DI TIGA KAWASAN INI BALI MENUNJUKAN DESTINASI PARIWISATA BERTANGGUNG JAWAB DAN BERKELANJUTAN

Tourism for Us – Pemerintah terus mematangkan persiapan di kawasan Nusa Dua, Sanur, dan Ubud yang akan dibuka terlebih dahulu untuk kegiatan pariwisata secara penuh di Pulau Bali. Selain itu, persiapan di ketiga kawasan tersebut juga punya misi menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, dan mempromosikan destinasi yang bertanggung jawab, berkualitas, dan berkelanjutan.

Club Med Bali,salah satu resor keluarga di kawasan Nusa Dua. (Foto: Club Med)

Berikut ini adalah poin-poin paling menarik dari ketiga kawasan tersebut.

Ubud

Kawasan Ubud di Kabupaten Gianyar sudah terkenal sebagai pusat budaya dan seni di Bali. Di sini melahirkan banyak seniman berbakat. Pertunjukan tarian bali diselenggarakan setiap hari di puri-puri. Selain itu, keindahan alam dan lingkungan yang masih alami dan asri menjadi keunggulan lainnya. Kawasan ini memang kental dengan nuansa seni dan spiritual.

 Nusa Dua

Nusa Dua identik dengan kawasan resor mewah kelas dunia. Sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Nusa Dua tertarik untuk liburan di resor-resor pantai dengan halaman berpasir putih.

Di dalam kawasan Nusa Dua, selain beraktivitas di pantai, wisatawan juga dapat menonton pertunjukan budaya, mengunjungi Museum Pasifika, dan belanja.

Sanur

Kawasan pantai Sanur berada di bagian timur, salah satu tempat berburu momen matahari terbit di kantong pariwisata Pulau Dewata. Pantai landai dan ombak yang lebih tenang membuatnya cocok untuk berenang dan ramah terhadap pengunjung anak-anak. Dibandingkan dengan kawasan Kuta-Legian, suasana di Sanur tidak terlalu hiruk pikuk sehingga kawasan ini diminati oleh banyak wisatawan keluarga dan lanjut usia.

Pada akhir Mei 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, “Saya berharap tercipta pengelolaan destinasi berkualitas dan berkelanjutan di Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. Sehingga ketiga kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai contoh konkrit untuk meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan mancanegara. Ini demi reputasi destinasi pariwisata Indonesia.” ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *