Tourism for Us – Sebagai wujud nyata komitmen dalam menerapkan praktik keberlanjutan, ARTOTEL Group meraih pencapaian penting di industri perhotelan nasional sebagai Operator Hotel Lokal Indonesia pertama yang memperoleh sertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Pencapaian ini merupakan pengakuan internasional tertinggi terhadap penerapan standar pariwisata [more]
Tourism for Us – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) baru saja merilis Laporan Pariwisata Tahunan 2025, yang menyoroti pemulihan luar biasa dalam jumlah kedatangan wisatawan internasional (international visitors arrival/IVA) di kawasan Asia Pasifik. Menurut laporan tersebut, IVA pada tahun 2024 mencapai 647,9 juta di 46 [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga menegaskan arah baru promosi pariwisata Indonesia yang mengedepankan pengalaman bermakna, sejalan dengan tren global terhadap authentic and purposeful travel experiences.
Kemenpar kembali menempatkan promosi di black cab, taksi hitam ikonik London, selama delapan pekan. Sebanyak 27 taksi hitam dibalut dengan kampanye ‘’Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’. Pelunucurannya bertepatan dengan WTM London 2025. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana secara resmi meluncurkan kampanye internasional ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’, atau disingkat Go Beyond Ordinary, di ajang World Travel Market (WTM) London 2025, salah satu bursa pariwisata terbesar di dunia.
‘’Melalui Go Beyond Ordinary, kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia bukan sekadar destinasi, tetapi juga sebuah tujuan perjalanan emosional tentang kekayaan rasa kuliner, kehangatan masyarakat, dan kedamaian alam yang menenangkan,’’ ujar Menpar Widiyati di paviliun Wonderful Indonesia WTM London 2025, Rabu (5/11/2025).
Menpar mengatakan, Go Beyond Ordinary menjadi bagian dari inisiatif nasional ‘’Pariwisata Naik Kelas’’ yang menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai inti pengembangan industri. ‘’Kami ingin pertumbuhan pariwisata yang tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. That is the essence of Go Beyond Ordinary,’’ katanya.
Kampanye ini akan digaungkan di pasar utama Indonesia mencakup Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda melalui strategi digital storytelling, kolaborasi lintas industri, serta promosi terpadu di berbagai platform.
Tiga pilar utama yang menjadi kekuatan narasi Indonesia dalam kampanye ini adalah gastronomi, kebugaran (wellness), dan pariwisata maritim (marine tourism). Ketiga pilar itu mencerminkan harmoni budaya, alam, dan kreativitas bangsa.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menerangkan bahwa pilar-piliar tersebut memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi berkarakter, berdaya saing global, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
‘’Keindahan bahari kita bukan hanya tentang laut dan pantai, tetapi tentang kehidupan yang selaras dengan alam. Begitu pula gastronomi dan wellness, semuanya lahir dari filosofi keseimbangan dan penghormatan terhadap budaya,’’ katanya.
Peluncuran Go Beyond Ordinary dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, demo kuliner, dan sesi pertemuan bisnis (business matching) antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra global di paviliun Wonderful Indonesia di WTM London 2025.
Sementara itu, di WTM London 2025 yang berlangsung pada 4-6 November 2025 di ExCel London, Inggris, sebanyak 46 pelaku industri pariwisata nasional, termasuk hotel, operator tur/agen perjalanan, dan destination management company (DMC) mengisi paviliun Wonderful Indonesia. Kemenpar juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membawa tujuh pelaku industri pariwisata daerahnya yang menawarkan berbagai paket wisata Jakarta and beyond bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Partisipasi Indonesia di WTM London tahun ini menargetkan capaian kualitas dibandingkan volume kunjungan, antara lain memperkuat eksistensi Indonesia di kancah internasional, menemukan potential buyers baru, memperbarui informasi promosi destinasi, dan meningkatkan transaksi penjualan paket wisata dengan potensi nilai lebih dari Rp 7 triliun. Melalui partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran terhadap merek Wonderful Indonesia di kancah global dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang lebih berkualitas dari pasar Eropa, khususnya Inggris Raya.
Paviliun Wonderful Indonesia di WTM London 2025 mengusung tema Go Beyond Ordinary yang merefleksikan semangat inovasi dan keunikan pariwisata yang melampaui kebiasaan. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di London, Selasa (4/11/2025), menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di WTM London bukan sekadar ajang promosi destinasi, melainkan bagian dari diplomasi pariwisata Indonesia.
‘’Melalui tema Go Beyond Ordinary, kami ingin memperkenalkan konsep quality tourism, pariwisata yang bernilai, berdampak, dan berkelanjutan,’’ujar Menpar Widiyanti.
Selain itu, Kemenpar juga kembali menempatkan promosi di black cab, taksi hitam ikonik London, selama delapan pekan yang bertepatan dengan periode liburan Natal dan tahun baru. Sebanyak 27 taksi hitam dibalut dengan kampanye ‘’Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’.
Kegiatan promosi langsung di Inggris ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, pelaku industri pariwisata, dan perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar RI di London. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kini, wisatawan India suka sekali berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka terpesona oleh keindahan candi Buddha terbesar di dunia ini, yang juga diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur menjadi daya tarik favorit setelah Bali. Seiring dengan meningkatnya jumlah [more]
Tourism for Us – Generasi Z (Gen Z) kini masuk menjadi segmen utama dalam pasar wisatawan muslim. Seperti wisatawan lainnya, mereka mencari pengalaman yang otentik di setiap destinasi yang dikunjungi. Sebagai generasi yang tumbuh dengan internet dan sangat terampil dalam teknologi, mereka tetap tertarik untuk [more]
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan membawa pembaca merasakan kedalaman budaya tanpa harus meninggalkan dapur mereka.
(Foto: LMDI)
La Maison de L’Indonesie (LMDI), yang telah aktif mempromosikan gastronomi Indonesia di Perancis dalam beberapa tahun terakhir, dengan bangga mengumumkan peluncuran buku Indonesia at Home pada 15 Desember 2025 mendatang. Buku kuliner ini ditulis oleh Eka Moncarre, pendiri La Maison de L’Indonesie, dan didukung oleh tim editor Perancis yang membantunya dalam menulis buku tersebut dalam bahasa Perancis dan Inggris. Dengan demikian, komunitas internasional di Perancis dapat menikmati masakan keluarga Indonesia beserta kisah-kisahnya.
Dibandingkan dengan buku-buku sejenis lainnya, Indonesia at Home merupakan sebuah perjalanan kuliner yang akan membawa para pembaca menemukan kekayaan dan keberagaman makanan Indonesia melalui 100 resep masakan keluarga yang otentik. Setiap resep dilengkapi dengan informasi bahan-bahan dan cara memasaknya, serta kisah dan sejarah yang melingkupinya. Pembaca dapat menemukan resep nasi goreng, rendang, sate ayam, dan kuliner ikonik Indonesia lainnya di dalam buku ini.
‘’Ini buku pertama yang ditulis dalam dua bahasa. Di dalamnya ada sejarah dan kisah tentang produk-produk Indonesia seperti rempah-rempah, kopi, teh, dan coklat,’’ ujar Eka.
Buku setebal 270 halaman itu adalah buku masak Indonesia yang pertama kali diterbitkan secara komprehensif di Perancis. ‘’Ya, buku ini bisa juga disebut aculture culinary book. Karena kontennya bukan hanya tentang cookbook tetapi juga culture book,’’ Eka menambahkan.
Sejak tahun 2022, banyak orang Perancis yang menunjukkan minat untuk mempelajari masakan Indonesia setelah mereka berkunjung ke LMDI. Kedekatan Eka dengan komunitas dan industri gastronomi di Perancis membuatnya sering diundang ke berbagai sekolah kuliner di negara tersebut. Buku ini juga dapat berfungsi sebagai panduan bagi sekolah-sekolah kuliner di Perancis yang tertarik dengan keanekaragaman kuliner Indonesia.
Inisiatifnya untuk membuat buku Indonesia at Home merupakan upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke publik internasional. Harapannya, buku ini dapat ikut mendukung program pemerintah Indonesia, ‘’Spice Up the World’’, serta memperkuat diplomasi gastronomi Indonesia di kancah global.
‘’Buku ini juga merupakan hadiah dari LMDI untuk memperingati 75 tahun hubungan bilateral Perancis dan Indonesia yang jatuh pada tahun ini,’’ pungkas Eka.
Beberapa tokoh dari Perancis dan Indonesia menuliskan kata pengantar untuk Indonesia at Home, seperti Stephane Layani, President Rungis International Market; Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI dan GIPI, juga CEO PT Hotel Sahid Jaya Internatioinal Tbk.; Antoine Audran, chef asal Perancis dengan reputasi pengalaman internasional yang jatuh cinta pada kuliner Indonesia hingga akhirnya memilih menetap di sini; dan Mark Wiens, seorang food/travel blogger Amerika Serikat yang berbasis di Bangkok, Thailand, yang kanal YouTube-nya diikuti oleh 11 juta orang.
LMDI pun mengabarkan bahwa buku Indonesia at Home dinominasikan pada Gourmand Awards ke-31 yang akan diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 27-30 November 2025. Ajang penghargaan ini diakui sebagai ‘’Piala Dunia Buku Masak’’, sebuah acara bergengsi yang mempertemukan para penulis, koki, penerbit, dan pecinta kuliner dari lebih dari 200 negara. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Perubahan tren perjalanan global memberikan peluang bagi Indonesia untuk meraih manfaat melalui berbagai strategi, seperti mendesain ulang paket wisata dan menyeimbangkan antara peluang dan tantangan. Dengan pendekatan ini, diharapkan investasi di sektor pariwisata dapat tetap menguntungkan dan berkelanjutan. Deputi Bidang Industri [more]
Tourism for Us – Pariwisata Indonesia berada dalam posisi yang sangat strategis, terutama dengan adanya tiga tren global yang berpotensi mengubah secara mendasar industri perjalanan. Ketiga tren ini menciptakan peluang besar bagi sektor pariwisata, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan [more]
Tourism for Us – Buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ bisa menjadi panduan praktis bagi pelaku pariwisata untuk mengembangkan wisata gastronomi di Jawa Barat.
Peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, dihadiri langsung Menpar Widiyanti Putri Wardhana dan Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan (kedua dari kanan), dan stakeholders lainnya. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
‘’Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku wisata tour operator, travel agent, serta masyarakat dalam merancang pola perjalanan wisata rasa yang otentik, berkarakter lokal, dan berdaya saing global. Dari gurihnya nasi tutug oncom, segarnya karedok, manisnya burayot, setiap hidangan menghadirkan narasi tunggal yang kaya dan bermakna,’’ ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, pada saat peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’, Minggu (19/10/2025), di Bandung, Jawa Barat.
‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ menyajikan kumpulan yang telah dikurasi dari sisi pengalaman wisata gastronomi. Buku ini menyajikan panduan yang memugkinkan wisatawan menikmati rasa otentik sekaligus berkelanjutan di Jawa Barat.
Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas gastronomi, akademisi, dan konsultan kreatif. Peluncuran buku ini sejalan dengan program pariwisata berkualitas atau pariwisata naik kelas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Gastronomi bagi Indonesia bukan sekedar kuliner, tetapi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak mulai dari petani, peternak, nelayan, pengrajin, chef, hingga masyarakat. Dari ladang hingga meja makan (from farm to table), gastronomi berperan penting dalam menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pariwisata berbasis komunitas. Pendekatan ini memperkuat rantai nilai pariwisata untuk menarik lebih besar banyak wisatawan berkualitas yang memberikan dampak ekonomi.
Lebih lanjut, Menpar mengatakan bahwa kuliner Indonesia juga semakin dikenal dan dikagumi masyarakat internasional dalam beberapa waktu terakhir. TasteAtlas dalam publikasinya menempatkan kuliner Indonesia di peringkat ke-7 dunia dan pertama di Asia Tenggara. Enam kota di Indonesia, termasuk Bandung, bahkan tercatat masuk dalam daftar 100 Best Food Cities.
‘’Sinergi antara kuliner dan pariwisata melahirkan pengalaman yang otentik, berkarakter, dan bernilai tambah tinggi. Inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan berkualitas. Mereka mencari pengalaman wisata yang mendalam untuk menikmati rasa, budaya, dan mempelajari kisah di balik setiap lini kuliner Indonesia,’’ jelasnya.
‘’Dengan demikian, pengembangan wisata gastronomi tidak hanya berfokus pada kuliner sebagai produk, tetapi juga sebagai cerita dan pengalaman otentik yang memperkuat karakter destinasi Indonesia,’’ kata Menpar Widiyanti.
Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha mengatakan bahwa dengan telah dirilisnya buku mengenai pariwisata gastronomi di Jawa Barat diharapkan lebih banyak lagi pelaku tour planner dan tour operator yang berani membuat rute-rute perjalanan berbasis gastronomi. Menurutnya, wisata gastronomi ini bisa disandingkan dengan wisata berbasis kereta api yang sedang dikembangkan di Jawa Barat.
‘’Beberapa rute kereta api melintasi kabupaten/kota yang memiliki tidak hanya daya tarik keindahan alam dan budaya, tetapi juga potensi wisata gastronomi,’’ kata Daniel.
Turut hadir dalam peluncuran buku ‘’Wisata Rasa di Bumi Pasundan’’ adalah Walikota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta perwakilan dari ASITA Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, GIPI Jawa Barat, dan tim Indonesia Gastronomy Netwok (IGN). ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Jaringan rel kereta api di Jawa Barat cukup luas, dengan sebagian besar jalur yang ada dibangun pada era kolonial Belanda. Sayangnya, banyak jalur tersebut terbengkalai dan tidak terpakai dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Dedi [more]