Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaluil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merencanakan tiga program perjalanan pengenalan atau familiarization trip (famtrip) sepanjang tahun 2021. Program ini dilaksanakan di destinasi-destinasi yang telah mempersiapkan dan mengimplementasikan protokol kesehatan (prokes) dengan baik. Famtrip pertama telah dilaksanakan pada [more]
Tourism for Us – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana membuka kembali perbatasan dengan Singapura melalui SAFE TRAVEL ARRANGEMENT mulai dari 21 April 2021. Kali ini cakupannya lebih luas tidak hanya bagi pejalan bisnis tetapi juga dibuka bagi wisatawan (leisure travelers) baik warga negara Singapura [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong penguatan desa-desa wisata melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism). Keberlanjutan desa wisata ditingkatkan lagi dengan narasi tentang desa itu sendiri.
Desa Wisata Karangrejo di sekitar Candi Borobudur.Desa wisata yang telah memperoleh sertifikasi desa wisata berkelanjutan.(Foto: Kemenparekraf)
Pada kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Uno ke Desa Wisata Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/3/2021), mengatakan, mendorong desa-desa wisata seperti Desa Wisata Karangrejo agar terus meningkatkan kualitas daya tarik dan keberlanjutannya, salah satunya mengedepankan orisinalitas yang dimiliki desa dengan pendekatan atraksi berbasis narasi.
Desa Karangrejo dahulu merupakan bagian dari pembangunan Candi Borobudur. Desa ini juga punya peran ketika candi direstorasi. Cerita-cerita mengenai situs-sits yang berkaitan dengan Borobudur bisa dikemas ulang secara menarik.
Desa Wisata Karangrejo dan desa-desa wisata lainnya harus menjadi bagian dari rencana perjalanan wisatawan. Desa wisata didorong agar dapat merancang paket perjalanan sehari sampai 3-4 hari. Paket perjalanan di desa bisa disandingkan dengan konsep ekowisata dan pariwisata olahraga.
Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Sebanyak 150 desa wisata di antaranya berada di lima destinasi super prioritas dan akan diperluas.
Konsep berkelanjutan merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki desa wisata untuk menjadi desa wisata mandiri. Desa Wisata Karangrejo merupakan salah satu desa wisata yang telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan.
Pengembangan desa wisata merupakan bagian dari pilar terpenting pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Pengembangan desa wisata menekankan pada aspek berkelanjutan. Desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasionoal agar dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh karena itu pariwisata bukan industri eksklusif melainkan inklusif.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Lebih dari 100 pelaku pariwisata inbound Indonesia mengikuti sesi business-to-business di ajang pasar pariwisata Internationale Tourismus Borse Berlin 2021 (ITB Berlin). ITB Berlin tahun ini dilakukan secara virtual pada 9-12 Maret 2021. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga hadir di [more]
Tourism for Us – Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengawali upaya kolaborasi ekosistem pariwisata dan pendukung melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata, Rabu (10/3/2021), untuk merumuskan program-program strategis dalam pengembangan pariwisata. BUMN yang menandatangani MoU [more]
Tourism for Us – Aksesibilitas terhadap informasi produk-produk wisata lokal dan pembelian produk-produk perjalanan yang dapat dilakukan secara mudah menjadi kebutuhan wisatawan saat ini dan ke depan. Maka produk-produk perjalanan lokal Indonesia juga mesti mudah dicari, ditemukan, dan dibeli dari kanal manapun.
(Sumber: HAYO Travel)
Hayo Wisata Indonesia mengumumkan kerja sama mereka dengan Toristy dan Magpie, Kamis (4/3/2021). Kerja sama tersebut fokus pada upaya menambah penyedia jasa wisata/pengalaman lokal untuk bergabung bersama bersama platform HAYO Travel. Keberadaan platform ini agar para penyedia jasa di seluruh destinasi di Indonesia bisa segera berjualan ke pasar domestik dan nantinya, ketika perbatasan international dibuka, juga ke pasar wisatawan mancanegara.
“Yang membedakan HAYO dengan platform lain sejenis, produk lokal dipasarkan dan dikoneksikan tidak hanya di dalam negeri tetapi langsung ke seluruh dunia. Memang saat ini kita fokus di domestik namun pada saat yang sama kita juga siapkan untuk wisatawan mancanegara yang merencanakan berlibur di Indonesia. Jadi ketika mereka datang ke sini bisa dengan mudah menemukan produk-produk yang diinginkannya. Sekarang sudah mencapai 8.000 produk wisata/pengalaman lokal yang onboard di platform HAYO,” ujar Masrura Ramidjal, President Director Hayo Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, CEO Toristy Steve Jackson mengatakan, “Fokus kami saat ini di Indonesia adalah untuk mendukung peluncuran HAYO Travel, pendatang baru di marketplace wisata yang akan menawarkan berbagai pilihan pada pelanggannya berupa produk tur dan aktivitas. Untuk mencapai tujuan kami tersebut maka harus melibatkan sebuah solusi atas pengaturan pemesanan produk-produk wisata dan juga pengaturan konten produk wisata di berbagai platform. Kerja sama kami dengan Magpie akan sangat mempercepat tahap ketiga. Ini karena Magpie sudah sangat berpengalaman di berbagai aktivitas tur dan aktivitas pemasaran global.”
“Karena saat ini konsumen sudah lebih berpengalaman dalam membeli produk secara daring, banyak wisatawan yang mulai mencari situs-situs lokal untuk memesan dan mengatur tur dan aktivitas mereka sendiri. Tetapi dengan adanya OTA internasional, situs lokal kecil tentunya akan bersaing keras dengan OTA besar, dimana untuk bersaing situs lokal harus memiliki bujet yang besar dan penawaran yang sangat baik, atau mereka akan kehilangan pelanggan karena pesaing mereka yang lebih besar dan memiliki sumber daya yang lebih baik. Karena dinamika yang terjadi di Indonesia, Toristy dan Magpie bergabung untuk membantu HAYO menemukan dan menggabungkan operator-operator lokal di Indonesia, mendukung mereka bisa onboard produk-produknya serta mengelola pemesanan dengan menggunakan teknologi berbasis SaaS paling canggih di pasar. Kerja sama ini adalah kerja sama yang saling menguntungkan segala pihak dan memberi lebih banyak pilihan kanal pemasaran bagi para operator lokal,” jelas CEO Magpie Christian Watts.
Christian menambahkan, “It is hard to survive two to three years ahead without any business for tourism industry. But I think, this is the time to digitalize your business. It means you jump two to three years ahead.”
Bahriyansyah, Direktur HAYO Travel mengungkapkan, platform ini dibuat berangkat dari kebutuhan pelaku industri pariwisata khususnya operator tur dan agen perjalanan.
Hayo adalah sebuah platform marketplace berbentuk e-commerce yang menjual tur, aktivitas, pengalaman, akomodasi (guest house, homestays, dan lain-lain), persewaan (mobil, bis, kapal, perahu, diving, dan lain-lain).
HAYO sebagai platform akan membantu para pelaku pariwisata lokal bertemu dengan pembeli yang tepat. Teknologi yang ada di dalam platform sebagai jembatan penghubung antara para penyedia jasa lokal dengan penyedia kanal-kanal pemasaran global. Karena teknologi yang digunakan sudah sesuai dengan teknologi yang dimiliki oleh kanal-kanal pemasaran global tersebut.
Menurut Bahriyansyah, reservasi sudah masuk melalui onboard di setiap platform marketplace untuk bulan Agustus-September 2021.
“Kita masih mesti melihat situasi nanti apakah pada saat itu perbatasan sudah dibuka atau belum. Bagaimanapun, hal itu bisa digunakan sebagai parameter dan pengukuran bahwa wisatawan mancanegara tetap ada keinginan untuk pergi ke Indonesia,” kata Bahriyansyah.
Dia tambahkan juga, HAYO Travel mau bekerja sama dengan semua pihak baik pemerintah, asosiasi-asosiasi, komunitas-komunitas dan lain-lain.
Siapakah mitra kerja sama HAYO Travel?
Magpie adalah perusahaan teknologi berbasis di San Fransisco yang menawarkan sistem manajemen konten berbasis cloud yang secara ekskulisf memasarkan tur, aktivitas dan tamasya. Spesialisasinya pada distribusi dari semua bisnis ke berbagai kanal pemasaran.
Toristy adalah perusahaan teknologi berbasis di Finlandia yang menawarkan platform reservasi untuk kegiatan aktivitas wisata. Spesialisasinya pada perangkat lunak pemesanan dan penjualan in-destination sevice sehingga proses yang dilakukan oleh pengguna akhir melalui kanal manapun tetap bisa berjalan mulus.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Gastronomi adalah cara paling jitu dan efisien mempromosikan suatu negara di masa pandemi COVID-19. Kegiatan memasak makanan sendiri jadi salah satu aktivitas paling banyak disukai selama berada di rumah. Walaupun event promosi pariwisata berskala besar belum bisa dilakukan, promosi pariwisata Indonesia [more]
Tourism for Us – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan grup perhotelan Accor (PT AAPC Indonesia), PT Bank Negara Indonesia (Persero), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Penandatanganan disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri [more]
Tourism for Us – Produk pariwisata membutuhkan akses agar dapat dicapai oleh wisatawan kapanpun, di manapun, dan dengan cara apapun. Maka membangun pengalaman omnikanal (omnichannel) yang mulus menjadi poin penting.
HAYO Travel, sebuah marketplace lokal khusus produk-produk pariwisata, menawarkan business-to-business-to-consumere-commerce (B-to-B-to-C) yang memadukan e-commerce horisontal dan vertikal. Platform ini menerapkan model Win-Win Business bagi para anggotanya agar semua pihak di dalam ekosistem bisa bergerak bersama-sama.
Di platfrom B-to-B HAYO Travel mengakomodasi penyedia jasa perjalanan individual, bank pemasok (terdiri dari e-business dan marketplace lokal), serta bermitra dengan perusahaan-perusahaan lokal di destinasi dan terintegrasi dengan online travel agents (OTAs) global yang paling banyak digunakan oleh wisatawan. Hal itu dilakukan guna membentuk Efek Jejaring yang kuat (Network Effect).
HAYO Travel terintegrasi dengan Toristy, Bokun, Viator, Expedia, Klook, Get Your Guide, dan Tripadvisor. Namun anggota masih bisa mengkustomisasi pengintegrasian dengan OTA global tersebut sesuai dengan kebutuhan dan target bisnisnya.
Dengan memadukan horisontal dan vertikal e-commerce, HAYO Travel menawarkan pengalaman one-stop shopping membeli beragam macam pengalaman di berbagai destinasi di Indonesia. Dengan fokus pada menjual pengalaman, para penyedia produk pengalaman khusus akan memperoleh kesempatan lebih besar memasarkan dan menjual produk-produknya. Apalagi pengelompokan produk dibuat berdasarkan jenis aktivitas.
(Sumber: Barantum)
Platform omnikanal semacam ini dalam industri pariwisata Indonesia akan mendukung menciptakan kesatuan dan konsistensi layanan bagi wisatawan. Ini juga untuk mempertemukan produk-produk perjalanan lokal dengan wisatawan di berbagai kanal yang digunakannya. Karena wisatawan tidak hanya menggunakan satu kanal saja dalam mencari dan membeli produk perjalanan.
“Teknologi yang kami punya sudah selesai dan siap digunakan oleh operator-operator pengalaman lokal di destinasi. Sampai dengan saat ini sudah ada 2.000 operator lokal dari 34 provinsi bergabung di HAYO Travel. Jumlahnya masih akan terus bertambah,“ ujar Bahriyansyah, Direktur HAYO Travel.
Big Data
Keberadaan super e-commerce pariwisata diharapkan dapat menjadi sumber big data industri pariwisata Indonesia. Di mana dari situ bisa ditangkap data riil seperti lama tinggal, jenis aktivitas yang diminati, destinasi pilihan, jenis transportasi yang digunakan, daerah dan negara asal, dan lain-lain. Sehingga data industri tersebut bisa menjadi acuan bagi pelaku industri bersama pemerintah dalam merancang, merencanakan, dan membuat kebijakan dan program-program pariwisata yang terarah dan dapat dieksekusi dengan baik.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sebanyak 12 asosiasi pariwisata menandantangani nota dukungan kepada Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan untuk ikut mempromosikan dan memanfaatkan alat deteksi dini GeNose C19 di kepariwisataan Indonesia, Jumat [more]