Tag: IINTOA

PEMINAT PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TRAVEL CONSULTANT DI JAKARTA MELEBIHI EKSPETASI, SINYAL KEBUTUHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MASIH TINGGI

PEMINAT PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TRAVEL CONSULTANT DI JAKARTA MELEBIHI EKSPETASI, SINYAL KEBUTUHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MASIH TINGGI

Tourism for Us – Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan kepada wisatawan. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengalaman berwisata yang berkualitas dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi [more]

SINERGI DISPAREKRAF DKI JAKARTA DAN IINTOA GELAR PROMOSI LANGSUNG DI MALAYSIA

SINERGI DISPAREKRAF DKI JAKARTA DAN IINTOA GELAR PROMOSI LANGSUNG DI MALAYSIA

Tourism for Us – Jakarta semakin menegaskan posisinya bukan lagi sekedar kota transit atau bisnis. Kota ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang kaya pengalaman. ‘’Ape yang lu mau, gue punya,’’ begitu kira-kira kata orang Betawi. Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) [more]

KOMITMEN DAN STRATEGI IINTOA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISMAN KE INDONESIA

KOMITMEN DAN STRATEGI IINTOA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISMAN KE INDONESIA

Tourism for Us – Asosiasi operator tur inbound, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), berkomitmen untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Anggotanya tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2024 mencapai 13,90 juta, naik 19 persen dibandingkan kunjungan wisman tahun 2023 sebanyak 11,68 juta. Kontribusi pelaku operator tur inbound dalam mendatangkan wisman diperkirakan antara 30 persen hingga 40 persen.

Dr. Paul Edmundus Talo, Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association, pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IINTOA ke-2 di Yogyakarta, Minggu (2/2/2025), menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban asosiasi yang dipimpinnya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia, dengan kontribusi sebesar 30 persen dari total kedatangan wisman pada tahun 2024. IINTOA juga mendorong anggotanya menuju kepariwisataan inbound Indonesia yang kompetitif, berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Adapun salah satu hasil dari Munas ke-2 IINTOA adalah terpilihnya kembali Paul Edmundus Talo untuk periode jabatan 2025 – 2029. Di periode keduanya, ada empat program prioritas IINTOA.

Program prioritas pertama adalah bekerja sama dengan organisasi-organisasi outbound travel agents/tour  operators dari negara-negara asal wisatawan. Termasuk di dalam kerja sama tersebut adalah menggelar Table Top, sebuah program ‘jemput bola’ di sumber pasar.

Program ini sudah dijalankan tahun lalu di Thailand dan Vietnam dan akan terus ditingkatkan ke depannya, tidak hanya di kawasan regional ASEAN dan Asia tetapi juga hingga Eropa. Kerja sama ini diharapkan dapat lebih mudah mendatangkan wisman, khususnya dari segmen B-to-B.  

Program prioritas berikutnya adalah memberikan pelatihan kepada anggota tentang bagaimana mencapai pasar dan berjualan. Di samping itu, menyiapkan produk ini dalam bentuk kursus online.

Program prioritas ketiga adalah menambah anggota di luar Bali, dan program prioritas keempat adalah melaksanakan kegiatan Table Top untuk semua kalangan industri pariwisata.

Dia juga mengungkapkan bahwa anggota IINTOA tidak pernah berhenti memasarkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia. Mereka juga mengeluarkan biaya untuk pemasaran dan promosi ke negara-negara asal wisatawan asing yang menjadi target pasarnya. Pada saat mempromosikan produknya, maka otomatis mempromosikan destinasinya.

Bagaimanapun, pemerintah memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan swasta dalam memasarkan seluruh destinasi wisata di Indonesia. Bila mengandalkan upaya sektor swasta dalam memasarkan dan mempromosikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata, maka hasilnya tidak akan optimal.

Kontribusi sektor pariwisata dalam pembangunan semakin diakui. Harapan pelaku industri pariwisata adalah pemerintah menggunakan sebagian dari devisa dari sektor ini untuk mendukung kegiatan pemasaran dan promosi. Dengan begitu, kolaborAksi yang digaungkan dalam beberapa tahun terakhir ini betul-betul tercapai.  

‘’Kami tidak meminta-minta, begging, untuk selalu dibantu biaya promosi. Tapi, devisa negara dari 13 juta lebih wisman yang datang tahun lalu, ada kontribusi dari operator tur inbound di situ. Wisatawan asing datang tidak hanya lewat online travel agents (OTA). Ada grup-grup seri yang ditangani oleh operator-operator tur besar seperti Panorama, Pacto, Aneka Kartika, Triuma, Marintur, Pegasus, TUI dan lain-lain. Operator tur yang lebih kecil saja bisa melayani lebih dari 4000 wisatawan dalam setahun,’’ ujar Paul.  

Operator tur inbound yang aktif di Indonesia saat ini diperkirakan lebih dari 200 perusahaan. Anggota IINTOA sendiri meliputi 133 biro perjalanan wisata (BPW) yang tersebar di 10 daerah, yakni DPD Sumatera, Jakarta dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Pada kesempatan lain, Paul mengatakan bahwa capaian 13,90 juta wisman ke Indonesia tahun 2024 sudah sesuai target. Apalagi mengingat konektivitas langsung dari negara-negara asal wisatawan ke Indonesia sangat kurang.

‘’Dengan keadaan infrastruktur serta kondisi pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia seperti sekarang, kami masih optimis hasilnya bisa naik. Saya memperkirakan bisa meningkat antara 15 persen sampai 20 persen. Indonesia tetap merupakan daya tarik bagi wisatawan dunia. Jikalau kita lebih gencar lagi berpromosi, national air carrier kita, Garuda Indonesia, serta maskapai-maskapai penerbangan nasional seperti grup Lion Air dan lain-lain bisa lebih go international lagi, hasilnya pasti bisa lebih besar. Kita mungkin bisa mencapai kenaikan sampai 30 persen,’’ tambahnya.

Tidak ada salahnya pemerintah melihat kembali apa yang pernah dikerjakan untuk kemudian disesuaikan dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Karena untuk menarik wisatawan berkualitas pun memerlukan pemasaran yang efektif. ***(Yun Damayanti)  

IINTOA UNGKAP PROYEKSI KENAIKAN WISMAN 2025: INI YANG PERLU DIKETAHUI

IINTOA UNGKAP PROYEKSI KENAIKAN WISMAN 2025: INI YANG PERLU DIKETAHUI

Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) memproyeksikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) naik antara 10 persen sampai 15 persen pada 2025. Pemberitaan negatif terhadap pariwisata Indonesia pada akhir tahun 2024 dan awal 2025 tidak terlihat mempengaruhi pemesanan yang diterima oleh para operator [more]

JAKARTA TOURISM BUSINESS MATCHING PROMOSIKAN DESTINASI JAKARTA DAN KAMPANYE #JakartaNIceforMICE KEPADA TO/TA DI NEW YORK

JAKARTA TOURISM BUSINESS MATCHING PROMOSIKAN DESTINASI JAKARTA DAN KAMPANYE #JakartaNIceforMICE KEPADA TO/TA DI NEW YORK

Tourism for Us – Jakarta akan mengikuti jejak kota New York. Kota metropolitan terbesar di Indonesia ini dalam proses bertransformasi dari ibukota negara menjadi kota global. Dan sektor pariwisata akan menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersinergi dengan Konsulat [more]

KUNJUNGAN WISATAWAN VIETNAM TUMBUH SIGNIFIKAN PASCAPANDEMI, IINTOA DAN KEMENPAREKRAF GELAR SALES MISSION DI HANOI DAN HO CHI MINH CITY

KUNJUNGAN WISATAWAN VIETNAM TUMBUH SIGNIFIKAN PASCAPANDEMI, IINTOA DAN KEMENPAREKRAF GELAR SALES MISSION DI HANOI DAN HO CHI MINH CITY

Tourism for Us – Vietnam menjadi sumber pasar potensial wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN bagi Indonesia pascapandemi. Pertumbuhan jumlah kunjungannya cukup signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan asal Vietnam sebanyak 68.067.  Pada tahun 2023, jumlahnnya meningkat menjadi 121.879 wisatawan, atau naik 79 persen. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi pada tahun 2019 yaitu sebesar 96.024 wisatawan. Dengan masa tinggal rata-rata 5 hari 4 malam, sayangnya, baik wisatawan maupun pelaku pariwisata di Vietnam hanya tahu satu destinasi, Bali.  

Indonesia Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan (kedua dari kanan) dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung (kanan). Ketum IINTOA Paul Edmundus Tallo (kedua dari kiri) dan perwakilan dari Deputi Pemasaran Regional I Kemenparekraf Faisal Rohman (kiri). (Foto: IINTOA)

Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) melihat Vietnam sebagai pasar potensial. Pascapandemi, salah satu negara di kawasan Indochina ini maju pesat dan kegiatan bisnisnya sudah berjalan pada level yang hampir sama dengan sebelum pandemi.  

Di sisi aksesibilitas, penerbangan langsung dari Vietnam tersedia menuju Jakarta dan Bali. Tetapi, tujuan utama wisatawan Vietnam hanya ke Bali. Setelah ditelusuri, pelaku industri pariwisata di Vietnam kurang mempunyai pengetahuan dan informasi mengenai destinasi-destinasi selain Bali.

Berkaca pada keberhasilan menggelar Sales Mission di Bangkok, Thailand, pada pertengahan tahun lalu, IINTOA menginisiasi Sales Mission di Vietnam pada 26-29 Februari 2024. Sasarannya dua kota terbesar yakni ibukota Hanoi dan Ho Chi Minh City. Inisiasi ini disambut baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mendukungnya dengan pengadaan venue dan jamuan makan malam untuk buyers.

‘’Bentuk kolaborasi ini menjadi preseden bagus kerja sama antara pemerintah dan swasta,’’ ujar Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum IINTOA.  

Indonesia Sales Mission di Vietnam yang diselenggarakan pada 27 Februari 2024 di Hanoi dan 28 Februari 2024 di Ho Chi Minh City berlangsung sukses. Agenda utamanya adalah Table Top dan kemudian dilanjutkan acara ramah-tamah dalam jamuan makan malam.  

Sales Mission di awal tahun ini diikuti 20 perusahaan terdiri dari 14 operator tur inbound dan 6 hotel dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dan IINTOA bekerja sama dengan Hanoi UNESCO Travel Club, salah satu organisasi operator tur/agen perjalanan outbound di Vietnam, untuk mendatangkan buyers di misi penjualan ini.

Undangan untuk menghadiri Indonesia Sales Mission disambut baik oleh anggota dalam jaringan Hanoi UNESCO Travel Club. Misi penjualan di Hanoi dihadiri oleh 56 perusahaan. Dan buyers yang hadir misi penjualan di Ho Chi Minh City sebanyak 70 perusahaan.

Sales Mission di Hanoi juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi dan Vice Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Henry Hue. Sedangkan Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung.

Jongki Adiyasa, Direktur Nusa Ina Leisure, salah satu seller di Indonesia Sales Mission 2024 di Vietnam mengatakan, tren perjalanan wisatawan Vietnam tergantung dari apa yang kita tawarkan kepada mereka: mau melihat apa, mau melakukan apa selama berada di Indonesia. 

Karena penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali dan Jakarta sudah tersedia, jadi sekarang bagaimana pelaku pariwisata di Indonesia bisa membawa mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan bahkan hingga Surabaya.

‘’Lama tinggal wisatawan Vietnam rata-rata 5 hari 4 malam. Ini yang hendak diupayakan oleh IINTOA, memperlama masa tinggal wisatawan Vietnam menjadi 7 hari 6 malam. Dengan melihat lama tinggal mereka di sini, kita juga bisa menarik mereka sampai ke Lombok dan Komodo. Tampaknya mereka masih OK ke Lombok tapi belum bisa sampai ke Komodo,’’ terang Jongki.  

Seller lainnya Monas Tjahjono, Managing Director Monas Tours & Travel, dari Surabaya, mengakui, buyers Vietnam yang hadir secara umum tidak tahu destinasi-destinasi lain di Indonesia kecuali Bali.

‘’Di Sales Mission ini ada sellers dari beberapa daerah ikut seperti dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Mereka senang sekali. Saya melihat, mereka rupanya juga senang kegiatan semi adventure seperti trekking di Gunung Ijen, Bromo, ke Tumpak Sewu. Itu mereka suka,’’ kata Monas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2024), mengatakan, Vietnam merupakan pasar potensial dengan kenaikan jumlah wisatawan yang sangat signifikan dari tahun 2022-2023.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, potensi wisman yang didapat dari Indonesia Sales Mission di Hanoi sebanyak 4.186 wisatawan dan 3.593 wisatawan dari Ho Chi Minh City.  

Adapun potensi devisa yang dihasilkan dari misi penjulan di Hanoi sebesar 389.066 dollar AS atau sekitar Rp 6.030.523.000,00. Dan 874.452 dollar AS atau sekitar Rp 13.554.006.000,00 dari misi penjualan di Ho Chi Minh City.

IINTOA berpandangan, mempromosikan destinasi Indonesia merupakan tugas utama pemerintah. Sedangkan pelaku industri seperti halnya anggota IINTOA bertugas mempromosikan paket-paket wisata yang di dalamnya sekaligus mempromosikan destinasi wisata sesuai paket tur yang dijual.

Sedangkan pihak hotel dan restoran serta yang lainnya mempromosikan produk usahanya serta mempromosikan destinasi wisata hanya sesuai dengan hotel atau restoran itu berada.

‘’Sekarang tantangannya adalah kita harus mempromosikan destinasi dengan baik dan benar,’’ tambah Jongki.

Kegiatan Table Top yang diinisiasi dan diorganisasikan oleh IINTOA di Vietnam bulan lalu merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan Table Top IINTOA di Bangkok, Thailand pada 27-30 Agustus 2023. Dan asosiasi inbound tour operator di Indonesia ini akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dalam upaya menjemput wisman. ***(Yun Damayanti) 

PROSPEK PARIWISATA INBOUND INDONESIA 2024 CERAH, IINTOA PREDIKSI KUNJUNGAN WISMAN BISA NAIK SAMPAI 20 PERSEN

PROSPEK PARIWISATA INBOUND INDONESIA 2024 CERAH, IINTOA PREDIKSI KUNJUNGAN WISMAN BISA NAIK SAMPAI 20 PERSEN

Tourism for Us – Prospek pariwisata inbound Indonesia tahun 2024 secara umum lebih cerah dibandingkan 2023. Asosiasi inbound tour operator Indonesia (IINTOA) memprediksikan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan naik sekitar 15-20 persen pada tahun 2024. Kenaikan tersebut terutama dari pasar wisatawan Asia dan Oceania. Kabar [more]

IINTOA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK, TTAA APRESIASI UPAYA ‘JEMPUT BOLA’ PELAKU PARIWISATA INDONESIA

IINTOA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK, TTAA APRESIASI UPAYA ‘JEMPUT BOLA’ PELAKU PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) bekerja sama dengan Thai Travel Agents Association (TTAA), asosiasi agen perjalanan outbound Thailand, baru saja menyelenggarakan IINTOA Table Top 2023, Senin (28/8/2023), di Mandarin Hotel by Centre Point, Bangkok. Pertemuan business-to-business (B-to-B) yang diinisiasi dan [more]

IINTOA GANDENG TTAA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK BULAN AGUSTUS

IINTOA GANDENG TTAA GELAR TABLE TOP DI BANGKOK BULAN AGUSTUS

Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) berinisiatif ‘’jemput wisatawan’’ dengan mendatangi ke sumber pasarnya langsung. Asosiasi perusahaan perjalanan inbound ke Indonesia ini menggandeng Thailand Travel Agents Association (TTAA), asosiasi perusahaan perjalanan outbound Thailand, menggelar pertemuan bisnis (table top) di Bangkok, Thailand, yang menurut rencana akan berlangsung pada 28 Agustus 2023.

Sumber; IINTOA

IINTOA mengundang 120 buyers anggota TTAA di Bangkok dan sekitarnya. Sedangkan sellers terdiri dari 25 anggota IINTOA dan 15 di luar anggota.

Asosiasi membuka kesempatan kepada tour operators/travel agents di luar anggota IINTOA maupun hotel dan bisnis pariwisata terkait lainnya ikut berpartisipasi di table top di Bangkok nanti. Pendaftaran dibuka sampai dengan awal Juli 2023.

‘’Ini langkah nyata kami untuk menjemput wisatawan. Kami mau mulai dari pasar di kawasan ASEAN dulu,’’ ujar Sekjen IINTOA Ricky Setiawanto. ***(Yun Damayanti) 

INI TREN PERJALANAN 2023, OPERATOR TUR WAJIB TAHU

INI TREN PERJALANAN 2023, OPERATOR TUR WAJIB TAHU

Tourism for Us –  Teknologi perjalanan (travel tech), hubungan antarmanusia, dan business leisure (bleisure) menjadi tiga kunci utama tren perjalanan 2023. Travel tech akan semakin dalam mempengaruhi bagaimana orang-orang melakukan perjalanan. Namun pada saaat yang sama, semakin banyak juga wisatawan mencari pengalaman lebih dalam melalui [more]