PENGELOLA KAMPUNG ADAT WAEREBO MINTA PENGUNJUNG BAYAR TIKET MASUK DI TIC, DUSUN KOMBO, CEK ATURAN TERBARUNYA SEBELUM BERKUNJUNG

Tourism for Us – Pengelola Kampung Adat Waerebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengumumkan perubahan sistem pembayaran tiket masuk ke kampung ini. Terhitung sejak 1 Mei 2026, pembayaran tiket masuk ke kampung adat pemenang berbagai penghargaan itu dilakukan di Waerebo Tourist Information Center (TIC) yang berada di Dusun Kombo, dan tidak lagi dilakukan langsung di Kampung Waerebo.

Kampung adat Wae Rebo,desa wisata di NTT. (Foto: Wae Rebo Official)

Dalam pengumuman yang diunggah melalui media sosial Instagramnya, @waerebo.official, pengelola kampung adat meminta kepada seluruh tamu/wisatawan, agen perjalanan, dan masyarakat umum untuk melakukan pembayaran tiket masuk terlebih dahulu di Dusun Kombo sebelum memulai perjalanan menuju Kampung Adat Waerebo. Pengelola menyarankan agar pengunjung melakukan pemesanan satu hingga dua minggu sebelum kedatangan.

Biaya tiket masuk ke Kampung Adat Waerebo sebesar Rp 325.000,00 per orang per malam, termasuk makan tiga kali sehari. Sementara, bagi pengunjung yang tidak menginap atau hanya berkunjung dalam satu hari biayanya Rp 200.000,00 per orang per day trip.

Pengelola juga mengkonfirmasi bahwa biaya tiket masuk ke kampung adat tidak dibedakan antara pengunjung asing dan domestik, semua membayar dalam jumlah yang sama. Sementara ini, ‘’Pembayaran dilakukan secara cash. Kita masih siapkan sistem baru untuk sistem transfernya,’’ begitu pesan yang kami terima dari pengelola Kampung Adat Waerebo.

Dalam situs waereboofficial.com juga diterangkan bahwa donasi untuk upacara adat berkisar Rp 50.000,00 hingga Rp 100.000,00 dan diberikan langsung ke Dewan Adat di rumah utama.

Selain itu, pengelola Kampung Adat Waerebo mewajibkan pengunjung menggunakan pemandu lokal resmi yang telah ditunjuk oleh kampung demi keamanan pengunjung dan menjaga adat yang berlaku di kampung. Biaya jasa pemandu lokal sebesar Rp 500.000,00 untuk paket perjalanan 2 hari 1 malam.

Bagi wisatawan yang menginap, penggunaan jasa porter bersifat opsional namun sangat disarankan. Jasa porter untuk mengangkut beban sampai dengan 20 kilogram biayanya sebesar Rp 250.000,00 per orang PP (pergi-pulang). Namun, biaya tambahan mungkin akan dikenakan jika bebannya di atas 20 kilogram.

Perjalanan menuju Kampung Adat Waerebo mesti melalui trek yang panjang. Untuk membantu pengunjung tersedia ojek sampai ke Pos 1 dengan biaya sekitar Rp 100.000,00 per trip.

Dengan semakin meningkatknya jumlah kunjungan, masyarakat Kampung Adat Waerebo berpesan agar pengunjung/wisatawan menghormati semua adat dan tradisi yang berlaku, termasuk privasi warga kampung, menjaga kebersihan dan ketertiban, tidak merusak atau mengambil barang-barang yang ada di desa, termasuk flora dan fauna.

Ada lima aturan utama yang harus dipatuhi pengunjung yakni, dilarang menaiki altar budaya compang, dilarang membawa/mengkonsumsi minuman beralkohol, dilarang memberikan snack atau jajanan untuk anak-anak, dilarang mengenakan pakaian/busana terbuka, dan dilarang trekking di atas pukul 16.00 WITA demi keselamatan karena cuaca di gunung cepat berubah.

Selain itu, pengunjung pun perlu memahami bahwa penggunaan kamera dan perekaman video, termasuk drone, tidak batasi, tetapi harus dengan izin dari pihak desa atau warga setempat. Selain untuk menghormati privasi warga, ada aturan yang tidak memperbolehkan pengambilan foto dan perekaman video pada saat upacara adat. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *