CONDOTEL, PILIHAN AKOMODASI EFEKTIF UNTUK LIBURAN BERSAMA KELUARGA

Tourism for Us – Salah satu tantangan saat berlibur bersama keluarga adalah bagaimana mengumpulkan semua anggota dalam satu ruangan (room). Setiap orang tua mesti ingin tetap dapat mengawasi anak-anaknya selagi mereka bersantai. Dua kamar bersebelahan yang terhubung (connecting room) tidak banyak unitnya dan tidak selalu tersedia di hotel. Jadi, tipe akomodasi condotel merupakan pilihan yang cocok dan efektif.  

Condotel 3 kamar di Grand Dafam Braga Bandung cukup luas. Fasilitasnya pun cukup untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan keluarga. (Foto: Yun Damayanti)

Seiring dengan bertambah besarnya dua orang keponakan yang sangat aktif, mencari akomodasi bukan lagi perkara mudah. Keponakan yang paling besar sudah tidak mau lagi berbagi tempat tidur sama orang tuanya. Dia mau bobo sama nin (nenek, red.) atau aunty. Sedangkan adiknya masih mau tidur bersama mama dan ayahnya. Persamaan dari kedua anak itu, butuh ruang gerak yang cukup lapang.

Ini adalah family outing pertama kami setelah ‘’terpisah’’ karena pandemi COVID-19. Semua merasa excited. Dan akhirnya, 3 bedroom suite di Grand Dafam Braga Bandung menjadi pilihan untuk mengakomodasi kami berenam staycation di Kota Kembang.

Grand Dafam Braga Bandung merupakan satu-satunya hotel di Jalan Braga yang menawarkan tipe condotel selain kamar hotel. Hotel ini mempunyai total 54 unit condotel terdiri dari 2 bedroom suite dan 3 bedroom suite. Lokasinya berada di jantung kawasan Braga yang lebih hidup selepas PPKM.   

Condotel tiga kamar yang kami tempati seluas 86 meter persegi. Living dan dining room menjadi satu. Sebuah jendela besar membuat ruangan terasa lapang. Di pojok ruangan ada pintu geser menuju balkon.

Dari lantai 9, kami dapat melihat pemandangan kota tanpa terhalang. Kami juga beruntung karena awan tidak menutupi rangkaian gunung yang mengelilingi kota. Padahal hari itu cuaca di Bandung cerah berawan.

Kami tidak perlu rebutan dengan adanya dua kamar mandi. Adik saya pun merasa senang dengan adanya dapur yang dilengkapi peralatan masak dan makan esensial, bak pencuci dan lemari pendingin serta dispenser air.  

Saat ini, Grand Dafam Braga Bandung dilengkapi dengan Carios Lounge yang berada di sebelah lobby, coffe shop Tos Raos by Canting Restaurant, kolam renang, dan gym. Selain itu juga ada lima meeting rooms, dua di antaranya merupakan meeting rooms baru. Kapasitas ruang pertemuan bisa mengakomodasi sampai dengan 100 orang.

Sarapan pagi disajikan di Tos Raos by Canting Restaurant. Konsepnya  menitikberatkan pada menu Nusantara khususnya dari Kota Bandung. Menu yang disajikan adalah makanan-makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang Bandung. Mulai dari bubur ayam, lontong kari, siomay, baso aci, nasi putih dan lauk-pauknya sampai aneka gorengan.

Pilihan menu internasionalnya tidak banyak. Pilihannya ada aneka roti dan pastri, pasta, salad yang dibentuk dengan cantik, dan beragam dessert.

Saya merasa ada yang aneh saat mengelilingi buffet. Tidak ada nasi goreng? Makanan nasional ini merupakan sajian wajib di semua hotel. Ah, ternyata nasi goreng ditempatkan di area teras luar bersama dengan egg station, aneka gorengan, sate dan lain-lain.

Grand Dafam Braga Bandung menyajikan nasi goreng yang langsung dimasak. Tamu bisa memesan nasi gorengnya pedas atau tidak. Barangkali juga bisa memesan level pedasnya. Karena mama sudah memesan nasi goreng maka saya memesan menu lain yang juga dimasak di tempat.

Saya memesan shawarma karena penasaran. Ketika hotel ini masih berada di bawah naungan grup Aston dengan nama Aston Braga Hotel & Residence, banyak wisatawan dari Arab Saudi menginap di sini.

Staf yang bertugas membuat nasi goreng dan shawarma mengatakan, kulitnya seperti kulit risoles indonesia, bukan menggunakan pratta atau salah satu jenis roti Timur Tengah atau India lainnya. Setelah gigitan pertama, saya yakin bumbu untuk melapisi daging isiannya telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Bagaimanapun, shawarma ini terasa enak dan pas dengan udara pagi Bandung yang sejuk.

Nasi goreng adalah ibu dari semua menu makanan di hotel. Kalau rasa nasi gorengnya enak biasanya, dan memang terbukti, rasa makanan lainnya juga enak-enak. Saya mendapatkan tips ini dari seorang chef di tempat saya bekerja pertama kali dulu. Dan saya masih mempraktikan tips itu.

Apakah saya mencicipi nasi gorengnya? Ya. Saya ambil dari piring mama. Nah, salah satu yang selalu membuat saya agak khawatir setiap kali family outing adalah mengakomodasi selera mama. Dia sendiri suka masak dan memang masakannya enak. Komentarnya terhadap suatu makanan bisa lebih ‘kejam’ daripada kritik yang dilontarkan oleh Gordon Ramsay. Syukurlah, selama kami kulineran baik di sepanjang Jalan Braga maupun di hotel, mama tidak complaint. Sebagian besar menu yang kami lahap mendapat pujiannya.    

Grand Dafam Braga Bandung pun sudah tersertifikasi CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meskipun pemerintah sudah mencabut PPKM, hotel ini masih menerapkan protokol kesehatan.***(Yun Damayanti) 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *