EIGER NATURE HADIR DI MEGAMENDUNG, BOGOR, KONSERVASI DAN PENGUATAN EKONOMI LOKAL JADI ANDALAN

Tourism for Us – Daya tarik ekowisata di Kabupaten Bogor bertambah lagi dengan diluncurkannya EIGER Nature di Sukagalih, Megamendung, Cisarua, Selasa (27/10/2026), dan akan dibuka untuk umum secara bertahap mulai Senin, 2 November 2026. Tempat rekreasi terbaru ini mengusung konsep petualangan, edukasi, dan pelestarian lingkungan, serta diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pengunjung disambut dengan penjelasan singkat dan peta kawasan EIGER Nature di beranda verifikasi tiket. (Foto: Yun Damayanti)

Lokasi EIGER Nature berada di irisan lahan zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan PTPN. Pengembangannya dilakukan secara bertahap. Pengembangan tahap pertama yang sudah selesai memanfaatkan area milik PTPN seluas 73,23 hektare. Selain itu, tujuan ekowisata di daerah wisata Cisarua ini juga mengintegrasikan upaya pelestarian kawasan konservasi seluas 253,66 hektare di TNGGP dengan mengembangkan aktivitas ramah lingkungan seperti Forest Trekking, Nature Walk, dan Suspension Bridge.

Dengan mengusung tema ‘Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia’, EIGER Nature mengembangkan konsep wisata yang memadukan keindahan alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat. Pengembangan daya tarik ekowisatanya melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Eigerindo Multi Produk Industri. Tujuannya untuk mendorong ekonomi hijau sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif lokal.

Fasilitasnya mencakup aktivitas jelajah alam melalui Nature Walk, Forest Trekking, dan jembatan gantung (suspension bridge). Selain itu, Tree House, Net Adventure, dan Playscape menjadi tempat rekreasi keluarga yang dekat dengan alam.

Pengunjung juga berkesempatan untuk mengeksplorasi budaya di Cultural Walk, serta menikmati kuliner dan berbelanja. Restoran Matara by Javanegra, EIGER Cafe, Kampung Daun Bogor, dan Slasar siap memanjakan tamu setelah menjelajah alam. Sementara, EIGER Mart menyediakan berbagai kebutuhan harian dan perlengkapan pendukung untuk perjalanan pengunjung.  

CEO EIGER Nature Ronny Lukito mengatakan bahwa pengembangan destinasi dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menyebutkan, lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini sekitar 1,5 persen, sedangkan untuk ketentuan pemanfaatan yang berlaku, menurut keterangannya, memungkinkan penggunaan lahan hingga 10 persen.

‘’EIGER Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,’’ ujar Ronny.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pemeliharaan lingkungan, pengelola mengaku telah menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah.

Selain itu, EIGER Nature juga membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk mengendalikan limpasan air. Kedua infrastruktur tersebut guna menjaga tata air dan mengurangi risiko limpasan yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar.

Meski demikian, keberhasilan ekowisata tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam atau luas lahan yang dibangun. Pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian dampak kunjungan, serta konsistensi pelaksanaan konservasi juga menjadi faktor penting.

Dengan demikan, pertumbuhan destinasi wisata perlu berjalan seimbang dengan perlindungan ekosistem agar keindahan alam yang menjadi daya tarik utama tetap terjaga.

‘’Aset utama dari EIGER Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,’’ kata Imanuel Wirajaya, Direktur EIGER Nature.

Menurut dia, EIGER Nature tidak hanya dikembangkan sebagai alternatif rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong masyarakat lebih mengenal dan menghargai alam. Panorama pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan kepada pengunjung. Destinasi ini direncanakan mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada Senin, 2 November 2026.

Destinasi ini diharapkan menghadirkan pengalaman petualangan sekaligus edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan budaya Indonesia. Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan memperkuat peran masyarakat sekitar dalam kegiatan pariwisata di Kecamatan Megamendung.

Di tahap awal pembukaannya, EIGER Nature telah mempekerjakan sekitar 600 warga lokal. Jumlah tenaga kerja itu diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang seiring dengan pengembangan investasi pada tahap berikutnya. Penyerapan tenaga kerja tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran destinasi wisata pun dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia kuliner, jasa pemandu, serta berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, salah seorang menteri yang hadir dalam peluncuran EIGER Nature, menekankan pentingnya pengembangan destinasi berbasis konservasi dan daya tarik budaya untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional.

‘’Sejalan dengan prioritas Kementerian Pariwisata, EIGER Nature diharapkan hadir sebagai pelopor wisata petualangan yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab. Lewat perpaduan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, mari kita pastikan semakin banyak yang menikmati keindahan alam Indonesia, semakin kuat pula komitmen kita untuk melestarikannya,’’ kata Menpar Widiyanti.  

‘’Kehadiran kawasan ini tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan wadah inkubasi bagi para kreator lokal, mulai dari seni pertunjukkan, kuliner, hingga produk kriya berbasis daya cipta Nusantara. Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,’’ kata Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang juga turut hadir dalam peluncuran EIGER Nature.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut mengapresiasi kehadiran EIGER Nature di Kabupaten Bogor yang dinilai berpotensi memperkuat pariwisata daerah dan perekonomian warga. ‘’Proyek ini terwujud berkat sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta sejalan dengan visi Jawa Barat untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang berpijak pada kelestarian alam. Kami berharap kehadiran agro-tourism ini membawa multipliers effect nyata bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor siap terus mengawal dan mendukung agar proyek ini memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,’’ tegas Erwan. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *