KAMPUNG URBAN JAKARTA PUNYA CERITA
Tourism for Us – Jakarta punya desa wisata? Ada. Desa wisata di Ibukota merupakan kampung-kampung urban di tengah ‘hutan beton’ pencakar langit. Nah, di kampung-kampung itu riwayat perjalanan hidup Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan cukup terawat. Dua diantaranya adalah Kampung Budaya Betawi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan dan Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. Mengunjungi kedua desa wisata (kampung urban) tersebut bisa dipertimbangkan pada masa staycation.

Kampung Budaya Betawi Jagakarsa
Kampung Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa merupakan sebuah kawasan yang difungsikan sebagai tempat pelestarian budaya Betawi. Di sini pengunjung bisa merasakan kehidupan sehari-hari dan adat-istiadat masyarakat Betawi. Hal yang semakin langka bisa ditemui.
Warga di Kampung Budaya Betawi rutin menggelar latihan pencak silat, palang pintu dan lain-lain. Kegiatan yang bersifat ritual seperti upacara injak tanah bagi bayi yang baru mulai melangkah, selamatan akikah, hingga ngarak penganten sunat masih dilakukan. Selain itu, kampung budaya telah dilengkapi dengan Museum Betawi. Museum sudah tersertifikasi Indonesia Care berbasis CHSE.
Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong yang telah dikenal luas berada di Kampung Budaya Betawi. Di sepanjang tepian setu, pohon kecapi, rambutan, sawo, nangka, melinjo dan pisang tumbuh dengan baik. Buah-buahan tersebut sangat dekat dengan keseharian masyarakat Betawi. Pengunjung juga dapat ikut memetik buah alpukat di kebun saat musimnya. Kawasan setu pun dimanfaatkan untuk wisata air seperti sepeda air, kano dan memancing.
Di sini pengunjung dapat mencicipi rasa asli kuliner Betawi di antaranya, laksa, toge goreng, kerok telor, es selendang mayang dan bir pletok.

Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu
Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu yang juga menjadi tujuan wisata. Kelebihan pulau ini, posisinya terdekat dengan daratan Jakarta dan Tangerang. Sekarang, kondisi perairan lautnya cukup baik. Pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih lembut dan bermain di laut berair hijau toska bersih.
Bagi yang mau menginap, tersedia 220 kamar homestay yang diusahakan oleh 51 warga Pulau Untung Jawa. Masyarakat secara swadaya membangun 12 unit toilet yang difungsikan juga sebagai kamar bilas bagi pengunjung yang berwisata sehari. Untuk keliling pulau, pengunjung dapat menyewa sepeda ontel. Saking suburnya pohon sukun tumbuh di sini, pengunjung mudah sekali menemukan dan mencicipi aneka kuliner lokal terbuat dari sukun untuk dimakan di tempat ataupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh.*** (Yun Damayanti)
