Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Misi Penjualan (Sales Mission) di Singapura dan Johor Bahru, Malaysia, pada akhir September 2023. Pemerintah menargetkan 917.000 wisatawan Singapura dan 656.300 wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia pada tahun 2023. Misi [more]
Tourism for Us – Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan datang ke gunung untuk melakukan berbagai aktivitas luar ruang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) merumuskan dan menyepakati tujuh prinsip wisata gunung Indonesia yang berkelanjutan. Ketujuh prinsip itu dirumuskan dan [more]
Tourism for Us – Konferensi pertama pariwisata gunung Indonesia mengungkapkan, betapa besar volume dan nilai (value) wisata minat khusus ini. Pariwisata gunung semakin diminati oleh wisatawan yang datang ke gunung untuk melakukan aktivitas pendakian (hiking, trekking). Perkembangannya diprediksi meningkat hingga tiga kali lipat dari sebelum pandemi. Kegiatan wisata di gunung sudah menjadi industri yang menyerap banyak talenta dan tenaga kerja lokal. Pariwisata di gunung-gunung Indonesia membutuhkan perhatian dan aksi serius dari semua pemangku kepentingan.
Indonesia Moutain Tourism Conference 2023 dihadiri lintas K/L seperti Kemenparekraf dan KLHK serta perwakilan pemda, anggota APGI maupun asosiasi-asosiasi perjalanan dan petualangan seperti FMI, IATTA, ASITA dan ASTINDO, tokoh dan pegiat wisata gunung, produsen outdoor gears, akademisi, komunitas serta media dan influencer. (Foto: Yun Damayanti)
Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) telah berlangsung pada hari Rabu, 27 September 2023, di Hotel Santika Premier Hayam Wuruk Jakarta. Konferensi berlangsung selama sehari penuh dan diikuti 125 peserta yang hadir langsung dan 281 peserta mengikutinya secara daring (online). Konferensi pertama mengenai pariwisata gunung di Indonesia ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).
Dalam sambutannya saat meresmikan IMTC 2023, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, menurut laporan Adventure Travel Trade Association (ATTA) wisata gunung merupakan salah satu tren perjalanan pascapandemi COVID-19.
Selain itu, menurut data yang dihimpun oleh APGI, total 150 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan tiga juta pendaki domestik mendaki gunung-gunung di Indonesia sepanjang tahun 2019. Nilai dari pariwisata gunung pada tahun itu mencapai USD 150 juta. APGI merilis data tersebut pada tahun 2020.
Indonesia memilki 400 gunung. 127 diantaranya adalah gunung berapi aktif yang tidak semua negara di dunia memilikinya. Ini merupakan potensi luar biasa Indonesia yang bisa dikembangkan dan dimajukan sehingga memberi dampak signifikan kepada masyarakat di sekitarnya.
‘’Kita punya angka yang besar sekali di pariwisata gunung. Itu sangat signifikan dan perlu perhatian. Tujuan konferensi ini adalah mensosialisasikan betapa pentingnya wisata gunung di Indonesia yang mungkin selama ini belum menjadi perhatian serius baik dari pemerintah maupun dari para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini merupakan usaha kita bersama dalam merespon perkembangan wisata gunung yang cukup fenomenal dalam satu dekade terakhir,’’ ujar Deputi Visensius.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf mengingatkan, permintaan pasar semakin variatif dan menuntut standar pelayanan lebih tinggi dari tahun ke tahun. Kompetisi juga semakin meningkat. Pelaku industri wisata gunung pun harus semakin kreatif, produktif dan efisien.
Penyelenggaraan IMTC 2023 diharapkan dapat menghasilkan kesapakatan-kesapakatan agar pemangku kepentingan bisa meningkatkan pelayanan di wisata gunung. Karena pelayanan selalu berkorelasi dengan kualitas dan sumber daya manusia (SDM).
Perubahan teknologi, sosial budaya, kesehatan, juga bencana alam dan pasar yang semakin terbuka, serta kebijakan pemerintah ikut berperan dalam mendukung lingkungan bisnis wisata gunung menjadi semakin dinamis. Salah satu isu klise di Indonesia adalah kemajuan atau dinamika di lapangan sudah berkembang jauh sekali baru kemudian dibuat kebijakan dan peraturannya.
‘’Saya minta kepada APGI dan para pemangku kepentingan industri memberikan masukan dan insight kepada pemerintah selaku pembuat kebijakan. Agar kebijakan yang dihasilkan visioner, sifatnya jauh ke depan. Kebijakan-kebijakan yang sifatnya mitigatif, kita dapat lakukan. Jangan sampai, suatu perubahan atau kejadian terjadi terus tetapi kita tidak tahu mau mengacu ke aturan mana. Karena ini sering kali terjadi,’’ kata Visensius.
‘’Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus bergandengan tangan. Agar bisa memperbaiki bahkan juga meningkatkan kualitas tata kelola wisata gunung. Karena bagaimanapun good governance destination khususnya wisata gunung sangat penting. Ke depannya, kita semua mempunyai kesamaan pandangan terkait arah pengembangan wisata gunung ke depannya,’’ tambahnya,
(Sumber: Paparan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Nandang Prihadi pada IMTC 2023,)
Wisata di gunung juga harus menjadi pariwisata berkualitas. Kualitas wisata di gunung dilihat dari interaksi antara wisatawan dengan gunung itu sendiri dan masyarakat di sekitarnya. Lewat konferensi ini sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mulai menerapkan prinsip-prinsip wisatawan gunung, trekkers dan hikers, yang bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.SC., menyatakan, ‘’We will go on to sustainable tourism. Quality tourism, itu yang kita inginkan. We are not going to have record of numbers of visitors or trekkers. We want quality of trekkers. Jadi yang kita inginkan adalah pendaki berkualitas, pendaki yang cerdas, dan pendaki yang bertanggung jawab.’’
Pihaknya sekarang mengedepankan social marketing. Artinya, promosi yang dilakukan bukan lagi mengundang sebanyak-banyaknya orang berkunjung tetapi mendidik, mencerdaskan, dan mengedukasi pengunjung mengenai pendakian ke gunung. Termasuk potensi-potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan pengunjung selagi menikmati keindahan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.
Penguatan protokol dan SOP
Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi KLHK meminta kepada semua pihak, baik wisatawan atau pendaki maupun operator wisata dan pemandu, mengikuti dan mematuhi semua tata tertib pendakian yang ditetapkan oleh pengelola kawasan. Protokol dan SOP yang ditetapkan oleh pengelola guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
‘’Tolong! Ikuti tata tertib pendakian yang ditetapkan oleh pengelola. Ini adalah salah satu protokol. Protokol, SOP yang ditetapkan pengelola itu harus dipatuhi oleh para pengunjung dan pendaki. Mudah-mudahan tour operator dan para pemandu juga sudah memastikan pendaki yang akan bergabung atau yang dipandu oleh mereka sudah siap. Sudah paham. Sudah tahu pendakian. Punya fisik yang prima dan mampu,’’ tegas Nandang.
(Sumber: Paparan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Nandang Prihadi pada IMTC 2023,)
KLHK melihat, pendakian menjadi populer dan tren sekarang. Tetapi, banyak orang yang mendaki gunung tidak siap dan tidak terlatih. Mereka berpikir, pendakian merupakan suatu olahraga biasa yang mudah dan semua orang bisa melakukannya. Sampah anorganik dan organik ditinggalkan begitu saja karena nanti pasti ada petugas yang membersihkannya.
KLHK berharap, dengan semakin populernya kegiatan naik gunung, wisatawan yang datang punya bekal pemahaman kenapa tidak boleh membuat api, tidak boleh membawa barang-barang dari plastik, tidak buang air sembarangan dan seterusnya.
Membuat api untuk memasak dan api unggun pada malam hari untuk menghangatkan tubuh memang sudah biasa. Pendaki yang menginap di gunung harus memastikan, api sudah betul-betul padam sebelum meninggalkan tempat. Tidak ada bara api sekecil apapun sebelum melanjutkan perjalanan ke fase atau trek berikutnya. Api kecil adalah sahabat tetapi begitu membesar dia menjadi bahaya.
Tidak ada cleaning service khusus yang membersihkan gunung setiap saat. Sampah-sampah di gunung dibawa turun bersama-sama oleh petugas, relawan dan komunitas serta masyarakat. Membersihkan gunung dan membawa sampah turun bukan perkara mudah juga menghabiskan biaya besar.
Sisa-sisa bahan makanan yang dibawa ke gunung bila tidak diperlakukan dengan baik akan membuat hewan-hewan bergantung dari kedatangan manusia. Itu dapat mengancam karena mereka mungkin tidak bisa lagi beradaptasi hidup di alam liar. Kotoran manusia yang tidak diperlakukan dengan baik juga akan menjadi polutan yang mengotori tanah dan air. Selain tidak enak dilihat, itu pun dapat mengancam kesehatan pengunjung di gunung.
Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi KLHK mengakui, sarana dan prasarana yang ada belum optimal, seperti shelter, toilet, pengamanan, SDM dan lain-lain.
‘’Keadaan terus berubah. Kami harus menghadapi pengunjung. Kami menghadapi turis. Kami juga harus menjadi intepreter. Kami tidak dipersiapkan untuk itu. SDM yang ada dilatih untuk menjadi polisi kehutanan (polhut),’’ tutur Nandang.
Bagaimanapun, KLHK menyadari perlu meningkatkan kapabilitas SDM di internalnya melalui pelatihan-pelatihan. Selain itu, penguatan SOP dan peraturan terus didorong.
KLHK sedang merevisi PP Nomor 12 Tahun 2014 yang mengatur mengenai pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan konservasi. Di dalam revisi itu termasuk penerapan denda bagi mereka yang tidak mempunyai izin atau tiket masuk yang legal dan pelaku pelanggaran-pelanggaran lainnya. Denda yang diusulkan sebesar lima kali dari harga tiket masuk. Hal ini dilakukan agar dapat memberi efek jera. Revisi peraturan pemerintah ini sudah memasuki tahap akhir sebelum diundangkan.
Selain revisi PP Nomor 12 Tahun 20014, KLHK pun tengah mempersiapkan peraturan terkait asuransi. Salah satu tata kelola bahaya adalah pendaki atau pengunjung ke taman nasional harus mempunyai asuransi yang mencakup klaim biaya search and rescue.
‘’Peraturannya masih digodok. Kami juga butuh kejelasan dari perusahaan asuransi seperti apa. Asuransi itu akan dibebankan kepada pendaki, baik domestik maupun asing. Agar ketika Basarnas bekerja, mereka tidak kelimpungan,’’ pungkas Nandang.
(Foto: Yun Damayanti)
Rahman Mukhlis, Ketua Umum APGI, menerangkan, APGI selaku asosiasi profesi fokus pada kompetensi di wisata gunung. Saat ini, sebanyak 2000 pemandu gunung di bawah naungan APGI besertifikat secara nasional. Pemandu gunung bersertifikat ini tersebar di 21 provinsi.
‘’Kami sangat menyarankan kepada wisatawan yang hendak mendaki gunung untuk menggunakan pemandu-pemandu gunung bersertifikat. Itu dalam rangka mengedukasi dan memberikan layanan prima bagi wisatawan. Dan dapat dipastikan, di destinasi-destinasi wisata gunung unggulan sudah ada pemandu yang bersertifikat,’’ kata Rahman.
Dengan ditemani pemandu gunung, keselamatan dan keamanan wisatawan lebih aman dan terjaga. Selain itu, pemandu gunung akan mengintepretasikan berbagai hal tentang gunung dan masyarakatnya. Sehingga perjalanan ke gunung lebih dari sekedar kegiatan fisik dan swafoto.
Sejatinya, perjalanan di gunung adalah sebuah proses management diri dan kerja sama tim. Bukan siapa yang terkuat atau tercepat mencapai puncak. Gunung tidak pernah menantang untuk ditaklukan. Kitalah sebenarnya yang ‘menaklukan’ diri sendiri.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah merevisi target jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada 2023 menjadi 8,5 juta. Sebelumnya pemerintah menargetkan 7,4 juta wisman pada tahun ini. Tambahan target 1,1 juta wisman itu dikarenakan akan ada momentum kuat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi [more]
Tourism for Us – Air New Zealand mengoperasikan kembali rute Auckland-Denpasar mulai 29 Maret 2023. Pada penerbagan pertamanya maskapai ini mengangkut 255 penumpang. Air New Zealand mengoperasikan armada pesawat berbadan lebar Boeing 787-9 Dreamliner berkapasitas 302 kursi untuk melayani rute Auckland-Denpasar,. Rute ini dilayani sebanyak [more]
Tourism for Us – Keterbatasan kapasitas kursi pesawat menuju kawasan Asia khususnya ke Indonesia menjadi problem utama pada 2023. Karena keterbatasan itu maka tiket pesawat menjadi mahal. Bagaimanapun, sellers dan buyers di pameran pariwisata terbesar dunia Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2023 tetap antusias. Ancaman resesi ekonomi global tampaknya tidak lagi menakutkan. Cautiously optimistic.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali berpartisipasi di ITB Berlin. Pameran pariwisata terbesar dunia itu telah berlangsung pada 7-9 Maret 2023 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman.
Kemenparekraf memfasilitasi 64 industri pariwisata di paviliun Indonesia. Industri yang berpartisipasi terdiri dari hotel dan operator tur/DMC.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya di Berlin, Selasa (7/3/2023), mengatakan, Indonesia mengangkat tema ‘’Visit Wonderful Indonesia 2023: Explore Our New Destinations’’ di ITB Berlin 2023. Lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) menjadi fokus destinasi yang dipromosikan selain Bali. Melalui promosi ini diharapkan, kelima DPSP itu semakin dikenal oleh dunia internasional. Menurut data statistik, 41 persen pariwisata Indonesia bertumpu pada Pulau Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menambahkan, Kemenparekraf juga mengangkat Desa Wisata. Saat ini Indonesia memiliki 100 desa wisata yang sudah terkurasi dan siap dikunjungi wisatawan.
Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2023. [Copyright; Messe Berlin GmbH]
Penerbangan ke Indonesiaterbatas
Keterbatasan penerbangan ke Indonesia menjadi issue pembicaraan bisnis selama tiga hari pameran berlangsung. Meskipun demikian, permintaan perjalanan dari Eropa tetap ada.
Christine Kowandi dari Horas Tours, salah satu operator tur asal Medan, mengatakan, mereka tidak menetapkan ekspetasi tinggi pada partisipasi tahun ini. Setelah tiga tahun tidak bertatap muka secara langsung, ITB Berlin merupakan tempat yang ideal untuk terhubung kembali dengan mitra-mitra lamanya sekaligus berharap dapat bertemu dengan mitra-mitra baru.
‘’Tren untuk ke Indonesia tetap ada. Cuma, kendala sekarang seat di airlines terbatas. Jadi tiket mahal sekali. Minat bepergian ke Danau Toba, Sumatera Utara, juga tetap ada, kok. Untuk bulan Juli-Agustus tahun ini saja sudah susah mencari kamar di Bukit Lawang, tempat untuk melihat orangutan. Begitu pun di Danau Toba. Ini terutama di hotel-hotel yang memang favorit bule ya,’’ ujar Christine.
Rute klasik di Sumatera Utara masih menjadi favorit, menurut Christine. ‘’Yang diminati masih program-program lama. Rute klasik, Medan-Bukit Lawang-Danau Toba,’’ tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Adjie Wahjono, Manager Operational Aneka Kartika Tours & Travel dari Surabaya. Penerbangan ke Indonesia menjadi issue yang disampaikan pertama kali. Menurutnya, buyers yang ditemui rata-rata tidak menunjukan terlalu takut terhadap resesi ekonomi global.
‘’Tren perjalanan seperti yang diprediksikan. Grup-grup yang lebih kecil. Perjalanan yang more sustainable and more in-depth. Sebagian dari buyers juga mengatakan mau menambah portofolio turnya pada 2024. Rata-rata respon buyers positif. Cautiously optimistic,’’ kata Adjie.
Menparekraf pada kesempatan The Weekly Briefing with Sandi Uno, Senin (13/3/2023), menyatakan, potensi wisatawan mancanegara yang dapat diraih dari partisipasi di ITB Berlin 2023 sebanyak 303.692. Capaian ini melebihi target awal sebesar 300.000 wisatawan. Dan potensi devisa yang akan masuk diproyeksikan melampaui dari yang ditargetkan sebesar Rp 5,2 triliun.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggandeng Qatar Airways untuk melakukan promosi bersama (joint promotion) dan meningkatkan konektivitas wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Kerja sama antara Kemenparekraf dengan Qatar Airways ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh [more]
Tourism for Us – Capaian pariwisata Indonesia pada 2022 melampaui target. Setelah penanganan krisis pandemi yang baik, pelonggaran syarat perjalanan dan fasilitasi perjalanan internasional menjadi kunci berikutnya untuk memulihkan sektor pariwisata. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 3,5 juta hingga 7,4 juta pada tahun [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama AirAsia belum lama ini melaksanakan Wonderful Indonesia & AirAsia Sales Mission 2022. Misi penjualan berlangsung sehari pada 18 Oktober 2022 di AirAsia RedQ, Kuala Lumpur, Malaysia.
(Foto: Yun Damayanti)
Wonderful Indonesia & AirAsia Sales Mission 2022 merupakan aktivasi pemasaran pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan kembali Bali sebagai destinasi wisata unggulan pascapandemi. Selain itu juga dipromosikan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.
Kemenparekraf mengkoordinasikan sembilan sellers yang semuannya dari Bali. Mereka bertemu dengan 50 buyerstop agents yang telah dipilih oleh AirAsia sebelumnya. Pemilihan tersebut berdasarkan track record penjualan paket ke Indonesia. Dan misi penjualan dilakukan dengan format table top.
Adapun sembilan sellers dari Bali yang mengikuti misi penjualan di pasar Malaysia tersebut yaitu Mason Adventure, Maharaja Tour & Travel Bali, Sinar Mentari, Santrian Resort, MJ Tour & Travel, PT Bali Coklat (Junglegold Bali), Ena Dive & Marine Adventures, Maxone Ubud Bali, dan The Royal Pita Maha.
Malaysia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Negeri tetangga itu selalu berada dalam daftar lima besar penyumbang terbesar wisatawan mancanegara. Pada tahun 2019 wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 2,9 juta wisatawan.
Maka dengan digelarnya misi penjualan bersama low cost carriers terbaik dunia di Kuala Lumpur minggu lalu merupakan bagian dari upaya meningkatkan lagi kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia pascapandemi.
Tahun ini Kemenparekraf memfokuskan pada upaya promosi melalui kolaborasi dengan pelaku utama bisnis pariwisata dalam dan luar negeri yakni agen perjalanan/operator tur, hotel dan maskapai penerbangan. Di antara upaya promosi itu berupa misi penjualan dan kerja sama terpadu.
‘’Selain untuk mendorong jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia, kami berharap upaya ini akan memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia,’’ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwista dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.
‘’Melalui sales mission ini diharapkan para agen perjalanan/operator tur dari Malaysia bisa mendapatkan informasi terkini mengenai Bali bersama dengan penawaran paket-paket dari para pelaku industri pariwisata Bali yang kami ajak pada kegiatan ini,’’ kata Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar Sales Mission di Singapura untuk memperbaharui informasi kebijakan perjalanan dan wisata ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia selama Januari-Juli 2022 baru mencapai 153.006 wisatawan. ’’Wonderful Indonesia Sales Mission in Singapore’’ berlangsung [more]