Tag: staycation

ADA TEMPAT STAYCATION BARU NIH DEKAT SITUGUNUNG, MERCURE CIBADAK SUKABUMI RESORT

ADA TEMPAT STAYCATION BARU NIH DEKAT SITUGUNUNG, MERCURE CIBADAK SUKABUMI RESORT

Tourism for Us – Aksesibilitas ke Sukabumi terus meningkat secara bertahap, yang menarik perhatian para investor, termasuk jaringan hotel internasional yang mulai membuka cabang di daerah ini. Meskipun Sukabumi bukanlah destinasi wisata baru di Provinsi Jawa Barat, tantangan dalam hal aksesibilitas sebelumnya membuatnya kurang kompetitif [more]

SAMBUT TAHUN BARU IMLEK 2023 ASTON SENTUL LAKE RESORT & CONFERENCE CENTER HADIRKAN PILIHAN 150+ MENU

SAMBUT TAHUN BARU IMLEK 2023 ASTON SENTUL LAKE RESORT & CONFERENCE CENTER HADIRKAN PILIHAN 150+ MENU

Tourism for Us – Bagi wisatawan yang berencana ke Bogor akhir pekan ini, yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, akan ada banyak kegiatan yang bisa dilihat. Salah satunya di Jalan Suryakencana yang merupakan kawasan pecinan lama. Tetapi, bagi wisatawan yang hanya ingin bersantai menikmati [more]

CONDOTEL, PILIHAN AKOMODASI EFEKTIF UNTUK LIBURAN BERSAMA KELUARGA

CONDOTEL, PILIHAN AKOMODASI EFEKTIF UNTUK LIBURAN BERSAMA KELUARGA

Tourism for Us – Salah satu tantangan saat berlibur bersama keluarga adalah bagaimana mengumpulkan semua anggota dalam satu ruangan (room). Setiap orang tua mesti ingin tetap dapat mengawasi anak-anaknya selagi mereka bersantai. Dua kamar bersebelahan yang terhubung (connecting room) tidak banyak unitnya dan tidak selalu tersedia di hotel. Jadi, tipe akomodasi condotel merupakan pilihan yang cocok dan efektif.  

Condotel 3 kamar di Grand Dafam Braga Bandung cukup luas. Fasilitasnya pun cukup untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan keluarga. (Foto: Yun Damayanti)

Seiring dengan bertambah besarnya dua orang keponakan yang sangat aktif, mencari akomodasi bukan lagi perkara mudah. Keponakan yang paling besar sudah tidak mau lagi berbagi tempat tidur sama orang tuanya. Dia mau bobo sama nin (nenek, red.) atau aunty. Sedangkan adiknya masih mau tidur bersama mama dan ayahnya. Persamaan dari kedua anak itu, butuh ruang gerak yang cukup lapang.

Ini adalah family outing pertama kami setelah ‘’terpisah’’ karena pandemi COVID-19. Semua merasa excited. Dan akhirnya, 3 bedroom suite di Grand Dafam Braga Bandung menjadi pilihan untuk mengakomodasi kami berenam staycation di Kota Kembang.

Grand Dafam Braga Bandung merupakan satu-satunya hotel di Jalan Braga yang menawarkan tipe condotel selain kamar hotel. Hotel ini mempunyai total 54 unit condotel terdiri dari 2 bedroom suite dan 3 bedroom suite. Lokasinya berada di jantung kawasan Braga yang lebih hidup selepas PPKM.   

Condotel tiga kamar yang kami tempati seluas 86 meter persegi. Living dan dining room menjadi satu. Sebuah jendela besar membuat ruangan terasa lapang. Di pojok ruangan ada pintu geser menuju balkon.

Dari lantai 9, kami dapat melihat pemandangan kota tanpa terhalang. Kami juga beruntung karena awan tidak menutupi rangkaian gunung yang mengelilingi kota. Padahal hari itu cuaca di Bandung cerah berawan.

Kami tidak perlu rebutan dengan adanya dua kamar mandi. Adik saya pun merasa senang dengan adanya dapur yang dilengkapi peralatan masak dan makan esensial, bak pencuci dan lemari pendingin serta dispenser air.  

Saat ini, Grand Dafam Braga Bandung dilengkapi dengan Carios Lounge yang berada di sebelah lobby, coffe shop Tos Raos by Canting Restaurant, kolam renang, dan gym. Selain itu juga ada lima meeting rooms, dua di antaranya merupakan meeting rooms baru. Kapasitas ruang pertemuan bisa mengakomodasi sampai dengan 100 orang.

Sarapan pagi disajikan di Tos Raos by Canting Restaurant. Konsepnya  menitikberatkan pada menu Nusantara khususnya dari Kota Bandung. Menu yang disajikan adalah makanan-makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang Bandung. Mulai dari bubur ayam, lontong kari, siomay, baso aci, nasi putih dan lauk-pauknya sampai aneka gorengan.

Pilihan menu internasionalnya tidak banyak. Pilihannya ada aneka roti dan pastri, pasta, salad yang dibentuk dengan cantik, dan beragam dessert.

Saya merasa ada yang aneh saat mengelilingi buffet. Tidak ada nasi goreng? Makanan nasional ini merupakan sajian wajib di semua hotel. Ah, ternyata nasi goreng ditempatkan di area teras luar bersama dengan egg station, aneka gorengan, sate dan lain-lain.

Grand Dafam Braga Bandung menyajikan nasi goreng yang langsung dimasak. Tamu bisa memesan nasi gorengnya pedas atau tidak. Barangkali juga bisa memesan level pedasnya. Karena mama sudah memesan nasi goreng maka saya memesan menu lain yang juga dimasak di tempat.

Saya memesan shawarma karena penasaran. Ketika hotel ini masih berada di bawah naungan grup Aston dengan nama Aston Braga Hotel & Residence, banyak wisatawan dari Arab Saudi menginap di sini.

Staf yang bertugas membuat nasi goreng dan shawarma mengatakan, kulitnya seperti kulit risoles indonesia, bukan menggunakan pratta atau salah satu jenis roti Timur Tengah atau India lainnya. Setelah gigitan pertama, saya yakin bumbu untuk melapisi daging isiannya telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Bagaimanapun, shawarma ini terasa enak dan pas dengan udara pagi Bandung yang sejuk.

Nasi goreng adalah ibu dari semua menu makanan di hotel. Kalau rasa nasi gorengnya enak biasanya, dan memang terbukti, rasa makanan lainnya juga enak-enak. Saya mendapatkan tips ini dari seorang chef di tempat saya bekerja pertama kali dulu. Dan saya masih mempraktikan tips itu.

Apakah saya mencicipi nasi gorengnya? Ya. Saya ambil dari piring mama. Nah, salah satu yang selalu membuat saya agak khawatir setiap kali family outing adalah mengakomodasi selera mama. Dia sendiri suka masak dan memang masakannya enak. Komentarnya terhadap suatu makanan bisa lebih ‘kejam’ daripada kritik yang dilontarkan oleh Gordon Ramsay. Syukurlah, selama kami kulineran baik di sepanjang Jalan Braga maupun di hotel, mama tidak complaint. Sebagian besar menu yang kami lahap mendapat pujiannya.    

Grand Dafam Braga Bandung pun sudah tersertifikasi CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meskipun pemerintah sudah mencabut PPKM, hotel ini masih menerapkan protokol kesehatan.***(Yun Damayanti) 

SERUNYA STAYCATION DAN TUJUH BELASAN DI BOGOR

SERUNYA STAYCATION DAN TUJUH BELASAN DI BOGOR

Tourism for Us – Wisatawan lokal yang sedang menikmati staycation di Bogor juga tidak tertinggal keseruan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Beragam perlombaan khas Tujuh Belasan juga diadakan di hotel-hotel dan resor-resor di Kota Hujan. Satu di antaranya, dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia [more]

1-STOP WORKATION DI BANYUWANGI

1-STOP WORKATION DI BANYUWANGI

Tourism for Us – Ada destinasi workation ‘’B’’ lainnya yang relatif lebih terjangkau yakni Banyuwangi. Dan destinasi ini juga dekat dengan Bali. Pada akhir tahun 2021 orang-orang sudah mulai bisa mengadendakan liburan dibandingkan tahun lalu. Dengan sebagian aktivitas kita lakukan secara hybrid, sebagian orang mungkin [more]

GEOWISATA JADI TREN STAYCATION  DI BANDUNG

GEOWISATA JADI TREN STAYCATION DI BANDUNG

Pegiat geowisata siapkan interpretation tour agar mudah diakses oleh siapapun.

Tourism for Us – Indonesia punya potensi mengembangkan beragam produk geowisata. Harapan besar diletakan di sub sektor pariwisata ini: menghasilkan produk perjalanan yang memberi dampak ekonomi, menumbuhkan kesadaran semua pemangku kepentingan dalam merencanakan penataan wilayah yang lebih memperhatikan kondisi alam, dan melatih keterampilan mitigasi bencana.

Peminat aktivitas trekking bertambah selama PPKM.(Foto: Daniel Nugraha/Exotic Java Trails)

Aktivitas jalan-jalan ke curug (air terjun) dan trekking di sekitar tempat tinggal tampaknya semakin jadi pilihan warga Bandung pada khususnya, dan di Jawa Barat pada umumnya, untuk mengisi staycation. Trekking merupakan bagian dari aktivitas geowisata. Kegiatan fisik di luar ruang itu membawa trekker menelusuri bentang alam dan menemukan keindahan pada artefak geologis di sepanjang jalur yang dilalui seperti bebatuan dan dinding tebing ngarai, aliran kali-kali, hingga air terjun-air terjun dari yang kecil hingga yang paling tinggi. Siapa sangka kegiatan satu ini justru diminati oleh masyarakat selama masa PPPKM.

Merujuk pada unggahan-unggahan di berbagai platform media sosial, geowisata yang sedang naik daun itu bertujuan rekreasi, mengagumi keindahan alam. Ada permintaan dari kelompok-kelompok kecil yang mulai mencari-cari guided tour. Mereka mau ada yang bisa menjelaskan keindahan alam yang ditemui saat trekking di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Tren tersebut diungkapkan oleh satu operator tur dan komunitas pegiat geowisata di Bandung Raya.

Mencermati perkembangan tersebut, komunitas pegiat geowisata di Bandung Raya mengajak beberapa orang ilmuwan geologi dan ahli yang berkompeten di bidangnya untuk berpartisipasi mengembangkan geowisata yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Mereka bersama-sama menciptakan formula produk geowisata yang menarik: berisi informasi mengenai kebumian yang penting sekali untuk diketahui publik, dikemas dan disampaikan secara ringan, dan dapat dilakukan melalui beragam aktivitas yang diminati oleh masyarakat seperti jalan-jalan ke curug, trekking, berkemah hingga touring dengan sepeda dan motor.

Selama ini, geowisata bermuatan program khusus yang syarat kegeologian. Sehingga geowisata dikategorikan sebagai wisata minat khusus. Sasarannya para peneliti, mahasiswa dan pecinta lingkungan saja. Kesannya berat dan membosankan.

Dengan interpretation tour yang tengah disiapkan, aktivitas geowisata seperti trekking menuju curug jadi lebih berisi. Masyarakat memperoleh asupan informasi mengenai kebumian selain menikmati keindahan alamnya. Guided tour dalam geowisata juga bisa berisi edukasi tentang biologi terkait tumbuhan dan satwa, serta humaniora terkait dengan kehidupan warga lokal. Masyarakat akan ditemani oleh ahlinya.

 “Kami melihat, pelancong lokal dan wisatawan domestik semakin teredukasi lebih baik. Inisiatif ini untuk membuat geowisata bisa diinterpretasikan dan diterima oleh lebih banyak orang. Kami sedang siapkan sehingga bisa memenuhi kebutuhan tersebut nantinya. Sebenarnya ini juga penting bagi kita. Agar semua tahu bagaimana mitigasi bencana saat gempa, erupsi gunung berapi, merencanakan pengembangan tata ruang dan lain-lain. Kalau dikemas ringan pesannya akan lebih mudah sampai,“ ujar Daniel Nugraha, seorang travelpreuner dan pegiat geowisata di Bandung Raya.

Banyak daya tarik geowisata di Jawa Barat berada di desa-desa. Sembari mempersiapkan formula geowisata yang lebih mudah diakses, pegiat geowisata juga mendatangi desa-desa untuk berdialog dengan warga.

Kehadiran geowisata diharapkan dapat mendorong masyarakat atau pemilik destinasi memperkaya pengetahuannya terhadap alam dan lingkungan sekitar. Selain itu, membangun kemauan meningkatkan keterampilan mengelola potensi alam menjadi obyek dan produk wisata yang memelihara lingkungan sehingga mempunyai nilai ekonomis berkelanjutan. Sehingga pada akhirnya, masyarakat desa menjadi penuntun bagi pengunjung dan bukan sekedar duduk sebagai penonton dan obyek yang ditonton.

Masyarakat Indonesia hidup di atas tanah yang berada di antara dua lempeng besar Asia dan Australia. Kedua lempeng ini bergerak konsisten. Dari pergerakan itu menciptakan bentang alam yang kita kagumi ketika trekking, berada di bawah air terjun, di puncak gunung, dan melintasi jalan raya. Namun pada saat yang sama, kondisi tersebut menempatkan hidup kita dalam bahaya sepanjang waktu.

Saat kedua lempeng tersebut bersenggol-senggolan puluhan hingga ratusan kilometer di bawah sana, pergerakannya menggoyang daratan yang kita rasakan sebagai gempa. Bila terjadi celah di lautan, dia menghantarkan tsunami ke daratan. Dari pergerakan-pergerakan tersebut bisa membuat tanah berlipat-lipat menjadi gunung. Kalau ada rongga-rongga di dalam tubuh gunung dan tidak kuat lagi menahan tekanan dari dapur magma di dalam perut bumi, dia akan erupsi yang kita sebut gunung meletus.*** (Yun Damayanti)

MULYAHARJA, WISATA DESA DI TENGAH KOTA BOGOR

MULYAHARJA, WISATA DESA DI TENGAH KOTA BOGOR

Tourism for Us – Areal persawahan seluas 23 hektar di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, merupakan destinasi wisata desa di tengah kota. Lokasi areal pertanian organik yang dikelola oleh masyarakat yang dikenal sebagai Kampung Tematik Mulyaharja sempat ditutup pada awal tahun ini. Sekarang Kampung sudah dibuka [more]