Tourism for Us – Dikelilingi pegunungan Karakoram, termasuk Gunung Ultar Sar dan Passu, Hunza menawarkan pemandangan menakjubkan dengan gunung-gunung berselimut salju abadi, bahkan di musim panas. Salah satu distrik di Provinsi Gilgit-Baltistan di utara Pakistan, kaya akan gletser, sungai, dan danau glestser, serta puncak-puncak yang [more]
Tourism for Us – Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat bahwa hingga Agustus 2025, sekitar 1,1 juta pendaki, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, telah menjelajahi gunung-gunung di Indonesia yang dikelola oleh taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA). [more]
Tourism for Us – Dihimpun dari berbagai sumber dari pengelola destinasi gunung, sampai tahun 2019 ada sekitar tiga juta pendaki Indonesia dan 150 ribu pendaki warga negara asing mendaki gunung-gunung di Indonesia. Angka tersebut diyakini terus meningkat pascapandemi dan masa depan wisata gunung Indonesia sangat bergantung pada bagaimana tiga aspek utama dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.
Indonesia Mountain Travel Mart 2025 menjadi forum bagi peserta yang datang dari beragam latar belakang dan pengalaman untuk berbagi pengalaman dan praktik-praktik terbaik terkait trekking yang aman di gunung sekaligus pertemuan bisnis antarpelaku pariwisata. (Foto: IMTM 2025)
Merujuk pada perkembangan tersebut, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) berkolaboraksi dengan The J-Team menghadirkan Indonesia Mountain Travel Mart 2025 (IMTM) pada Selasa, 30 September 2025, di Sumba Room, Hotel Borobudur Jakarta. IMTM mengangkat tema ‘’Connect to Collaborate’’ dan berlangsung selama sehari penuh. Event ini menjadi forum bagi peserta yang datang dari beragam latar belakang dan pengalaman untuk berbagi pengalaman dan praktik-praktik terbaik terkait trekking yang aman di gunung.
IMTM 2025 terdiri dari dua sesi, yakni pada pagi hari diisi dengan Talkshow yang mengangkat tema ‘’Mewujudkan Keselamatan Wisata Pendakian Gunung’’, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan B-to-B antara pelaku wisata gunung dengan pelaku industri pariwisata lainnya di sesi Table Top pada siang hari.
Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. membuka IMTM 2025. Dalam sambutan dan keynote speech, beliau menyampaikan bahwa Kemenhut sudah dan terus melakukan upaya peningkatan keselamatan wisata melalui serangkaian kebijakan, pengadaan sarana, peningkatan kapasitas, dan edukasi kepada para pihak.
Talkshow mengenai keselamatan mendaki gunung menghadirkan narasumber Adi Seno, Dewan Teknik Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), yang memaparkan mengenai ‘’Mewujudkan Keselamatan Wisata Pendakian Gunung’’; kemudiam Abex dari Basecamp Adventure, Tramp menyampaikan bagaimana ‘’Meningkatkan Promosi Wisata Gunung Indonesia’’; dan Vicky Gosal, Operation Director Karash Adventure &Training yang juga Dewan Etik APGI, berbagi praktik terbaik terkait ‘’Membangun Bisnis Wisata Gunung yang Menguntungkan dan Berkelanjutan.”
Dari Talkshow ‘’Mewujudkan Keselamatan Wisata Pendakian Gunung’’ disimpulkan bahwa masa depan wisata gunung Indonesia sangat bergantung pada bagaimana tiga aspek utama dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Ketiga aspek itu, pertama adalah keselamatan harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar, karena gunung adalah ruang liar yang penuh risiko sehingga setiap pendakian wajib dilakukan dengan persiapan matang, mengikuti aturan resmi, mematuhi jalur yang telah ditentukan, dan didampingi oleh pemandu profesional yang terlatih serta tersertifikasi.
Kedua, pemandu gunung memegang peran vital sebagai duta wisata Indonesia, bukan hanya berfungsi sebagai navigator, tetapi juga sebagai pendidik yang mengajarkan etika dan teknik mendaki dengan benar, sebagai storyteller yang menyampaiakan kisah dan budaya lokal, serta sebagai penjaga keberlanjutan yang memastikan kelestarian alam untuk generasi mendatang.
Ketiga, promosi wisata gunung harus dilakukan secara cerdas, kreatif, dan terarah, dengan mengutamakan pasar domestik melalui paket singkat yang mudah diakses oleh generasi muda urban yang mencari healing dan pengalaman melihat matahari terbit. Selain itu juga mengembangkan trek premium multi-days yang lebih menantang untuk menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa dan negara tetangga.
Dengan memadukan standar keselamatan yang kuat, profesionalisme pemandu yang berintegritas, dan strategi promosi yang inovatif, wisata gunung Indonesia tidak hanya akan menjadi destinasi yang aman dan berkesan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global serta tetap menjaga kelestariannya sebagai warisan alam dan budaya bangsa.
IMTM 2025 didukung oleh Kementerian Kehutanan, Hotel Borobudur Jakarta, dan Eiger, salah satu penyedia out door gear dan apparel terkemuka Indonesia yang juga aktif melakukan kampanye keselamatan pendakian gunung. Event ini juga menjadi penutup program ‘’Discover the Natural Treasure’’ yang diadakan oleh Hotel Borobudur Jakarta selama bulan September 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap keindahan serta keberagaman alam Indonesia, baik melalui beragam acara maupun aktivitas yang melibatkan tamu-tamu yang menginap di hotel. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Menurut Business Research Insight, pasar trekking terus berkembang secara secara global, didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruangan untuk rekreasi dan kesadaran akan kebugaran. Apalagi, influencers kini semakin aktif mempromosikan trekking sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat dan [more]
Tourism for Us – Secara global, industri pariwisata petualangan mengalami pemulihan yang signifikan. Permintaan untuk petualangan ringan (soft adventure) dan perjalanan menggunakan sepeda listrik (e-bike) semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa berpetualang tidak selalu harus melakukan kegiatan yang memompa adrenalin dan berisiko tinggi. Para petualang kini [more]
Tourism for Us – Pendakian gunung semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Aktivitas luar ruang (outdoor) ini kemudian berkembang menjadi aktivitas rekreasi atau wisata. Dan perkembangannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
(Foto: IMMS 2024)
Perkembangan yang pesat itu memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat dan perekonomian lokal. Namun pada saat bersamaan, aktivitas wisata pendakian gunung berdampak pada kelestarian alam yang terancam serta jumlah kecelakaan dan kematian para pendaki gunung yang meningkat.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dr.Reyner Valiant Tumbelaka mempelopori dan menciptakan sebuah platform edukasi yang diberi nama Dokter Pendaki. Platform ini kemudian menginisiasi Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) pada tahun 2023 di Surabaya, Jawa Timur. Dan platform kembali menggelar IMMS 2024 di Hotel Ibis Styles Sunter Jakarta.
Penyelenggaraan IMMS tahun ini diawali dengan workshop ‘’Wilderness Medicine in Practice’’ pada tanggal 23 November 2024. Dan kegiatan simposium yang mengangkat tema ‘’Safe Mountaineering for All’’ pada tanggal 24 November 2024.
IMMS merupakan seminar kedokteran dan keselamatan pendakian pertama di Indonesia. Narasumber yang dihadirkan ialah para expertise di bidang kesehatan dan pendakian gunung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi tentang keselamatan dalam aktivitas pendakian gunung.
Dalam keterangannya, dr. Reyner mengatakan, kegiatan ini menjadi penting sebagai titik temu antara para profesional, praktisi petualangan/pendakian gunung dengan tenaga ahli kesehatan/kedokteran sehingga dapat saling berbagi ilmu, kompetensi dan pengalaman guna mewujudkan kegiatan pendakian gunung yang aman dan nyaman.
Selanjutnya gerakan positif ini tidak hanya berhenti dalam IMMS. Dia berharap, para pihak atau peserta yang hadir dapat berbagi dan menyebarkan ilmu yang didapatkan kepada komunitas/organisasi masing-masing. Sehingga kesadaran terhadap keselamatan pendakian gunung semakin meningkat dan dapat mengurangi resiko kecelekaaan dan angka kematian pendakian gunung.
dr. Reyner selaku Founder Dokter Pendaki membuka IMMS 2024. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Mohammad Adib Khumaidi ,Sp. OT juga hadir secara daring. Dan Direktur Wisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata Itok Parikesit hadir secara langsung dan memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.
IMMS 2024 diakhiri dengan penguatan komitmen bersama dan mengaktifkan gerakan “Indonesia Wilderness Medicine Society”. Aktivasi ini agar semua pihak bersama-sama berkolaborasi membangun kesadaran pentingnya keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas wisata pendakian gunung
Kegiatan workshop diikuti 150 peserta secara offline. Kegiatan simposium diikuti 150 peserta offline dan lebih dari100 peserta mengikutinya secara daring.
Peserta berasal dari beragam latar belakang antara lain dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, pelajar, mahasiswa, dosen, pendaki gunung, pemandu gunung hingga anggota organisasi pecinta alam. Rentang usia peserta mulai dari 15 tahun hingga 72 tahun.
Kegiatan selama dua hari ini diorganisasikan oleh Main Outdoor dan Perhimpunan Tenaga Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI). ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – EIGER, merk penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang asli asal Indonesia, membuka toko internasional pertamanya di Interlaken, Swiss, pada 15 Maret 2023 lalu. Kota yang diapit dua danau dan berada di kaki Gunung Eiger itu merupakan salah satu tujuan wisatawan dunia menikmati [more]
Tourism for Us – Pelayanan dan sikap warga Desa Riam Tinggi membuat setiap wisatawan yang datang betah. Mereka merasa menjadi bagian dari kampung Dayak Tomun walaupun hanya tinggal sesaat. Hospitality warga di salah satu desa wisata di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, ini telah diakui baik [more]
Tourism for Us – Pulau Sumba adalah destinasi yang akan menginjeksi seluruh panca indera traveler dengan keunikan dan keindahannya. Pengalaman perjalanan di Tana Humba bahkan telah dimulai dari sesaat sebelum pesawat mendarat hingga lepas landas lagi.
Wairinding,bukit dan savana paling hit di Sumba.(Foto: Yun Damayanti)
Perbukitan dan savana Pulau Sumba adalah landscape eksotis yang memanjakan mata ketika pesawat bersiap mendarat di Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu Sumba Timur atau di Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Kemudian, kita akan mencium bau rerumputan dan tanah yang baru saja dibasahi hujan pada musim penghujan. Dan udara panas dan kering menyergap ketika musim kemarau.
Di sepanjang jalan menuju tengah kota, tidak sedikit di bagian depan rumah warga maupun bangunan-bangunan publik ditandai dengan atap tinggi berbentuk menyerupai menara. Itu memang ciri khas rumah adat sumba. Rumah beratap tinggi sebenarnya diperuntukkan bagi kediaman raja dan bangunan suci tempat melakukan ritual adat, sedangkan rumah-rumah penduduk beratap horisontal. Tampaknya, sekarang atap tinggi serupa menara itu telah dijadikan ikon penanda,“Ini Sumba“.
Orang sumba hidup berkelompok. Sistem itu masih hidup sampai sekarang. Traveler mungkin akan melihat ada sedikit perbedaan-perbedaan di setiap daerah. Dan hal tersebut menjadikan kunjungan ke kampung-kampung selalu menawarkan keunikan.
Pulau Sumba merupakan salah satu pulau terbesar dan utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah penduduk yang mendiami pulau tidak padat. Ke manapun traveler pergi, tempat-tempat yang dikunjungi relatif tidak terlalu ramai. Meskipun musim kemarau berlangsung lebih lama daripada penghujan yang membuat udara panas dan hangat sepanjang tahun, kita bisa menghirup udara segar bebas polusi.
Suasana hening menyelimuti seluruh pulau. Sampai desau suara angin pun terdengar jelas. Sesekali angin menghantarkan bunyi ketukan berirama dari alat-alat tenun bukan mesin dari rumah-rumah di padang rumput yang sunyi.
Ada banyak perubahan yang terjadi di destinasi dalam lima tahun terakhir. Berikut ini pilihan daya tarik-daya tarik yang dapat memberi highlight bagi traveler yang baru akan pertama kali ke Pulau Sumba.
Galeri di Kampung Adat Prailiu. [Foto; Yun Damayanti]
SUMBA TIMUR
Di Sumba Timur, traveler akan “dilempar“ ke masa lampau Pulau Sumba. Atmosfer kuno masih terasa, terutama di kampung-kampung. Mulai dari rumah adat hingga kain tenun ikatnya. Motif-motif klasik itu telah dibuat sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun lalu. Motif-motif yang bercerita tentang filosofi hidup orang sumba, keyakinan marapu sampai hubungan perdagangan dan pengaruh India di pulau ini.
Kampung Adat Praingu Prailiu berada di kota Waingapu. Lokasinya relatif mudah dijangkau karena tidak jauh dari jalan raya. Kampung ini ibarat summary dari kampung-kampung adat yang ada di Kabupaten Sumba Timur.
Galeri di Kampung Adat Praingu Prailiu cukup lengkap memamerkan kain-kain tradisional sumba. Di sana pengunjung bisa menemukan tenun ikat dan pahikung (kain songket sumba). Galeri menempati sebuah bangunan rumah adat sumba. Di dalamnya diisi produk-produk dari tenun karya para ina dan rambu (sapaan untuk ibu dalam bahasa Sumba) di kampung tersebut. Produk yang dipamerkan mulai dari helaian kain, sarung hingga aksesoris seperti topi, gelang, kalung, anting dan konektor masker. Pengunjung juga bisa membeli produk-produk yang dipamerkan.
Pohon bakau dengan bentuk unik dalam formasi yang fotogenik membuat pantai Walakiri jadi pantai paling ikonik di Pulau Sumba. Sekarang di sekitar pantai sudah ada toilet, warung, tempat-tempat makan yang menawarkan menu ikan bakar, pisang goreng, kelapa muda, kopi dan teh sampai minuman bersoda dan bir dingin.
Traveler wajib berhenti di Bukit Wairinding sebelum keluar dari perbatasan Sumba Timur. Pemandangan lepas di perbukitan padang rumput tak berujung. Wisatawan terpukau oleh keindahannya. Sedangkan bagi warga lokal di situ tempat melepas ternak.
Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Tengah direncanakan jadi lumbung pangan (food estate). Traveler akan melihat hamparan sawah dan kebun jagung ketika melintasi kabupaten ini. Pemandangan yang bertentangan dengan citra Pulau Sumba yang gersang dan tandus. Tidak, pulau ini sebenarnya subur. Hanya saja sumber-sumber airnya berada jauh di bawah permukaan tanah.
Kampung adat Pasunga berada di jalan raya menuju Sumba Barat. Di kampung adat ini traveler bisa melihat kubur batu, sebuah warisan dari zaman megalitik yang masih berlangsung di Pulau Sumba. Kubur batu selalu berada di bagian depan kampung dan rumah. Ukiran-ukiran pada batu kubur di situ masih tampak jelas.
Pantai Kawona, 15 menit dari Tambolaka. [Foto; Hugo Dalupe/Sumba Tour]
Sumba Barat
Sumba Barat dan Sumba Barat Daya merepresentasikan wajah modern Pulau Sumba. Di kedua kabupaten ini ada banyak kantor perusahaan, bank dan organisasi-organisasi sosial serta toko-toko dan tempat-tempat makan. Suasana perkotaan lebih terasa dibandingkan dengan di timur dan tengah.
Kampung adat Praijing yang telah memenangi beberapa penghargaan relatif mudah dijangkau. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat. Warga kampung adat bergotong-royong membangun fasilitas photo spot bagi pengunjung. Selain itu, warga juga menyewakan jasa sewa kain tenun sumba untuk properti foto.
Masih di Waikabubak. Traveler bisa mencicipi sayur ubi tumbuk. Comfort food ini dibuat dari daun ubi yang ditumbuk bersama beras kemudian dimasak dalam kaldu. Daun ubi dan beras menjadi bubur lembut, ringan dan gurih, lalu disajikan selagi hangat sebelum makanan utama. Pondok Daun Ubi adalah salah satu tempat untuk merasakan kuliner khas Sumba yang satu ini.
Sumba Barat juga rumah bagi Nihi Sumba, salah satu hotel/resor terbaik yang diakui dunia. Selain itu juga ada Lelewatu Resort Sumba yang tidak kalah menawan.
Dapur Sumba,jaringan restoran lokal dengan outlet di Waikabubak dan Tambolaka. [Foto; Igo]
Sumba Barat Daya
Laguna Weekuri atau Waikuri di Kodi Utara adalah tempat wajib dikunjungi di Sumba Barat Daya (SBD). Air dari Selat Sumba masuk melalui celah-celah dinding karang. Dasar laguna berpasir putih dan lembut. Kedalaman laguna mengikuti pasang naik dan surut air laut. Laguna relatif bersih. Rumpu laut yang terbawa masuk membentuk hati dan posisinya berpindah-pindah mengikuti arus. Menurut saran dari anak-anak di Weekuri, dagu ditongakan sedikit agar kita bisa melihat bentuk hati tersebut dari jembatan kayu yang dibangun di atas tebing. Dan tidak ada yang lebih menyegarkan selain berenang di laguna pada siang hari yang panas.
Pantai Mandorak yang viral di media sosial berjarak sekitar lima menit berkendara dari Laguna Weekuri. Pantai kecil berpasir keemasan itu merupakan tempat sandar kapal-kapal nelayan.
Selain itu, ada juga pantai Kawona, 15 menit dari pusat kota Tambolaka. Pantai terdekat dari kota ini telah dilengkapi dengan deck view. Dan pantai lainnya Manangan Aba berjarak 30 menit berkendara dari kota.
Bila Tambolaka menjadi akhir perjalanan di Sumba, traveler bisa bersantai dahulu di resto dan kafe kekinian sebelum pulang. Di situ menawarkan menu-menu populer. Sedangkan Kafe Talasi di Talasi Retreat, Weetabula, bisa menjadi pilihan lain dalam perjalanan kembali ke kota dari Laguna Weekuri.
Tambolaka, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, lebih ramai dibandingkan dengan Waingapu di timur karena kapasitas bandaranya lebih besar. Paket-paket wisata juga lebih banyak bermula dari sini. Namun, mengakhiri perjalanan di kota itu pun merupakan pelengkap sempurna dalam rute culture trip timur-barat dan pengalaman total di Pulau Sumba.*** (Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sumba adalah destinasi budaya di Indonesia yang menawarkan pengalaman total setelah Bali dan Yogyakarta. Semenjak turun dari pesawat, wisatawan sudah melihat bukit-bukit savana mengelilingi bandara di kejauhan. Di sepanjang jalan dari bandara menuju pusat kota berdiri rumah-rumah warga dan bangunan lain [more]