Tourism for Us – Pemerintah menargetkan dari penyelenggaraan forum investasi pariwisata internasional di Bali minggu lalu dapat berkontribusi setidaknya 20 persen dari target investasi sektor pariwisata sebesar 6-8 miliar dollar AS hingga tahun 2025. International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 telah berlangsung pada 26-27 Juli [more]
Tourism for Us – Nongsa Resorts Batam akan menggelar turnamen golf bertajuk ‘’Nongsa Resorts President’s Cup’’. Turnamen golf ini akan berlangsung pada 19 dan 20 Agustus 2023 di Palm Springs Golf & Country Club Nongsa Batam. Setiap peserta akan bermain sebanyak dua putaran di 18 [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyampaikan, sosialisasi ‘Dos & Donts’ di Bali telah menunjukkan hasil yakni pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan. Bahkan pemerintah provinsi berencana mensosialisasikannya tidak hanya pada saat kedatangan tetapi juga sebelum para wisatawan take off dari negaranya.
Flyer ‘Dos and Donts’ di Bali. Sumber; Dinas Pariwisata Provinsi Bali
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan, pelanggaran oleh wisman sudah berkurang jauh. Pertama, flyer ‘Dos & Donts’ dicetak sebanyak 100 ribu oleh Ditjen Imigrasi. Sekarang, pejalan internasional termasuk wisatawan sudah bisa men-scanflyer ‘Dos & Donts’ pada saat mereka berada di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
‘’Jadi, penumpang internasional diminta men-scan ‘Dos & Donts’ selama di Pulau Bali saat petugas imigrasi memberikan cap di paspor. Isinya sama dengan yang ada di flyer yang dicetak,’’ ujar Tjok Bagus Pemayun.
Saat ini, flyer ‘Dos & Donts’ di Bali tersedia dalam bahasa Inggris, Cina/Mandarin, dan India. Selanjutnya sedang disiapkan flyer dalam bahasa Jepang.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan meminta maskapai-maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Denpasar agar bisa menyisipkan sosialisasi ‘Dos & Donts’ di Bali.
‘’Seperti petunjuk keselamatan sebelum terbang, penumpang yang hendak menuju Bali juga bisa membaca terlebih dahulu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di Bali. Begitu tujuannya,’’ kata Tjok Bagus Pemayun.
Kolaborasi dan Satgas tata kelola untuk komunikasi publik yang lebih baik
Pariwisata rentan dengan isu. Maka komunikasi publik harus dikelola dengan baik. Khususnya destinasi Bali, Satuan Tugas (satgas) tata kelola yang melibatkan semua pemangku kepentingan pariwisata termasuk lintas kementerian/lembaga di tingkat pemerintah pusat dan daerah sudah dibentuk. Satgas ini guna mewadahi kolaborasi dan koordinasi antarkepentingan sehingga informasi yang dipublikasikan tidak berbeda-beda.
Satgas tata kelola itu terdiri dari Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM, Kejaksaan, Polda Bali termasuk juga majelis desa adat, PHDI, dan asosiasi-asosiasi pariwisata yang ada di Bali.
‘’Pariwisata itu rentan dengan isu-isu. Makanya kita harus kelola dengan baik. Harapan kami, dengan selalu berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenenparekraf), berkolaborasi dengan Biro Komunikasi di Kemenparekraf, bisa meminimalisir isu-isu. Kita bisa menjelaskan situasinya dan menangkal isu-isu yang beredar yang cepat sekali viralnya. Kami pun di pemda akan menindaklanjuti hasil dari pertemuan-pertemuan yang digelar secara rutin. Ini bentuk kolaborasi dan koordinasi kami sehingga keluarannya adalah narasi tunggal yang kita keluarkan bersama untuk menangkal isu-isu yang ada di media-media itu. Nanti tidak bisa lagi kami di dinas pariwisata menjelaskannya ke kanan dan dari Kemenparekraf menjelaskannya ke kiri,’’ tutur Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
‘’Setiap saat ada isu-isu, kami langsung berkomunikasi dengan satgas. Melalui komunikasi publik yang lebih baik, kami ingin wisatawan yang datang mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang dilarang,’’ tambahnya lagi.
Selama Januari-Juni 2023, total kunjungan wisman ke Bali mencapai 2.390.585. Wisatawan dari Australia menempati posisi pertama. Diikuti berturut-turut wisatawan dari India, Amerika Serikat, Britania Raya, Singapura, Cina, Malaysia, Korea Selatan, Jerman dan Rusia.
Wisatawan India tidak lagi menjadi pangsa pasar yang baru menggeliat bagi pariwisata Indonesia. Pangsa pasar ini menjelma menjadi salah satu pasar utama pascapandemi. Pasar itu pun menarik minat para operator tur lokal mulai ikut menggarapnya sementara pasar-pasar tradisional yang menjadi fokus mereka sebelum pandemi belum sepenuhnya pulih.
Selama semester pertama tahun 2023, wisatawan India yang berkunjung ke Bali mencapai hampir 214.000 orang. Mereka datang tanpa ada penerbangan langsung (direct flight). Para operator tur yang fokus menangani wisatawan India berharap ada penerbagan langsung dari India ke Indonesia. Ketersediaan penerbangan langsung akan lebih mempermudah promosi destinasi dan menjual produk-produk wisata Bali.
Selain Indigo dan Batik Air yang sudah mengkonfirmasi akan mulai melayani penerbangan langsung ke Jakarta dan Medan dari India, satu lagi maskapai penerbangan India masih dalam proses untuk melayani penerbangan langsung lainnya. Adalah Vistara, maskapai penerbangan patungan antara Tata Group selaku pemilik Air India dan Singapore Airlines, menurut rencana, akan melayani penerbangan langsung rute New Delhi-Jakarta, New Delhi-Denpasar, Mumbai-Jakarta dan Mumbai-Denpasar.
Rencana retribusi wisman ke Bali
Pemerintah Provinsi Bali dan DPRD Bali sedang membahas rencana menarik retribusi dari wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata. Adapun rencana penarikan retribusi itu diajukan dengan berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang sudah ditetapkan.
Besaran retribusi yang diajukan sebesar Rp 150.000,00 per wisman. Pembayarannya dilakukan melalui e-payment. Retribusi ini akan mulai diberlakukan pada 2024.
Retribusi wisman akan digunakan untuk menjaga alam dan budaya bali agar tetap berkelanjutan sehingga Pulau Bali bisa terus dinikmati oleh wisatawan.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia akan menggelar forum khusus investasi di sektor pariwisata untuk pertama kali. International Tourism Investment Forum (ITIF) akan digelar pada 26-27 Juli 2023 di Hotel Merusaka Nusa Dua Bali. Forum internasional khusus investasi pariwisata ini akan menjadi ruang untuk memperkenalkan dan [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar familiarization trip (famtrip) bagi influencer India. Famtrip kali ini fokus pada memperkenalkan destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Famtrip dilaksanakan pada 24-29 Juni 2023. Famtrip diikuti oleh [more]
Tourism for Us – IndiGo, salah satu maskapai berbiaya rendah asal India, mengumumkan, akan melayani penerbangan langsung dari Mumbai ke Jakarta setiap hari efektif mulai 7 Agustus 2023. Ibukota Republik Indonesia menjadi destinasi internasional ke-28 yang dilayani oleh maskapai ini.
(Foto: Skytrax)
IndiGo menjadi maskapai India pertama yang langsung menghubungkan Mumbai dengan Jakarta pascapandemi. Penerbangan ini akan mengurangi waktu perjalanan ke Jakarta secara signifikan dan mulai diperkenalkan mengingat meningkatnya permintaan perjalanan ke Indonesia.
Vinay Malhotra, Head of Global Sales IndiGo, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, “Kami sangat senang memperkenalkan Jakarta sebagai salah satu destinasi terbaru dalam jaringan internasional kami yang berkembang. Saat India dan Indonesia berupaya memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan konektivitas langsung, pembukaan rute akan memungkinkan akses yang mudah dan promosi perdagangan dan pariwisata di kedua negara. Jakarta adalah ibukota dan kota terbesar di Asia Tenggara. Sementara, Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan rekreasi favorit bagi wisatawan India karena pantainya yang masih asli dan kekayaan budaya serta memperkenalkan penerbangan baru yang menghubungkan orang-orang dan aspirasi mereka. IndiGo akan terus memenuhi janjinya akan pengalaman perjalanan yang terjangkau, tepat waktu, sopan, dan bebas gangguan di seluruh jaringan yang tak tertandingi.”
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pun mengatakan,“Wisatawan India merupakan salah satu dari lima besar wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih dan gembira menyambut penerbangan langsung IndiGo dari Mumbai ke Jakarta. Kami sangat berharap semakin banyak wisatawan India yang menikmati berbagai destinasi di Wonderful Indonesia. Pencapaian ini juga akan memberikan kontribusi besar untuk mencapai target 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.”
Penerbangan langsung Mumbai-Jakarta dilayani satu kali setiap hari. Berikut ini jadwal penerbangannya:
Sumber; IndiGo
Baik calon wisatawan maupun pejalan bisnis dari India dan sebaliknya sudah bisa memesan tiket penerbangan di rute ini. Pemesanan tiket bisa dilakukan di kanal situs resmi IndiGo www.goIndiGo.in.
IndiGo adalah salah satu maskapai berbiaya rendah dengan pertumbuhan tercepat di dunia. IndiGo memiliki filosofi sederhana: menawarkan tarif yang terjangkau, penerbangan yang tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan yang sopan dan bebas gangguan di seluruh jaringannya yang tak tertandingi. Dengan armada lebih dari 300 pesawat, maskapai ini mengoperasikan lebih dari 1800 penerbangan setiap hari dan menghubungkan 78 tujuan domestik dan akan segera mengembangkan jejak internasionalnya menjadi 32 tujuan internasional.
Sebelum pandemi COVID-19, Garuda Indonesia pernah melayani penerbangan ke India. Maskapai penerbangan nasional ini menghubungkan Mumbai dan Jakarta via Bangkok pada tahun 2016 dan Mumbai-Denpasar pada tahun 2018.
Akses wisatawan maupun pejalan bisnis dari India semakin bertambah mulai bulan depan. Selain penerbangan langsung Mumbai-Jakarta oleh IndiGo, maskapai Batik Air mengumumkan akan melayani penerbangan langsung dari Chennai, India ke Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Penerbangan langsung Chennai-Kualanamu efektif mulai 11 Agustus 2023.
Dalam pengumumannya, salah satu merek dari grup Lion Air itu juga menampilkan penerbangan lanjutan yang bisa dimanfaatkan oleh pejalan dari India. Penerbangan lanjutan dioperasikan oleh merek-merek lain yang ada dalam jaringan grup maskapai swasta dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.
Seberapa besar minat wisatawan India mau mengunjungi destinasi Beyond Bali?
Tujuan utama wisatawan India berkunjung ke Indonesia adalah Bali. Bahkan di benak mereka telah tertanam, tanpa kunjungan ke Pulau Dewata sama saja seperti transit di negara lain. Lalu, seberapa besar minat wisatawan India mau mengunjungi destinasi-destinasi Beyond Bali sejalan dengan akses yang akan segera efektif beroperasi mulai bulan Agustus 2023?
Dahliana Ginting dari Lisa Tours Yogyakarta mengungkapkan, dalam konteks pariwisata, tidak bisa dipungkiri pasar wisatawan India condong maunya ke Bali. Dia melihat, transit di Jakarta bukan perihal yang mudah dilakukan. Selain harus berpindah penerbangan dan berpindah terminal juga bagasi yang tidak bisa langsung sampai ke tujuan akhir.
‘’Kalau tujuannya ke Bali, menurut saya, mereka pasti lebih suka transit di Kuala Lumpur, Bangkok atau Singapura. Karena transit di situ tidak perlu keluar dari terminal penumpang juga bagasinya direct to Bali. Transit di Jakarta belum bisa dilakukan semudah di Singapura,’’ ujar Dahliana.
Senada dengan Dahliana, Eddie Tarsisius dari Absolute Indonesia DMC, menerangkan dua faktor wisatawan dari India mau menjalani penerbangan transit. Pertama, harga tiket. Jika harga tiket pesawat dengan transit di Jakarta lebih murah daripada transit di negara-negara lain bukan tidak mungkin mereka akan memilih lewat Jakarta.
Faktor kedua adalah mereka mempertimbangkan seberapa lama waktu transitnya.
‘’Waktu menunggu transit maksimum antara tiga sampai empat jam. Itu yang mereka bisa terima. Jika lewat Jakarta, mereka harus mempertimbangkan waktu untuk pemeriksaan di Imigrasi, Custom Declaration, mengambil bagasi lalu proses berpindah terminal dan melapor lagi untuk penerbangan domestik,’’ kata Eddie.
Ni Luh Werdiani dari Tria Uma Wisata Bali mengatakan,‘’Bali kan favorite destination wisatawan India. They only want direct to Bali.’’
Bagaimanapun, Dahliana mengapresiasi penerbangan langsung Mumbai-Jakarta oleh IndiGo. Wisatawan India yang masuk dari Jakarta bisa melanjutkan perjalanan naik kereta api ke Jogja. Tamu dijemput dari Bandara Internasional Soekarno Hatta lalu diantar ke Stasiun Gambir.
‘’Asalkan keretanya bagus, saya pikir, mereka akan mau kok. Baru-baru ini, tamu-tamu kami dari India meneruskan perjalanan dari Jogja ke Surabaya naik kereta api. Mereka senang sekali. Kereta-kereta seperti kereta Argo bisa masuk untuk pasar wisatawan India,’’ tambahnya.
‘’Kami juga bersyukur sekarang, perlahan-lahan, wisatawan India mau berkunjung ke Jogja. Tapi yah, kami masih harus berjuang keras untuk memperkenalkan destinasi Yogyakarta di pasar India,’’ pungkas Dahliana.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pada periode Januari hingga April 2023, recovery rate trafik penumpang domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 83 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada masa sebelum pandemi di tahun 2019. Seiring dengan membaiknya penangangan pandemi Covid-19 [more]
Tourism for Us – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatatkan sejarah sebagai bandara pertama di Indonesia yang melayani pesawat penumpang komersial reguler terbesar di dunia A380. Di tengah eforia travel revange dan untuk mengakomodasi permintaan perjalanan ke Bali, Emirates mengerahkan armada Airbus A380-800 miliknya [more]
Tourism for Us – Indonesia menyatakan secara resmi mematuhi Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan yang disusun oleh organisasi pariwisata dunia United Nations of World Tourism Organization (UNWTO). Kode internasional ini sebagai upaya memberikan jaminan keselamatan bagi wisatawan internasional yang ingin bepergian ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Indonesia menyatakan mematuhi Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan yang disusun oleh UNWTO. Pernyataan itu ditandatangani oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Pnom Penh, Kamboja, Kamis (15/6/2023), dan disaksikan langsung oleh Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili [kedua dari kiri]. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Pernyataan itu ditandatangani oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri Konferensi UNWTO di Pnom Penh, Kamboja, Kamis (15/6/2023). Menparekraf dalam keterangannya mengatakan, kode ini merupakan komitmen bersama dari anggota UNWTO untuk menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi serta mendorong wisatawan untuk mematuhi dan menghormati adat-istiadat yang berlaku di destinasi wisata yang ia kunjungi.
‘’Aturan ini bersifat timbal balik. Jadi selain mereka mendapat perlindungan, mereka juga harus mematuhi kesepakatan untuk menghargai adat-istiadat, budaya, dan kearifan lokal,’’ kata Sandiaga.
Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan diadopsi oleh Majelis Umum UNWTO pada sidangnya yang ke-24 di Madrid, Spanyol, pada tahun 2021 melalui resolusi 732 (XXIV). Sehingga pernyataan kepatuhan Indonesia dinilai tepat bagi pariwisata Indonesia yang berbasiskan kearifan lokal.
‘’Pernyataan kepatuhan ini merupakan komitmen kita bersama untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan serta menjamin keutuhan adat-istiadat serta tradisi budaya kita,’’ lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga mengajak UNWTO untuk berpartisipasi dalam sejumlah kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata di Indonesia.
Kerja sama tersebut adalah menciptakan kegiatan berbagi pengetahuan antarpakar atau pengelola destinasi terkait penerapan pariwisata berkelanjutan dan cara mengatasi potensi permasalahan; penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para profesional tentang pelatihan yang relevan dengan pemasaran pariwisata; dan menyelenggarakan konferensi pemasaran pariwisata, mengundang pemasar pariwisata global untuk memperluas jaringan dengan pemangku kepentingan global.
Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNWTO periode 2023-2027
Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNWTO untuk masa jabatan 2023-2027 bersama Cina, Korea Selatan dan Jepang mewakili wilayah Asia Timur dan Pasifik.
Mewakili Komisi Asia Timur dan Pasifik, Indonesia bersama dengan Cina, Jepang dan Korea Selatan bertanggung jawab menyusun program-program UNWTO di wilayah Asia Pasifik untuk dilaporkan dalam General Assembly. Indonesia juga akan mendukung kesuksesan UNWTO General Assembly pada Oktober 2023.
Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen mendorong pengembangan sektor kepariwisataan di wilayah Asia Timur, ASEAN dan Pasifik dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan, sumber daya manusia, digitalisasi, dan transformasi pariwisata.
Dalam kesempatan yang sama, Indonesia juga maju menjadi bagian dari Task Force on ‘Redesigning Tourism for the Future’. Melalui tim kerja khusus UNWTO ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk mendesain masa depan sektor pariwisata dunia. Konsep pariwisata baru itu diharapkan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dunia dan Nusantara.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Buyers mancanegara yang hadir di Bali and Beyond Travel Fair 2023 (BBTF) tampaknya setuju, pariwisata Bali mesti dipromosikan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selama empat hari berada di Pulau Dewata dalam rangka mengikuti salah satu pasar pariwisata internasional paling ditunggu di [more]