Tag: culture trip

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

HUNZA DI MUSIM PANAS: PERPADUAN PEGUNUNGAN ALPEN SWISS DAN HIMALAYA YANG MEGAH, SERTA BUDAYA UNIK ASIA TENGAH

Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang [more]

PENGELOLA KAMPUNG ADAT WAEREBO MINTA PENGUNJUNG BAYAR TIKET MASUK DI TIC, DUSUN KOMBO, CEK ATURAN TERBARUNYA SEBELUM BERKUNJUNG

PENGELOLA KAMPUNG ADAT WAEREBO MINTA PENGUNJUNG BAYAR TIKET MASUK DI TIC, DUSUN KOMBO, CEK ATURAN TERBARUNYA SEBELUM BERKUNJUNG

Tourism for Us – Pengelola Kampung Adat Waerebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengumumkan perubahan sistem pembayaran tiket masuk ke kampung ini. Terhitung sejak 1 Mei 2026, pembayaran tiket masuk ke kampung adat pemenang berbagai penghargaan itu dilakukan di Waerebo Tourist Information Center (TIC) [more]

CANDI SUKUH: FAKTA ATAU MITOS EROTIS?

CANDI SUKUH: FAKTA ATAU MITOS EROTIS?

Tourism for Us – Candi Sukuh adalah salah satu candi terkenal di Jawa Tengah, setelah Candi Borobudur dan kompleks Candi Gedong Songo. Candi ini memiliki bentuk punden berundak yang mirip dengan piramida suku Inka di Amerika dan menjadikannya berbeda dari candi-candi lainnya di Nusantara. Selain itu, terdapat arca dan relief yang dianggap memiliki unsur erotis, yang menarik pehatian banyak pengunjung. Candi itu juga sering dikujungi oleh pasangan yang berharap untuk mendapatkan keturunan.

Candi Sukuh, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: Yun Damayanti)

Candi Sukuh dibangun sekitar tahun 1437 dan merupakan candi Hindu terakhir yang didirikan sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit. Terletak di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), candi ini berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Lingkungan sekitar candi yang dikelilingi pepohonan lebat menciptakan suasana sejuk sepanjang hari dan memberikan nuansa mistis.

Pengunjung Candi Sukuh akan menemukan banyak simbol lingga dan yoni yang terpahat pada reliefnya. Selain itu, ada juga arca manusia tanpa kepala yang memegang kemaluan. Meskipun tampak memiliki unsur erotis, semua ini sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam, yaitu mengingatkan kita bahwa asal-usul manusia berasal dari penyatuan antara laki-laki dan perempuan.

Relief di sebelah kanan candi utama, selain menceritakan asal-usul dan siklus hidup manusia, juga kisah purnakawan dalam Mahabarata. Sementara, relief di sebelah kirinya menceritakan pertempuran manusia, yakni pertempuran kebaikan melawan keburukan. Manusia yang berhasil melewati ujian tersebut akan mencapai derajat tertinggi, disimbolisasikan dengan manusia yang berdiri di atas lotus (teratai).

Di depan candi utama terdapat dua arca berbentuk kura-kura, lambang Dewa Syiwa. Menurut keterangan pemandu lokal yang menemani kami, beberapa batu, khususnya yang ada di puncak candi, adalah batu baru. Pada saat pemugaran Candi Sukuh, tim ekskavasi tidak menemukan batu yang asli atau diperkirakan sudah hancur.

Candi Sukuh termasuk situs sejarah yang dirawat dengan baik. Tiket masuknya sudah dibedakan antara pengunjung domestik dan mancanegara. Selain itu, situs candi dilengkapi dengan tempat parkir, toilet umum, mushola, dan warung-warung.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke candi ini antara pukul tujuh hingga 10 pagi. Bila berkunjung pada sore hari, sebaiknya membawa pakaian hangat dan payung, karena seringkali kabut tebal dan hujan. Selain itu, pengunjung disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan. Sebaiknya kenakan bawahan panjang yang menutupi kaki. Pengelola situs menyediakan peminjaman kain sebagai antisipasi bila ada pengunjung yang memerlukannya.

Terletak sekitar 50 kilometer dari kota Solo, akses menuju Candi Sukuh sudah baik. Kebun teh Kemuning menjadi jalur yang direkomendasikan untuk menuju candi. Terletak sekitar delapan kilometer atau hanya 10-15 menit berkendara dari candi, perkebunan teh yang dikelola oleh PTP X ini sering dijadikan tempat singgah, khususnya oleh wisatawan dari Eropa dan Jepang. Di sini, pengunjung dapat menikmati udara sejuk sambil menikmati pemandangan Kabupaten Karanganyar dari ketinggian.

Namun, kontur jalan menanjak dan curam perlu diperhatikan oleh pengunjung. Bila membawa kendaraan pribadi, pastikan kondisi kendaraan sehat. Sementara, kondisi jalan ini cukup berisiko untuk bis besar sehingga rombongan wisatawan yang menggunakan bis, pada umumnya, akan diminta untuk berganti kendaraan yang lebih kecil menuju candi.

Perjalanan ke Candi Sukuh bukan hanya tentang keunikan candi dan kisah erotisme yang membuatnya terkenal, tetapi juga merupakan pengalaman menyegarkan melalui perkebunan teh dan desa-desa di sektarnya. Ini adalah perjalanan yang terjangkau dan sangat layak dilakukan di daerah Solo Raya. ***(Yun Damayanti)

MENGUNGKAP MISTERI BATU BERNADA DI SITUS GUNUNG PADANG, CIANJUR

MENGUNGKAP MISTERI BATU BERNADA DI SITUS GUNUNG PADANG, CIANJUR

Tourism for Us – Keunikan situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, salah satunya terletak pada beberapa batuan yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian bernada. Suara lembut dari desau rumpun bambu dan pepohonan di sekitarnya menambah keindahan, menciptakan harmoni musik alam yang terasa magis dan menawan.   [more]

DELEGASI PESERTA KONFERENSI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UN TOURISM DIAJAK BELAJAR BUDAYA BALI

DELEGASI PESERTA KONFERENSI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UN TOURISM DIAJAK BELAJAR BUDAYA BALI

Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak para delegasi ‘’The 2nd UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific’’ untuk belajar tradisi dan budaya Bali pascakonferensi. Post tour bagi [more]

MENYUSURI CERITA KOTA MALANG DI KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN

MENYUSURI CERITA KOTA MALANG DI KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN

Tourism for Us – Kampoeng Heritage Kajoetangan siap mengajak setiap pengunjung menyusuri cerita tentang Kota Malang sejak 13 abad silam.

Salah satu spot ikonik di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang. (Foto: Adjie Wahjono)

Suasana kota lama langsung terasa begitu memasuki Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kampung ini merupakan kawasan pemukiman lama tidak jauh dari Balaikota dan Alun-alun Kota Malang sekarang. Kawasan pemukiman lama itu diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-13.

Pengunjung bisa menemukan jejak-jejak masa lalu kota di bangunan-bangunan lama berlanggam arsitektur dari zaman kolonial Belanda hingga langgam arsitektur yang lebih muda seperti arsitektur jengki. Tidak sedikit warga yang mempertahankan interior dan perabotan kuno di rumahnya. Hingga akhirnya benda-benda itu kini difungsikan juga menjadi properti bagi pengunjung untuk membuat foto-foto unik.  

Setiap daya tarik seperti Rumah Produksi Ontbijtkoek, Makam Mbah Hinggo, Rumah Mbah Ndut, dan Pasar Talun punya ceritanya masing-masing. Setiap cerita merangkum perjalanan Kota Apel dari dulu sampai sekarang.

Selain itu, pengunjung juga bisa memainkan dolanan anak yakni permainan yang biasa dilakukan oleh anak-anak. Generasi Milenial dan Gen Z mungkin tidak mengenal lagi permainan-permainan itu. Tetapi, bagi generasi baby boomers dan Gen X, memainkan lagi permainan-permainan tersebut membangkitkan kenangan masa kanak-kanak yang menyenangkan.

Orkes musik keroncong siap memainkan lagu-lagu kenangan untuk menghibur pengunjung. Di beberapa bagian dinding rumah warga dihiasi mural. Salah satu titik untuk melihatnya berada di mergi lepen yakni di gang-gang sempit yang mengapit sebuah kali kecil berair bersih.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan, Malang, Jawa Timur, Minggu (16/4/2023). Kunjungan itu dalam rangkaian visitasi 75 desa wisata terpilih di ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2023. Menparekraf didampingi oleh Walikota Malang Sutiaji beserta jajaran, dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga mengajak pihak swasta, Dulux, sebagai mitra strategis Kemenparekraf untuk memberdayakan tembok-tembok yang ada di Kajoetangan sehingga lebih berwarna dan terhias dengan beragam gambar mural.

Professional Brand and Sustainable Manager PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Ria Marfiana menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah memberikan kesempatan kepada ICI untuk kembali berkolaborasi. Karena program ADWI 2023 sejalan dengan misi ICI untuk membangun people, planet dan paint di seluruh wilayah Indonesia.

‘’Karena kalau Menparekraf memberi arahan harus bergerak cepat, action selanjutnya adalah kita berkoordinasi dengan pengelola desa tentunya, melakukan survei, dan menghitung kebutuhan di kampung ini. Setelah semuanya siap, kita akan segera laksanakan,’’ ujar Ria.***(Yun Damayanti) 

DUSUN TAYU, SANG PENJAGA HERITAGE TEA DI BANGKA BARAT

DUSUN TAYU, SANG PENJAGA HERITAGE TEA DI BANGKA BARAT

Tourism for Us – Di Dusun Tayu, Kecamatan Jebus, Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kita dapat melihat kebun teh beserta tradisinya yang telah berlangsung lebih dari 200 tahun. Tapi, jangan bayangkan berada di hamparan kebun teh hijau nan luas di tengah udara dingin. Pulau Bangka, satu [more]

PESONA BUDAYA DAYAK TOMUN DI DESA RIAM TINGGI, LAMANDAU

PESONA BUDAYA DAYAK TOMUN DI DESA RIAM TINGGI, LAMANDAU

Tourism for Us – Pelayanan dan sikap warga Desa Riam Tinggi membuat setiap wisatawan yang datang betah. Mereka merasa menjadi bagian dari kampung Dayak Tomun walaupun hanya tinggal sesaat. Hospitality warga di salah satu desa wisata di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, ini telah diakui baik [more]

TEMANGGUNG INGIN GELIATKAN PARIWISATA,UNDANG INVESTOR

TEMANGGUNG INGIN GELIATKAN PARIWISATA,UNDANG INVESTOR

Tourism for Us – Setiap tahun para biksu dan penganut Budha mengambil air suci di Jumprit, Temanggung. Itu merupakan bagian dari ritual perayaan hari Waisak di Candi Borobudur. Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau mengelilingi kabupaten ini dan telah menjadi tujuan para pendaki sebelum naik ke salah satu puncak gunung. Udara dingin dan pemandangan pegunungan bak cerita dalam relif candi menjadikannya tujuan primadona baru di antara camcer, penikmat camping ceria, selama pandemi COVID-19.

Gunung Sumbing dan kebun tembakau di Temanggung,Jawa Tengah.(Foto: Fatoer Doang)

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas Borobudur. Selain wisata pegunungan dan wisata religi di Jumprit, Badan Cagar Budaya Nasional sedang mengekskavasi sebuah candi di daerah Liangan. Daerah di bagian tengah Temanggung itu tengah dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata budaya dan spiritual.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq ketika menerima rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung pada pertengahan Desember lalu (16/12/2021) mengungkapkan,‘’Ada kesepakatan antara Kabupaten Temanggung dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur. Temanggung akan mengarahkan wisatawan yang datang dari Borobudur ke Kledung dan Jumprit. Akses dan infrastruktur ke kedua daerah tersebut sudah bagus.’’

Satiyono Atmaji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Kabupaten Temanggung, saat mendampingi rombongan One Day Tour #NjonangTemanggung di Posong meyakinkan, berdasarkan hasil asesmen Satgas COVID-19 pemerintah pusat, Temanggung berada di level 1. Artinya, kabupaten ini  dapat menerima kunjungan wisatawan dengan adaptasi protokol kesehatan.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Temanggung rata-rata mencapai 200 ribu per tahun sebelum pandemi COVID-19. Wisatawan datang dari dalam dan luar negeri. Namun, di sana belum ada akomodasi di kelas berbintang.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengundang investor untuk mendirikan hotel berbintang. Destinasi ini mengundang investor hotel yang mempunyai konsep kuat, estetik, rekreatif, dan nyaman bagi wisatawan. Dikutip dari siaran pers, pemkab akan memberikan kemudahan perizinan dan lahan untuk lokasi pembangunan hotel. Selain itu, infrastruktur pun terbilang sudah bagus.*** (Yun Damayanti)

BEGINI PERJALANAN BUDAYA DI SUMBA

BEGINI PERJALANAN BUDAYA DI SUMBA

Tourism for Us – Pulau Sumba adalah destinasi yang akan menginjeksi seluruh panca indera traveler dengan keunikan dan keindahannya. Pengalaman perjalanan di Tana Humba bahkan telah dimulai dari sesaat sebelum pesawat mendarat hingga lepas landas lagi. Perbukitan dan savana Pulau Sumba adalah landscape eksotis yang [more]