MENGUNGKAP MISTERI BATU BERNADA DI SITUS GUNUNG PADANG, CIANJUR

Tourism for Us – Keunikan situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, salah satunya terletak pada beberapa batuan yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian bernada. Suara lembut dari desau rumpun bambu dan pepohonan di sekitarnya menambah keindahan, menciptakan harmoni musik alam yang terasa magis dan menawan.  

Batu bernada di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.
(Foto: Yun Damayanti)

Bebatuan bernada ini berada di teras paling bawah. Ada batu kecapi dan batu bonang. Ketika dipukul, batu-batu itu mengeluarkan suara seperti alat musik kecapi dan bonang. Suara yang dikeluarkannya terdengar seperti da, mi, na, ti, la, da, tangga nada musik tradisional. 

Pemandu lokal menjelaskan bahwa batu-batu yang tersebar di lokasi tersebut tidak diletakkan secara acak, begitu pula dengan rumpun bambu dan pohon-pohon besar di sekitarnya. Suara dari batu kecapi dan bonang memantul di antara bebatuan dan pepohonan, menciptakan efek yang mirip dengan efek domino. Hasilnya adalah suara akustik yang hampir tanpa gema, seolah mendengarkan melodi yang mengalun di dalam ruangan dengan teknik akustik modern.

Melihat fenomena tersebut, situs Gunung Padang mungkin dibangun dengan menggunakan teknik akustik suara alami. Menurut hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir, ada kemungkinan pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada di sekitarnya (dikutip dari Wikipedia).

Keunikan lainnya adalah penggunaan batu andesit persegi lima. Bentuk ini melambangkan kesempurnaan. Dari hasil obeservasi, situs Gunung Padang merupakan tempat pemujaan. Tempat ini dipercaya sebagai tempat energi universal bersemayam, dan menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan. 

Situs megalitik Gunung Padang diperkirakan dibangun antara tahun 7000 sampai 5000 sebelum masehi. Situsnya berupa kompleks punden berundak seluas lebih kurang 900 meter persegi di ketinggian 885 meter di atas permukaan laut (mdpl). Reruntuhan situs sekarang dikelilingi hutan dan kebun masyarakat.

Untuk mencapai situs, pengunjung mesti meniti anak tangga. Ada dua pilihan, yakni meniti sekitar 500 anak tangga asli yang dibangun dari batu andesit persegi lima, atau anak tangga modern yang dibuat lebih landai dan ramah pengunjung meskipun agak sedikit memutar.

Situs Gunung Padang saat ini sedang dalam proses pemugaran. Meskipun demikian, pengunjung masih diperbolehkan untuk datang. Sebaiknya, sebelum berkunjung, pastikan untuk memeriksa izin kunjungan. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *