SULAWESI DI MATA DUNIA
..dan arti bulutangkis bagi orang Indonesia
Tourism for Us – Bulutangkis dan sepak bola adalah dua event olahraga yang bisa mempersatukan semua lapisan masyarakat Indonesia. Dengan capaian prestasi di level dunia, bulutangkis adalah kebanggaan bangsa. Kemenangan ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di ajang Olympiade Tokyo 2020 sontak disambut gembira. Kemenangan itu sekaligus raihan medali emas pertama bagi Indonesia di sektor ganda putri pada ajang Olimpiade.

(Foto: Olympics.com)
Hampir setiap orang Indonesia pernah memainkan bulutangkis. Sekelumit kisah bagaimana ayah Apriyani membuat raket dari kayu dan kok dari jerami, dan Apriyani kecil yang sering melihat ayah dan ibunya bermain bulutangkis di pekarangan rumah, sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Bukankah kita biasa memainkan bulutangkis di mana saja, di lapangan, di jalanan, bahkan tanpa net. Dan kita memainkanya dengan senang hati.
Yang membuat kemenangan Greysia dan Apriyani jadi spesial, keduanya menambah deretan atlet dari Pulau Sulawesi yang bersinar di Olimpiade Tokyo 2020. Prestasi yang ditorehkan oleh keduanya dan Rahmat Erwin Abdullah ibarat mengangkat kembali moral masyarakat Sulawesi setelah berduka akibat bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu dan Donggala pada September 2018. Kisah para Olimpians itu juga menunjukkan bahwa masih banyak hal baik yang terjadi selain berita-berita terkait terorisme selama ini.
Sebenarnya, dunia telah mengenal Sulawesi. Hasil penelitian Alfred Rusell Wallace di pulau ini bersumbangsih besar terhadap ilmu pengetahuan. Sebelum peristiwa Bom Bali I dan II, Toraja adalah salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara. Walaupun pasca kedua peristiwa tersebut jumlah kunjungan wisatawan mancanegara belum kembali seperti sebelumnya, pola perjalanannya terus berkembang. Satu di antaranya, paling banyak dibicarakan dan dilakukan oleh turis, adalah poros Toraja-Togean. Manado dan Bunaken tidak hanya menjadi tujuan favorit penyelam dari Eropa. Kota Manado sebagai pintu gerbangnya, selain punya pantai di kota, kuliner sari laut yang segar, juga bisa ditempuh selama 3-4 jam penerbangan dari daratan Cina sehingga cukup memikat wisatawan Cina.

Toraja
Acara-acara adat tidak pernah berhenti digelar di kampung-kampung. Petani-petani kopi semakin sibuk memanen biji-biji terbaik. Infrastruktur, akomodasi dan atraksi perlahan-lahan juga bertambah di Toraja.
Toraja dinarasikan sebagai tempat roh dan kematian. Tetapi, daerah ini punya lebih banyak hal untuk dilihat dan dilakukan daripada hal-hal tersebut yang membuat sebagian orang kurang nyaman. Berada di dataran tinggi dan bebatuan karst membuatnya memiliki bentang alam yang unik dan pemandangan bak lukisan. Selain tongkonan, rumah adat Toraja, di tengah-tengah sawah kita bisa menemukan peninggalan-peninggalan dari masa megalitik. Tidak heran apabila wisatawan mancanegara menyukai trekking di antara Kete’kesu-Lemo-Londa. Ketiga desa tersebut merupakan obyek daya tarik wisata utama Toraja. Ketiganya bisa dikatakan sebagai representatif Toraja sebelum mengeksplorasinya lebih jauh.
Jika Anda tidak takut menelusuri goa-goa makam, Toraja juga punya kisah Romeo dan Juliet. Kita bisa melihat sisa-sisa tulang-belulang pasangan kekasih Lobo dan Andui, Romeo dan Juliet-nya Toraja, di salah satu liang goa di Londa. Dan jika Anda pencari adrenalin serius, menelusuri Sungai Sa’dan dalam sebuah ekspedisi arung jeram ekstrim mungkin bisa dipertimbangkan.

Teluk Tomini
Kepulauan Togean di Teluk Tomini sudah dikenal di kalangan wisatawan mancanegara cukup lama. Percakapan mengenai perjalanan Toraja-Togean atau sebaliknya menjadi topik pembicaraan umum di antara mereka yang sedang berada di Toraja. Meskipun rute tersebut bisa memakan waktu sampai 12 jam lebih. Kepulauan itu juga bisa diakses dari Palu, Sulawesi Tengah.
Selain Togean, gosong-gosong pasir di Teluk Tomini pun tidak kalah menarik. Salah satunya Pulo Cinta di Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Pulo Cinta adalah sebuah eco-resort yang berada di gosong pasir yang dinamai oleh masyarakat lokal Pulo Tanggulomato. Gosong pasir ini cukup luas dan tidak tenggelam meskipun air laut sedang pasang naik. Daya listrik di resor menggunakan 100% tenaga surya. Sedangkan manajemen limbahnya, terutama limbah urin dan feses, menggunakan septic tank ramah lingkungan sehingga ketika dibuang ke laut sudah dalam keadaan bersih. Material bangunan resor menggunakan bahan-bahan baku kayu lokal yang banyak dan mudah ditemukan di daratan Pulau Sulawesi. Diantaranya, kayu pohon kelapa dan kayu mibong. Menu makanannya sederhana tetapi menggunakan bahan-bahan baku segar yang dibeli di pasar lokal Boalemo.

Sulawesi Utara
Sebelum pandemi Covid-19, Sulawesi Utara menerima banyak kunjungan wisatawan Cina. Pada umumnya mereka datang dengan pesawat charter. Bagian utama kota Manado berada di pinggir pantai. Pemandangan langsung ke laut dari hotel-hotel kota di bulevar, pedestrian di sebagian area pantai, pusat perbelanjaan dan restoran dekat pantai serta waktu tempuh yang tidak terlalu lama ke Taman Laut Bunaken merupakan beberapa hal yang disukai wisatawan dari Negeri Tirai Bambu ketika datang ke sini.
Di wilayah pegunungan seperti di Tomohon berudara sejuk. Selain itu juga ada pantai-pantai lain seperti Likupang. Pantai perawan dengan pasir putih dan dikelilingi perbukitan savana. Sebelum diputuskan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata, Likupang sudah menjadi pintu menuju pulau-pulau resor selam yang telah mendapat pengakuan internasional seperti Gangga Island Resort.

Kaki-kaki Sulawesi: Kecantikan dan Keberanian
Kaki-kaki Pulau Sulawesi di bagian selatan dan tenggara adalah perpaduan kecantikan dan keberaian dalam arti sebenarnya. Sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari kota Makassar, kita bisa bertemu dengan para master kapal pinisi di Bulukumba. Kapal pinisi yang begitu gagah mengarungi samudera dibangun secara tradisional. Pembangunan kapal itu juga sarat dengan filosofi kehidupan maritim dan semangat gotong-royong. Dan kapal-kapal tersebut dibuat di tengah alam pesisir yang eksotis.
Ke arah tenggara ada Taman Nasional Laut Wakatobi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari gugusan pulau dengan pulau-pulau besar utamanya Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Di sini punya banyak pilihan tempat menyelam dan snorkeling untuk beragam minat dan kemampuan wisatawan. Perairan di sekitar Pulau Tomia merupakan salah satu tempat snorkeling paling indah dengan keragaman terumbu karang dan ikan-ikannya. Wisatawan bisa mengakses Wakatobi dari laut atau dengan penerbangan ke Bandara Matahora di Pulau Wangi-wangi dari Makassar.
Tidak ada yang meragukan keindahan taman laut di tenggara Sulawesi. Di pulau-pulau kecilnya hidup suku Bajo, pengarung samudera sejati. Kisah kehidupan nomad mereka di laut, menyelam hanya dengan menggunakan kacamata kayu carungmeng, dan cerita tentang langit dan bintang yang menuntun pelayarannya merupakan pelengkap sempurna pengalaman perjalanan di Sulawesi.***(Yun Damayanti)
