Author: admin

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang [more]

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

NOVOTEL DORONG HIDANGAN LAUT BERKELANJUTAN DI LEBIH DARI 600 HOTEL DI SELURUH DUNIA

Tourism for Us – Dua tahun setelah meluncurkan komitmennya terhadap laut dan menjalin kemitraan global dengan WWF Prancis, Novotel terus mencatat kemajuan nyata di seluruh jaringan globalnya yang mencakup lebih dari 600 hotel. Kemajuan ini terlihat melalui transformasi operasional, konservasi laut, praktik pangan berkelanjutan, serta [more]

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

LUPAKAN STRES, RASAKAN SLOW LIVING DI ARKANA HUIS, BELITUNG

Tourism for Us – Hidup di zaman modern yang penuh dengan kecepatan memang bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Meskipun teknologi seperti internet memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien, ada sisi lain yang juga perlu kita perhatikan. Kita seringkali terjebak dalam dunia yang dikuasai oleh algoritma, sehingga menjauh dari pengalaman nyata dan interaksi yang lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.  

Arkana Huis, akomodasi tipe homestay untuk menikmati slow living di Belitung. (Foto: Arkana Huis)

Banyak orang kini mulai berusaha memperlambat ritme hidup mereka, dan menjadikan slow living sebagai tren yang semakin populer. Dalam upaya mengurangi kecemasan dan menghindari pemikiran berlebihan akibat tekanan budaya kerja yang serba cepat serta kebutuhan akan validasi di media sosial, akhirnya mereka mencari cara untuk hidup lebih teratur sesuai dengan ritme alami. Kini mereka lebih menaruh perhatian pada aspek kesehatan, kedekatan dengan alam, serta kehadiran yang lebih berarti bagi keluarga dan orang-orang terdekat. 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Arkana Huis hadir di Pulau Belitung. Menawarkan pengalaman farm living, tempat ini memberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan santai di tengah kebun sayur yang subur. Dikelilingi hutan kecil yang ditumbuhi pepohonan khas Belitung seperti simpor, suasananya sangat menenangkan. Selain itu, terdapat aik arongan, yaitu sungai kecil yang jernih, mengalir dari hutan, menambah keindahan dan ketenangan tempat ini.

Arkana Huis berada di Air Rembikang, Desa Air Seru, Sijuk, Kabupaten Belitung. Anggota keluarga Arkana, pemilik rumah, akan mendampingi wisatawan selama menginap. Mereka akan mengajak tamu melakukan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan oleh warga desa, termasuk memetik sayur di kebun, memasak makanan khas Belitung di dapur tradisional, hingga bermain air dan mancing ikan di aik arongan.

Pengalaman bersantap di Arkana Huis bukan sekedar mencicipi kuliner tradisional Belitung. Dengan mengusung konsep gastronomi, keluarga Arkana mengajak tamu mengenal bahan pangan lokal, tradisi memasaknya, dan filosofi makan bersama dalam masyarakat Belitung. 

Rumah kebun ini terdiri dari dua kamar tidur yang dilengkapi dengan pendingin udara dan teras. Satu kamar mandi bersama ada di luar kamar. Sementara, dapur tradisional dengan tungku kayu letaknya agak terpisah dari rumah utama. Selain itu, terdapat sebuah dek kayu di mana pemilik rumah juga bisa mendirikan tenda agar tamu dapat menikmati panorama dataran tinggi yang ada di Pulau Belitung. 

Harga paket menginap di Arkana Huis mulai dari Rp 580.000,00 per malam untuk dua orang. Paketnya sudah termasuk welcome drink, bermain air di aik arongan, bebanjor atau memancing ikan, satu kali coffee break, satu kali makan malam, dan satu kali sarapan. Selain itu, harga tersebut juga termasuk pengalaman menikmati sunrise dan mengunjungi danau biru.

Tamu yang tidak menginap pun tetap bisa menikmati pengalaman slow living di Arkana Huis. Tersedia paket Halfday Visit seharga Rp 650.000,00 untuk enam orang, termasuk welcome drink, bermain air di aik arongan, bebanjor atau memancing ikan, satu kali makan siang atau malam, dan satu kali coffee break.

Agus Pahlevi, sang tuan rumah, menerangkan, tidak ada extra bed di Arkana Huis. Rumah kebun ini hanya bisa mengakomodasi empat orang.

‘’Konsep rumah kami ini memang ditujukan untuk menyepi di kebun. Jadi, harga paketnya itu pun sudah termasuk sayur-sayuran yang diambil dari kebun. Untuk memasaknya, nanti kami pandu,’’ kata Agus.

Arkana Huis adalah akomodasi terbaru di Pulau Belitung. Tempat ini menggabungkan keindahan alam sekitar dengan lansekap alami yang unik, serta tetap mempertahankan tradisi masyarakat lokal. Akomodasi ini ideal bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak tanpa gangguan dari gawai dan menjauh dari rasa takut ketinggalan zaman atau FOMO. ***(Yun Damayanti)

KEMENKO INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN: INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS DI DESTINASI WISATA AKAN DIPERKUAT

KEMENKO INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN: INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS DI DESTINASI WISATA AKAN DIPERKUAT

Tourism for Us – Hasil dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan bahwa pemerintah akan mempercepat penguatan konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing [more]

IWCA FRANCE: SUARA BARU YANG MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN DI SELURUH RANTAI NILAI KOPI, DIPIMPIN OLEH DIASPORA INDONESIA

IWCA FRANCE: SUARA BARU YANG MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN DI SELURUH RANTAI NILAI KOPI, DIPIMPIN OLEH DIASPORA INDONESIA

Tourism for Us – International Women’s Coffee Alliance France (IWCA France) akan resmi diluncurkan pada 12 September 2026 bersamaan dengan Village International de la Gastronomie 2026 di Place de la Concorde di Paris, Perancis. Blanca Castro, Presiden Internasional IWCA, akan melakukan perjalanan ke Paris untuk [more]

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

GMTI 2026: INDONESIA PERINGKAT KE-2 DESTINASI WISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA

Tourism for Us – Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai ‘’Muslim-Friendly Destination of The Year’’ dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh CrescentRating dan Mastercard.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Pemeringkatan GMTI yang dilaksanakan setiap tahun oleh CrescentRating menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi.

Pada aspek Communication, penilaian mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim. Sementara itu, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, dan faktor pendukung lainnya.

Sementara pada aspek Services, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.

Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata antara lain, penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim, dan penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam sambutannya saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026), mengatakan, “Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025.”

Dia optimistis bahwa Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang.

Prestasi ini diharapkan bisa mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. ***(Yun Damayanti)

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

MEMBANGUN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TENGAH KRISIS ANGGARAN

Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. [more]

RESTORAN SEDERHANA SINGAPURA RESMI DIBUKA, SIAP EKSPANSI KE AUSTRALIA

RESTORAN SEDERHANA SINGAPURA RESMI DIBUKA, SIAP EKSPANSI KE AUSTRALIA

Tourism for Us – Restoran Sederhana resmi menggantikan peran Warung Pariaman dalam menyajikan kuliner khas Minangkabau di Singapura. Warung Pariaman telah berdiri hampir delapan dekade di Kampong Glam dan telah menjadi salah satu ikon di kawasan heritage ini. Posisinya hanya 70 meter dari Masjid Sultan [more]

KETUA BALICEB: MANFAAT EKONOMI MICE HARUS BISA DIRASAKAN OLEH MASYARAKAT LUAS

KETUA BALICEB: MANFAAT EKONOMI MICE HARUS BISA DIRASAKAN OLEH MASYARAKAT LUAS

Tourism for Us – Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026-2031 di bawah kepemimpinan Ketua Umum BaliCEB periode 2026-2031 Ketut Jaman akan fokus pada lima agenda utama. Kelima agenda itu meliputi penguatan posisi Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan, peningkatan promosi internasional dan jejaring global, penguatan strategi bidding event internasional secara aktif dan terstruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia MICE, serta penguatan standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, dan praktik keberlanjutan.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Pelantikan pengurus baru BaliCEB dilakukan pada hari Jumat (5/6/2026) malam, di The Meru, Sanur, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa kehadiran BaliCEB harus menjadi instrumen baru, semangat baru, dan kekuatan baru untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia. Selain itu, keberadaan biro MICE ini diharapkan dapat menjaga kekuatan Bali dan mendorong terciptanya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional. Pada 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 34 pertemuan internasional.

Wamenpar menilai bahwa MICE memiliki nilai strategis karena mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan wisata konvensional. Kehadiran peserta pertemuan dan konvensi mendorong tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, konsumsi produk UMKM, hingga aktivitas ekonomi kreatif dan jasa pendukung lainnya.

Lebih lanjut, Wamenpar mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama untuk memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi MICE dunia. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kualitas infrstruktur, pengelolaan lingkungan, penanganan sampah, serta penguatan berbagai aspek pendukung lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnnya BaliCEB bekerja secara terukur dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali melalui progam-program konkret selama lima tahun ke depan.

‘’Sehingga BaliCEB benar-benar dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan pariwisata, khususnya sektor MICE di Bali,’’ ujar Koster.

Sementara itu, Ketua Umum BaliCEB periode 2026-2031 Ketut Jaman mengatakan bahwa selain fokus pada lima agenda utama, BaliCEB juga berkomitmen memperluas manfaat industri MICE bagi masyarakat Bali, termasuk pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja pariwisata.

‘’Pariwisata industri MICE tidak hanya tentang mendatangkan event internasional tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali,’’ kata Ketut. ***(Yun Damayanti)

AI DAN ALGORITMA UBAH CARA WISATAWAN MEMILIH, KEPERCAYAAN TETAP DITENTUKAN OLEH MANUSIA

AI DAN ALGORITMA UBAH CARA WISATAWAN MEMILIH, KEPERCAYAAN TETAP DITENTUKAN OLEH MANUSIA

Tourism for Us – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar gawai mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma, mulai dari rekomendasi di media sosial hingga hasil pencarian. Teknologi perlahan mengubah cara orang menemukan, mempertimbangkan hingga memilih tempat untuk berwisata. Di tengah [more]