Tourism for Us – Logo Wonderful Indonesia dengan citra keindahan alam dan budaya di sejumlah destinasi pariwisata di Tanah Air menyelimuti gerbong-gerbong trem di kota Wina. Program branding pariwisata Indonesia tersebut kali ini dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Austria mulai dari 30 November [more]
Tourism for Us – Sebuah platform IN-DESTINATION service lokal segera meluncur di Indonesia. Hayo namanya. Melalui platform ini pelancong lokal, wisatawan domestik dan mancanegara tidak perlu lagi bingung mau ngapain. Di platform ini akan membantu pelancong dan wisatawan mencari operator-operator lokal yang menyediakan tur, aktivitas/pengalaman, [more]
Tourism for Us – Program Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environment Sustainability) gratis secara nasional terus dilanjutkan tahun 2021. Program ini akan dilanjutkan dengan berbagai stimulus lainnya bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan 6.606 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif tersertifikasi “Indonesia Care“ hingga akhir tahun 2020. Sebanyak 3.728 pelaku usaha telah dilakukan proses audit. Kepada pelaku usaha hotel/restoran yang belum lulus audit dilakukan pembinaan agar dapat memenuhi standardisasi protokol kesehatan CHSE.
Proses sertifikasi ini menggandeng lembaga sertifikasi berpengalaman yang menilai secara independen. Hasil penilaian audit menjadi dasar pemberian label “Indonesia Care“. Dengan sertifikasi itu diharapkan para pelaku usaha berkomitmen kuat menerapkan protokol kesehatan CHSE. Sertifikasi guna meningkatkan kepercayaan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
(Sumber: Kemenparekraf)
Kepada para pelaku usaha pariwisata yang hendak mengurus sertifikat CHSE dapat mendaftar secara daring melalui situs resmi chse.kemenparekraf.go.id dan mengisi formulir identitas usaha. Setelah mendaftar dan memiliki akun, pelaku usaha dapat melakukan penilaian mandiri dan mengunduh format surat pernyataan deklarasi mandiri sebagai pernyataan resmi bahwa penilaian mandiri yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dapat divalidasi secara langsung. Selanjutnya dilakukan audit oleh lembaga sertifikasi yang memiliki kompetensi khusus di bidang sistem manajemen kesehatan dan keamanan kerja serta manajemen lingkungan. Semua tahapan proses sertifikasi dibiayai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sementara ini sertifikasi CHSE diprioritaskan bagi usaha hotel, pondok wisata/homestay, restoran/rumah makan, daya tarik wisata, usaha wisata arung jeram, usaha wisata selam, usaha lapangan golf, dan desa wisata di seluruh Indonesia.
Penerapan protokol kesehatan juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri dan masyarakat.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah terus meningkatkan kapasitas akses udara dan laut di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peningkatan kapasitas ini untuk mengakomodasi lebih banyak penumpang, menerima armada-armada dengan ukuran lebih besar, memperluas jaringan rute transportasi, maupun meningkatkan kualitas soft infrastructure di sisi fasilitas dan [more]
Tourism for Us – Disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengendalikan jumlah kasus positif COVID-19 tetap menjadi kunci memulihkan industri pariwisata Indonesia pada 2021. Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Wawan Rusiawan pada kesempatan webinar “Outlook Pariwisata dan Ekonomi [more]
Tourism for Us – Dalam kondisi penuh keterbatasan dan tantangan sekarang ini, para pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) tetap gigih berkarya dan terus melakukan berbagai inovasi dan transformasi untuk menghasilkan produk dan jasa berkualitas.
Untuk itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada para pelaku UMKM di 11 kategori yang telah dikurasi sebelumnya. Penghargaan tersebut akan diberikan pada 6 Desember 2020 di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada puncak acara Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020.
Ada 33 nominator dari 11 kategori. Pemilihan (voting) terbuka untuk umum. Masyarakat bisa memberikan suaranya melalui situs resmi anugerah.banggabuatanindonesia.co.id dan media sosial Anugerah Bangga Buatan Indonesia di Instagram, Facebook, dan Twitter. Periode pemilihan mulai dari 20 November hingga 5 Desember 2020.
Kesebelas kategori penghargaan untuk pelaku UMKM di bidang film, animasi, gim/permainan, aplikasi, event, fashion, kecantikan dan kebugaran, kuliner, kriya, manufaktur dan musik.
Sektor UMKM di bidang kuliner paling banyak dan cepat pertumbuhannya.(Foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandrio dalam jumpa pers Peluncuran Pemilihan Karya Terbaik Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020 di Jakarta, Jumat (20/11/2020), mengatakan, dalam kondisi penuh keterbatasan dan tantangan para pelaku usaha tetap gigih berkarya dan memberikan kontribusi nyata dengan melakukan berbagai inovasi dan transformasi untuk menghasilkan produk dan jasa berkualitas.
Anugerah Bangga Buatan Indonesia ini mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan sesuai dengan arahan presiden untuk melaksanakan program padat karya dalam upaya mitigasi dampak Covid-19 di sektor ekonomi dan UMKM. Gerakan dan penghargaan Bangga Buatan Indonesia didukung 14 kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Selama dua hari Alor Creative Market (ACM) berlangsung pada akhir pekan lalu, 31 Oktober-1 November 2020, sudah terjadi transaksi pembelian produk secara langsung maupun daring meskipun masih bersifat lokal. Warga Alor rupanya penasaran juga dengan kreasi produk kuliner dari buah mangga [more]
Tourism for Us – Destinasi Bali serta akomodasi di Bali, kota Batu, Jawa Timur, dan Jakarta baru saja didaulat jadi yang terbaik di kategorinya masing-masing di kawasan Asia dalam ajang 27th World Travel Awards. Mereka pun dinominasikan untuk memperebutkan title the World’s Leading 2020 yang [more]
Pemerintah tengah menata ulang sarana dan prasarana (sarpras) di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo (TNK). Sarpras yang sedang ditata dan dibangun ulang terdiri dari: dermaga di pintu masuk pengunjung di Loh Buaya, pengaman pantai, jalan jerambah di atas permukaan tanah (elevated trek), bangunan utama Pusat Informasi dan dek pemandangan (elevated view deck) dua lantai, serta pondok ranger, pemandu dan peneliti yang dilengkapi pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.
Desain sarpras di Zona Pemanfaatan Loh Buaya,Pulau Rinca,Taman Nasional Komodo. (Sumber Kementerian PUPR)
Sebagian besar sarpras yang baru dibuat di atas permukaan tanah (elevated) agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung. Seperti jalan jerambah (elevated trek) sepanjang 630 meter dan lebar 4 meter, yang menghubungkan dermaga ke bangunan utama Pusat Informasi dan dek pemandangan, dirancang setinggi 2 meter dari atas permukaan tanah.
Dermaga di Loh Buaya juga direnovasi. Dermaganya terdiri dari dermaga permanen/statis dan dermaga apung. Dermaga permanen sepanjang 100 meter dan lebar 4 meter. Material bahannya menggunakan kerangka beton dan kayu ulin. Selain itu juga ada empat dermaga apung masing-masing panjangnya 20 meter dan lebar 3 meter. Kapasitas total kapal yang bisa sandar pada saat bersamaan di dermaga Loh Buaya, Pulau Rinca, sebanyak 16 kapal dengan panjang kapal maksimal 15 meter.
Sarpras dibangun di dalam Zona Pemanfaatan, di lokasi yang sama dengan sarpras lama. Lembah Loh Buaya lokasi sarpras berada luasnya 500 hektar. Atau sekitar 2,5% dari total luas Pulau Rinca 20.000 hektar. Lahan yang digunakan untuk sarpras seluas 1 hektar dan total luas bangunan sarpras yang baru nanti 3.055 meter persegi.
Izin Lingkungan Hidup untuk pembangunan sarpras tersebut dikeluarkan pada tanggal 4 September 2020 yang telah disusun dan diterbitkan sesuai dengan Permen LHK No. 16 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup. Izin disusun dengan memperhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku komodo.
Guna menjamin keselamatan dan perlindungan terhadap biawak komodo, termasuk pekerja di lokasi pembangunan ulang sarpras, sekarang telah dipasangi pagar pengaman penuh. Dan seluruh aktivitas penataan sarpras diawasi oleh 5–10 ranger setiap hari.
Pembangunan ulang sarpras sekarang berada di tahap pembersihan sisa-sisa puing. Berdasarkan pengamatan, jumlah biawak komodo yang sering berkeliaran di sekitar area penataan sarpras di Loh Buaya diperkirakan 15 ekor. Beberapa diantaranya memiliki perilaku yang tidak menghindari manusia lagi. Para ranger melakukan pemeriksaan keberadaan biawak komodo termasuk di kolong-kolong bangunan, bekas bangunan, dan di kolong truk-truk pengangkut material secara intensif.
Pulau Rinca ditutup sementara bagi pengunjung sampai dengan 30 Juni 2021 selama pengerjaan penataan ulang berlangsung. Pulau Komodo, Pulau Padar dan tempat-tempat lainnya di dalam kawasan taman nasional tetap dibuka dan bisa dikunjungi.
Pengunjung Taman Nasional Komodo tetap membayar tiket masuk seperti biasa. Kebijakan keanggotaan tahunan (membership) yang direncanakan dikenai USD 1000 per orang belum diberlakukan.
Jalur trail alami tidak dihilangkan di Pulau Rinca. (Credit photo to Aria Sankhyaadi)
TNK Up Date
Dikutip dari siaran pers, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur di setiap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Dari paparan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada media briefing mengenai penataan sarpras di Pulau Rinca, Rabu (28/10/2020), total ada 15 jalur wisata trekking dengan 9 jalur trekking telah dikaji daya dukungnya. Kemudian, total ada 42 titik selam dan snorkeling dengan 23 lokasi juga telah dikaji daya dukungnya.
Total jumlah biawak komodo pada 2018 sebanyak 2.897 individu. Pada tahun 2019 bertambah menjadi 3.022 individu, atau bertambah 125 individu. Konsentrasi populasinya berada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Sedangkan di tempat-tempat lain ada di Nusa Kode sebanyak 91 individu, di Gili Motang ada 69 individu, dan di Pulau Padar hanya 7 individu. Dan populasi biawak komodo di Lembah Loh Buaya sebanyak 5% dari populasi yang ada di Pulau Rinca, atau sekitar 66 ekor.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir.Wiratno, M.Sc., menegaskan lagi, pengembangan wisata alam sangat dibatasi dan hanya di Zona Pemanfaatan.
“Kegiatan penataan sarpras di Loh Buaya, Pulau Rinca, berada di lokasi sarpras yang lama. Penataan sarpras sampai akhir Oktober 2020 telah mencapai 30% dari rencana. Pengerjaannya diproyeksikan selesai pada Juni 2021. Kementerian PUPR yang melaksanakan penataan ulang sarpras di Taman Nasional Komodo. Dan semua dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tidak menyakiti komodo,“ ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK.
Setelah jalan jerambah (elevated trek) selesai dibangun maka tidak ada lagi jalur trail di atas tanah di lintasan komodo yang berada di sekitar sarpras. Karena dari hasil kajian, area di sekitar sarpras merupakan jalur pergerakan atau lintasan komodo. Jalan jerambah juga membuka akses bagi pengunjung dengan disabilitas. Sedangkan Pusat Informasi dan dek pemandangan akan menjadi fasilitas bagi pengunjung yang tidak hendak melakukan trekking.
Namun, lintasan alam (natural trails) berjarak pendek, medium, dan panjang yang memungkinkan pengunjung melakukan trekking di Rinca tidak dihilangkan. Kepada mereka yang hendak trekking akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai rute dan medan trekking, potensi bahayanya dan lain-lain.*** (Yun Damayanti)
Alor bukan mengenai taman laut nan indah semata. Sekelompok anak muda di Alor terinspirasi dari lingkungan tempat tinggalnya yang masih natural dan segarnya buah mangga kelapa berinisiatif dan meluncurkan sebuah event yang diberi nama Alor Creative Market (ACM). Salah seorang inisiator ACM Adi Gerimu menjelaskan, [more]