Tag: desa wisata

KAMPUNG LAWAS MASPATI, PERMATA TERSEMBUNYI DI PUSAT KOTA SURABAYA

KAMPUNG LAWAS MASPATI, PERMATA TERSEMBUNYI DI PUSAT KOTA SURABAYA

Tourism for Us – Kekuatan pariwisata di Kota Surabaya terletak pada gang-gang kecilnya. Di kawasan pemukiman tua, gang-gang ini menyimpan banyak cerita sejarah dan menunjukkan bagaimana warga lokal beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kini, kisah-kisah yang berasal dari dalam gang tersebut telah dikonversi menjadi daya tarik [more]

KOLABORASI KEMENPAR DAN KEMENKOP PERKUAT PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

KOLABORASI KEMENPAR DAN KEMENKOP PERKUAT PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui Kelompok Sadar Desa Wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola dan ditingkatkan statusnya menjadi pengelola Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata [more]

KINERJA SEKTOR PARIWISATA INDONESIA CERAH DI AWAL TAHUN 2025

KINERJA SEKTOR PARIWISATA INDONESIA CERAH DI AWAL TAHUN 2025

Tourism for Us – Kinerja sektor pariwisata di awal tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan Januari 2025 mencapai satu juta orang, meningkat  sebesar 32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 sebanyak 760 ribu wisatawan. Namun, perlu dicatat bahwa data ini belum mencakup jumlah kunjungan wisman di daerah perbatasan serta pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus).

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan kegembiraannya atas kinerja itu. “Berdasarkan kinerja Januari 2025, kami pun optimistis bahwa target wisatawan mancanegara dapat tercapai apabila momentum positif ini terus berlanjut,” ujarnya.

Dalam acara “Jumpa Pers Bulanan” yang bertema “Mudik Tenang, Wisata Menyenangkan” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (19/3/2025), Menpar  Widiyanti Putri menerangkan lebih lanjut bahwa pada awal 2025 sebanyak lima program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah dijalankan, yang mencakup program Gerakan Wisata Bersih hingga Desa Wisata.

Kemenpar telah melaksanakan Gerakan Wisata Bersih yang kedua pada 15-16 Februari 2025 di Kota Tua, Jakarta. Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua berhasil membersihkan dan mengumpulkan 3,2 ton sampah dengan melibatkan 1.308 peserta.

Program kedua adalah Tourism 5.0. Implementasi dari program ini adalah peluncuran situs resmi Indonesia.travel dengan tampilan baru pada 20 Februari 2025. Tampilan situs resmi pariwisata Indonesia ini didesain ulang guna meningkatkan pengalaman pengguna agar lebih imersif, informatif, dan mudah diakses.

“Wisdom in the Old Town: A Lunar Celebration” di House of Tugu, Kota Tua, Jakarta pada 17 Februari 2025 merupakan salah satu implementasi dari program Pariwisata Naik Kelas. Penyelenggaraan event ini berkolaborasi dengan 12 mitra strategis, termasuk Artha Graha Group.

“Melalui acara ini, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk merevitalisasi Kota Tua sebagai salah satu destinasi unggulan yang kaya akan warisan budaya berkelas dunia. Masih banyak potensi yang dapat dioptimalkan di kawasan Kota Tua untuk menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan nyaman, serta menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan ekonomi,” jelas Menpar Widiyanti Putri.

Program keempat adalah pengadaan event dengan intellectual property (IP) Indonesia di destinasi-destinasi wisata, yakni dengan menyelenggarakan Karisma Event Nusantara (KEN) yang merupakan rangkaian program tahunan.

Karisma Event Nusantara merupakan rangkaian 110 event unggulan daerah yang dikurasi secara ketat, dan diadakan di 37 provinsi di Indonesia. Event tersebut terdiri dari 80 event budaya, 10 event seni, 7 event musik, 3 event kuliner, dan 10 event karnaval.

Implementasi lain dari program ini adalah dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pariwisata pada 3 Februari 2025, yang disampaikan kepada gubernur, bupati, walikota, dan dinas pariwisata kota/kabupaten di seluruh Indonesia, yang eventnya terpilih masuk ke dalam daftar KEN 2025.

Terakhir adalah program pengembangan Desa Wisata. Kemenpar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) pada 27 Februari 2025.

“Ruang lingkup kerja sama dari nota kesepahaman ini mencakup sinkronisasi data dan koordinasi kebijakan, sebagai dasar kerja sama lebih lanjut, serta pengembangan infrastruktur pendukung desa wisata. Kerja sama ini diharapkan bisa membuka peluang lebih besar untuk kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan promosi pariwisata,” tutur Menpar Widiyanti Putri.

Terkait dengan program desa wisata, Menpar mengungkapkan bahwa UN Tourism baru saja memberikan dukungan kepada tiga desa wisata Indonesia melalui program UN Tourism Best Tourism Village Upgrade Program. Program ini memungkinkan Desa Wisata Taro di Bali; Desa Wisata Bilebante di Lombok, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wisata Pela di Kalimantan Timur, mendapatkan pendampingan langsung dari UN Tourism dalam pengembangannya sebagai desa wisata. Program tersebut juga menempatkan desa tersebut ke dalam kategori fast-track dalam penilaian Best Tourism Village di dunia.

Salah satu tugas utama Kementerian Pariwisata adalah mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia kepada dunia. Hal ini tentunya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisman.

“Beruntung sekali, Kementerian Pariwisata memiliki mitra-mitra strategis yang siap berkolaborasi dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di berbagai pameran dan misi penjualan internasional,’’ kata Menpar Widiyanti Putri.

Menpar memaparkan kegiatan-kegiatan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri pada awal tahun 2025. Pertama adalah berpartisipasi di South Asia’s Travel & Tourism Exchange (SATTE) 2025. Kemenpar berkolaborasi dengan KBRI New Delhi, India. Sebanyak 46 eksibitor terdiri dari Destinaton Management Companies (DMCs), operator tur, hotel, restoran, atraksi wisata, dan jasa layanan visa mengikuti pameran pariwisata terbesar di kawasan Asia Selatan itu.

Dari partisipasi di SATTE 2025, menghasilkan kunjungan potensial sebanyak 40.881 wisatawan dan proyeksi perolehan devisa mencapai USD 68 juta atau setara Rp 1,09 triliun.

Kemudian, untuk mempromosikan MICE Indonesia ke mancanegara, Kemenpar berpartisipasi dalam Asia Pacific Incentives and Meeting (AIME) 2025 di Melbourne, Australia, pada akhir bulan Februari 2025. Di ajang ini, 16 mitra terdiri dari pelaku industri hotel, venue, Professional Conference Organizer (PCO), dan Destination Management Company (DMC) dari Bali dan Kepulauan Riau berupaya untuk mempromosikan berbagai destinasi dan fasilitas MICE di Indonesia.

Dari partisipasi di AIME 2025, menghasilkan kunjungan potensial sebanyak 24.096 wisatawan, meningkat dari 1.579 wisatawan pada 2024. Transaksi potensialnya mencapai Rp 155 miliar, meningkat 2,76 kali lipat, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp 56 miliar.

“Yang baru saja direalisasikan, bulan ini, saya dan tim terbatas menghadiri kegiatan ITB Berlin, yang juga dikenal sebagai pameran pariwisata terbesar di dunia. Di sana, Kementerian Pariwisata dan 88 kolaborator mempromosikan Indonesia di paviliun Wonderful Indonesia, yang tahun ini bertemakan keindahan Danau Toba,” kata Menpar Widiyanti Putri.

Partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2025 dapat terlaksana dengan dukungan dan partisipasi empat mitra strategis, yaitu Aliansi Promosi Pariwisata Indonesia (APPI), Marriott Bonvoy, BCA, dan White Tiger DMC.

Dari ITB Berlin 2025, diperoleh kunjungan potensial sebanyak 513.692 wisatawan, meningkat 40,28 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan potensial yang dicapai di ITB Berlin 2024 sebanyak 366.192 wisatawan. Dan potensi penerimaan devisa mencapai USD 834,74 juta atau setara Rp 13,6 triliun.

Adapun buyers yang datang ke paviliun Wonderful Indonesia di ITB Berlin 2025 sebagian besar berasal dari Jerman, Inggris, Belanda, Amerika Serikat, dan Swiss.

Bali masih menjadi preferensi destinasi utama bagi calon wisman. Selain itu juga Pulau Jawa, Lombok, Pulau Komodo dan Danau Toba.

‘’Angka ini memuaskan bagi kami karena menunjukan peningkatan yang besar,’’ tutup Menpar Widiyanti Putri. ***(Yun Damayanti)   

DESA JATILUWIH DAN WUKIRSARI RAIH PENGHARGAAN ‘’BEST TOURISM VILLAGES BY UN TOURISM 2024’’

DESA JATILUWIH DAN WUKIRSARI RAIH PENGHARGAAN ‘’BEST TOURISM VILLAGES BY UN TOURISM 2024’’

Tourism for Us – Desa-desa di Indonesia yang berhasil mengembangkan pariwisata kembali meraih penghargaan di level global. Tahun ini Desa Jatiluwih, Bali dan Desa Wukirsari, D.I. Yogyakarta meraih penghargaan Best Tourism Villages by UN Tourism 2024. Perwakilan dari masing-masing desa menerima langsung penghargaan tersebut, Jumat [more]

KEMENPAREKRAF PERKUAT KOLABORASI TINGKATKAN ATRAKSI DAN AMENITAS DI DESTINASI WISATA

KEMENPAREKRAF PERKUAT KOLABORASI TINGKATKAN ATRAKSI DAN AMENITAS DI DESTINASI WISATA

Tourism for Us – Untuk meningkatkan atraksi dan amenitas di destinasi wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti P.T. Bank Central Asia Tbk. (BCA), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Grab. Nia Niscaya, Adyatama [more]

EVENT ‘’SENANDUNG DEWI 2024’’ DIHARAPKAN MAMPU TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE DESA WISATA

EVENT ‘’SENANDUNG DEWI 2024’’ DIHARAPKAN MAMPU TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE DESA WISATA

Tourism for Us – Semarak Event Unggulan di Desa Wisata 2024, disingkat Senandung Dewi, merupakan hasil kolaborasi dengan enam event di desa wisata. Event ini guna memperkenalkan sederet event di desa-desa wisata agar dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Desa Penglipuran,Bali,desa wisata yang telah mendunia.(Foto: Birkom Publik Kemenparekraf)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno langsung yang meluncurkan ‘’Senandung Dewi 2024’’. Peluncurannya dilakukan bersamaan dengan ‘‘The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (1/7/2024), di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.  

‘’Karenanya saya sangat mengapresiasi desa wisata se-Indonesia yang telah mengusulkan event-event berkualitas untuk berkolaborasi dalam program Senandung Dewi. Kita harapkan ini bisa mendatangkan kunjungan wisatawan kita ke desa wisata,’’ kata Menparekraf Sandiaga.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu menambahkan, Kemenparekraf telah menjalankan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) selama empat tahun. Ekosistem yang terbentuk semakin baik. Ini adalah momen yang tepat untuk kembali menghadirkan program dukungan lain dalam mengembangkan desa wisata.

Program dukungan ini fokus pada nilai-nilai keberlanjutan (sustainability), skalabilitas (scability), dan nilai jual (salesable). Salah satunya melalui penyelenggaraan event.

‘’Kita terjemahkan dalam bentuk event karena event menjadi salah satu instrumen yang paling efektif untuk mengundang wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara,’’ kata Vinsen.

Ada dua skema dalam program ‘’Senandung Dewi 2024’’. Pertama, desa wisata di Indonesia yang telah memiliki event namun belum berkembang. Kedua, desa wisata yang belum memiliki event akan dirancangkan event yang menarik sesuai kearifan lokal.

Adapun enam event yang berkolaborasi dalam ‘’Senandung Dewi 2024’’ yakni:

  1. Penglipuran Village Festival XI, Desa Wisata Penglipuran, Bali, pada 4-7 Juli 2024.
  2. Event Butuh Sidowana Shadow Puppet Festival, Desa Wisata Wayang Sidowana, Klaten, Jawa Tengah, pada 10-11 Agustus 2024.
  3. Event Hyang Argopuro Festival Jember, koloborasi lima desa wisata pada 12-13 September 2024.
  4. Event Ngopi Padang Mbulan Rame-rame, Desa Wisata Ketapanrame, Mojokerto, Jawa Timur, pada 19 Septemberi 2024.
  5. Festival Gema Budaya, Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung, pada 4-7 November 2024.
  6. Event Pariwisata di Desa Wisata Golo Bilas, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

***(Yun Damayanti)

KEMENPAREKRAF PASTIKAN KESIAPAN DAERAH DAN DESTINASI WISATA SAMBUT LIBUR LEBARAN 2024

KEMENPAREKRAF PASTIKAN KESIAPAN DAERAH DAN DESTINASI WISATA SAMBUT LIBUR LEBARAN 2024

Tourism for Us – Jelang, selama dan beberapa hari pasca Hari Raya Idul Fitri merupakan pergerakan manusia terbesar di Indonesia. Periode ini adalah musim puncak perjalanan di Tanah Air. Perjalanan tidak hanya bagi mereka yang mulih ke udik alias mudik atau pulang kampung untuk merayakan [more]

ADWI 2024 RESMI DILUNCURKAN DI DESA WISATA BUGISAN, KLATEN

ADWI 2024 RESMI DILUNCURKAN DI DESA WISATA BUGISAN, KLATEN

Tourism for Us – Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 tidak hanya fokus pada pemberian penghargaan tetapi juga memberikan pendampingan. Sehingga desa-desa wisata yang terpilih nanti dapat mengoptimalkan potensi, memperkuat tata kelola destinasi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan [more]

4 DESA WISATA DI NTB TERIMA DPUP UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAYA TARIK DAN SDM

4 DESA WISATA DI NTB TERIMA DPUP UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAYA TARIK DAN SDM

Tourism for Us – Dalam memanfaatkan potensinya, desa-desa wisata menghadapi banyak masalah dan tantangan. Terutama bagaimana meningkatkan daya tarik wisata, memasarkannya, lalu mengolah sampah yang dihasilkan. Dan bagaimana agar produk-produk ekonomi kreatif yang dibuat oleh masyarakat lokal mampu membuat pengunjung tertarik untuk membelinya.

Menparekraf Sandiaga S.Uno (tengah) menyerahkan DPUP secara simbolis kepada empat desa wisata di NTB disaksikan oleh Wakil Walikota Mataram TGH. Mujiburrahman (ketiga dari kiri) dan sejumlah pejabat dari pemda di NTB dan Kemenparekraf serta perwakilan dari OJK dan Bank NTB Syariah. (Foto: Yun Damayanti)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyerahkan bantuan dana Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada empat  desa wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (14/10/2023), di Desa Wisata Taman Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Bantuan ini merupakan program tindak lanjut dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 dan 2022.

Kriteria pemberian DPUP adalah bantuan diberikan kepada desa-desa pemenang ADWI sebelumnya; desa-desa wisata yang telah mengikuti rangkaian pendampingan dan pelatihan serta bantuan pemasaran; dan usaha-usaha pariwisata di desa wisata sudah berkembang.

Empat desa wisata di NTB yang mendapatkan DPUP tahun 2023 adalah Desa Wisata Sesaot, Kabupaten Lombok Barat; Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah; Desa Wisata Senaru, Kabupaten Lombok Utara; dan Desa Wisata Loang Baloq, Kota Mataram.

‘’Saya harap agar bantuan, baik dana dan pendampingan dalam literasi keuangan, ini bisa difokuskan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi wisata sehingga kunjungan wisatawan itu lebih berkualitas dan lebih berkelanjutan,’’ ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Penggunaan dana bantuan tersebut diawasi oleh badan usaha milik desa (BUMDes) bersama pemerintah kota/kabupaten dan pemerintah provinsi.

‘’Karena ini bentuknya dana pendukungan maka diharapkan dana ini akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bsa membuka lapangan usaha dan lapangan kerja. Sehingga ekonomi di level yang paling ekonomi rakyat dengan ini akan dapat meningkat’’ kata Menparekraf Sandiaga.

Wakil Walikota Mataram TGH. Mujiburrahman menyampaikan, Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sebuah kota yang tidak begitu luas. Panjang pantainya hanya 9 kilometer. Dengan terpilihnya Desa Wisata Loang Baloq di ajang ADWI, kelengkapan fasilitas untuk pengunjung dan kualitas SDM di sana akan ditingkatkan.  

‘’Dengan bantuan tadi, kebutuhan-kebutuhan yang memang sangat bisa menarik minat pengunjung datang akan dipenuhi, lebih dilengkapi. Selain meningkatkan kualitas kepariwisataannya, dengan dana tersebut juga bisa meningkatkan kualitas SDM pengelolanya, pokdarwisnya,’’ kata Wakil Walikota Mataram.  

Dalam hal pendampingan literasi keuangan, Kemenparekraf menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank NTB Syariah. Karena banyak para UMKM membutuhkan literasi keuangan dan tambahan permodalan. Apalagi bila ada penjualan yang meningkat, mereka juga membutuhkan pelatihan dan pendampingan.

OJK memberikan materi literasi keuangan terkait ‘’Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal dan Pengenalan Produk Layanan Jasa Keuangan’’. Kemudian, OJK memberikan materi ’’Perencanaan dan Pencatatan Keuangan bagi UMKM dan Simulasi pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK’’. Sedangkan dari Bank NTB Syariah memberikan materi ‘’Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan Mikro’’.

Peserta yang mengikuti literasi keuangan ialah para perwakilan dari empat desa wisata yang memperoleh DPUP.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan, program peningkatan literasi keuangan yang dihadirkan Kemenaparekraf diharapkan dapat memperkuat manfaat dari bantuan dana DPUP. Pelaku usaha dapat merencanakan dan mencatat keuangan usaha dengan lebih baik sehingga usahanya siap untuk dipertemukan dan mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan baik perbankan maupun non-perbankan.***(Yun Damayanti) 

DESA ASTANA, DARI SITUS KOMPLEKS PEMAKAMAN HINGGA JADI DESA WISATA

DESA ASTANA, DARI SITUS KOMPLEKS PEMAKAMAN HINGGA JADI DESA WISATA

Tourism for Us – Desa Astana di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon adalah salah satu desa yang hidup dari wisata ziarah. Ada dua kompleks pemakaman besar di Desa Astana yaitu kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati di Bukit Sembung dan kompleks pemakaman Syekh Maulana Dzatul Kahfi [more]