Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh atau 52,6 persen wisatawan mancanegara (wisman) melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Data ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan, diantaranya wisata pelayaran. Indonesia [more]
Tourism for Us – Bali menyambut baik kehadiran talenta, inovasi, dan investasi global yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Untuk itu, Pulau Dewata memerlukan investor yang memiliki visi jangka panjang, menghargai budaya Bali, menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin kemitraan dengan komunitas [more]
Tourism for Us – Perubahan tren perjalanan global memberikan peluang bagi Indonesia untuk meraih manfaat melalui berbagai strategi, seperti mendesain ulang paket wisata dan menyeimbangkan antara peluang dan tantangan. Dengan pendekatan ini, diharapkan investasi di sektor pariwisata dapat tetap menguntungkan dan berkelanjutan.
(Foto: Yun Damayanti)
Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani menyatakan bahwa ada dua jenis investasi yang dibutuhkan agar Indonesia dapat mengoptimalkan peluang yang ada, yakni investasi yang bersifat fisik dan investasi terhadap sumber daya manusia (SDM). Dalam investasi fisik penting untuk menyeimbangkan antara supply dan demand yang jelas sehingga investor tertarik untuk menanamkan modalnya.
‘’Oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kami (Kemenpar) ditargetkan untuk mencapai sekitar Rp 350 triliun investasi di sektor pariwisata sampai tahun 2029, atau sekitar Rp 70 triliun setiap tahun. Ini angka yang tidak sedikit. Dari angka tersebut, lebih dari 50 persen ditargetkan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP),’’ ujar Rizki pada kesempatan pertama sebagai pembicara di sesi kesatu di Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2026, Rabu (29/10/2025), di Hotel Artotel Harmoni Jakarta.
Sementara itu, SVP Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan bahwa Indonesia memiliki aset pariwisata terbesar di Asia Tenggara, tetapi kunjungan wisatawan mancanegaranya (wisman) termasuk rendah. Capaian kunjungan wisman ke Indonesia di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam saat ini. Situasi ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menarik investasi yang lebih besar.
‘’Untuk bisa mendapatkan investasi, juga mengembangkan area, kita perlu tahu dulu positioning dari masing-masing destinasi seperti apa. Karena sangat disayangkan, apabila kita sudah memiiliki aset pariwisata yang sudah sedemikian banyak, besar, dan potensial, tetapi kunjungan wisatawannya masih sangat minim,’’ ujarnya.
InJourney mengedepankan lima pilar dalam berinvestasi untuk mengatasi tantangan, meliputi atraksi dan program, pengembangan destinasi, konektivitas, penyiapan infrastruktur dan amenitas, pariwisata berkelanjutan, serta manusia dan hospitality. Saat ini, perusahaan fokus pada pengembangan pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.
Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego menekankan bahwa penerapan praktik berkelanjutan di bisnis perhotelan yang dikelolanya merupakan wujud pertanggungjawaban terkait dampak bisnis yang ditimbulkan. ‘’Sekarang di bursa efek, kami harus keluarkan ESG Report yang benar. Kami menyentuh green investment, aktivitas-aktivitas yang lebih hijau. Tidak hanya di green, tapi juga blue economy. Untuk itu, kami meluncurkan program The Art of Goodness. Selain semata-mata untuk profit, kami juga bertanggung jawab terhadap people dan planet,’’ katanya.
Vivin Harsanto, Executive Director, Head of Growth & Head of Strategic Consulting JLL Indonesia, menyoroti pengembangan area pariwisata menghadapi tantangan, terutama terkait konektivitas. Calon wisatawan semakin memperhitungkan biaya perjalanan dengan membandingkan pengalaman yang bisa diperoleh dari destinasi-destinasi berbeda. ‘’Itu sebetulnya menjadi comparison our tourism against Asia Tenggara atau Asia Pasifik,’’ kata Vivin.
Berdasarkan hasil survey JLL Indonesia kepada 1000 responden Gen Z dan milenial disimpulkan bahwa mereka meminati aktivitas yang berkaitan dengan alam, seperti camping, trekking, dan diving. Selain itu juga muncul minat pada wisata budaya dan heritage yang otentik, wellness dan spa, serta wisata belanja dan wisata kuliner.
Tantangan lainnya, terutama di daerah terpencil, adalah akses internet yang belum merata, dan ketergantungan pada uang tunai karena belum familiar dengan QRIS atau pembayaran digital lainnya.
Dari studi tersebut juga ditemukan tantangan berikutnya yang harus diatasi adalah keterbatasan hiburan, dan kualitas akomodasi yang perlu ditingkatkan, baik secara fisik maupun keterampilan para pekerja di bidang hospitality.
Indonesia Tourism Outlook merupakan program flagship Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) yang tahun ini mengusung tema ‘’Navigasi Menuju Pariwisata yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan’’. ITO dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.
Melalui ITO 2026, Forwaparekraf menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekedar wacana, melainkan arah baru bagi industri pariwisata Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tetap menjadi tujuan, tetapi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan.
ITO 2026 terselenggara atas dukungan Kementerian Pariwisata, Artotel Group, Artotel Harmoni Jakarta, Indofood, Kokola, Tekko, dan InJourney Hospitality. Sinergi lintas sektor inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi ekosistem pariwisata Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan ke depan. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam ‘’The 36th Joint Meeting of the UN Tourism Commission for East Asia and the Pacific & The UN Tourism Commission for South East Asia’’ (CAP-CSA) adalah pendidikan kepariwisataan dan investasi pariwisata mendorong terciptanya pariwisata berkelanjutan [more]
Tourism for Us – Seiring dengan melesatnya peringkat Travel and Tourism Index (TTDI) 2024, Indonesia berharap akan berdampak juga terhadap peningkatan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya [more]
Tourism for Us – Salah satu capaian yang berhasil dibuat di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 adalah penandatanganan lima nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 862 miliar.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
‘’Ini total investasinya Rp 862 miliar, dan kalau total investasi dari kuartal pertama 2024 yang sudah tercapai hampir 1 miliar dollar AS,’’ ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam konferensi pers ITIF 2024, Kamis (6/6/2024), di Swissotel PIK Avenue, Jakarta.
Lima kerja sama investasi yang ditandatangani meliputi investasi Pengelolaan Taman Parapuar antara Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) dengan P.T. Eigerindo Multi Produk Industri; kerja sama investasi Penyediaan Tenaga Listrik di Labuan Bajo antara BOPLBF dan P.T. PLN (Persero) UIW NTT; kerja sama Investasi Pemanfaatan Lake View yang Eksotis Aset Resor SR-08 antara Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan P.T. Agung Toba Nauli; kerja sama investasi Pembangunan Kereta Gantung Wisata di Ciater, Subang, Jawa Barat, antara P.T. Kamara Citra Destinasi Indonesia, perwakilan Grup POMA, dan P.T. Sari Bumi Mas (Grup Sari Ater); dan perjanjian untuk invetasi dalam Pembangunan Studio Alam Film Gamplong antara JTA International Investment Holding dengan Hanung Bramantyo.
Dari pertemuan dengan UN Tourism, Indonesia adalah negara pertama yang dalam waktu hampir bersamaan menyelenggarakan dua konferensi besar yaitu UN Tourism Conference on Women Empowerment di Bali dan selanjutnya ITIF di Jakarta.
‘’Ada tawaran dari UN Tourism untuk Indonesia menjadi host joint commission pertemuan Asia Pacific UN Tourism tahun depan. Itu juga sudah kita sanggupi,’’ kata Menparekraf.
Selain itu, Menparekraf Sandiaga juga bertemu dengan perwakilan dari Tiongkok. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa ada pilot project yang akan digagas untuk satu destinasi.
‘’Mungkin nanti akan dipilih, apakah Labuan Bajo yang menerapkan net zero dari awal perencanaan sampai nanti selesai konstruksi dan pengoperasiannya,’’ kata Sandiaga.
Berikutnya adalah pertemuan dengan perwakilan dari India yang menjajaki kerja sama ekonomi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Executive Director UN Tourism Natalia Bayona menyampaikan, Environmental Social Governance (ESG) telah menjadi salah satu isu terpenting yang dihadapi perusahaan di seluruh dunia saat ini. Menurutnya, ESG mengambil peran penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
‘’ESG ini menjadi poin penting untuk mendorong keberlanjutan. Ketika kita berbicara pariwisata, pariwisata itu transversal, menyangkut transportasi, barang buatan, pabrik, dan agrikultur. Maka ESG akan menjadi keuntungan transversal, terutama regulasi sosial dan pariwisata berbasis komunitas,’’ kata Natalia.
Mewakili pandangan dari dunia usaha, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi dan Luar Negeri KADIN Indonesia Shinta W. Kamdani mengatakan, ESG sudah menjadi pakem dalam menjalankan bisnis saat ini. Tidak terkecuali sektor parekraf. Dia sampaikan juga bahwa akan terus mendorong perusahaan Indonesia di berbagai sektor dan skala utuk mengetahui tentang standar ESG ini.
‘’Implementasi dan kinerja ESG adalah imperative bagi sektor usaha. Karena jika kinerja ESG baik, reputasi perusahaan akan baik. KADIN selaku wadah sektor usaha telah membuat sebuah Panduan ESG bagi perusahaan, apapun skalanya, dari besar hingga UMKM untuk mempermudah integrasi ESG agar bisa menjalankan prinsip investasi dan operasional yang bertanggung jawab,’’ kata Shinta. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Sektor ekonomi kreatif Indonesia juga mendapat perhatian serius dari para investor yang hadir di Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Salah satunya adalah penandatanganan kerja sama antara JTA Internasional Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, salah seorang sutradara film kenamaan Indonesia, untuk [more]
Tourism for Us – Penyelenggaraan Indonesia Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali bekerja sama dengan [more]
Tourism for Us – Indonesia kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan International Tourism Investment Forum (ITIF). ITIF 2024 akan digelar pada 5-6 Juni 2024 di Swissotel Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Dalam ’The Weekly Brief with Sandi Uno’’, Senin (13/5/2024), di Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan ini telah diadakan untuk kedua kalinya di Indonesia. Kali ini ITIF akan dilaksanakan di kawasan proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sebelumnya, ITIF 2023 dilakasanakan di Nusa Dua, Bali.
‘’ITIF 2024 mengusung tema ‘Elevating Tourism Investment for Sustainable Growth’ dan platform ini memang kita arahkan kepada sustainabletourism karena planet, people dan prosperity selalu menjadi acuan (pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif/parekraf),’’ kata Sandiaga.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Rizki Handayani menambahkan, pertemuan ITIF 2024 juga akan diisi dengan sejumlah side event seperti roundtable session dengan beberapa negara seperti India dan Rusia terkait investasi di sektor parekraf.
‘’Ada juga roundtable yang terkait dengan potensi peluang Indonesia secara umum di mana pemerintah daerah (pemda) yang punya proyek yang akan ditampilkan project plan di hadapan calon investor,’’ ujar Rizki.
Sementara, Direktur Promosi Wilayah Amerika dan Eropa Kementerian Investasi/BKPM Sri Endang Novitasari menjelaskan, investasi di sektor parekraf memiliki masa pemulihan yang sangat cepat. Tercatat, pada masa pandemi COVID-19 atau sekitar tahun 2020, investasi di sektor parekraf mengalami penurunan hingga 35 persen. Kemudian memasuki tahun 2021 terjadi peningkatan investasi di sektor parekraf Indonesia hingga 46 persen. Endang menilai, investasi di sektor parekraf ini sangat menjanjikan.
‘’Dengan adanya ITIF ini harapannya tentu saja bisa mendorong masuknya lebih banyak investasi asing,’’ kata Endang.
Wakil Ketua Umum Bidang Parekraf Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Triawan Munaf berharap, ITIF mampu meningkatkan investasi asing di sektor parekraf Indonesia. Sehingga sektor ini dapat tumbuh dan berkembang pesat.
‘’ITIF juga salah satu kolaborasi dunia usaha dan pemerintah untuk menarik investor untuk mendorong pertumbuhan sektor parekraf lebih cepat dan besar. Kami berharap investasi yang masuk dapat terus mendukung pertumbuhan sektor parekraf berkelanjutan,’’ kata Triawan.
Bagi masyarakat dan pelaku parekraf yang berminat mengikuti rangkaian pertemuan ini bisa mendaftarkan diri di situs itif.co.id
Pada kesempatan sosialisasi ITIF 2024, turut hadir Ketua Dewan Direktur/CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan berbagai keuntungan berinvestasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia di Annual Investment Meeting (AIM) Congress 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Kongres [more]