Tourism for Us – Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan kepada wisatawan. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengalaman berwisata yang berkualitas dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi [more]
Tourism for Us – Program pelatihan, sertifikasi, dan pemberdayaan membuktikan keefektifannya dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Dan dalam menjalankan program-program unggulan itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan berbagai [more]
Tourism for Us – Fasilitas bagi mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok bertambah. Di antaranya ada ruang yang didedikasikan sebagai tempat inkubasi bagi mahasiswa dengan pelaku industri pariwisata di Lombok khususnya dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya.
Gedung Kuliah Terpadu Rinjani, Poltekpar Lombok. (Foto: Yun Damayanti)
Dalam kunjungan kerja sehari di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/9/2024), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan dua fasilitas terbaru di Poltekpar Lombok yakni Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Rinjani dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tambora.
GKT Rinjani berfungsi tidak hanya sebagai ruang perkuliahan tetapi juga menjadi ruang kegian inkubator bisnis atau kewirausahaan bagi mahasiswa. Gedung perkuliahan setinggi delapan lantai itu dilengkapi dengan perpustakaan, amphitheater yang juga bisa difungsikan sebagai ruang pertemuan dan seminar, serta ruang khusus yaitu Ruang Ideasi di mana nanti mahasiswa bisa bertukar pikiran dan belajar dari pelaku industri pariwisata.
‘’Saya mengapresiasi hadirnya GKT Rinjani yang akan tampil sebagai laboratorium bisnis mahasiswa. Ini bisa kita gunakan untuk praktikum mahasiwa. Dan GOR Tambora dapat digunakan untuk even-event lokal maupun nasional,’’ ujar Menparekraf Sandiaga saat meresmikan kedua fasilitas tersebut.
GOR Tambora Poltekpar Lombok dapat menampung 1.500-2.000 orang. GOR ini sudah dimanfaatkan oleh publik seperti gelaran liga voli nasional, kejuaraan karate tingkat nasional dan resepsi pernikahan.
Pada saat peresmian, Direktur Utama Polterkpar Lombok Ali Muhtasom menyampaikan, implementasi pendidikan pariwisata berstandar ASEAN sedang berproses di kampus yang dipimpinnya.
Poltekpar Lombok juga bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata di antaranya dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Mandalika dan Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort. Selain itu, mahasiswa-mahasiswa poltekpar juga dilibatkan dalam event-event besar seperti MotoGP Mandalika.
Kedua fasilitas yang baru diresmikan diharapkan dapat memperkuat proses belajar-mengajar dan membantu menciptakan sumber daya manusia (SDM) pariwisata berkualitas.
‘’Harapan kami ke depan, semoga semakin banyak lulusan Poltekpar Lombok yang bukan hanya bisa mendapatkan pekerjaan tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dengan menjadi wirausaha,’’ pungkas Menparekraf Sandiaga. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Standar kompetensi merupakan salah satu upaya percepatan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berhasil menyelesaikan 34 rancangan standar berbasis kompetensi (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia/SKKNI, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/KKNI, [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama kementerian/lembaga terkait membentuk Tim Profesional Pariwisata Nasional (TPPN) periode 2024-2025. Tim ini guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata unggul dan berdaya saing global sesuai dengan standar kompetensi profesional pariwisata [more]
Tourism for Us – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi pendaftaran Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) tahun ajaran 2024/2025 guna menjaring calon sumber daya manusia (SDM) pariwisata terbaik. SBM Poltekpar 2024/2025 diluncurkan bersamaan dengan ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (26/2/2024), di Jakarta.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
‘’Saya sekali lagi mengajak para calon peserta pendaftaran poltekpar untuk betul-betul mempertimbangkan, karena ini adalah jalur untuk mencapai kesuksesan. Ingin mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha? Kuliahnya di Poltekpar Aja!,’’ ujar Menparekraf Sandiaga.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Poltekpar TA 2024/2025 yang juga Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja mengatakan, seleksi bersama masuk poltekpar merupakan satu dari dua jalur penerimaan mahasiswa baru poltekpar. Pertama, seleksi bersama di enam poltekpar yang ada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) yakni Poltekpar Medan, Poltekpar Palembang, Poltekpar NHI Bandung, Poltekpar Bali, Poltekpar Lombok dan Poltekpar Makassar. Kedua, setiap poltekpar juga akan melakukan seleksi masuk mandiri yang dijadwalkan oleh masing-masing kampus.
Proses SBM dibagi tiga tahap. Pertama, tes skolastik dan literasi yang akan dilaksanakan pada 20 Mei 2024. Kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara pada 6-7 Juni 2024. Lalu tes kesehatan pada 10 Juni 2024.
‘’Pendaftaran SBM dimulai sejak 26 Februari 2024 sampai tanggal 4 Mei 2024,’’ kata Puja.
Kepala Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM Kemenparekraf/Baparekraf Andar Danova L. Goeltom menjelaskan, kuota penerimaan mahasiswa baru poltekpar tahun ini sebesar 3.660 dengan pembagian 60 persen untuk jalur Seleksi Bersama Masuk dan 40 persen untuk jalur seleksi mandiri.
‘’Target tahun ini sebanyak 14.460 pendaftar,’’ kata Andar.
Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, pariwisata merupakan andalan untuk mentransformasi ekonomi dan kebijakan nasional. Telah digariskan bahwa vokasi adalah pendidikan yang juga mendapatkan prioritas.
‘’Sekolah kami di bawah Kemenparekraf semuanya adalah sekolah vokasi. Kemudian, fakta yang ada, kita tidak perlu menunggu sampai satu tahun. Anak-anak itu lulus, terserap bahkan sebagian diterima bekerja sebelum lulus,’’ ujar Giri.
Selain itu, mahasiswa poltekpar juga memiliki sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa serta kesempatan untuk menjadi daily worker atau casual worker di industri perhotelan ataupun kafe di Indonesia.
Salah seorang alumnus Poltekpar NHI Bandung yang juga ASN Kemenparekraf Febrie Purwoandhika mengatakan, dirinya mendapatkan best practice selama berkuliah di poltekpar. Khususnya praktikum, sangat memadai baik dari ilmu pengetahuan maupun sarana dan prasarana.
‘’Sebanyak 70 persen ilmu yang kita dapat dari poltekpar adalah praktik. Dan sekitar 30 persen adalah teori yang diajarkan langsung oleh para dosen yang dalam penyusunannya melibatkan industri hospitality,’’ kata Febrie.
Tema PMB Poltekpar tahun ini adalah ‘’Pendidikan Vokasi Berkualitas akan Meningkatkan SDM Pariwisata Unggul dan Berdaya Saing Internasional’’. Lulusan poltekpar diharapkan dapat menjadi insan hospitality yang uggul, mampu bekerja dan berwirusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menopang pemulihan ekonomi.
Peluncuran SBM Poltekpar dihadiri oleh seluruh Direktur Poltekpar dan perwakilan mahasiswa dari masing-masing poltekpar.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Politeknik Pariwisata (poltekpar) yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah membentuk Tim Advisory Board Poltekpar di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf. Pembentukan tim ini bertujuan untuk memperkecil jarak antara kebutuhan industri dengan apa yang dipelajari [more]
Tourism for Us – Indonesia akan melanjutkan komitmen mengimplementasikan ASEAN Mutual Recognition on Tourism Professional (ASEAN MRA-TP) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, [more]
Tourism for Us – Seiring dengan permintaan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sedang memproses Rancangan SKKNI 12 Bidang Pariwisata. Peningkatan kualitas SDM dibutuhkan untuk mencapai pariwisata yang berkualitas.
Konvensi Nasional Rancangan SKKNI 12 Bidang Pariwisata usai digelar di Hotel Santika Premier Slipi Jakarta, Selasa (24/10/2023). Setelah konvensi, Kemenparekraf dapat menetapkan SKKNI sebagai acuan pelaksanaan program Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Kedua belas Rancangan SKKNI yang tengah digodok meliputi bidang Pondok Wisata atau Homestay, Angkutan Transportasi Pariwisata, Jasa Konsultasi Pemasaran Pariwisata, Jasa Boga, Pengelolaan Golf, Pemandu Wisata Taman Rekreasi, Desa Wisata, Perencanaan Destinasi Wisata, Pemandu Geo Wisata, Rumah atau Warung Makan, Pemandu Wisata Snorkeling, serta Jasa Impresariat dan Promotor.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan indikator untuk menentukan apakah seseorang dapat dikatakan kompeten atau tidak dalam bidang yang menjadi keahlian dan kemampuannya.
Sepanjang tahun 2022-2023, Kemenparekraf telah memfasilitasi penyelesaian Rancangan SKKNI total 34 bidang. Tahun 2022 berhasil tersusun Rancangan SKKNI 10 bidang pariwisata dalam jangka waktu 4 bulan. Kemudian, pada 2023 batch pertama tersusun Rancangan SKKNI untuk 12 bidang dalam jangka waktu 4 bulan. Dan pada batch kedua tahun 2023 tersusun Rancangan SKKNI untuk 12 bidang lagi dalam jangka waktu 4 bulan.
‘’Tentunya kita harapkan agar transisi ini, konsep ini, menjadi kesadaran sendiri bagi para pelaku pariwisata. Wisatawan nanti akan melihat siapa yang sudah memiliki sertifikat kompetensi dan pemerintah bisa ikut mendorong ke arah sana. Jadi yang penting, semuanya bisa memahami bahwa ini adalah bagian dari upaya peningkatan pelayanan pariwisata dann peningkatakan kekuatan SDM pariwisata kita,’’ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada pembukaan acara Konvensi Nasional Rancangan SKKNI 12 Bidang Pariwisata yang digelar di Hotel Santika Premier Slipi Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini Mohamad Paham menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program untuk menjamin keberlanjutan pasokan tenaga kerja terampil bagi sektor pariwisata. Konvensi menjadi tahap pembakuan dari rangkaian penyusunan Rancangan SKKNI yang diikuti oleh komponen Pentahelix.
Setelah konvensi, Kemenparekraf dapat menetapkan SKKNI sebagai acuan pelaksanaan program Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata. Dengan demikian dapat terwujud tenaga kerja pariwisata kompeten yang memiliki kemampuan kerja mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, keahlian, serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas untuk memenuhi kebutuhan industri dan dunia usaha pariwisata.
Konvensi diikuti oleh unsur industri, lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga sertifikasi profesi, Kementerian Tenaga Kerja, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), perwakilan dari Kemenko Maritim dan Investasi, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), World Bank, Project Management Support, dan Tim Penyusun Rancangan SKKNI Kemenparekraf.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Solo Raya di Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diproyeksikan untuk menjadi pusat pendidikan kepariwisataan terintegrasi dan terbesar di Jawa Tengah. Kehadirannya diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul pariwisata dan men-supply kebutuhan industri pariwisata [more]