Tourism for Us – Indonesia akan hadir kembali di Village International De La Gastronomie (VIG) 2023. Salah satu event gastro-diplomasi terpenting di Perancis ini berlangsung pada tanggal 7 sampai 10 September 2023 di kaki Menara Eiffel dan di dalam tembok bersejarah Musee de L’Homme, Paris. [more]
Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) bekerja sama dengan Thai Travel Agents Association (TTAA), asosiasi agen perjalanan outbound Thailand, baru saja menyelenggarakan IINTOA Table Top 2023, Senin (28/8/2023), di Mandarin Hotel by Centre Point, Bangkok. Pertemuan business-to-business (B-to-B) yang diinisiasi dan [more]
Tourism for Us – Jakarta memang bukan Bali. Tetapi, hubungan antara Jakarta-India sudah terajut lama sekali. Selain Little India di Pasar Baru, ada juga kawasan Mayestik yang dikenal karena toko-toko kainnya. Bisa dikatakan, toko-toko kain di bilangan Jakarta Selatan itu banyak dimiliki/diusahakan oleh keturunan India.
Indonesia menerima banyak pengaruh dari India sejak dahulu. Salah satunya, penggunaan rempah (spices) dalam khasanah kuliner Nusantara. Keberadaan pasar swalayan khusus menjual rempah-rempah India di Jakarta ibarat museum hidup dari perjalanan hubungan kedua negara. Dan di era internet of thing (IoT), sudah jadi pemandangan umum melihat ekspatriat India di perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan teknologi di Ibukota.
Media dan Influencers India serta perwakilan IndiGo menikmati waktu malam di Jakarta. (Foto: Ina Leisure)
IndiGo Airlines, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal India, akhirnya mendarat di Bandara Internasional Seokarno Hatta pada Senin, 7 Agustus 2023. Ini kali pertama maskapai penerbangan India melayani penerbangan langsung ke Indonesia. Dengan menggunakan pesawat Airbus A320, penerbangan perdana itu membawa 167 penumpang.
Untuk mendukung penerbangan perdana juga sebagai rangkaian program promosi pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan IndiGo mengadakan online contest di media sosial untuk calon wisatawan India dan perjalanan pengenalan (famtrip) destinasi Jakarta bagi media dan influencers India pada 7-10 Agustus 2023. Famtrip diikuti oleh 13 peserta terdiri dari jurnalis, social media influencers, dan perwakilan dari IndiGo.
Kemenparekraf bermitra dengan industri pariwisata melaksanakan famtrip bagi media dan influencers India yang ikut dalam penerbangan perdana IndiGo ke Jakarta. Pelaksanaann famtrip didukung oleh Le Meridien Jakarta sebagai penyedia akomodasi; Ina Leisure Tours & Travel, DMC yang menyediakan paket wisata; dan bus pariwisata dari PO Ainon.
Untuk pengalaman kuliner khas Indonesia didukung oleh Resto Dapur Babah dan restoran padang Salero Jumbo. Sedangkan untuk kuliner India di Jakarta didukung oleh Restaurant Man Aur Tan, Manhattan Hotel dan Ganesha ek Sanskriti, restoran india yang mudah dijangkau hanya berjalan kaki dari Le Meridien Jakarta.
Selama empat hari berada di Jakarta, peserta famtrip diperkenalkan dengan budaya dan sejarah kota. Mereka juga mencoba transportasi publik MRT dan Bus Trans Jakarta. Lalu menikmati keindahan laut di Pulau Pelangi, Kepulauan Seribu.
Vinay Maihotra, Head of Sales, IndiGo saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Senin (7/8/2023), mengatakan, seiring upaya India dan Indonesia memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan konektivitas langsung, pembukaan rute baru ini memudahkan akses dan promosi perdagangan dan pariwisata kedua negara.
Chavi Leekha, Vice President, Corporate Communication, Indigo, memuji, paket wisata yang dijalankan dalam rangkaian famtrip sangat mengena dengan para wisatawan dari India ke Jakarta.
‘’Ada kunjungan ke pusat kota, obyek wisata, ke pulau, berbelanja, kuliner, semua dapat dijangkau dalam waktu 4 hingga 5 hari liburan bagi pelancong India,’’ kata Chavi Leekha.
Peran famtrip dalam marketing destinasi
Peran perjalanan pengenalan atau familiriazation trip (famtrip) dalam marketing destinasi yaitu memperkenalkan destinasi dan membangun kepedulian (awareness). Perannya itu tidak bisa digeser dalam membangun pariwisata di destinasi.
Famtrip adalah investasi jangka pendek dan menengah bagi destinasi. Destinasi membangun citra melalui famtrip. Otoritas di destinasi dapat memanfaatkan momentum menjadi tuan rumah untuk menepis atau mengklarifikasi isu-isu yang beredar seputar destinasi.
Bagi pelaku industri perjalanan dan pariwisata, famtrip juga merupakan investasi jangka pendek dan menengah. Profil peserta famtrip bisa menjadi referensi pasar apa yang dapat dijangkau. Dengan menjadi tuan rumah (host) famtrip, pelaku industri bisa memperkenalkan produk-produknya dengan pengalaman riil.
Jongki Adiyasa, Owner PT Nusa Ina Leisure (Ina Leisure Tours & Travel), menyatakan apresiasi dan senang maskapai asal India itu melayani penerbangan langsung ke Indonesia. Maskapai penerbangan pasti sudah memikirkan masak-masak untuk melayani rute ke Jakarta walaupun statusnya nanti tidak lagi Ibukota negara.
‘’Ina Leisure mengambil kesempatan menjadi host famtrip ini untuk memperkenalkan destinasi Jakarta. Indians see Indonesia is Bali. Melalui famtrip kita memperkenalkan apappun yang mereka inginkan juga ada di Jakarta. Kuliner adalah salah satu isu krusial mendatangkan wisatawan dari India. Di sini, kita punya restoran yang menyajikan kuliner india. Makanan lokal juga mempunyai persamaan rasa dengan kuliner india seperti masakan minang. Untuk vegetarian, kita punya banyak pilihan baik yang bersumber dari kuliner lokal maupun yang bisa dipersiapkan secara khusus,’’ ujar Jongki.
Selain itu, Jakarta menawarkan beragam pilihan tempat belanja. Ada Sarinah yang fokus pada artisan lokal dari berbagai daerah, pusat perbelanjaan mewah di Grand Indonesia, atau tempat belanja murah di Thamrin City dan Ambassador.
Kemudian, Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta adalah tempat untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga air dan rekreasi. Di pulau-pulau kecil itu ada pantai berpasir putih, air laut jernih berwarna biru toska, dan relatif tidak terlalu ramai.
Jakarta gemerlap di waktu malam. Kota ini menawarkan banyak tempat cool untuk menikmati kerlap-kerlip cahaya lampu sembari makan malam romantis dari ketinggian di gedung pencakar langit atau sekedar menyesap bir dingin, spirit hingga wine sebagai penutup hari.
‘’Jakarta is no longer the capital city. So, what is Jakarta? Maka dari sekarang kita mesti membangun awareness tentang destinasi Jakarta,’’ pungkas Jongki.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pada tahun 2023, pariwisata Indonesia baru masuk tahap pemulihan. Oleh karena itu, gerak cepat (gercep) reaktivasi kegiatan marketing destinasi maupun mempromosikan produk-produk wisata baru secara aktif harus dilakukan tahun ini. Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar familiarization trip (famtrip) bagi influencer India. Famtrip kali ini fokus pada memperkenalkan destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Famtrip dilaksanakan pada 24-29 Juni 2023. Famtrip diikuti oleh [more]
Tourism for Us – Buyers mancanegara yang hadir di Bali and Beyond Travel Fair 2023 (BBTF) tampaknya setuju, pariwisata Bali mesti dipromosikan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selama empat hari berada di Pulau Dewata dalam rangka mengikuti salah satu pasar pariwisata internasional paling ditunggu di Indonesia itu, mereka mengalami sendiri bahwa pariwisata berkualitas (quality tourism) bukan berarti wisatawan harus membawa uang sebanyak-banyaknya. Tetapi, bagaimana mereka bisa menghargai setiap kearifan lokal (local wisdom) dan budaya di destinasi yang dikunjungi dan meningkatkan kontribusi dari kunjungannya ke destinasi terhadap perekonomian lokal.
Travex di Bali and Beyond Travel Fair 2023. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
BBTF tahun ini berlangsug pada 14-17 Juni 2023. Di mana sehari sebelum pertemuan bisnis (travex) dilangsungkan seminar pariwisata yang diikuti oleh sellers dan buyers. Travex BBTF 2023 berlangsung selama dua hari pada 16-17 Juni 2023.
Pada edisi kesembilan, BBTF 2023 dihadiri 350 buyers dari 51 negara dan 230 sellers dari lima negara. Menurut Ketua BBTF 2023 Putu Winastra, sellers dari luar negeri sudah ada di edisi sebelumnya tetapi jumlahnya bertambah pada tahun ini.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada kesempatan jumpa pers di hari terakhir BBTF 2023, Sabtu (17/6/2023), di Westin Nusa Dua Bali, menyampaikan, BBTF tahun ini mengangkat tema tentang hubungan kualitas dan wisata berkelanjutan yang diharapkan mampu menjadikan Bali sebagai hub bagi destinasi lain di Tanah Air.
‘’Ini adalah event yang diselenggarakan bagi para pemangku kepentingan khususnya para pelaku pariwisata di Bali. Kami mendukung tahun depan, BBTF dibuat event yang lebih besar. Kami di sini sangat berharap dukungan yang besar baik pemerintah maupun stakeholder pariwisata lainnya sehingga Bali bisa menjadi hub dan menjadi melting pot untuk Indonesia,’’ kata Wagub Bali.
‘’BBTF 2023 berjalan sangat sukses. Buyers yang datang juga sangat luar biasa. Tren yang baru adalah bagaimana ke depan itu quality tourism dan sustainble tourism bisa semakin diperkuat. Artinya, bahwa quality tourism itu tidak berarti harus membawa uang banyak. Tapi, bagaimana mereka bisa berkontribusi dan menghormati local wisdom dan sebagainya,’’ ujar Winastra.
Ditambahkannya, ‘’Justru melalui BBTF ini lah memberikan update bahwa di Bali ini pariwisatanya sangat luar biasa. Karena yang viral di media sosial itu kan persentasenya kecil sekali. Namun demikian, kita juga mempertegas masih banyak wisatawan yang baik, yang datang dan berada di Bali.’’
Dikutip dari akun Instagram @gusagung, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, dengan mengangkat tema ‘Reconnecting to Quality and Sustainable Tourism’ di BBTF 2023, mempromosikan Bali secara berkelanjutan dan bertanggung jawab membutuhkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dan budaya. Dengan fokus pada praktik pariwisata berkelanjutan dan mempromosikan pengalaman budaya otentik, Bali dapat terus menarik pengunjung sekaligus melestarikan warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.
Pada jumpa pers di hari terakhir BBTF 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi pertanyaan dari media terkait kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) ke Indonesia. Menparekraf menerangkan, pemerintah Indonesia menghentikan sementara kebijakan bebas visa kunjungan untuk 159 negara. Meskipun demikian, hal tersebut diyakini tidak akan menurunkan minat wisatawan untuk datang ke Indonesia khususnya ke Bali.
Kebijakan BVK dihentikan selama pandemi COVID-19. Semenjak pemerintah membuka perbatasan negara mulai kuartal pertama 2022, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan peningkatan. Untuk itu, pemerintah akan segera meninjau ulang kebijakan yang lebih tepat.
‘’Dengan kebijakan visa on arrival (VOA), kami harapkan itu sudah menampung lebih dari 80 persen wisatawan yang datang dan sisanya mereka berkunjung dengan menggunakan E-visa. Kami ingin mengarah pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Serta peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisman sehingga memberikan dampak pada ekonomi lokal. Dan untuk para wisatawan yang berulah akan ditindak tegas dengan hukum yang berlaku,’’ kata Menparekraf.
Masih pada kesempatan yang sama, BBTF ke-10 diumumkan akan berlangsung pada 13-15 Juni 2024. BBTF 2024 mengusung tema ‘Exploring & Experiencing Sense of Indonesia’s Beauty’.
Winastra, juga Ketua DPD ASITA Bali, berharap, BBTF dapat menjadi platform berkualitas bagi buyers global untuk bertemu dengan sellers nasional dan internasional di Bali. Menparekraf pun mendorong provinsi, kabupaten/kota dari seluruh Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan di BBTF 2024.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) berinisiatif ‘’jemput wisatawan’’ dengan mendatangi ke sumber pasarnya langsung. Asosiasi perusahaan perjalanan inbound ke Indonesia ini menggandeng Thailand Travel Agents Association (TTAA), asosiasi perusahaan perjalanan outbound Thailand, menggelar pertemuan bisnis (table top) di Bangkok, Thailand, [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar misi penjualan ke Tiongkok. Kali ini misi penjualan berlangsung di kota Shanghai pada 16 Mei 2023 bertempat di The Langham, Shanghai, Xintiandi. Dan di kota Hangzhou pada 18 Mei [more]
Tourism for Us – Misi penjualan (sales mission) Indonesia Spice Up the World (ISUTW) pertama di Perancis minggu lalu berhasil menarik perhatian chef, asosiasi pemilik restoran Perancis, sekolah gastronomi, media hingga supermarket halal di Paris.
Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti (kelima dari kiri) memimpin delegasi misi penjualan subsektor kuliner Indonesia ke Paris, Perancis. (Photo credit to LMDI)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, dengan mengangkat tema ‘’1er Edition Festival Des Epices Indonesiennes’’ (Festival Rempah-Rempah Indonesia Edisi Pertama). Sales Mission telah berlangsung pada tanggal 9, 10 dan 12 Mei 2023. Usai misi penjualan diikuti dengan pameran beragam produk makanan dan bumbu Indonesia selama tiga minggu pada bulan Mei 2023 bertempat di House of Indonesia Paris.
Sales Mission diikuti oleh tiga sellers produsen beragam produk makanan buatan Indonesia. Ketiga sellers adalah Lemonilo, Murni dan grup JIKA yang membawa merek JIKA Chocolat, Spice from the East, dan sambal Sweet & Pedas.
Credit photo to LMDI
Agenda pertama misi penjualan ‘’Special Chef Lunch’’, Selasa (9/5/2023), dihadiri 12 orang. Mereka terdiri dari Didier Desert dari Association Francaise des Maitres Restaurateurs; Patric Obin, Academie Nationale de Cuisine; Mathieu La Fay, Euro Toques France; Laetitia Plaut, Maitres Cuisiners de France; Romain Besseron dan Thierry Charrier dari Cuisiners de la Republique Francaise; Dominique Saffre, Union Compagnonnique; Pierre Koch, Academie Culinaire de France; Pierre Sanner, Mission Francaise du Patrimoine & des Cultures Alimentaires; Anne-Laure Descombin, Village International de la Gastronomie; Edouard Cointreau,Gourmand International; dan Marie Sauce-Bourreau
Program hari pertama, peserta diperkenalkan dengan rempah-rempah Indonesia yang digunakan untuk memasak jamuan makan siang. Menu makan siang terdiri dari soto ayam sebagai makanan pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan hidangan utama yakni nasi kuning yang dibentuk jadi tumpeng mini dengan lauk pauknya rendang, tempe dan serundeng. Dan sebagai penutupnya, kue lapis legit ditemani kopi, teh dan cokelat Indonesia.
Eka Moncarre, founder House of Indonesia Paris (La Maison De L’Indonesie/LMDI), menerangkan, ketiga menu jamuan makan siang merupakan kuliner Indonesia paling populer di kalangan warga Perancis. Selain itu, menu tersebut cocok dengan bahan-bahan yang dibawa oleh peserta misi penjualan.
Agenda kedua ‘’Press Conference’’ berlangsung, Rabu (10/5/2023), dihadiri oleh 50 media Perancis.
Agenda ‘’Business Workshop’’, Jumat (12/5/2023), juga dihadiri oleh 50 buyers. Program ini tidak hanya mempertemukan sellers dengan buyers. Tetapi juga termasuk mengunjungi salah satu supermarket halal di Paris sehingga sellers dari Indonesia dapat melihat langsung kondisi pasar.
‘’Kita juga lakukan visit ke supermarket halal di Paris yang tertarik dengan produk-produk Indonesia,’’ ujar Eka.
Setelah rangkaian agenda misi penjualan tersebut, dilanjutkan dengan pameran ragam produk kuliner Indonesia mulai tanggal 10 sampai dengan 31 Mei 2023 di House of Indonesia Paris.
Dalam keterangan tertulis sebelum misi penjualan berlangsung, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti mengatakan, ‘’Selain komoditi rempah, kita juga mengangkat para artisan kuliner yang makin beragam produknya. Harapan kami adalah mempromosikan produk artisan lokal ini supaya produk Indonesia semakin mendunia.”
Tingginya permintaan ekspor rempah menunjukkan, kualitas produk rempah Indonesia telah diakui dunia. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan beberapa bumbu dan masakan Indonesia. Selain itu, diharapkan ada kesepakatan bisnis dan terjadi transaksi antara sellers dari Indonesia dan buyers dari Perancis.
Program nasional Indonesia Spice Up the World adalah strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masakan Indonesia di mancanegara. Strategi ini juga memacu pengembangan jaringan restoran Indonesia di luar negeri sebagai diplomasi gastronomi Indonesia. Kampanye ISUTW menargetkan nilai ekspor rempah dan bumbu mencapai dua miliar dolar AS dan menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) akan menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, minggu depan. Sales Mission diikuti dengan pameran beragam [more]