MELIHAT MASA DEPAN B-TO-B HOSPITALITY DI MGCONNECT

Tourism for Us – Pasar B-to-B di pariwisata masih eksis. B-to-B di industri apa pun akan cerah saat beralih ke platform digital. Dan itu juga berlaku untuk industri hospitality, salah satu sektor di pariwisata.

Sama seperti pasar konsumen, mekanisme pasar B-to-B hospitality juga semakin terdigitalisasi. Pasar B-to-B hospitality semakin sibuk seiring dengan volume dan permintaan perjalanan yang terus meningkat.

Pasar ini juga membutuhkan sarana dan alat yang dapat mempermudah pekerjaannya, memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan, serta memperbaharui pelayanannya terus-menerus guna memenuhi ekspetasi para pelanggannya maupun mengikuti permintaan pasar. Pemain pasar antarbisnis bukan hanya sebatas pemain konvensional tetapi juga termasuk pelaku-pelaku travel tech di industri perjalanan dan pariwisata di antaranya online travel agents (OTA).

Tiga narasumber di MGConnect 2023 dari kiri ke kanan: Presiden Direktur MG Group Brett Henry, CEO Archipelago International John Flood, dan Budi Tirtawisata mewakili GIPI dan PHRI.(Foto: MG Group)

Masa depan B-to-B Hospitality

Masa depan B-to-B bukan lagi model grosir (wholesale) tradisional seperti yang berjalan selama ini tetapi juga sudah menjadi sebuah pasar B-to-B digital.

‘’Kami di MG Group meluncurkan platform digital B-to-B hospitality pada 2019. Kami mengubah bisnis dari traditional wholesale menjadi pasar B-to-B digital. Pasar B-to-B memang mendapat sedikit perhatian, tidak semenarik seperti pasar konsumen. Tetapi, orang-orang yang ada di dalam B-to-B hospitality juga membutuhkan bantuan. Mereka membutuhkan bantuan untuk mengakses konten hotel, proses yang lebih mudah dan sederhana, dan lain-lain,’’ ujar Brett Henry, President Director of MG Group.

Brett mengungkapkan, sebuah perusahaan agen perjalanan/operator tur sudah pasti mempunyai inventaris hotel. Sekarang bagaimana agen-agen perjalanan/operator tur bisa mengakses konten hotel-hotel. Di Indonesia saja misalnya, ada puluhan ribu hotel. Mereka dapat pergi dan mencoba untuk memiliki koneksi dengan masing-masing hotel secara digital. Kemudian mereka menyadari ada begitu banyak koneksi untuk dikelola bahkan untuk mempertahankannya. Di sinilah sebuah platform digital B-to-B hospitality berperan untuk memberikan akses ke semua itu.

MG Group menyadari kebutuhan ini. Dengan memanfaatkan platform teknologi, MG menyediakan layanan distribusi dan pemasaran yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menguntungkan bagi hotel, perusahaan, dan ritel perjalanan di ekosistemnya. Platform yang dibangun MG berfokus pada teknologi, tetapi juga didorong oleh pelanggan.

“MG is committed to helping agencies and hotels grow and win.  MGConnect has become an iconic event to facilitate and strengthen relationships between the markets top travel buyers and hotels from around the region,” tutur Brett.

MG Group meluncurkan platform digital B-to-B hospitality pada tahun pariwisata global mencapai puncaknya kemudian terpukul telak oleh pandemi COVID-19. Dengan perjalanan mulai bergerak sedikit pada akhir 2020 kemudian bertambah terus-menerus, MG sudah bisa meraih keuntungan dan merasakan hasil dua kali lipat berdasarkan volume pada bulan Oktober 2021. 

‘’Untuk bisnis MG sendiri, kami sangat optimis karena kami tahu kami sedang membangun pasar. Pasar perjalanan belum dua kali lebih besar daripada tahun 2019. Hotel melakukan dua kali lipat. Maskapai penerbangan juga melakukan sebanyak itu. Tapi, kami melakukan dua kali lebih banyak berdasarkan volume,’’ pungkas Brett.

MGConnect, event B-to-B hospitality terbesar di Asia Tenggara

MGConnect 2023 merupakan event B-to-B hospitality terbesar di Asia Tenggara. Event ini telah berlangsung selama sehari penuh pada Rabu, 11 Januari 2023, di Aston Kartika Grogol, Jakarta. Event dihadiri oleh perusahaan-perusahaan wholesale, operator tur, agen perjalanan, dan OTA terkemuka Indonesia selaku buyers. Dan hotel-hotel terkemuka dari seluruh Asia Tenggara berpartisipasi sebagai sellers.

Peserta hotel datang dari seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia, Brunei, Malaysia, Maladewa, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam. Sedangkan buyers berasal dari Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Jawa Tengah, Balikpapan, dan Batam.

MGConnect tahun ini dimulai dengan konferensi yang menghadirkan para pemimpin industri. Konferensi dimulai dengan Presiden Direktur MG Group Brett Henry yang berbagi cerita tentang MG dan model pasar perhotelan. Diikuti oleh Budi Tirtawisata mewakili asosiasi GIPI ( Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ) dan PHRI ( Perhimpunan Hotel & Restaurant Indonesia ) yang berbicara tentang gelombang baru pariwisata dan perhotelan. Dan diakhiri dengan diskusi panel perhotelan yang dimoderatori oleh Brett Henry dan John Flood, CEO Archipelago International, selaku pembicara.

MG menerapkan travel exchange secara free flow untuk pertama kali di MGConnect 2023. Sebelumnya, travel exchange dilakukan dengan sistem roundrobin.

MGConnect 2023 menjadi pameran tempat pembeli dan penjual terlibat untuk pendidikan dan pengembangan peluang bisnis baru. Acara sehari penuh itu ditutup dengan cocktail networking reception, makan malam dan hiburan dari para penampil papan atas di Jakarta.***(Yun Damayanti) 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *