CAMPERVAN DAN TREKKING, PRODUK BARU PARIWISATA NTT 2022

Tourism for Us – Perjalanan overland di Pulau Flores muncul jadi tren perjalanan baru wisatawan domestik (wisdom) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahap awal pelonggaran kegiatan masyarakat. Perjalanan darat ini pada umumnya dilakukan oleh grup perusahaan dan insentif. Overland mulai dari Labuan Bajo di Manggarai Barat, ke Manggarai, bahkan ada yang sampai Manggarai Timur.

NTT menawarkan roadtrip atau overland Flores plus campervan sebagai hot product bagi pasar wisdom.(Foto: Flobamor Tours)

Perjalanan darat dan menggunakan kendaraan pribadi merupakan pilihan paling masuk akal untuk bisa menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan-kegiatan di luar ruang seperti berkemah, trekking dan lain-lain diperkirakan masih akan jadi pilihan wisdom sepanjang 2022. Khusus kegiatan berkemah, orang-orang mulai melirik campervan dan motorhome sekarang. Kedua jenis kendaraan rekreasi ini memungkinkan perjalanan dilakukan dalam grup kecil dan kebebasan mengatur perjalanan.  

NTT tidak ketinggalan mempersiapkan diri untuk mengakomodasi tren perjalanan itu dan permintaan yang datang. Pejalan bisa memilih beberapa spot di Labuan Bajo, Ende dan Maumere untuk memarkirkan kendaraan dan mendirikan tendanya, maupun campervan, dalam roadtrip di Pulau Flores. Bagi pejalan dalam grup yang ingin overland dan bermalam di penginapan pun tetap dilayani.

Flobamor Tours, satu operator tur lokal di NTT, berkolaborasi dengan komunitas Java Overland siap menyewakan kendaraan camping bagi wisatawan yang hendak merasakan petualangan roadtrip di sana. Biaya sewanya mulai dari Rp 3.000.000,00 per malam per orang. Biaya sudah termasuk sewa mobil, tenda, amenities dasar dan portable toilet.

Puncak Fatu’ulan dan lembah Fatumnasi di Gunung Mutis,Pulau Timor,satu dari dua hot trekking trails terbaru yang ditawarkan NTT. [Foto; Flobamor Tours]

NTT menawarkan trekking trails terbaru di Bukit Hulnani, Alor dan Fatumnasi-Fatu’ulan di Gunung Mutis, Pulau Timor. Bukit Hulnani juga telah ditetapkan sebagai titik awal penerbangan paralayang. Trekking sebenarnya bukan kegiatan wisata baru. Aktivitas luar ruang ini sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam sebagian besar produk wisata NTT. Provinsi itu sekarang ingin menunjukan, trekking trails bukan hanya ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, sekitar Labuan Bajo dan menuju Kampung Adat Wae Rebo saja. Kedua trekking trails baru menambah opsi pilihan aktivitas dan pengalaman bagi wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.

Kita semua tahu NTT kaya pantai-pantai cantik dan perawan. Tahun depan provinsi ini akan memperkenalkan satu pantai tersembunyinya kepada publik, pantai Liman di Pulau Semau. Pulau itu berjarak 15 menit menyeberang dengan ferry dari Kota Kupang. Bahkan sudah ada warga lokal yang memulai usaha akomodasi homestay di sana. Dalam rangka pengembangan produk wisata bahari, kini pemerintah daerah mendorong pelaku usaha pariwisata lokal untuk mengembangkan wisata memancing di Alor, selain penyelaman.

Pantai Liman di Pulau Semau.Pantai perawaran yang akan diperkenalkan kepada publik yang lebih luas pada 2022. [Foto; Abed Frans]

Labuan Bajo di masa PPKM level 1

Ketua DPD ASITA NTT Abed Frans mengabarkan, wisdom mulai meramaikan Labuan Bajo. Semakin banyak wisdom yang tidak takut berlayar dengan kapal-kapal live on board (LOB). Paket wisata LOB paling diminati berdurasi 4 hari 3 malam. Wisdom berlayar selama 2 malam di perairan TNK dan sekitar Labuan Bajo, lalu menginap semalam di darat.

Event juga sudah mulai hadir di Labuan Bajo. Satu di antaranya, konferensi polisi wanita dunia yang berlangsung pada bulan November ini.

“Konektivitas udara ke, dari dan intra NTT semakin membaik. Kami, di industri, sedang mengusahakan agar lebih banyak rute-rute penerbangan yang menghubungkan antara Labuan Bajo dengan daerah-daerah lain di Flores dan Sumba. Sedangkan dari Kupang menuju daerah-daerah lain di NTT bisa dikatakan tidak terlalu jadi masalah lagi,“ ujar Abed.*** (Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *