Rumah Heritage Istana Batik Keris atau disingkat IBK menjadi tempat terbaru meleburnya pemeliharaan warisan budaya dan ide-ide kreatif di abad milenial. Dalam cetak birunya, IBK bukan sekedar galeri yang memajang koleksi Batik Keris dan produk-produk kreatif pelaku UMKM tetapi juga akan menghidupkan dan dihidupkan dengan [more]
Setelah melewati beberapa kajian, para pemangku kepentingan pariwisata Bali memilih dan akan menjalankan program edutrip ‘We Love Bali’ untuk mensosialisasikan sekaligus melakukan pengawasan implementasi protokol kesehatan dan keamanan baru (Clean, Health, Safety, Environment sustainable/CHSE). Program edutrip ‘We Love Bali’ akan berlangsung mulai dari 7 Oktober [more]
Pelatihan Tour Operation memberi kesempatan bagi para pelaku industri pariwisata yang selama ini sebatas menjalankan usaha keagenan (reseller) untuk dapat mengembangkan usaha dengan membuat produk-produk turnya sendiri. Melalui pelatihan ini juga para profesional industri pariwisata yang sudah punya pengalaman karena menjadi bagian dalam tim yang menjalankan operasional tur seperti pemandu wisata, karyawan/eks karyawan perusahaan operator tur dapat memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya (soft skill).
Star for Hire berkolaborasi dengan ASITA serta didukung dan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggelar pelatihan operasional tur (tour operation) selama bulan Oktober sampai awal November 2020.
Materi pelatihannya terdiri dari: dasar-dasar membuat paket-paket wisata; mengelola dan mengeksekusi rencana perjalanan (itinerary); bagaimana melakukan pengawasan dalam operasional sebuah tur; mengelola resiko operasional; mengembangkan rencana operasional; membuat tur ke pelosok daerah; merencanakan dan mengatur lokasi perkemahan; dan bagaimana melaksanakan dan menaati protokol keamanan dan kesehatan baru (CHSE) di sektor pariwisata.
Pendaftaran dibuka sejak 23 September dan berakhir pada 30 September 2020. Pendaftaran melalui bit.ly/PELATIHANPARIWISATA. Pelatihan akan dilaksanakan secara daring dan live training selama 3 hari.
Peserta akan dibagi dalam enam kelompok pelatihan yakni tanggal 5-7 Oktober 2020; 8,12,13 Oktober 2020; 14,15,18 Oktober 2020; 20-22 Oktober 2020; 26-28 Oktober 2020; dan 29 Oktober, 2 dan 3 November 2020.
Pengajar yang terlibat dalam pelatihan ini terdiri dari para pelaku usaha operator tur. Para pengusaha tersebut ada yang berlatar belakang dari alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, maupun dari DPP ASITA. Pelatihan yang diberikan telah sesuai dengan standar SKKNI berbasis kompetensi.
Sapto Priantomo dari Star for Hire mengatakan, program ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Peserta pelatihan akan memperoleh sertifikat dan pengganti paket data. Peserta yang dapat mengikuti pelatihan Tour Operation diutamakan bagi mereka yang telah memiliki pengalaman atau latar belakang di bidang usaha travel.*** (Yun Damayanti)
Bagi calon wisatawan Perancis, khususnya yang berdomisili di Paris dan sekitarnya yang masih belum dapat berkunjung ke Indonesia saat ini, bisa melepas rindu di Happy Hour Indonesie mulai Jumat 2 Oktober 2020 dan seterusnya. Di situ mereka akan mencicipi aneka kopi dan cokelat Indonesia, minuman [more]
Up Date Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah membuka kembali pariwisatanya mulai Sabtu, 22 Agustus 2020. Pembukaan kembali ini diikuti dengan menerapkan protokol keamanan dan kesehatan baru. Dua daya tarik yakni Camping and Birdwatching di KTH Warkesi dan Top View Piaynemo dipilih sebagai pilot pelaksanaan awal [more]
Pada bulan Juni 2020 dilaksanakan uji coba protokol keamanan dan kesehatan baru dengan membuka 5 hotel, 5 obyek daya tarik wisata, dan 5 restoran sebelum pariwisata dibuka kembali di Banyuwangi. Simultan dengan uji coba itu diadakan pertemuan business-to-business antara hotel-hotel dan agen-agen perjalanan lokal agar dapat membuat paket-paket perjalanan ke Banyuwangi dengan harga menarik dan terjangkau.
Sertifikasi oleh Gugus Tugas Covid-19 dan Pemkab Banyuwangi mendampingi penerapan standar New Normal di atraksi,akomodasi,restoran hingga warung-warung.(Foto:Dok.Dinas Pariwisata Kab.Banyuwangi)
Dalam menghadapi kenormalan baru di sektor pariwisata, sebanyak 150 pemandu wisata lokal, 250 pengemudi lokal, dan 30 agen perjalanan lokal Banyuwangi telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan protokol Clean, Health and Safety baru. Mereka mengenakan pin sebagai bukti telah disertfikasi oleh pemda dan bebas Covid-19.
Baik wisatawan maupun pelaku industri pariwisata dari luar Banyuwangi bisa melihat dan mencari produk-produk dan usaha-usaha lokal resmi dan tersertifikasi melalui aplikasi banyuwangi tourism.
Melalui aplikasi yang sama, wisatawan bisa memberikan rating pada jasa lokal yang digunakannya. Rating yang diberikan tersebut merupakan salah satu alat pengawasan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap komitmen dan konsistensi pelaku usaha pariwisata lokal melaksanakan protokol keamanan dan kesehatan baru. Reward dan Punishment pun berlaku.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M. Bramudya mengatakan, setiap tamu ke daya tarik wisata ada asuransi melalui tiket masuk. Kemudian, setiap tamu yang selama di Banyuwangi juga diasuransikan. Asuransi yang di-cover adalah asuransi kecelakaan dan sakit di rumah sakit.
“Hanya wisatawan yang menggunakan jasa agen perjalanan lokal akan di-cover asuransi. Sedangkan FIT tidak,” ujar Bramudya kepada sejumlah operator tur peserta seminar daring yang diselenggarakan oleh IINTOA, Jumat (21/8/2020).
Setelah pariwisata dibuka kembali, Banyuwangi menerima sekitar 60.000 wisatawan. Dan sekitar 60 persennya ialah wisatawan lokal.***(Yun Damayanti)
The J-Team Micro Tourism Specialist We are duo of Indonesian travel writers and bloggers. Each member has experiences both in travel and tourism industry as well as in media. Everyone of us has common and uncommon interest. However, it is complement to each other. We [more]
Bantuan perlengkapan dan peralatan diserahkan oleh Direktur Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekref Adella Raung (kanan) dan diterima oleh Ketua FAJI Amalia Yunita (kiri),Senin (17/8/2020), di Cikidang,Sukabumi,Jawa Barat.(Foto oleh Yun Damayanti)
Operator arung jeram yang telah beroperasi kembali di Indonesia sekitar 40 persen. Guna mendukung para operator arung jeram, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan bantuan berupa perlengkapan dan peralatan, terutama yang dibutuhkan untuk memenuhi standar protokol keamanan dan kesehatan baru.
Perlengkapan dan peralatan yang diberikan berupa 2 unit tangki disinfektan portable 2 L, 2 unit oksigen portable, 5 unit ambu bag untuk pernapasan buatan dalam pertolongan pertama, 2 unit dry bag 40 L, 15 unit helmet, 15 jaket pelampung, dan 15 botol minum (tumbler).
Bantuan diserahkan oleh Direktur Promosi Wisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Adella Raung kepada Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Amalia Yunita usai upacara memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2020), di lapangan Bravo360, Cikidang, Sukabumi. Turut hadir dalam serah terima tersebut perwakilan dari 20 operator arung jeram anggota FAJI di Jawa Barat. Bantuan dari pemerintah tersebut diberikan kepada 62 operator arung jeram di 14 provinsi.
Ketua FAJI Amalia Yunita mengatakan, operator arung jeram banyak yang tutup selama empat bulan terakhir karena pandemi Covid-19. Dengan telah dibuka kembali arung jeram-arung jeram,para operator bersiap memulai operasinya kembali. Namun, banyak dari mereka yang sudah kekurangan peralatan dan perlengkapan selain juga modal usaha.***(Yun Damayanti)
Selama pandemi Covid-19, The J Team ikut mendukung komunitas pelaku operator tur inbound di Indonesia yang diberi nama Perjuang Devisa. Komunitas ini mengadakan diskusi mingguan setiap hari Kamis, hingga akhirnya dinamakan KAMISAN. Dari silaturahmi karena tidak bisa bertatap muka, KAMISAN membicarakan isu-isu yang sedang terjadi [more]