sangat tinggi. Sehingga kami pun yakin membuka hotel di sini,’’ katanya penuh optimisme.
Tambahnya kemudian, ‘’Ke saya sendiri juga banyak pertanyaan. Kok, berani sih Accor buka di Pangkalan Bun? Jawaban saya, ‘’Why not?’’ Karena kota ini sangat berpotensi.’’
Mercure Pangkalan Bun baru beroperasi selama 10 bulan. Okupansi rata-ratanya dari bulan Juli 2023 sampai Mei 2024 sudah mencapai 50 persen. Tingkat okupansi rata-rata pada bulan Juli-Desember 2023 membukukan angka 54 persen year to date. Sedangkan low season terjadi mulai bulan Januari sampai April.
‘’Periode Juli-Desember tahun lalu itu memang high season. Makanya kami bisa closing di 54 persen di awal pembukaan hotel,’’ kata Dona.
Persentase pasar terbesar berasal dari business travelers dan MICE business. Sebanyak 70 persen tamu yang menginap ialah pejalan bisnis. Dan sisanya 30 persen ialah wisatawan yang bertujuan leisure.
‘’Hotel ini, market kami, we are not business hotel but business and leisure,’’ tegas Dona.
Itu dikarenakan, selama periode low season pada Januari-Februari, Mercure Pangkalan Bun masih menerima tamu-tamu wisatawan ke Tanjung Puting. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak dibandingkan dengan periode high season.
Ada tren pola perjalanan baru yang bekembang terutama di kalangan wisman. Setelah penerbangan ke Pangkalan Bun bertambah, sekarang tersedia jadwal penerbangan bertujuan Jakarta pada pagi hari. Wisman mempertimbangkan, menginap di Pangkalan Bun menjadi opsi transit yang efisien.
Pola perjalanan wisman ke Pangkalan Bun yang lama masih tetap berlangsung. Mereka ada yang baru memulai perjalanannya di Indonesia dan langsung menuju Tanjung Puting. Atau, menjadikan kunjungan ke Tanjung Puting sebagai destinasi terakhir sebelum pulang ke negaranya.
Dengan tersedianya penerbangan di pagi hari menuju hub utama di Jakarta, mereka bisa langsung meneruskan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia atau melanjutkan penerbangan pulang ke negaranya dari Jakarta tanpa perlu menginap lagi.
‘’Ini dari pengalaman kami sendiri ya. Tamu-tamu mostly menginap di sini dua kali. Pas datang (pre tour) dan pulang (post tour),’’ tambah Dona.
Sayangnya, wisata kota (city tour) Pangkalan Bun masih terbatas. Ini salah satu tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha operator tur/agen perjalanan dan akomodasi. Idle time di antara sebelum dan setelah dari TNTP, tampaknya belum diperhatikan/disadari oleh pemangku kepentingan pariwisata di Kotawaringin Barat.
‘’Tamu-tamu asing kami kadang kebingungan. Mau ke mana? Kami tawarkan mereka city tour. Di sekitar sini ada Istana Kuning, Istana Mangkubumi, dan Rumah Betang. City tour sekitar dua jam selesai,’’ kata Dona.
Dengan keterbatasan itu, Mercure Pangkalan Bun mencoba menciptakan aktivitas dengan menyediakan sepeda yang dapat dimanfaatkan tamu untuk berkeliling kota. Dengan bersepeda, mereka bisa mengeksplorasi kota lebih jauh daripada dengan berjalan kaki.
Executive Suite di Mercure Pangkalan Bun. (Foto: Mercure Pangkalan Bun/Accor)
Ikon baru Mercure Pangkalan Bun
Sebagai merek pionir hotel global di Pangkalan Bun, Mercure Pangkalan Bun menghadirkan cerminan yang sesungguhnya dari esensi budaya kota. Hal ini tercermin dari nama-nama fasilitas dan desain hotel.
Lobi hotel yang luas menampilkan tema “Rumah Betang”, rumah tradisional suku Dayak. Desain interiornya memadukan unsur-unsur alami seperti anyaman rotan dan kayu yang mengaitkan area tersebut dengan alam.
Suku Dayak dikenal dengan semangat dan persatuan komunal mereka. Hal itu diperkuat dengan desain terbuka yang terasa menyatukan area lobi dengan area Kelakai Restaurant. Kemudian ada juga ruang komunal yang bisa digunakan sebagai co-working space di area mezanin di atas lobi.
Kelakai Restaurant buka sepanjang hari (all-day dining). Restoran menampilkan suasana semarak dan kontemporer, menawarkan perpaduan masakan internasional dan lokal yang lezat yang disebut sebagai cita rasa “Glo-Cal”. Para tamu dapat merasakan keahlian kuliner dari tim kuliner hotel saat mereka menyiapkan berbagai pilihan hidangan di dapur yang terbuka. Nama Kelakai diambil dari tumbuhan asli yang ditemukan di Kalimantan Tengah dan Selatan.
