Author: admin

‘’DISCOVER THE NATURAL TREASURE’’ INDONESIA DI HOTEL BOROBUDUR JAKARTA

‘’DISCOVER THE NATURAL TREASURE’’ INDONESIA DI HOTEL BOROBUDUR JAKARTA

Tourism for Us – Kekayaan alam Indonesia merupakan harta karun yang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Untuk menjaga dan melestarikan kekayaan ini, Hotel Borobudur Jakarta meluncurkan program bertajuk ‘’Discover the Natural Treasure’’ yang berlangsung selama bulan September 2025. Dengan melibatkan tamu yang menginap secara aktif, [more]

KESADARAN TERHADAP ASURANSI PERJALANAN MENINGKAT DI INDONESIA

KESADARAN TERHADAP ASURANSI PERJALANAN MENINGKAT DI INDONESIA

Tourism for Us – Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap asuransi perjalanan terus mengalami peningkatan. Dengan semakin populernya olahraga dan aktivitas luar ruangan sebagai gaya hidup, permintaan akan asuransi perjalanan yang mencakup kegiatan tersebut juga semakin tinggi. Willy Sutrisno, Wakil Direktur Pemasaran BCA Insurance, menyatakan bahwa kesadaran [more]

SINERGI DISPAREKRAF DKI JAKARTA DAN IINTOA GELAR PROMOSI LANGSUNG DI MALAYSIA

SINERGI DISPAREKRAF DKI JAKARTA DAN IINTOA GELAR PROMOSI LANGSUNG DI MALAYSIA

Tourism for Us – Jakarta semakin menegaskan posisinya bukan lagi sekedar kota transit atau bisnis. Kota ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang kaya pengalaman. ‘’Ape yang lu mau, gue punya,’’ begitu kira-kira kata orang Betawi.

Jakarta Sales Mission Malaysia 2025 yang berlangsung di tiga kota di Malaysia pada 19-21Agustus 2025 merupakan inisiasi kolaboratif antara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta dengan DPD IINTOA Jakarta. (Foto: Ist.)

Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan bahwa betapa pentingnya kegiatan Jakarta Sales Mission Malaysia 2025. Menurutnya, ibu kota negara saat ini harus terus memperkenalkan diri pada dunia melalui berbagai kanal sesuai bidang. Salah satunya adalah melalui penjualan langsung yang bekerja sama dengan DPD Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) Jakarta.

‘’Jakarta kini bukan lagi sekedar kota transit atau bisnis. Kota ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang kaya pengalaman. From heritage to high-rise, from street food to fine dining. Jakarta has it all,’’ kata Andhika.

Jakarta Sales Mission Malaysia 2025 yang berlangsung di tiga kota di Malaysia merupakan inisiasi kolaboratif antara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta dengan DPD IINTOA Jakarta. Misi penjualan ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor. Mengusung tema ‘Enjoy More the Unexpected of Jakarta’, delegasi misi penjualan langsung ini membawa 20 sellers terdiri dari 10 hotel, 8 operator tur dan agen perjalanan, dan 2 atraksi wisata/destinasi.

Sales Mission diawali di Johor Bahru pada 19 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 30 agen perjalanan dari Malaysia dan empat agen perjalanan dari Singapura. Hari kedua misi digelar di Melaka pada 20 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 30 agen perjalanan dari Melaka dan Negeri Sembilan. Dan hari terakhir misi penjualan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 21 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 25 agen perjalanan.

‘’Mengacu pada penyelenggaraan Sales Mission IINTOA beberapa waktu lalu di Vietnam dan Thailand, greget IINTOA lebih terasa, baik sellers maupun buyers merasa terpuaskan dengan kualitas masing-masing seller yang datang maupun dari pemilihan buyers yang juga bukan kaleng-kaleng yang dibawa oleh IINTOA Jakarta,’’ ujar Jongki Adiyasa, Ketua DPD IINTOA Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Buyers yang dihadirkan pada Jakarta Sales Mission Malaysia 2025 telah melalui proses kurasi dan verifikasi sebelumnya. Selama tiga hari misi penjualan berlangsung terungkap bahwa wisatawan Malaysia ingin mencari sesuatu yang baru.

‘’Kepulauan seribu akan tren ke depan. Begitu pun dengan paket-paket perjalanan Jakarta-Bandung dengan menggunakan kereta cepat Whoosh akan semakin banyak,’’ tuturnya.  

Menurut Jongki, pemerintah hendaknya lebih melihat efek domino dari Sales Mission ini dan memperhatikan peningkatan dukungan terhadap pelaksanaan dalam hal akomodasi, transportasi, komunikasi, dan diplomasi dengan para pemangku kepentingan di masing-masing negara.

Kolaborasi dan kerja sama antara Disparekraf DKI Jakarta dengan IINTOA membuktikan bahwa promosi langsung tetap bisa dilakukan walaupun di tengah perekonomian nasional yang masih lesu imbas dari pengetatan anggaran pemerintah. Penetrasi pasar tidak bisa ditunda-tunda untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, khususnya dari Negeri Jiran Malaysia. ***(Yun Damayanti)  

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

FTTI: TABLE TOP PERTAMA UNTUK PEMASARAN PRODUK PARIWISATA WELLNESS, BAHARI, DAN GASTRONOMI

Tourism for Us – Setiap sub sektor dalam industri pariwisata di Indonesia telah mengembangkan produk-produk uniknya sendiri. Namun, produk-produk ini belum sepenuhnya terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi dalam penyusunan paket perjalanan agar potensi masing-masing sub [more]

KEMENPAR SOFT LAUNCHING KAMPANYE GLOBAL TERBARU PARIWISATA INDONESIA DAN PERKENALKAN WELLNESS TOURISM DI NATAS HOLIDAYS 2025 SINGAPURA

KEMENPAR SOFT LAUNCHING KAMPANYE GLOBAL TERBARU PARIWISATA INDONESIA DAN PERKENALKAN WELLNESS TOURISM DI NATAS HOLIDAYS 2025 SINGAPURA

Tourism for Us – Partisipasi Indonesia di NATAS Holidays 2025 pada 15–17 Agustus 2025 di Singapore Expo, Singapura, tidak hanya mempromosikan destinasi dan produk-produk wisata terbaru, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas soft launching kampanye global #GoBeyondOrdinary. Kampanye global terbaru pariwisata Indonesia ini mengajak [more]

SEKTOR PARIWISATA BERKONTRIBUSI BESAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, INI YANG AKAN DILAKUKAN KEMENPAR

SEKTOR PARIWISATA BERKONTRIBUSI BESAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, INI YANG AKAN DILAKUKAN KEMENPAR

Tourism for Us – Sektor pariwisata tumbuh sebesar 11,31% pada Kuartal II tahun 2025, dan  berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12% (Year on Year) dalam Kuartal II tahun 2025. Pertumbuhan di sektor ini menjadi yang tertinggi karena didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Wisman pertama tiba di Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan, disambut oleh Wamenpar Ni Luh Puspa, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan lain-lain, Rabu (1/1/2025). (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Kunjungan wisman pada Kuartal II/2025 tercatat sebanyak 3,89 juta wisatawan, meningkat 13,96% dibandingkan Kuartal II/2024. Sementara perjalanan wisnus pada Kuartal II/2025 mencapai 331,37 juta perjalanan, atau meningkat 22,32% dibandingkan Kuartal II/2024. Sepanjang semester pertama tahun 2025, wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 7,05 juta dan 613,78 juta perjalanan wisnus.

Sektor jasa perusahaan tumbuh sebesar 9,31% dan menjadi sektor kedua dengan pertumbuhan tertinggi. Peningkatan aktivitas jasa agen atau biro perjalanan wisata turut mendukung capaian pertumbuhan ini.

Selanjutnya, sektor transportasi dan perdagangan tumbuh sebesar 8,52% dan

menjadi sektor ketiga dengan pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan di sektor ini didukung dengan berbagai kebijakan stimulus ekonomi, seperti diskon tiket pesawat, kereta api, dan sebagainya.

Sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 8,04% menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi keempat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam “Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025”, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Selasa (5/8/2025), menjelaskan bahwa sektor pariwisata berkontribusi sangat besar pada pertumbuhan ekonomi Kuartal II tahun 2025 karena empat sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB berasal dan terkait dengan sektor pariwisata.  

Menteri Pariwisata Widiyanti juga mengungkapkan upaya selanjutnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyiapkan pilihan paket wisata yang menarik berupa diskon hotel dan restoran selama bulan kemerdekaan.

“Sehingga wisatawan bisa memanfaatkan momen libur nasional pada 18 Agustus 2025 dengan berwisata di dalam negeri. Hotel-hotel pun sudah mulai mempublikasikan promo mereka, termasuk promo diskon hingga 80% menyambut HUT ke-80 RI,” ujar Menteri Pariwisata.

Kemenpar juga mengajak masyarakat untuk menonton 58 Festival Karisma Event Nusantara (KEN) yang masih akan dilaksanakan hingga akhir tahun, termasuk Festival Pacu Jalur yang akan digelar pada 20 sampai 24 Agustus 2025.

Mulai Oktober 2025, Kemenpar akan memulai kampanye libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026, serta akan berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk menghadirkan promo dan paket wisata yang menarik bagi wisnus.

“Upaya ini juga dikombinasikan dengan stimulus ekonomi untuk supply, yakni  melalui kebijakan diskon transportasi dan stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat sebagaimana dikomunikasikan oleh Menteri Perhubungan,” kata Menteri Pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa salah satu faktor pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua ini adalah adanya peningkatan mobilitas masyarakat, sehingga mendorong konsumsi dan sektor pariwisata, terutama pada wisatawan mancanegara yang mencapai 140.000 orang, dan wisatawan nusantara yang mencapai 100.000 orang.

“Jadi ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah ini mendorong tumbuhnya wisatawan nusantara secara year on year itu 23,32%. Kemudian, ini juga mendorong sisi transportasi dengan berbagai program yang dibuat pemerintah, termasuk terkait dengan diskon-diskon pesawat, maupun diskon tol,” kata Menko Airlangga. ***(Yun Damayanti)  

KEMENPAR, DAN, PADI GELAR PELATIHAN KESELAMATAN WISATA SELAM DI RAJA AMPAT

KEMENPAR, DAN, PADI GELAR PELATIHAN KESELAMATAN WISATA SELAM DI RAJA AMPAT

Tourism for Us – Raja Ampat, Papua Barat Daya, adalah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) di mana aktivitas wisata selam menjadi salah satu daya tarik utamanya. Pelatihan “Diving Safety 1000 Initiatives” yang diselenggarakan di awal bulan Agustus 2025 merupakan bagian dari langkah menuju [more]

RENCANA PERJALANAN PRAKTIS UNTUK LIBURAN SINGKAT DI BATAM

RENCANA PERJALANAN PRAKTIS UNTUK LIBURAN SINGKAT DI BATAM

Tourism for Us – Geliat pariwisata di perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan. Pulau Batam, yang telah dikenal sebagai destinasi liburan akhir pekan, juga mengalami lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Singapura dan Malaysia, selama musim liburan sekolah [more]

PERAN MISI PENJUALAN: LEBIH DARI SEKADAR TARGET DAN PROMOSI

PERAN MISI PENJUALAN: LEBIH DARI SEKADAR TARGET DAN PROMOSI

Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia menghadapi kesulitan ketika pemerintah menerapkan efisiensi anggaran dan mendorong pelaku industri untuk mencari alternatif lain. Dengan ketangguhan yang sudah teruji dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan, DPD ASITA Jawa Barat mulai memfungsikan misi penjualan di Penang, Ipoh, dan Kuala Lumpur, Malaysia yang dilaksanakan pada akhir Juli lalu sebagai sarana untuk memperkenalkan strategi pemasaran pasar inbound, khususnya bagi pelaku industri pariwisata di Jawa Barat. Kegiatan misi penjualan tidak hanya berfokus pada promosi langsung dan pencapaian target penjualan paket wisata, tetapi juga bertujuan untuk menginspirasi para pelaku industri pariwisata, terutama di Bandung, yang selama ini lebih mengutamakan pasar domestik dan pemerintahan. Dengan tanggapan positif dari para pembeli di ketiga kota tersebut, diharapkan mereka mulai menjajaki peluang di pasar inbound, dimulai dari kawasan ASEAN.

Misi Penjualan kali ini dimulai dari Penang yang berlangsung pada 29 Juli 2025 di  Hotel Cititel Penang. Di sini mempertemukan 28 sellers dari Indonesia dengan 60 operator tur/agen perjalanan (TO/TA) dari Kota Penang. Kemudian, misi berlanjut pada 30 Juli 2025 di Hotel Weil Ipoh, Perak yang mempertemukan 28 sellers dengan 24 buyers. Misi penjualan terakhir pada 31 Juli 2025 di Hotel Berjaya Time Square Kuala Lumpur yang mempertemukan 26 sellers dengan 40 buyers.

Peserta sellers TO/TA berasal dari Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Pada misi penjualan di Penang, Ipoh, dan Kuala Lumpur, jumlah peserta TO/TA dari Bandung mengalami peningkatan.
(Foto: DPD ASITA Jawa Barat)

Peserta sellers TO/TA berasal dari Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Pada misi penjualan kali ini, jumlah peserta TO/TA dari Bandung mengalami peningkatan, dengan tujuh peserta yang berpartisipasi. Di antara mereka, lima perusahaan, yaitu Megatama, Nuansa Holidays, Universal Holiday, Marvelouse, dan Exodus Tour, baru pertama kali memasarkan produk mereka ke luar negeri. Sementara itu, dua peserta lainnya, Exotic Java Trails dan Bhara Tours, merupakan operator tur asal Bandung yang memiliki pengalaman puluhan tahun mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Peserta sellers lainnya terdiri dari pelaku industri perhotelan dan restoran. Seperti halnya peserta TO/TA yang baru pertama kali menjual produk di luar negeri, beberapa peserta dari sektor hotel dan restoran juga mengikuti misi penjualan ke luar negeri untuk pertama kalinya. Pada umumnya, mereka yang sebelumnya lebih fokus pada pasar domestik dan sektor pemerintahan.

Sellers melaporkan bahwa tanggapan dari pembeli di tiga kota di Malaysia sangat positif. Terutama, pembeli dari Penang dan Ipoh menunjukkan antusiasme yang tinggi, mengingat banyak di antara mereka yang belum mengenal destinasi Bandung.

Herman Rukmanadi dari Bhara Tours mengungkapkan bahwa buyers yang paling antusias dari Penang dan Ipoh karena banyak dari mereka yang belum mengetahui destinasi Bandung. Mereka bertambah senang karena destinasi ini dapat diakses melalui Jakarta.

‘’Pola perjalanannya tidak ada yang berubah,’’ ujar Herman.

Wisatawan dari Penang dan Ipoh sama seperti wisatawan Malaysia pada umumnya. Durasi perjalanan mereka di Bandung selama 4 hari 3 malam atau 5 hari 4 malam. Untuk paket perjalanan 4 hari 3 malam, mereka akan langsung ke Bandung setelah tiba di Jakarta. Sementara untuk paket perjalanan 5 hari 4 malam, mereka akan menginap semalam lagi di Jakarta.

‘’Selama itu mereka hanya berwisata di Bandung saja. Daya tariknya juga tetap sama, yakni ke Pasar Baru, kuliner, dan belanja,’’ kata Herman.  

Edwin I. Himna dari Trend Tours & Travel, operator tur inbound yang berbasis di Yogyakarta, mengungkapkan hal serupa. Tanggapan buyers dari tiga kota tujuan misi penjualan kali ini cukup bagus. Mereka juga sudah mengetahui destinasi Yogyakarta.

Hanya saja, harga tiket pesawat ke Yogyakarta dan kurangnya promosi destinasi menjadi tantangan untuk bersaing dengan Jakarta, Bangkok, dan Vietnam.

Sampai saat ini, hanya AirAsia yang melayani penerbangan langsung Kuala Lumpur-Yogyakarta sebanyak dua kali sehari setiap hari dengan harga tiket pergi dan pulang (PP) lebih dari RM 1000. Sementara, harga tiket PP Kuala Lumpur-Jakarta bisa kurang dari RM 1000, dan harga tiket PP ke Vietnam dari ibukota Malaysia itu hanya di kisaran RM 700-800. 

‘’Wisatawan dari Penang dan Ipoh harus ke Kuala Lumpur dahulu. Misalnya, orang Kuala Lumpur, Ipoh, dan Penang dihadapkan pada pilihan ke Jogja atau destinasi lain seperti Jakarta, atau Vietnam, atau Bangkok, Jogja pasti kalah. Mereka rata-rata mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat dari Kuala Lumpur ke Jogja. Jadi, kami sudah dikalahkan duluan oleh harga tiket,’’ tutur Edwin.

Sementara terkait destinasi, Edwin mengungkapkan bahwa daya tarik wisata baru, terutama yang buatan, banyak bermunculan di Yogyakarta. Tetapi karena kurang promosi, pada akhirnya Yogyakarta tertinggal dari Vietnam dan Bangkok.

‘’Wisatawan dari Malaysia ke Yogyakarta tidak hanya untuk melihat candi. Bagaimanapun, kami di Yogyakarta tetap optimis, dalam beberapa bulan ke depan sebelum tutup tahun, kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari Malaysia masih akan meningkat,’’ tambahnya.

Wisnu Arimbawa dari GD Tour, operator tur asal Bali, optimis bisa menggarap potensi pasar dari Penang.

‘’Penang sangat prospektif terutama untuk luxury market. Karena banyak ekspatriat tinggal di sana dan termasuk kota yang sejahtera di Malaysia. Selain itu, pasar ini juga mempunyai ability to travel yang bagus. Mereka berangkat dari Penang bukan untuk ke Bali saja, tapi juga ke Labuan Bajo, Sumba, bahkan sampai ke Raja Ampat dan Timor Leste,’’ kata Wisnu.  

Sementara Ipoh yang merupakan kota kecil, potensi pasarnya belum sebesar Penang. Sebagian besar tamu dari kota ini adalah etnis Cina dan sering memesan pemandu berbahasa Mandarin. Mereka hanya berkunjung ke Bali.

Dia juga megungkapkan bahwa saat ini penerbangan langsung dari Malaysia ke Bali hanya dari Kuala Lumpur sebanyak 13 kali sehari setiap hari yang dilayani oleh beberapa maskapai internasional dan nasional. Penerbangan langsung lainnya dari Kota Kinabalu telah berhenti beroperasi sejak bulan Juni 2025. Durasi paket wisata ke Bali yang diminati oleh wisatawan Malaysia pada umumnya pun belum berubah, yakni 4 hari 3 malam. 

(Foto: DPD ASITA Jawa Barat)

Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha mengatakan bahwa kegiatan misi penjualan di tiga kota di Malaysia ini sekaligus menjadi ajang benchmarking showcase pariwisata Malaysia yang dapat ditiru oleh pemangku kepentingan pariwisata Jawa Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Masing-masing kota memiliki kekuatan tersendiri: Penang dikenal sebagai pusat health tourism; Ipoh sebagai kota wisata kuliner; dan Kuala Lumpur sebagai pusat jaringan bisnis dan agen perjalanan internasional. Selain itu, ketiga kota tersebut juga memiliki aksesibilitas yang baik yang dapat memudahkan wisatawan menuju Indonesia, khususnya ke destinasi Jawa Barat.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (31/7/2025), menjelaskan bahwa business matching (misi penjualan) ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha pariwisata Indonesia dengan travel agent, tour operator, dan mitra industri setempat.

“Pemilihan tiga kota ini bukan tanpa alasan. Kuala Lumpur merupakan pusat industri perjalanan dan wisata outbound terbesar di Malaysia, sementara Penang dan Ipoh memiliki potensi pertumbuhan pasar yang sangat menjanjikan. Ketiganya mewakili wilayah utama di Malaysia Barat yang dapat membuka peluang kerja sama promosi pariwisata yang lebih luas,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

“Hal tersebut penting karena menjadi salah satu syarat untuk mengikuti pameran pariwisata di Malaysia, yaitu memiliki mitra lokal yang terdaftar sebagai anggota Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA),” kata Ni Made Ayu Marthini.

Misi penjualan di tiga kota di Malaysia ini diinisiasi dan diorganisasikan oleh DPD ASITA Jawa Barat dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung. Sebelumnya, ASITA Jawa Barat telah menggelar misi yang sama di Kota Kinabalu, dan akan menggelar misi penjualan lagi di kota-kota lainnya.

Inisiatif baru: Mengintegrasikan pelatihan Inbound Tour Planner dan kegiatan promosi pariwisata di luar negeri

DPD ASITA Jawa Barat sudah menyelenggarakan dua kali pelatihan Inbound Tour Planner yang masing-masing diikuti oleh 40 dan 30 peserta. Kemudian, yang sudah mendapatkan Sertifikasi BNSP Tour Operations sebanyak 42orang.

‘’Alumni dari pelatihan Inbound Tour Planner ini akan diajak mengikuti Sales Mission di tiga kota lainnya di Malaysia yang rencananya digelar pada bulan September mendatang. Lalu, mereka itu nanti juga akan dihadirkan kembali di MATTA Fair,’’ terang Daniel.  

Dia berharap, dengan stimulus semacam ini dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Jawa Barat dan menumbuhkan sumber ekonomi baru dari sektor pariwisata. Tentu saja program ini harus dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Pariwisata.

DPD ASITA Jawa Barat menyampaikan bahwa pada misi penjualan di Penang, Ipoh, dan Kuala Lumpur yang baru saja berlangsung tidak memberangkatkan agen perjalanan baru melainkan menciptakan pasar baru. Kelima operator tur/agen perjalanan dari Bandung yang mengikuti misi penjualan tersebut memang ‘wajah baru’ yang baru pertama kali tertarik untuk berekspansi ke pasar luar negeri.  

‘’Kita ciptakan dengan melatih tour planner-nya supaya mau fokus menangani inbound, selain captive market-nya yang sudah eksis di segmen Outbound, Domestic, dan Goverment group,’’ kata Daniel.

‘’Hotel juga begitu. Mereka yang biasanya goverment dan domestic market oriented, kita berikan masukan untuk menggarap pasar inbound ASEAN. Akhirnya, mereka mengikuti misi penjualan yang kami adakan. Karena biaya pemasaran relatif sama dan jaraknya dekat. Inbound adalah market baru alternatif bagi mereka,’’ pungkasnya.

Sekali lagi, industri ini telah menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan yang ada. ***(Yun Damayanti)

MOMEN ABADI DI HOUSE OF TUGU, OLD TOWN JAKARTA YANG MENAKJUBKAN

MOMEN ABADI DI HOUSE OF TUGU, OLD TOWN JAKARTA YANG MENAKJUBKAN

Tourism for Us – Setelah bertahun-tahun penuh dedikasi dan kurasi yang cermat, House of Tugu, Old Town Jakarta kini telah membuka pintunya, mengundang para tamu ke dunia di mana sejarah, budaya, dan seni berpadu sempurna untuk menceritakan kisah-kisah Batavia kuno yang terlupakan. Properti luar biasa [more]