PEMINAT PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TRAVEL CONSULTANT DI JAKARTA MELEBIHI EKSPETASI, SINYAL KEBUTUHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MASIH TINGGI
Tourism for Us – Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan kepada wisatawan. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengalaman berwisata yang berkualitas dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM termasuk salah satu agenda strategis Pusat Pendidikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4EKRAF) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Disparekraf DKI Jakarta bekerja sama dengan Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) dan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (AITTA) kembali melaksanakan Pelatihan Travel Consultant bagi karyawan Biro Perjalanan Wisata (BPW) di Jakarta pada tanggal 23, 24, dan 27 Juli 2026. Setelah itu, peserta pelatihan langsung mengikuti Uji Kompetensi dan Sertifikasi Travel Consultant yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2026 dan asesor dari lembaga sertifikasi profesi berlisensi.
Program Pelatihan Travel Consultant 2026 menyasar level Junior Travel Consultant. Pelatihan ini terbuka untuk umum. Namun, peserta harus memenuhi persyaratan: memiliki pengalaman sebagai Travel Consultant minimal selama 1-2 tahun, baik untuk pasar domestik maupun inbound (sudah memiliki dasar pengetahuan tentang pariwisata, bisa membuat proposal dan itinerary), dan sedang bekerja di BPW yang berdomisili di DKI Jakarta.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pelaku industri agar semakin mampu mengembangkan dan memasarkan paket wisata Indonesia, khususnya destinasi Jakarta, tanpa mengesampingkan layanan yang selama ini telah berkembang, seperti wisata luar negeri, perjalanan ibadah, dan wisata kapal pesiar. Dengan demikian, BPW diharapkan dapat memiliki portofolio layanan yang lebih beragam, serta mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai gerbang utama sekaligus destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
Jongki Adiyasa, Ketua IINTOA Jakarta, juga salah seorang instruktur dalam pelatihan ini, mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap program ini terlihat dari minat peserta yang tinggi. Lebih dari 90 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pelatihan Travel Consultant 2026. Setelah itu, calon peserta harus mengikuti proses seleksi hingga terpilih 40 peserta untuk mengikuti pelatihan.
‘’Sesuai dengan tujuan program ini sebagai pelatihan peningkatan kompetensi bagi pekerja pariwisata, khususnya Biro Perjalanan Wisata (BPW), dilakukan proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi serta penilaian terhadap pengetahuan dasar dan pengalaman di bidang pariwisata. Selain itu, jumlah peserta disesuaikan dengan alokasi program yang didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus mempertimbangkan efektivitas proses pembelajaran,’’ ujar Jongki.
Kualitas materi yang disampaikan serta tingginya interaksi antara instruktur dan peserta tercermin dari antusiasme yang ditunjukkan sepanjang pelatihan berlangsung. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap program peningkatan kompetensi di industri pariwisata masih sangat tinggi.
Berdasarkan pada pengalaman pelaksanaan program ini pada tahun-tahun sebelumnya, Jongki berharap pengembangan pelatihan dapat dilakukan secara lebih berjenjang, baik melalui peningkatan kompetensi bagi tenaga profesional yang telah berpengalaman maupun melalui program penguatan dasar bagi generasi baru tenaga pariwisata ke depannya.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan industri yang semakin berkembang, dia pun berharap program peningkatan kompetensi semacam ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas melalui jenjang pelatihan yang berkesinambungan, seperti pelatihan Travel Consultant yang telah dilaksanakan saat ini sebagai fondasi awal kompetensi, dan pelatihan lanjutan bagi Senior Travel Consultant untuk memperkuat wawasan strategis dan pengalaman profesional.
***(Kolaborator: Jongki Adiyasa, Ketua IINTOA Jakarta; Editor: Yun Damayanti)
