Tourism for Us – Perekonomian nasional Indonesia berharap sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama pada 2027. Pemerintah menetapkan target ambisius terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), belanja wisatawan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hampir mencapai 5 persen. [more]
Tourism for Us – Komunikasi memiliki peranan krusial dalam keberhasilan program Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor perhotelan Indonesia. Praktisi humas di hotel bertanggung jawab untuk menciptakan dan menyebarkan narasi positif yang mendukung inisiatif tersebut, sehingga dapat meningkatkan citra dan reputasi industri perhotelan di [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menyiapkan lima program terobosan untuk mencapai target 2025 dan pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029.
(Foto: Birkompublik Kemenpar)
Untuk tahun 2025, Kemenpar menargetkan: kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 14,6 juta sampai 16 juta orang; 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus); kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 4,6 persen; devisa pariwisata mencapai 19 hingga 22,1 miliar dollar AS; dan jumlah tenaga kerja pariwisata sebanyak 25,8 juta orang.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam ‘’Jumpa Pers Akhir Tahun 2024’’ (JPAT), Jumat (20/12/2024), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, mengatakan, untuk melanjutkan dari program Quick Win serta melihat peluang, tantangan, dan aspirasi yang ada, Kemenpar telah merancang lima program terobosan untuk tahun 2025. Program-program ini tidak hanya untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan citra dan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Program terobosan pertama adalah Gerakan Wisata Bersih. Program ini sejalan dengan Asta Cita nomor 8. Program itu bertujuan untuk meningkatkan kebersihan destinasi wisata yang merupakan perhatian utama dan daya tarik bagi wisatawan domestik dan internasional. Kebersihan juga menjadi elemen penting dalam Sapta Pesona pariwisata Indonesia.
Program berikutnya adalah Tourism 5.0 yang sejalan dengan Asta Cita nomor 4. Dalam program ini akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi untuk memperluas dan meningkatkan efktivitas pemasaran pariwisata. Program itu akan memungkinkan pemasaran yang lebih terarah.
Menpar Widiyanti menerangkan lebih lanjut, transformasi pemasaran pariwisata yang dilakukan dengan pendekatan Tourism 5.0 akan direalisasikan dengan peluncuran situs resmi (website) Kemenpar yang baru. Situs baru akan didukung AI sehingga lebih interaktif. Dengan harapan, langkah itu akan mempermudah calon wisatawan membuat itinerary, mendapatkan saran-saran dalam pencarian hotel, atraksi dan lain-lain. Dan ke depannya semoga juga bisa langsung terkoneksi dengan pembuatan visa.
Data dari Amadeus menunjukkan, ada 1 miliar pencarian tentang Indonesia. Tetapi jumlah wisman yang datang baru 11,7 juta orang. Langkah ini diambil agar wisatawan mancanegara dan Nusantara dapat mengenal destinasi Indonesia lebih baik. Selain itu, dengan situs yang lebih baik diharapkan dapat mengkonversi pencarian menjadi pemesanan langsung.
Program terobosan tahun 2025 selanjutnya adalah pariwisata naik kelas. Program ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi berkualitas tinggi.
Dalam mempersiapkan Indonesia sebagai quality tourist destination maka akan dilakukan dengan membersihkan destinasi-destinasi yang kurang bersih. Kemudian pemasaran akan diarahkan untuk menyasar negara-negara asal wisatawan high spender yakni mereka yang akan mengeluarkan belanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.
Dalam rangka mendatangkan wisatawan berkualitas maka akan dilakukan dengan refocusing market. Dan untuk mendukungnya juga akan dilakukan revamping image pariwisata Indonesia ke negara-negara yang disasar.
Dengan membenahi citra pariwisata Indonesia menjadi high quality tourism destination diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak turis high-end yang bisa berkontribusi menyumbangkan devisa yang lebih besar lagi. Wisatawan dari pasar high-end pun diharapkan bisa berkontribusi pada pariwisata berkualitas.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029, salah satu kontribusi pariwisata adalah tidak hanya fokus pada jumlah wisatawan tetapi juga fokus pada meningkatkan kualitas pariwisata yang ditawarkan agar lebih kompetitif di tingkat global.
Program berikutnya adalah event dengan intellectual Property (IP) Indonesia. Penyelenggaraan berbagai event di destinasi wisata prioritas seperti F1 H2O, MotoGP, dan Aquabike telah terbukti membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dan meningkatkan kualitas dan kuantitas desa wisata.
‘’Tahun 2025 dipahami sebagai momentum penting untuk membangun fondasi quality tourism, sebuah pendekatan yang berfokus pada nilai-nilai keberlanjutan dan nilai tambah,’’ tutur Menpar Widiyanti. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam ‘’The 36th Joint Meeting of the UN Tourism Commission for East Asia and the Pacific & The UN Tourism Commission for South East Asia’’ (CAP-CSA) adalah pendidikan kepariwisataan dan investasi pariwisata mendorong terciptanya pariwisata berkelanjutan [more]
Tourism for Us – World Economic Forum (WEF) menggelar ‘’Annual Meeting of The New Champion 2024’’. Pertemuan tahunan yang memasuki edisi ke-15 ini diadakan di Dalian International Convention Center, Tiongkok. Dan Indonesia menjadi narasumber di sesi Tourism’s Next Stop. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan [more]
Tourism for Us – Praktik pariwisata berkelanjutan menjadi penting di tengah menguatnya tantangan yang dihadapi negara-negara di dunia akibat perubahan iklim.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pentingnya praktik pariwisata bekelanjutan saat menghadiri ‘’121st Session of Executive Council UN Tourism Meeting’’ di Barcelona, Spanyol, Selasa (11/6/2024).
‘’Karenanya penting untuk kita menyoroti dan memastikan praktik pariwisata berkelanjutan. Indonesia tentunya selalu berkomitmen dalam menjalankan upaya-upaya menuju praktik pariwisata bekelanjutan,’’ ujar Sandiaga.
Salah satunya dengan terus mempromosikan praktik pariwisata biru dan pariwisata hijau. Yakni pariwisata yang mengutamakan konservasi lingkungan laut dan pesisir. Sementara pariwisata hijau menekankan pada praktik yang bertanggung jawab atas lahan di muka bumi.
Menparekraf mengatakan, Indonesia terus mendorong untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam pariwisata dan meminimalkan limbah, memperkuat peran komunitas termasuk desa wisata agar mereka semakin sadar dan peka terhadap keberlangsungan lingkungan serta budaya. Dan secara aktif mempromosikan investasi pariwisata ramah lingkungan yang memprioritaskan pembangunan dan konservasi yang bertanggung jawab.
Dewan Eksekutif UN Tourism memiliki peran penting dalam menentukan arah organisasi secara keseluruhan. Menparekraf Sandiaga mengatakan, isu-isu pariwisata berkelanjutan agar mendapat perhatian khusus. Indonesia juga siap menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam melaksanakan inisiatif-inisiatif tersebut.
‘’Kami percaya pada kekuatan transformatif dari pariwisata berkelanjutan untuk melindungi lingkungan kita, memberdayakan masyarakat, dan memastikan sektor pariwisata berkembang untuk generasi mendatang,’’kata Menparekraf Sandiaga.
Sebagai anggota Dewan Eksekutif UN Tourism (sebelumnya UNWTO), Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut merencanakan program, arah, dan kebijakan UN Tourism.
Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim yakni naiknya permukaan air laut. Tantangan yang sama yang juga dihadapi oleh banyak negara kepulauan kecil dan kepulauan di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Praktik-praktik pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi dasar utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia. Ini yang akan dan terus dilakukan dalam mencapai visi ‘’Indonesia Emas 2045’’. ‘’Melalui ekonomi berbasis pengetahuan juga ekonomi hijau dan biru yang inklusif [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya-upaya yang akan dilakukan dalam mendukung pengembangan parekraf berkelanjutan juga sudah direncanakan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi [more]
Tourism for Us – Pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam sesi NTO’s Media Briefing Indonesia ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024, Rabu (24/1/2024), di Viantine, Laos. Dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber utama dalam Media Briefing tersebut.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber utama dalam NTO’s Media Briefing Indonesia ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024, Rabu (24/1/2024), di Viantine, Laos.
(Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
Mengawali penjelasannya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf menyampaikan, percepatan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta tradisi dan budaya yang menjadi daya tarik utama sektor pariwisata di Tanah Air. Baik itu melalui peluncuran program, strategi hingga kebijakan demi mewujudkan pariwisata hijau atau green tourism.
Di sisi kebijakan, disampaikannya, Kemenparekraf menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Permenparekraf) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari. Kemudian mengeluarkan Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Berkelanjutan.
Selain itu, Kemenparekraf membuat suatu pedoman bagi wisatawan khususnya dari mancanegara mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (Dos and Donts) saat berkunjung ke destinasi maupun sentra ekonomi kreatif di Bali.
‘’Traveling guide do and dont ini harus disampaikan kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali. Bahwa ketika melakukan perjalanan wisata tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat yang perlu ditaati,’’ ujar Ni Made Ayu Marthini.
Lebih lanjut, Deputi Pemasaran mengatakan, Kemenparekraf juga tengah menyiapkan desa wisata berkelanjutan, penerapan standardisasi dan sertifikat CHSE, kampanye Zero Waste, No Plastic, dan carbon footprint calculation and offsetting. Serta implementasi dan rencana aksi bersama untuk industri pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Pada kesempatan Media Briefing itu juga tidak lupa disampaikan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali yang akan mulai berlaku pada 14 Februari 2024. PWA merupakan kebijakan pemerintah daerah dan bukan termasuk pajak.
PWA adalah biaya yang dibebankan kepada wisatawan mancanegara (wisman) sebagai biaya untuk pelestarian budaya, kelestarian lingkungan dan penanganan sampah di destinasi wisata di wilayah Bali. Pungutannya sebesar Rp 150.000,00 atau 10 dollar AS. Tujuannya agar wisman yang berkunjung ke Bali turut berkontribusi dalam upaya-upaya pelestarian budaya, konservasi alam dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Deputi Pemasarn pun memaparkan capaian sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2023. Jumlah kunjungan wisman pada Januari-November 2023 sebanyak 10,4 juta wisman. Nilai devisa pariwisata yang diperoleh pada Januari hingga Juni 2023 sebesar 6,08 miliar dollar AS. Dan perjalanan wisatawan domestik pada Januari-Oktober 2023 sebanyak 688,78 juta perjalanan.
Target di sektor pariwisata Indonesia tahun 2024, jumlah kunjungan wisman 9,5-14,3 juta dengan nilai devisa pariwisata sebesar 7,38-13,08 miliar dollar AS. Dan perjalanan wisatawan domestik sebesar 1,25-1,5 miliar perjalanan.
Kemenparekraf membawa 13 perwakilan industri pariwisata terdiri dari akomodasi dan operator tur/agen perjalanan. Pelaku pariwisata berasal dari Bali, Bandung, Jakarta, Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Riau. Mereka mengikuti program travel exhange (travex) ATF 2024.
Borobudur menjadi tema utama paviliun Wonderful Indonesia di travex ATF 2024. Dan Desa Wisata Candirejo sebagai destinasi utama yang ditawarkan kepada para buyers.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Pemerintah terus mematangkan persiapan di kawasan Nusa Dua, Sanur, dan Ubud yang akan dibuka terlebih dahulu untuk kegiatan pariwisata secara penuh di Pulau Bali. Selain itu, persiapan di ketiga kawasan tersebut juga punya misi menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, [more]