KEMENTERIAN PARIWISATA BERKOMITMEN AKAN MENINGKATKAN KUALITAS PENYELENGGARAAN EVENT DI DAERAH DAN INDONESIA IP-BASE EVENT

Tourism for Us – Pemerintah akan semakin memperhatikan penyelenggaraan event di Indonesia. Event sebagai instrumen untuk menggerakan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Event yang IP base-nya Indonesia juga akan diperbanyak. Dan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event di daerah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan memberikan pendampingan dan pelatihan dengan melibatkan pelaku industri penyelenggara kegiatan seperti para back stagers berpengalaman dan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).   

Pada pembukaan Explore Kalimantan Fair 2024 (XKF) yang menjadi highlight di Indonesia Ecotourism Fair 2024 (IEF), Sabtu (2/11/2024), di Sarinah Thamrin Jakarta, Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, mengatakan, event merupakan instrumen yang dapat mengumpulkan massa dan menjadi forum transaksional. Kalau ada event pasti ada bazaar yang melibatikan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dari acara itu mereka dapat meningkatkan pendapatan. Dan pada gilirannya memberi dampak terhadap ekonomi daerah dengan menggeliatnya kegiatan bisnis lokal. 

‘’Komitmen dari Menteri Pariwisata Ibu Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata Ibu Ni Luh adalah bagaimana event-event yang kita miliki diperbanyak dari segi kuantitasnya juga ditingkatkan dari segi kualitasnya. Kualitas penyelenggaraannya dan kualitas dampaknya,’’ ujar Vinsen

Vinsen menerangkan lebih lanjut, ’’Bukan hanya event daerah tetapi juga event nasional dan internasional. Bahkan beliau juga berpesan bahwa kita harus menciptakan event-event yang IP-base-nya Indonesia.’’

IP-base event maksudnya adalah event itu memang asli Indonesia. Dia mencontohkan beberapa event musik nasional sudah menjadi event internasional seperti Java Jazz, Jakarta Warehouse dan Hammersonic Festival. Dengan semakin banyak event yang IP-base-nya Indonesia diharapkan dapat menjadikan negeri ini juga menjadi destinasi event kelas dunia.

‘’Kita berharap event-event seperti XKF bisa menginspirasi pulau-pulau lain di Indonesia untuk sama-sama menerapkan prinsip-prinsip konservasi dalam pengembangan pariwisatanya. Mudah-mudahan event seperti ini akan menjadi template di pulau-pulau lain di seluruh Indonesia,’’ kata Vinsen dalam sambutannya.

Sejak beberapa bulan terakhir Kemenpar sudah menghimbau kepada kepala-kepala dinas pariwisata di tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten untuk memasukan event-event di daerahnya ke kementerian. Event-event di daerah itu akan dikurasi sebelum dimasukkan dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Selain itu, event-event non-KEN juga akan diperbarui.

Kemenpar menetapkan tiga variabel utama dalam mengkurasi event di daerah untuk dimasukkan dalam program KEN. Ketiga variabel itu yakni event daerah yang masuk dalam KEN harus mampu menggerakan wisnus dan mendatangkan wisman. Dan event tersebut harus memberikan dampak terhadap sosial-ekonomi dan perkembangan budaya Indonesia.   

Kualitas penyelenggaraan event di daerah dinilai masih minim. Oleh karena itu Kemenpar akan memberikan pendampingan dengan mengundang back stagers berpengalaman dan ASPERAPI. Mereka akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagaimana menyelenggarakan event berkualitas. Pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas mulai dari tampilan panggungnya hingga promosi event.

Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Penyelenggara Kegiatan mengungkapkan, Kemenpar sudah menyediakan petunjuk teknis (juknis) terkait event berkualitas. Pemerintah menginginkan penyelenggaraan event di Indonesia mempunyai standar kualitas yang sama.   

Explore Kalimantan Fair memasuki penyelenggaraan kedua tahun ini. Peserta pameran XKF tahun lalu melaporkan bahwa mereka memperoleh transaksi kunjungan wisatawan ke destinasi tidak lama setelah pameran. Dan berangkat dari kesuksesan tersebut, tidak hanya penyelenggaraan XKF yang berlanjut tetapi juga mendorong digelarnya Indonesia Ecotourism Fair.

Ary S. Suhandi, Chairman, Executive Director Indecon, mengatakan, XKF memberi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain mau ikut berpameran. Mereka mendorong agar pameran diperluas agar komunitas-komunitas di seluruh Indonesia juga bisa menampilkan destinasi dan produk-produknya.

Indonesia Ecotourism Fair 2024 dengan highlight Explore Kalimantan Fair 2024 telah berlangsung pada 2-3 November 2024 di Sarinah Thamrin Jakarta. Pameran khusus ekowisata pertama ini diikuti oleh 35 komunitas yang menempati 22 booth.

Penyelenggaraan XKF 2024 didukung oleh Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Kalimantan. TFCA adalah Divisi Program dari Yayasan Kehati. Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Berau turut menjadi kontributor pengisi konten pameran.

Indonesian Ecotourism Network (INDECON) menginisiasi sekaligus mengorganisasi penyelenggaraan XKF dan IEF. Dan sehari sebelumnya digelar Temu Jaringan Ekowisata Indonesia (TJEI) di Tebet Eco Park, Jumat (1/11/2024). TJEI tahun ini merupakan pertemuan ke-10. Pertemuan jaringan ekowisata Indonesia itu adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh INDECON.***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *