Tag: bali and beyond travel fair

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

SAAT RASA MENJADI CERITA DESTINASI DI BBTF 2026

Tourism for Us – Alokasi anggaran wisatawan untuk menikmati pengalaman kuliner lokal semakin menunjukkan tren positif. Selain itu, beberapa makanan khas Indonesia telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Dengan kekayaan ribuan kuliner yang dimiliki Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair mengangkat tema gastronomi sebagai bagian [more]

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

BBTF 2026 PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA BERKUALITAS DAN MITRA STRATEGIS GLOBAL

Tourism for Us – The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 baru saja berlangsung. Selama tiga hari mulai 28 hingga 30 Mei 2026, lebih dari 407 buyer dari 44 negara bertemu dengan 286 seller dari 4 negara yang mewakili Indonesia, Malaysia, Cina, dan [more]

BBTF 2025 SEMAKIN KUKUHKAN POSISINYA SEBAGAI GERBANG PROMOSI PARIWISATA INDONESIA KE KANCAH GLOBAL

BBTF 2025 SEMAKIN KUKUHKAN POSISINYA SEBAGAI GERBANG PROMOSI PARIWISATA INDONESIA KE KANCAH GLOBAL

Tourism for Us – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) semakin memperkuat posisinya sebagai platform business-to-business (B-to-B) terkemuka dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat global. Pada BBTF 2025, Jembrana, Buleleng, dan Banyuwangi menjadi sorotan guna mendistribusikan kunjungan wisatawan secara lebih merata.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Penyelenggaraan BBTF memasuki edisi ke-11. Pameran pariwisata yang diinisiasi oleh DPD ASITA Bali digelar pada 11-13 Juni 2025 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua. Tema tahun ini adalah “Indonesia Preserving Green Nature and Cultural Heritage for The World”. Hal ini mencerminkan komitmen mendalam untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai destinasi global dengan identitas yang kuat dan daya tarik berkelanjutan.

BBTF 2025 mempertemukan 529 buyers dari 45 negara dengan 499 sellers yang berasal dari Indonesia, Spanyol, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Namibia, dan Thailand. Penjual dari Indonesia berasal dari 11 provinsi, yakni Bali, Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan.

Adapun nilai transaksi potensial yang ditargetkan pada BBTF 2025 sebesar Rp7,84 triliun atau naik 3 persen daripada tahun lalu.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa BBTF 2025 sebagai platform bussiness-to- business menjadi gerbang dalam mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah global sekaligus menghubungkan Bali dengan destinasi-destinasi pariwisata lainnya di tanah air.

“BBTF adalah gerbang untuk menginspirasi pola perjalanan baru, menghubungkan Bali dengan destinasi di seluruh Indonesia, sekaligus mengundang wisatawan mancanegara (wisman) untuk menemukan keajaiban alam dan budaya Indonesia yang beragam,” ujar Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat membuka BBTF 2025 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Rabu (11/6/2025).

“Oleh karena itu, kami mendorong mitra Indonesia agar bangga memperkenalkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Kawasan Pariwisata Regeneratif di Indonesia. Dan untuk buyers diharapkan dapat menjelajahi serta turut mempromosikan kekayaan alam dan budaya Indonesia dengan cara yang menginspirasi,” kata Menpar.

Pariwisata Indonesia tercatat tumbuh semakin positif. Pada 2024, kinerjanya meningkat 19 persen, dan pada empat bulan pertama 2025 pertumbuhannya mencapai 9,15 persen year on year.

Menpar Widiyanti optimistis, Indonesia dapat menyambut 16 juta wisatawan mancanegara dan 1 miliar perjalanan wisatawan Nusantara pada 2025. Hal ini, salah satunya, diperkuat dengan kehadiran BBTF 2025.

“Saya sangat berharap, BBTF 2025 dapat menjadi platform yang efektif untuk membangun kerja sama dan kemitraan yang berkelanjutan antara berbagai pihak dalam industri pariwisata dan MICE,” tutur Menpar.

Dalam kesempatan itu, Menpar Widiyanti menyoroti program pariwisata ‘Bali and Beyond’ yang telah diluncurkan pada bulan September 2024. Program ini sebagai upaya mempromosikan perjalanan ke wilayah Bali Raya, yakni Jembrana, Buleleng, dan Banyuwangi untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pariwisata. Dengan demikian, kunjungan ke daya tarik di Bali Utara, Bali Barat, dan Jawa Timur semakin meningkat dan pergerakan wisatawan lebih merata.

Menpar Widiyanti juga mengajak para pengunjung untuk mampir ke Paviliun Wonderful Indonesia yang hadir berkat kolaborasi dengan Bank Indonesia. Di dalamnya, para pengunjung bisa menyaksikan pameran yang menginspirasi dari sejumlah destinasi wisata di Indonesia seperti Pentingsari, Wae Lolos, dan Kelawi.

Ketua Komite Penyelenggara BBTF 2025, yang sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra mengungkapkan bahwa pameran yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan tiga keunggulan yang membedakannya dengan pameran pariwisata lainnya.

Pertama, adanya program post tour yang berupaya menorehkan kesan mendalam bagi para peserta. Kedua, pembeli yang berpartisipasi dalam BBTF telah dikurasi oleh manajemen profesional secara hati-hati berdasarkan reputasi dan rekam jejak yang dimiliki, serta berkomitmen untuk menjalin kemitraan berkelanjutan.

“Ketiga, BBTF bukan hanya acara internasional tetapi menjadi platform untuk mempromosikan kekuatan destinasi di seluruh Kepulauan Indonesia,” kata Winastra.

Hadir mendampingi Menteri Pariwisata, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini. ***(Yun Damayanti) 

BBTF 2024 MANTAPKAN POSISI SEBAGAI PASAR PARIWISATA TERDEPAN PENARIK BUYERS INTERNASIONAL KE INDONESIA

BBTF 2024 MANTAPKAN POSISI SEBAGAI PASAR PARIWISATA TERDEPAN PENARIK BUYERS INTERNASIONAL KE INDONESIA

Tourism for Us – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) pada edisi kesepuluh tahun ini semakin memantapkan posisinya sebagai pasar pariwisata terdepan penarik pelaku industri pariwisata (buyers) internasional untuk datang ke Indonesia. BBTF telah berlangsung pada 12-14 Juni 2024 di Bali Internasional Convention Center (BICC), [more]

BBTF 2023: MEMPROMOSIKAN PARIWISATA BALI SECARA BERKELANJUTAN DAN BERTANGGUNG JAWAB

BBTF 2023: MEMPROMOSIKAN PARIWISATA BALI SECARA BERKELANJUTAN DAN BERTANGGUNG JAWAB

Tourism for Us – Buyers mancanegara yang hadir di Bali and Beyond Travel Fair 2023 (BBTF) tampaknya setuju, pariwisata Bali mesti dipromosikan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selama empat hari berada di Pulau Dewata dalam rangka mengikuti salah satu pasar pariwisata internasional paling ditunggu di [more]

TRAVEL TRADE ANTUSIAS IKUTI BALI AND BEYOND TRAVEL FAIR 2022

TRAVEL TRADE ANTUSIAS IKUTI BALI AND BEYOND TRAVEL FAIR 2022

Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata (travel trade) domestik dan mancanegara antusias mengikuti Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 yang berlangsung pada 14-17 Juni 2022. Penyelenggaraan BBTF tahun ini memasuki tahun ke-8 dan secara resmi dibuka pada Kamis, 16 Juni 2022, di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua. Selain pertemuan sellers dan buyers (travex) selama dua hari pada 16-17 Juni 2022, sehari sebelumnya digelar talk show. Setelah itu, peserta buyers dari dalam dan luar negeri diberi beberapa pilihan post tour yang akan memperlihatkan sisi-sisi Pulau Dewata yang belum pernah terungkap.

Bali and Beyond Travel Fair 2022 resmi dibuka, Kamis, 16 Juni 2022, di Bali International Convention Center Nusa Dua. [Foto; BBTF]

BBTF 2022 dihadiri oleh 273 buyers dari 31 negara. Buyers dari 25 negara datang langsung ke Bali dan mengikuti event secara offline. Sementara, ada 18 buyers dari negara-negara lain mengikuti travex secara online. Salah satu pasar pariwisata internasional terkemuka di Indonesia ini juga menjadi ajang bagi 181 sellers dari 13 provinsi mempromosikan kembali destinasi beserta produk-produknya. Selain itu, sejumlah media lokal dan nasional pun ikut menghadirinya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir di pembukaan BBTF 2022 secara virtual menyampaikan, pemerintah akan terus mendiversifikasi pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata yang sekarang tidak hanya bergantung pada jumlah kedatangan tetapi juga pada kualitas pariwisata.

‘’Kami melihat kontribusi travel agent, tour operator dalam membawa bisnis industri pariwisata serta perannya dalam mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya,’’ ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  

I Putu Winastra, Ketua BBTF 2022, juga Ketua DPD ASITA Bali, dalam sambutannya mengatakan, “Tema BBTF 2022 Balancing in Harmony bertujuan untuk menghidupkan kembali pariwisata pasca pandemi melalui sebuah konsep yang akan menginspirasi bagi para pemangku kepentingan untuk aktif melakukan promosi tentang kesehatan dan keseimbangan spiritual, produk dan kualitas wisata yang berkelanjutan. Travellers mencari kenyamanan lewat persahabatan, storytelling dan budaya. Seperti art, ada hati dan rasa. Inilah yang membuat hubungan network and trust tidak mudah tergantikan bahkan oleh teknologi sekalipun.”

“Keterlibatan seluruh pihak, pemangku kepentingan pariwisata di Bali, berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk berkomunikasi, mempunyai satu misi dengan perwakilan Kementerian Luar Negeri untuk promosi events sangat strategis. Sekarang penting bagi kita memiliki narasi-narasi baru untuk experiential tourism berbasis events dan mengikuti tren global,” tambah Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  

Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri yang hadir dalam jumpa pers pembukaan BBTF 2022, Widya Sadnovic, Sekretaris Bidang Pariwisata TPPE/Direktur European Affairs I, mengatakan, ada 193 perwakilan Indonesia di luar negeri. Mereka bisa menjadi mata rantai promosi. Travel Tourism Index sebagai barometer global mencatat, Indonesia naik peringkat dari 44 sekarang menjadi 32. Artinya, jika koordinasi berjalan maksimal, Indonesia dapat menerima tamu maupun pejalan terutama pejalan bisnis dan MICE dalam waktu singkat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM Provinsi Bali Anggiat Napitupulu menjabarkan, sarana dan ketentuan sekaligus tantangan dalam penerimaan arus wisata serta permintaan tinggi jalur penerbangan sejak dibukanya pintu internasional. Visa on arrival untuk 72 negara dibarengi bebas visa bagi sembilan negara anggota ASEAN saat ini adalah bagian dari komitmen untuk turut andil dalam pemulihan ekonomi melalui pariwisata.

Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board (BTB), menegaskan, “Solusi dan bantuan dari kementerian untuk pemulihan harus diperhatikan sehingga percepatan bisa terlaksana. Tantangan kesiapan akomodasi dan kualitas produk setelah dua tahun lebih tidak beroperasi serta event-event pendorong pun tak lepas dari pengamatan.”

Sellers, buyers dan media antusias mengikuti BBTF 2022. (Foto: Mimi Hudoyo)

“Kunjungan wisatawan asing rata-rata mencapai 5.800 per hari setelah pintu internasional dibuka dan 10.000 wisatawan domestik per hari. Event MICE bisa mengangkat angka kedatangan secara signifikan,” tutur Ricky Wirjan, Head of Strategic Marketing & Customer Experience PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Aviata inJourney).

Untuk pertama kalinya Aviata inJourney hadir di BBTF. inJourney sendiri terdiri dari beberapa BUMN yang bergerak di industri transportasi udara, perjalanan (hospitality), pengembang infrastruktur pariwisata, pengelola daya tarik wisata dan ritel. P.T. Angkasa Pura I dan II, P.T. Hotel Indonesia Natour (INA), P.T. Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), P.T. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), dan P.T. Sarinah yang tergabung dalam inisiatif baru perusahaan holding pariwisata yang terintegrasi melirik event internasional untuk dibawa ke Bali.

Elizabeth Agboola, CEO NTT (Nigerian Travel Two) Global Destinations, mewakili buyers internasional yang hadir di BBTF 2022, mengungkapkan, kehadiran delegasi buyers dari Nigeria untuk pertama kalinya di ajang ini karena telah meneropong potensi luxury market dan yakin Bali memiliki value for money untuk ceruk pasar ini.  

Acara Konferensi Pers pembukaan BBTF 2022 ditutup oleh Oriol Montal, General Manager Westin Nusa Dua dan Multi-Property Vice President, Bali Properties, yang menyatakan optimismenya bahwa dengan kerja sama semua pihak dan stakeholders pariwisata di Bali dan Indonesia akan dapat bangkit kembali.*** (Yun Damayanti)            

PASAR PARIWISATA DI BALI, JAKARTA DAN JOGJA MULAI BERGELIAT

PASAR PARIWISATA DI BALI, JAKARTA DAN JOGJA MULAI BERGELIAT

Tourism for Us – Pasar pariwisata dan pertemuan bisnis pelaku industri pariwisata di Indonesia bergeliat kembali setelah hiatus selama 18 bulan akibat pandemi COVID-19. Pasar pariwisata dan pertemuan bisnis mulai diselenggarakan secara offline dan online. BBTF 2021 Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2021 merupakan [more]