Malining Coffee & Patisserie di Lobby Lounge mengundang para tamu untuk menikmati kopi spesial dan aneka kue yang lezat. Nama “Malining” sendiri berasal dari bahasa setempat yang artinya bercahaya, menciptakan suasana yang mengundang untuk relaksasi dan kegembiraan.
Palapas Bar menawarkan berbagai makanan ringan dan menu koktail yang menggoda, seraya menikmati panorama kota yang menakjubkan di malam hari.
Untuk tamu yang mencari aktivitas kebugaran dan rekreasi, Danum Pool Bar, yang terletak di area kebugaran di lantai 1, memungkinkan mereka untuk bersantai di gym, spa, sauna, salon, dan area kolam renang. Area ini juga dilengkapi dengan toilet, shower room dan locker.
Mercure Pangkalan Bun menawarkan total 150 kamar bergaya kontemporer. Ada lima tipe kamar yakni Premium Superior, Deluxe, Junior Suite, Executive Suite, dan Presidential Suite. Tipe suite juga menjadi incaran wisatawan karena dilengkapi fitur bathtub.
Mercure Pangkalan Bun dilengkapi fasilitas ruang-ruang pertemuan dengan teknologi mutakhir seperti yang ada di kota-kota besar. Batuah Ballroom yang elegan merupakan ballroom tanpa pilar terbesar di kota Pangkalan Bun. Kapasitas maksimalnya sampai dengan 700 orang untuk theater setting.
Selain itu, enam ruang serbaguna lainnya bisa dipakai untuk berbagai macam kebutuhan. Kapasitasnya mulai dari 50 orang.
Sebagaimana komitmen Accor terhadap keberlanjutan, hotel mempromosikan kelestarian di antaranya dengan penggunaan sedotan Purun, produk lokal yang ramah lingkungan. Dukungan terhadap produk lokal juga terlihat dari kurasi produk teh dan kopi yang disajikan di dalam kamar. Itu semua sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan dan untuk mendukung produsen lokal.
Hotel Mercure Pangkalan Bun berjarak 15 menit berkendara dari Bandara Iskandar. Dermaga Taman Nasional Tanjung Puting di Kumai dapat ditempuh selama 30 menit. Dan ini merupakan nilai plus yang disukai oleh wisman.
Keberadaan Hotel Mercure tidak hanya sebagai ikon baru kota Pangkalan Bun. Tampaknya, hotel bintang 4 ini juga akan mampu mengerek standar kualitas pariwisata di Kotawaringin Barat lebih tinggi. Kabupaten ini belum tereksplorasi dan masih banyak hal yang belum diketahui mengenai daerah ini. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sektor ekonomi kreatif Indonesia juga mendapat perhatian serius dari para investor yang hadir di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Salah satunya adalah penandatanganan kerja sama antara JTA Internasional Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, salah seorang sutradara film kenamaan Indonesia, untuk [more]
Tourism for Us – Penyelenggaraan Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali bekerja sama dengan [more]
Tourism for Us – Penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024 pada 18-25 Mei 2024 lalu mampu menggerakan aktivitas perekonomian secara nasional, baik Bali sebagai tuan rumah maupun aktivitas ekonomi secara nasional.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa dan Perdagangan BRIN melakukan survey dan menghitung dampak dari penyelenggaraan WWF 2024. Survey dilakukan terhadap 446 responden dengan margin of error 5 persen.
Hasil survey menunjukan, lebih dari 90 persen responden berencana berkunjung kembali ke Bali dan merekomendasikan Bali sebagai tujuan wisata dan bisnis. Rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar Rp 38,8 juta atau 2,427 dollar AS.
‘’Rata-rata lama tinggal wisatawan yakni para delegasi adalah 8 hari dengan delegasi asing selama 8,7 hari, lebih lama dari delegasi Indonesia yakni 7,1 hari,’’ ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (3/6/2024).
WWF 2024 juga memberikan dampak kepada pelaku UMKM khususnya di sekitar lokasi penyelenggaraan atau dalam radius 1,4 kilometer. Omzet pelaku UMKM di sekitar lokasi event meningkat antara 21 hingga 50 persen.
‘’Pengeluaran tertinggi ada di akomodasi, biaya keikutsertaan, makan-minum, dan penerbangan domestik. Berarti dia (delegasi) setelah dari Bali juga menuju ke beberapa destinasi,’’ kata Menparekraf Sandiaga.
Aktivitas perekonomian nasional naik 0,374 persen selama WWF 2024 dan totalnya Rp 1,38 triliun. Dan penyerapan lapangan kerjanya sekitar 10.479 orang.
‘’World Water Forum ini bukan hanya meningkatkan ekonomi, tapi juga mempromosikan kearifan dan budaya lokal pengelolaan air kita di kancah internasional,’’ kata Sandiaga.
Kesuksesan penyelanggaraan ini, dikatakan oleh Menparekraf Sandiaga, kembali menunjukan Bali sebagai destinasi MICE berkelas internasional. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Smart city (kota pintar) dan smart tourism berjalan beriringan dan saling berkaitan di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman digital dan layanan yang modern bagi wisatawan. Namun di sisi lain tetap memberikan pengalaman berwisata yang otentik. Dalam pengembangan pariwisata selalu [more]