WEST SUMATERA RALLY 2022 DIHENTIKAN, PERATURAN VISA TERBARU JADI ALASAN UTAMA

Tourism for Us – Penyelenggara West Sumatera Rally 2022 memutuskan yacht rally tahun ini tidak bisa dilanjutkan lagi. West Sumatera Rally 2022 terpaksa dihentikan pada 14 Mei 2022 di Ketapang, Kalimantan Barat. Event yacht rally pembuka tahun ini, sekaligus yang pertama kali digelar setelah vakum akibat pandemi Covid-19, semestinya berakhir pada 19 Juni 2022 di Natuna, Kepulauan Riau.

Singkil,Aceh,salah satu persinggahan dalam West Sumatera Rally 2022. (Foto: Raymond T Lesmana)

Keputusan tidak melanjutkan yacht rally ini karena pelayar (yachter) peserta rally memutuskan untuk tidak memperpanjang izin tinggal mereka dan segera keluar dari wilayah Indonesia sebelum masa berlaku izin tinggalnya habis. Keputusan itu diambil setelah Ditjen Imigrasi mengeluarkan peraturan baru yang tertuang dalam S.E. Nomor IMI-0093.KU.01.03 Tahun 2022 yang berlaku efektif mulai 11 Mei 2022 pukul 00.00 WIB.

Para pelayar peserta rally mengeluhkan peraturan baru yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia telah menghilangkan hak tinggal mereka dengan tidak memberikan toleransi yangmana visa mereka diterbitkan sebelum Surat Edaran Ditjen Imigrasi tersebut dikeluarkan. Selain itu, hal yang memberatkan lainnya adalah biaya perpanjangan izin tinggal. Peraturan baru mengharuskan mereka untuk memperpanjang visa atau izin tinggal selama 60 hari dengan biaya perpanjangan menjadi sekitar empat kali lebih tinggi daripada sebelumnya

Peraturan sebelumnya mengatur perpanjangan visa bisa dilakukan untuk tambahan izin tinggal selama 30 hari. Rata-rata visa peserta West Sumatera Rally 2022 berlaku sampai dengan akhir Mei 2022 dan beberapa orang lainnya berakhir pada awal Juni 2022. Mereka tidak memerlukan izin tinggal tambahan sampai selama 60 hari. Karena mereka akan melanjutkan pelayarannya ke utara untuk mengikuti Malaysia Yacht Rally yang dimulai di Kuching, Sarawak.

Untuk mengikuti West Sumatera Rally 2022, pelayar datang dengan mengantongi visa tipe B211A, yang mana untuk mengurus visa tersebut harus melalui agen. Pengurusan visa tidak bisa lagi dilakukan secara langsung di perwakilan Republik Indonesia di negaranya. Biaya untuk mengurus visa melalui agen menjadi jauh lebih mahal daripada penetapan PNBP yang ditentukan oleh negara. Besaran biaya yang dikenakan saat memperpanjang izin tinggal per orang akhirnya juga menjadi mahal. Perpanjangan izin tinggal pun harus melakukan kembali Biometrik di kantor Imigrasi setempat.

Sementara, para pelayar internasional sudah tahu dan bisa menerima PNBP visa Indonesia terbaru yakni sebesar Rp 2 juta untuk izin tinggal selama 60 hari dan Rp 6 juta untuk izin tinggal selama 180 hari. Namun, proses visa Indonesia harus melalui agen menimbulkan biaya tinggi sehingga dinilai terlalu mahal dibandingkan dengan negara-negara lain. Selain itu, pemrosesan visa juga tidak menjadi lebih mudah dan efektif.

Posisi peserta West Sumatera Rally 2022 saat ini adalah sebagai berikut: tiga  kapal telah tiba di Ketapang dan akan segera berlayar menuju Anambas untuk Clearance Out dan menuju Kuching, Sarawak, Malaysia, dan satu kapal akan kembali menuju Belitung untuk Clearance Out; tiga kapal yang masih berada di Belitung tidak melanjutkan pelayaran ke Ketapang melainkan langsung menuju Batam untuk Clearance Out; tiga kapal yang masih berada di perairan Selat Sunda akan menuju Jakarta untuk proses Clearance Out; dan hanya satu kapal yang berada di Belitung akan berlayar turun menuju Jakarta untuk perpanjangan visa.

Kayong Utara dan Bengkayang di Kalimantan Barat; Pulau Jemaja dan Tarempa di Kabupaten Anambas serta Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau sebagai tuan rumah yang sudah siap menerima peserta rally batal untuk dikunjungi. Penyelenggara yacht rally meminta maaf atas keputusan ini karena bagaimanapun harus mengikuti peraturan yang berlaku.

Salah seorang peserta West Sumatera Rally 2022 mengungkapkan kekecewaannya. Peraturan baru dikeluarkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Visa enam bulan terasa sia-sia. Padahal tidak sedikit dari mereka berencana untuk tinggal lebih lama setelah mengikuti rally. Mereka mau menghabiskan lebih banyak uang di Indonesia untuk berwisata, menyelam, menambatkan kapal di marina dan lain-lain. Apabila Indonesia tidak melakukan perbaikan-perbaikan untuk mengakomodasi kebutuhan pelayar mancanegara, walaupun negeri ini merupakan salah satu destinasi impian, para pelayar tidak akan memasukan Indonesia dalam rencana pelayarannya di Asia Tenggara.

Raymond T. Lesmana, mewakili penyelenggara West Sumatera Rally 2022, mengatakan, kebijakan visa 60 hari tanpa perpanjangan itu sangat bagus. Pelayar mancanegara rata-rata berlayar selama satu tahun di Indonesia. Hanya saja, pemrosesan visa mesti dibuat lebih mudah lagi. Keharusan menggunakan agen untuk mendapatkan visa Indonesia telah menimbulkan biaya tinggi. Pada masa reaktivasi pariwisata layar seperti sekarang, kebijakan yang diambil oleh pemerintah akan menjauhkan para pelayar mancanegara dari perairan Indonesia.

Tidak hanya itu. Keputusan peserta West Sumatera Rally 2022, event pembuka wisata layar tahun ini, untuk segera meninggalkan Indonesia dapat memberikan citra buruk di kalangan pelayar dunia. Keputusan tersebut tidak hanya akan mempengaruhi dua event sail berikutnya yang siap digelar yaitu SAIL TO INDONESIA pada bulan Juli dan EAST INDONESIA RALLY pada bulan Agustus mendatang. Hal tersebut juga akan berdampak pada pelayar-pelayar asing lain yang sudah bersiap-siap berlayar kembali di Indonesia. 

Pendekatan berbeda dilakukan oleh Malaysia. Sebelum peraturan visa baru dikeluarkan, karena negeri Jiran itu juga jadi destinasi pelayaran wisata dunia, pemerintahnya berkomunikasi terlebih dahulu dengan para pelaku wisata pelayaran seperti marina dan yacht services. Selain infrastruktur keras marina dan kelengkapan lainnya, pelayanan visa mudah dengan biaya yang rasional, menjadikannya tujuan pelayaran wisata yang menarik.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia akan melewatkan kesempatan berharga jika tidak segera melakukan perbaikan-perbaikan. Karena kepulauan Indonesia merupakan wilayah aman untuk berlindung bagi kapal-kapal layar dari badai-badai yang melanda di utara dan selatan khatulistiwa. Pelayar tidak akan menunggu sampai Indonesia membuka pintu dan membiarkan badai menghempaskan kapalnya.***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *