Tag: kementerian pariwisata

KEMENPAR GANDENG STB SHANGHAI GELAR ‘’DUAL DESTINATION FAMTRIP’’ SINGAPURA DAN BALI BAGI AGEN PERJALANAN TIONGKOK

KEMENPAR GANDENG STB SHANGHAI GELAR ‘’DUAL DESTINATION FAMTRIP’’ SINGAPURA DAN BALI BAGI AGEN PERJALANAN TIONGKOK

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Singapore Tourism Board – Singapore Centre Shanghai (STB Shanghai) menyelenggarakan kegiatan “Dual Destination Familiarization Trip” bagi Agen Perjalanan Tiongkok pada 24 – 27 Mei 2025 di Singapura dan 27 – 31 Mei 2025 di Bali. [more]

PRESIDEN DAN IBU NEGARA PERANCIS MENIKMATI KUNJUNGAN KE CANDI BOROBUDUR, SITUS WARISAN DUNIA UNESCO

PRESIDEN DAN IBU NEGARA PERANCIS MENIKMATI KUNJUNGAN KE CANDI BOROBUDUR, SITUS WARISAN DUNIA UNESCO

Tourism for Us – Kawasan Taman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi show case bagaimana Indonesia mengelola situs sejarah dan budaya. Candi Borobudur telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, badan khusus PBB yang didedikasikan untuk memperkuat kemanusiaan melalui promosi pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, [more]

IBU NEGARA PERANCIS KUNJUNGI MUSEUM NASIONAL DAN BOROBUDUR DALAM ‘SPOUSE PROGRAM’

IBU NEGARA PERANCIS KUNJUNGI MUSEUM NASIONAL DAN BOROBUDUR DALAM ‘SPOUSE PROGRAM’

Tourism for Us – Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terlibat dalam dua agenda penting, yaitu perumusan “Joint Visions 2050’’ antara Indonesia dan Perancis, dan Cultural Declaration. Kedua agenda itu diyakini akan mempererat hubungan budaya dan pariwisata kedua negara.  

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara. (Foto: Birkompublik Kemenpar)

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, dan menemani Ibu Negara Prancis dalam dua Spouse Program di Museum Nasional, Jakarta, dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara.

“Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan acara yang tidak hanya menunjukkan hubungan kuat antara Indonesia dan Perancis, tetapi juga mengedepankan hospitality dan pariwisata dalam membangun kedekatan antarnegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/5/2025). 

Joint Vision 2050

Kemenpar ikut mendukung terbentuknya “Joint Vision 2050” antara Indonesia dan Perancis yang disepakati dalam pertemuan bilateral kedua negara. “Joint Vision 2050” tidak hanya mencakup penguatan kerja sama ekonomi, tetapi juga pariwisata dan kebudayaan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan saling mendukung dalam bidang budaya antara kedua negara.

Pemerintah Indonesia dan Perancis bersepakat untuk meningkatkan pertukaran wisatawan bilateral melalui konektivitas, promosi pariwisata berkualitas tinggi, guna mendorong peningkatan people-to-people contact di antara penduduk kedua negara.

Perancis dan Indonesia juga akan memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia pariwisata berstandar kompetensi industri pariwisata internasional, peningkatan investasi pariwisata, serta pengembangan transformasi digital. 

Cultural Declaration

Sebagai bagian dari pertemuan, kepala negara dari kedua negara juga menandatangani ‘’Cultural Declaration’’ yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran budaya dan memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Perancis. Meskipun tidak  ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), visi bersama ini menjadi fondasi penting untuk langkah-langkah strategis lebih lanjut dalam memperkuat sektor pariwisata, seni, dan budaya di masa depan.

Dalam Cultural Declaration, Kemepar secara khusus berperan dalam pengembangan gastronomi. Pemerintah Indonesia dan Perancis sama-sama berkomitmen terhadap ragam gastronomi yang mencerminkan kekayaan dan keragaman tradisi kuliner daerah masing-masing, dan keinginan agar warisan gastronomi lebih dikenal di masing-masing negara. Untuk tujuan ini, kedua negara mendukung pengembangan kampanye promosi yang terencana, berbasis kemitraan, dan jangka panjang.

Perancis dan Indonesia menyambut baik perkembangan “Pekan Gastronomi Perancis” yang diselenggarakan di seluruh Indonesia sejak tahun 2023. Pekan itu telah membantu meningkatkan kesadaran terhadap gastronomi masing-masing negara serta berkontribusi dalam memperkuat pelatihan dan mobilitas profesional di sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata. Perancis dan Indonesia siap bekerja sama untuk mengembangkan acara ini, yang dapat dilengkapi dengan penyelenggaraan Pekan Gastronomi Indonesia di Perancis.

‘Spouse Program’ bagi Ibu Negara Perancis: Memperkenalkan Seni, Budaya, dan Sejarah Indonesia

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendampingi Ibu Negara Perancis Brigitte Macron dalam acara ‘Spouse Program’ yang digelar di Museum Nasional, Jakarta dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah.

Kepada Ibu Negara Brigitte Macron, Menpar Widiyanti Putri menjelaskan 20 wastra atau kain tradisional yang dipamerkan. Pameran wastra tradisional dikurasi langsung oleh Menteri Pariwisata dan seniman batik Nur Cahyo.

Nur Cahyo adalah pengrajin batik asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah mengembangkan seni batik tradisional Indonesia dengan inovasi dan dedikasi tinggi. Ia dikenal karena kemampuannya dalam menciptakan warna batik menggunakan pewarna alami seperti secang dan mahoni. Motif batiknya yang unik menggabungkan pengaruh budaya Tionghoa dan Arab dengan elemen flora, fauna, dan geometris. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai pameran internasional dan juga turut berkontribusi dalam diplomasi budaya Indonesia melalui pembuatan batik ASEAN. Dengan mengelola sekitar 50 pembatik, Nurcahyo terus memperkenalkan batik Indonesia ke pasar global.

Masih dalam rangkaian Spouse Program, pada tanggal 29 Mei 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga mendampingi Brigitte Macron dalam jamuan makan siang di Manohara, sebuah resor yang terletak di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Megalang, Jawa Tengah. Dalam acara itu Ibu Negara Perancis akan disuguhi pameran seni dan budaya.

Mahasiswa dari sejumlah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) juga dilibatkan dalam acara ini sebagai pemandu tamu, baik di Museum Nasional maupun di Manohara. Mereka memiliki kemampuan berbahasa Perancis dan Inggris yang fasih. Hal ini juga memperlihatkan komitmen Kemenpar dalam mengembangkan kualitas SDM pariwisata di Indonesia. Partisipasi Poltekpar dalam kegiatan ini pun menunjukkan keterlibatan langsung generasi muda dalam kegiatan diplomasi budaya yang penting seperti ini.

Museum Nasional Diubah Menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis

Kunjungan Presiden Macron dan Ibu Negara ke Indonesia dilakukan dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Perancis. Selama kunjungan Ibu Negara Perancis, Museum Nasional diubah menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis oleh Didit Hediprasetyo. Museum didesain dengan sentuhan elegan dan bernilai seni tinggi (haute couture).

Dalam perayaan ini, Yayasan Didit Hediprasetyo mengadakan L’Art Botanique du Paradis, sebuah pameran imersif desain interior, mode, dan seni kontemporer oleh seniman dan desainer terbaik Indonesia.

Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, pameran unik ini mengubah  tempat bersejarah menjadi lima ruangan yang berbeda, dikuratori secara artistik dengan menampilkan kerajinan Indonesia yang beragam, kekayaan botani, dan kepekaan desain.

Setiap ruangan mencerminkan sebuah narasi puitis, yang dibentuk oleh warisan budaya dan alam — melalui tekstil, mode, desain interior, patung, dan seni rupa. Tenun Rosé Lounge oleh Vivianne Faye menawarkan sebuah tribut romantis untuk seni tenun songket, di mana tradisi dibalut dalam kehangatan, feminitas, dan keanggunan yang ceria. Dalam Tropical Tranquil, Roland Adam menciptakan sebuah suasana tenang yang mencerminkan pertemuan antara alam dan sejarah, di mana dedaunan tropis bertemu batu suci dalam keheningan harmoni.

Wastra oleh Joke Roos adalah penghormatan kontemporer terhadap batik, menjembatani warisan dan modernitas melalui tekstur, ritme, dan pengendalian diri. The Soul Gallery, dirancang oleh Prasetio Budhi, menghadirkan ruang gelap dan introspektif di mana bentuk-bentuk leluhur dan seni modern mencerminkan kedalaman jiwa budaya Indonesia.

Terakhir, Bisikan Tropis karya Amalya Hasibuan mengundang pengunjung ke dalam dialog puitis antara seni dan lanskap, di mana alam melembutkan ingatan dan desain bernafas dalam keheningan. Kamar-kamar ini dihidupkan melalui perpaduan tekstil batik dan tenun, perabotan artisanal, dan artefak langka yang dikurasi dari seluruh kepulauan Indonesia—menawarkan sebuah pandangan imersif dan kontemporer tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia.

Melengkapi elemen-elemen ini, beberapa kamar juga menampilkan obyek dan peralatan rumah tangga milik pribadi oleh rumah-rumah ikonik Perancis seperti Hermès dan Louis Vuitton, melambangkan persimpangan halus antara estetika Indonesia dan Perancis.

“Pameran ini adalah penghormatan tulus kami kepada para pengrajin Indonesia dan jembatan budaya yang telah kami jalin dengan Perancis,” kata Didit Hediprasetyo, pendiri Yayasan Didit Hediprasetyo.

Didit menambahkan, “Ini adalah undangan untuk merasakan semangat Indonesia melalui ruang-ruang yang menghidupkan seni, desain, dan tradisi.”

Pameran ini juga didukung oleh Kemenpar yang mengakui peran penting diplomasi budaya. “Indonesia adalah tanah cerita, yang diceritakan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui desain, tekstil, dan tradisi. Pameran ini menawarkan sekilas tentang keindahan dan kedalaman yang menanti pengunjung ke kepulauan kita. Saat kami menyambut teman-teman Prancis, kami bangga untuk berbagi ungkapan budaya dan keramahan kami ini,” tutur Menpar Widiyanti.

“Melalui acara seperti ini, kita bisa mempromosikan keberagaman budaya Indonesia kepada dunia, dan saya berharap kegiatan ini juga dapat mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Menpar.

BPS mencatat, kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia tahun lalu sebanyak 346.337 orang. Selama kuartal I tahun 2025, kunjungan wisatawan Perancis sudah mencapai 48.442 orang. Melalui inisiatif “Joint Vision 2050”, Cultural Declaration, dan berbagai kegiatan budaya seperti yang dilaksanakan dalam Spouse Program, Kemenpar berharap, hubungan kedua negara semakin erat dan menciptakan peluang bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. ***(Yun Damayanti) 

SEKTOR PARIWISATA TUMBUH POSITIF PADA KUARTAL I/2025

SEKTOR PARIWISATA TUMBUH POSITIF PADA KUARTAL I/2025

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimis melihat kinerja sektor pariwisata secara keseluruhan pada kuartal I 2025. Laporan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Rabu (28/5/2025). Kemenpar melaporkan bahwa pada bulan Maret 2025, jumlah kunjungan [more]

PEMERINTAH AKAN TINGKATAN PENGAWASAN PERIZINAN USAHA PARIWISATA

PEMERINTAH AKAN TINGKATAN PENGAWASAN PERIZINAN USAHA PARIWISATA

Tourism for Us – Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan terhadap perizinan usaha yang berbasis risiko di sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik dalam hal pengawasan dan kualitas pelayanan di industri pariwisata. Untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) [more]

SINYAL SOS DARI INDUSTRI PERHOTELAN DAN RESTORAN JAKARTA: PENURUNAN OKUPANSI, KENAIKAN BIAYA OPERASIONAL, DAN ANCAMAN PHK MASSAL

SINYAL SOS DARI INDUSTRI PERHOTELAN DAN RESTORAN JAKARTA: PENURUNAN OKUPANSI, KENAIKAN BIAYA OPERASIONAL, DAN ANCAMAN PHK MASSAL

Tourism for Us – Hasil survei Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Khusus Jakarta (BPD PHRI DK Jakarta) menunjukkan bahwa 96,7% hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian. Survei itu dilakukan terhadap anggotanya pada bulan April 2025. Dari hasil survey tersebut, asosiasi hotel dan restoran menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi industri hotel dan restoran di Jakarta yang menunjukkan tren menurun, terutama pada triwulan pertama tahun 2025. Pelaku industri berharap tren penurunan ini tidak berlanjut karena akan memberikan dampak domino yang lebih luas.  

(Foto: Kemenparekraf)

BPD PHRI DK Jakarta menyampaikan hasil surveinya dan mengungkapkan kondisi terkini industri perhotelan dan restoran di Jakarta dalam jumpa pers daring hari ini, Senin (26/5/2025). Hadir selaku narasumber Ketua BPD PHRI DK Jakarta Sutrisno Iwantono, Sekretaris BPD PHRI DK Jakarta Priyanto, dan Singgih Santoso, Dewan Pakar PHRI Pusat.  

Ketua BPD PHRI DK Jakarta Sutrisno Iwantono mengungkapkan bahwa industri ini tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai sisi. Tingkat hunian hotel mengalami penurunan, sedangkan biaya operasional meningkat tajam dan membebani kelangsungan usaha. Seiring dengan itu, banyak pelaku usaha terpaksa melakukan berbagai strategi efisiensi operasional termasuk pengurangan tenaga kerja.

Dari hasil survei menunjukkan bahwa penurunan tingkat hunian dan pendapatan merupakan faktor utama yang memperburuk kondisi industri perhotelan di Jakarta. Sebanyak 66,7% responden menyebutkan bahwa penurunan tertinggi berasal dari segmen pasar pemerintah, seiring dengan kebijakan pengetatan anggaran yang diterapkan oleh pemerintah.

Pasar perhotelan di Jakarta 98% adalah pasar domestik/lokal, dan pasar pemerintah menyumbang 66% dari keseluruhan pasar tamu domestik. Oleh karena itu, penurunan dari pasar pemerintah semakin memperburuk ketergantungan industri hotel terhadap wisatawan domestik.

Sementara itu, kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) terhadap kunjungan ke Jakarta masih tergolong sangat kecil. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari tahun 2019 hingga 2023, rata-rata persentase kunjungan wisman ke kota terbesar di Indonesia ini hanya mencapai 1,98% per tahun jika dibandingkan dengan wisatawan domestik. Kondisi itu mencerminkan strategi promosi dan program pemerintah kurang efektif dalam mendatangkan wisman, khususnya ke Jakarta.

Jumlah hotel di Jakarta sekitar 900 unit. PHRI DK Jakarta mencatat rata-rata tingkat keterisian kamar sekarang di kisaran 40%. Sebelum penghematan anggaran pemerintah, okupansi hotel berbintang antara 53% hingga 54%, tetapi sekarang sekitar 45%. Rata-rata tingkat keterisian kamar hotel non-bintang sebelumnya sekitar 40% dan sekarang di kisaran 20%.

Event, konser, dan lain-lain memang membantu keterisian kamar hotel, tetapi itu tidak berlangsung lama dan hanya di area-area tertentu. Kemudian, kampanye ‘’Lebaran di Jakarta’’ tahun ini berdampak sedikit sekali bagi hotel.

Berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19 ketika warga Jakarta yang tidak pulang kampung menginap di hotel karena ditinggal asisten rumah tangganya dan mereka berbelanja banyak di hotel. Sekarang, hotel menurunkan harga kamar agar mereka mau menginap. Langkah ini bisa mengungkit volume keterisian kamar, tetapi belanja mereka di hotel sedikit sekali. Namun, ketika hotel-hotel berbintang menurunkan harga, maka keterisian kamar hotel yang berada di bawahnya dan hotel non-bintang akan terimbas.

Sektor swasta diharapkan dapat mengisi kekosongan akibat dari pasar pemerintah yang berkurang signifikan. Namun, mereka juga pasti sedang melakukan efisiensi saat ini.

“Ketidakseimbangan struktur pasar menunjukkan perlunya pembenahan strategi promosi dan kebijakan pariwisata yang lebih efektif untuk menjangkau pasar internasional,” ujar Sutrisno Iwantono.

Faktor berikutnya adalah kenaikan biaya operasional.Tidak hanya dihadapkan pada berkurangnya pasar, pelaku usaha hotel juga harus menanggung peningkatan biaya operasional yang signifikan. Tarif air dari PDAM mengalami kenaikan hingga 71%, sementara harga gas melonjak 20%. Beban ini diperberat dengan kenaikan tahunan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang tercatat meningkat hingga 9% tahun ini.

Dengan tekanan dari sisi pendapatan dan biaya yang tidak seimbang, banyak pelaku usaha mulai mengambil langkah-langkah antisipatif. Sebanyak 70% responden dalam survei BPD PHRI DK Jakarta menyatakan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi kebijakan yang mendukung sektor pariwisata dan perhotelan, mereka akan terpaksa melakukan pengurangan jumlah karyawan. Responden memprediksi akan melakukan pengurangan karyawan sebanyak 10% hingga 30%. Selain itu, 90% responden melakukan pengurangan daily worker dan 36,7% responden akan melakukan pengurangan staf.

(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Dari industri restoran diungkapkan bahwa pasar utama restoran di Jakarta adalah kelas menengah. Restoran menghadapi dampak dari daya beli kelas menengah yang menurun dan berkurangnya jumlah kelas menengah.

Industri restoran juga semakin tertekan dengan biaya operasional yang semakin meroket. Food cost naik antara 8% sampai 10%, sehingga biaya pembelian bahan baku mencapai 38% dari biaya operasional.

Sama seperti pelaku industri perhotelan, pelaku industri restoran pun sudah melakukan berbagai upaya antisipatif. Mulai dari membuat paket-paket khusus dan promosi setiap hari sampai pengurangan pegawai dan tidak melakukan rekrutmen pegawai. Rekrutmen pegawai baru di restoran berkurang antara 20% hingga 30%.

Faktor ketiga adalah kerumitan regulasi dan sertifikasi. Pelaku industri hotel dan restoran masih dihadapkan pada tantangan administratif berupa regulasi dan sertifikasi yang dinilai rumit dan memberatkan. Banyaknya jenis izin yang harus dipenuhi, seperti izin lingkungan, sertifikat laik fungsi, hingga perizinan minuman beralkohol. Selain itu, proses birokrasi yang panjang, duplikasi dokumen antarinstansi, serta biaya yang tidak transparan dinilai menghambat kelangsungan usaha. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi para pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Tanpa langkah konkret dan strategi pemulihan yang tepat, industri perhotelan sebagai salah satu tulang punggung pariwisata dan penyerap tenaga kerja berpotensi mengalami krisis berkepanjangan yang dampaknya bisa meluas ke sektor lain.

Dampak dari kondisi tersebut tidak terbatas pada sektor hotel dan restoran semata. Industri hotel dan restoran selama ini berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah DK Jakarta dengan rata-rata sumbangan sekitar 13%. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2023 terdapat lebih dari 603 ribu tenaga kerja yang bergantung pada sektor akomodasi dan makanan-minuman di Jakarta.

Kemudian, penurunan kinerja sektor ini juga membawa efek domino terhadap sektor lain seperti UMKM, petani, dan pemasok logistik dari tetangga-tetangga Jakarta seperti Jawa Barat, Banten hingga Jawa Tengah, serta pelaku seni-budaya, mengingat eratnya keterkaitan rantai pasok dan ekosistem dalam industri pariwisata.

Menanggapi situasi ini, BPD PHRI DK Jakarta mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis. Beberapa usulan yang disarankan meliputi:

1) pelonggaran kebijakan anggaran pemerintah untuk perjalanan dinas dan kegiatan rapat,

2) peningkatan promosi pariwisata yang lebih terarah dan berkesinambungan,

3) penertiban akomodasi ilegal yang merusak pasar dan tidak memiliki izin resmi,

4) peninjauan kembali terhadap kebijakan tarif air, harga gas industri, dan UMP sektoral, serta

5) penyederhanaan proses perizinan dan sertifikasi, termasuk mengintegrasikan sistem antarinstansi agar lebih efisien dan transparan.

PHRI DK Jakarta mengakui bahwa kondisi di perhotelan dan restoran saat ini masih sedikit lebih baik daripada saat pandemi Covid-19. Namun, para pengusaha tidak ingin kondisi sekarang menurun lagi. Oleh karena itu, pelaku industri perhotelan dan restoran di Jakarta berharap agar pemerintah dapat merespon secara cepat dan tepat terhadap berbagai permasalahan yang terjadi. Industri hotel dan restoran tidak hanya berperan penting dalam perekonomian, tetapi juga menjadi wajah pariwisata Jakarta di mata nasional maupun internasional. Dukungan nyata dari pemerintah akan menjadi kunci bagi kebangkitan sektor ini sebagai penggerak utama ekonomi Jakarta. ***(Yun Damayanti)

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

PENTINGNYA PENGATURAN DAN STANDARDISASI STUDY TOUR UNTUK PEMBELAJARAN EFEKTIF

Tourism for Us – Pembelajaran di luar ruang merupakan kebutuhan dalam pendidikan anak yang tidak terlepas dari pembelajaran di dalam kelas. Menanggapi polemik ‘’study tour’’ akhir-akhir ini, pemerintah, pendidik, dan pelaku pariwisata sepakat bahwa kegiatan study tour sebagai bentuk pembelajaran luar ruang perlu diatur dan [more]

KOLABORASI KEMENPAR DAN KEMENKOP PERKUAT PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

KOLABORASI KEMENPAR DAN KEMENKOP PERKUAT PERAN POKDARWIS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui Kelompok Sadar Desa Wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola dan ditingkatkan statusnya menjadi pengelola Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kementerian Pariwisata [more]

KEMENPAR GANDENG QATAR AIRWAYS PERLUAS PROMOSI PARIWISATA INDONESIA

KEMENPAR GANDENG QATAR AIRWAYS PERLUAS PROMOSI PARIWISATA INDONESIA

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng maskapai asal Qatar, yakni Qatar Airways untuk bekerja sama dalam upaya memperluas promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia di pasar global.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan Qatar Airways pada Senin (28/4/2025) di sela-sela acara Arabian Travel Market (ATM) 2025 di Dubai World Trade Center, Uni Emirate Arab.

MoU tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dan Senior Vice President Global Sales Qatar Airways Matt Raos.

Kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif penting, termasuk kerja sama kegiatan promosi pariwisata di pasar-pasar utama yang menjadi fokus kedua belah pihak; pemasaran langsung kepada konsumen yang ditargetkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas; dan keterlibatan pemasaran melalui partisipasi dalam pameran pariwisata dan acara promosi lainnya.

Selanjutnya, mencakup pelatihan produk untuk industri dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian agen perjalanan dalam mempromosikan Indonesia; pengembangan produk pariwisata yang inovatif dan menarik bagi wisatawan internasional; serta pengembangan konten promosi yang kreatif dan efektif untuk berbagai platform dan kerja sama lainnya yang dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan kedua pihak.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/5/2025), menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama strategis ini. Ia mengatakan bahwa MoU ini menjadi bentuk komitmen untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik Indonesia sebagai destinasi pariwisata di seluruh dunia.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan devisa negara dari sektor pariwisata serta membuka lapangan pekerjaan. Saat ini, kami fokus pada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan agar dapat menjaring lebih banyak wisatawan berkualitas,” kata Made.

Made menyebut bahwa Qatar Airways sebagai salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia dengan jaringan global yang luas. Selain itu juga sebagai hub penerbangan dunia dan menurut data melayani lebih dari 90 juta penumpang setiap tahunnya ke 80 negara dan 172 kota di seluruh dunia.

Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk menambah kunjungan wisman dari seluruh dunia ke Indonesia melalui jalur penerbangan Qatar Airways ke Indonesia.

“Penandatanganan MoU ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata pilihan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” kata Made.

Senior Vice President Global Sales Qatar Airways Matt Raos menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra strategis. “Kami bangga dapat mendukung Kementerian Pariwisata RI dalam mempromosikan potensi pariwisatanya yang luar biasa. Melalui sinergi ini, kami yakin dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata negara ini,” kata Raos. ***(Yun Damayanti) 

INDONESIA PERKENALKAN PARIWISATA NAIK KELAS MELALUI WORLD EXPO 2025 OSAKA, JEPANG

INDONESIA PERKENALKAN PARIWISATA NAIK KELAS MELALUI WORLD EXPO 2025 OSAKA, JEPANG

Tourism for Us – Indonesia kembali berpartisipasi di ajang pameran internasional bergengsi “Expo 2025” di Osaka, Kansai, Jepang. Pameran internasional yang juga dikenal sebagai World Expo berlangsung pada 13 April hingga 13 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut berperan karena keikutsertaan [more]