KONEKTIVITAS DILI-KUPANG: JEMBATAN KERJA SAMA TIMOR LESTE DAN INDONESIA
Tourism for Us – Perkembangan transportasi darat antara Dili, ibukota Timor Leste, dan Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, telah berlangsung pesat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Saat ini, terdapat tujuh operator bus yang melayani rute ini setiap hari. Kemajuan yang cepat itu mendorong untuk merealisasikan konektivitas udara antara kedua kota tersebut.

Operator bus yang melayani rute Kupang, NTT dan Dili, Timor Leste di antaranya, DAMRI, PO Bus Bagong Kupang, dan Badadok Dili, Timor Leste. Terminal Bis Bimoku Kupang menjadi teminal bis yang melayani rute lintas antarnegara ini. Selain itu juga ada penyedia shuttle Timor Travel yang mempunyai pool di Kupang, Atambua, dan Dili.
Lima unit bus beroperasi melayani rute Dili-Kupang dengan ketepatan waktu yang baik setiap hari. Semua bus tersebut melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain di Belu, memastikan perjalanan darat di Trans Timor selama sembilan jam lancar bagi penumpang.
Konsulat Timor Leste di Kupang menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi dan memperkuat kerja sama lintas batas antara Timor Leste dan Indonesia. Konsul Timor Leste Espedito da Conceicao Ribeiro menyatakan bahwa kerja sama ini sangat penting dan strategis bagi kedua negara bertetangga untuk mendorong pertumbuhan bersama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pariwisata, budaya, pendidikan, kesehatan, dan politik. (dikutip dari Fortuna Press, 10/3/2026).
Konektivitas udara antara Bandara El Tari di Kupang dan Nicola Lobato Airport di Dili dipandang penting bagi kedua belah pihak, terutama untuk urusan pemerintah dan layanan darurat kesehatan. Layanan penerbangan internasional yang akan menghubungkan kedua kota ini sedang diproses melalui kementerian transportasi di masing-masing negara. Penerbangan itu diharapkan dapat segera beroperasi.
‘’We hope that the air connectivity will be realized soon, with Wings Air-Lion Group and Aero Dili currently processing the necessary arrangement,’’ kata Ribeiro.
Kota Kupang diharapkan dapat menjadi hub dan pusat produktivitas yang dapat memfasilitasi berbagai kerja sama permanen yang menguntungkan masyarakat di kedua negara.
Selain itu, Konsul Ribeiro juga mendukung rencana Tour de Timor melintasi negaranya. Ajang balap sepeda ini direncanakan akan dimulai dari Kupang, NTT dan berakhir di Lospalos, Timor Leste. Rencana ini masih didiskusikan oleh pemerintah di masing-masing negara dan membutuhkan persetujuan dari Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta. ***(Yun Damayanti)
