Tourism for Us – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh atau 52,6 persen wisatawan mancanegara (wisman) melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Data ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan, diantaranya wisata pelayaran. Indonesia [more]
Tourism for Us – Indonesian National Shipowners Associatioin (INSA) kembalil menyelenggarakan INSA Yacht Festival (IYF) 2026 dan telah berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Benoa Marina, Bali. Event dua tahunan ini memasuki edisi penyelenggaraan ketiga tahun ini. Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan berbagai program, [more]
Tourism for Us – Pelaku industri pariwisata global mungkin belum pernah melihat promosi produk-produk wisata bahari Indonesia dihadirkan secara terintegrasi. Kehadiran Yacht Service Bali (YSB) dan Wanderlust Cruise & Travel di Boot Dusseldorf 2024 di Dusseldorf, Jerman selama delapan hari menjadi oase kecil bagi ceruk pasar wisata minat khusus di subsektor wisata berlayar (yachting tourism). Pengunjung bisa mencari berbagai informasi dan peluang kerja sama bisnis terkait wisata bahari di negeri kepulauan terbesar di dunia.
Yacht Service Bali dan Wanderlust Cruise & Travel memboyong koleksi kapal-kapalnya dan beragam destinasi di Boot Dusseldorf 2024, Jerman pada 20-28 Januari 2024. (Foto: Iwan J. Prawira/YSB)
Promosi wisata berlayar terintegrasi pertama Indonesia
Yacht Service Bali dan Wanderlust Cruise & Travel memboyong koleksi kapal-kapalnya dan beragam destinasi di Boot Dusseldorf 2024. Pameran kapal dan wisata bahari di kota Dusseldorf, Jerman ini berlangsung pada 20-28 Januari 2024.
Yacht Service Bali hadir dengan boat collection di antaranya Aneecha Sailing Catamaran, Paula Catamaran, Accura, Karang Putih, Paradise Boat, Kaia Explorer, Kaliste dan Twins Boat. Kemudian ditambah dengan koleksi public fast boat dari Wanderlust Cruise yakni Glory Prime dan Crystal Ocean 7. Kedua kapal cepat (fast boat) itu melayani penyeberangan dari Bali ke tiga gili dan Lombok.
Booth YSB dan Wanderlust Cruise & Travel mengambil tema ‘’Exploring Indonesia by the Sea’’. Nusa Penida, the Gili islands, Lombok, Teluk Saleh, Satonda, Flores, Banda Neira adalah highlight destinasi yang dipromosikan pada keikutsertaan pertama kali di Boot Dusseldorf 2024. Selain itu, mereka juga menggadang koleksi kapal wisata dan destinasi Jawa dan Bali untuk pasar Eropa.
Wanderlust Cruise & Travel dan YSB menawarkan Kapal Layar (KL) Aneecha Sailing dan KL Paulus Sailing bagi mereka yang suka berlayar dan bersantai serta bermain bersama angin dan ombak di laut.
Sedangkan Kapal Motor (KM) Karang Putih diperuntukkan bagi grup kecil yang membutuhkan kecepatan untuk sampai di Nusa Penida. Kapal ini cocok untuk menjelajahi lansekap spektakuler di pulau-pulau kecil (nusa) di sekitar Pulau Bali.
Wanderlust Cruise & Travel adalah Destination Management Company (DMC) yang berdiri pada tahun 2022. Sebagai DMC, Wanderlust adalah travel designer sehingga bisa membuatkan rencana perjalanan baik di laut maupun di darat dengan berkolaborasi dengan YSB sebagai penyedia kapal. Selain itu, DMC ini juga menawarkan program overland Jawa-Bali bahkan Lombok dan Flores.
Iwan J. Prawira, CEO Yacht Service Bali dan Managing Partners Wanderlust Cruise & Travel (DMC), mengatakan, ini pertama kalinya hadir di pameran Boot Dusseldorf.
‘’Respon pengunjung sangat antusias. Respon terhadap destinasi Bali juga sangat baik,’’ ujar Iwan penuh rasa syukur.
Ditambahkannya, ‘’Yang paling dicari oleh pengunjung business-to-business (B-to-B) tentunya adalah kerja sama agen. Dan yang paling dicari oleh pengunjung individual atau public adalah sewa kapal dan bawa sendiri.’’
Tapi, dia mengingatkan, wisatawan asing menyewa kapal lalu membawa sendiri kapalnya mustahil dilakukan di Indonesia. Karena peraturan di Indonesia mengharuskan memakai skipper (nakoda) orang Indonesia.
YSB selaku perusahaan yacht service yang berdiri sejak tahun 2012 ruang lingkupnya adalah manajemen atau operator yacht, membuatkan atau menawarkan ownership program atau investasi, dan menjalankan sales and marketing untuk yacht rental atau charter.
‘’Boat bisa punya sendiri atau boat orang lain yang kami kelola. Sedangkan untuk program ownership (kepemilikan) atau investasi, tantangannya adalah perbankan di Indonesia belum bisa mendukung financing-nya. Ini salah satu masalah juga dalam membangun wisata layar di Indonesia,’’ kata Iwan.
Kadek Umaya Yogiani, General Manager Wanderlust Cruise & Travel, menerangkan lebih lanjut, ‘’Kami punya travel designer Wanderlust untuk menyusun itinerary dan yacht service yang menyediakan produknya. Jadi kami bisa membuat berbagai program sesuai pesanan. Ini juga bisa untuk mereka yang ingin secara khusus mendesain proram liburannya sendiri.’’
Perkembangan wisata berlayar di Indonesia melempem
Selama delapan hari berada di Boot Dusseldorf 2024, Iwan melihat, wisata bahari khususnya wisata berlayar di Indonesia tertinggal jauh. Industri yacht di dunia secara khusus berdiri sendiri dan kedudukannya sejajar dengan industri kapal pesiar, industri selam, industri perhotelan, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang telah menjadi industri dalam pariwisata.
Menurutnya, usaha yang berkembang saat ini adalah perusahaan operator kapal terutama di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Tidak ada data dan jumlah pasti mengenai perkembangan perusahaan yacht service di Indonesia.
Marina menjadi faktor penting dalam membangun dan mengembangkan wisata berlayar. Keberadaan marina akan membentuk rute pelayaran. Karena marina adalah tempat atau titik tujuan untuk beristirahat (rest area) para pelayar.
Peran sebuah marina bukan hanya tempat menyandarkan kapal saja. Tetapi juga berfungsi menyediakan kebutuhan logistik dasar pelayaran yakni supply air tawar bersih, bahan bakar, tempat parkir di laut dan darat. Selain itu, marina juga menyediakan jasa perbaikan kapal berupa bengkel dan spare part.
Marina bagi para pelayar adalah pintu untuk mengenal masyarakat lokal beserta budayanya. Di titik peristirahatan, para pelayar berkesempatan mempelajari tradisi, mencicipi kuliner tradisional, belanja produk lokal, mengunjungi situs-situs menarik, mengurus keperluan administrasi dan lain sebagainya.
Sampai saat ini, marina yang layak di Indonesia hanya ada empat yaitu Nongsa Point Marina Batam, Kepulauan Riau; Batavia Marina Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta; Marina Medana Lombok dan Marina Del Ray Gili Gede, Nusa Tenggara Barat.
Selebihnya bisa dikatakan baru menjadi dermaga (jetty). Karena di situ hanya tempat untuk menyandarkan kapal dan akses keluar-masuk orang dan barang dari dan ke kapal tetapi layanan lainnya tidak tersedia. Ini termasuk yang ada di dalam kawasan Pelabuhan Benoa dan Serangan, Bali.
‘’Sebenarnya, konsep awal 1000 marina oleh Presiden Joko Widodo sudah benar. Ibarat kita menyediakan rute jalan tol untuk yacht dengan rest area marina. Tetapi, karena rest area tidak ada, jadi ya…, akan sulit mengundang lebih banyak pelayar mau datang ke Indonesia,’’ tutur Iwan.
Lalu, bagaimana dengan wisatawan berlayar mancanegara yang telah mengunjungi pulau-pulau kecil, daerah-daerah terluar dan terdepan di Indonesia? Dermaga tetap dibutuhkan. Pemerintah daerah dan warga lokal perlu didampingi agar dapat melihat dan mendengar layanan apa yang bisa diberikan kepada para pelayar. Dari sebuah dermaga bukan tidak mungkin bisa naik kelas menjadi sebuah marina yang layak.
‘’Biarkan yacht dari luar negeri datang duhulu selama lima tahun pertama. Agar sektor ini hidup dulu. Baru kemudian kita bangun industrinya. Dan, untuk membangun wisata dengan kapal layar, keberadaan marina menjadi wajib,’’ Iwan berpendapat.
Mendatangkan sebanyak mungkin pelayar mancanegara untuk berlayar di perairan Indonesia dalam jangka waktu tertentu agar wisata layar terbentuk dahulu. Ini sudah lama sekali dikumandangkan. Tetapi tampaknya itu masih jalan-di-tempat.
Pemerintah memang sudah melakukan beberapa upaya melalui kebijakan yang mempermudah pelayar mancanegara masuk ke Indonesia seperti registrasi online, tetapi tampaknya itu saja belum cukup.
Produk wisata bahari Indonesia masih dipahami secara sempit sebatas wisata selam, wisata selancar dan kapal pesiar serta lokasi swafoto. Selain itu kurang dipedulikan. Kenyataannya, di luar sana telah berkembang produk-produk seperti safari kayak laut (sea kayak), touring dengan jetski, kitesurfing dan sebagainya.
Tidak dipungkiri, orang Indonesia tidak kenal dan/atau takut berlayar di laut. Tetapi sekarang, senyap dari viralisasi, di Jakarta sudah mulai ada persewaan kapal layar untuk menjelajahi Kepulauan Seribu.
Boot Dusseldorf adalah pameran kapal pesiar dan olahrraga air terbesar di dunia. Boot Dusseldorf 2024 menempati lahan seluas 220.000 meter persegi dan terbagi dalam 16 ruang pameran. Pameran tahun ini diikuti lebih dari 1.500 peserta pameran dari 68 negara. Dan dihadiri hampir 237.000 pengunjung dari lebih 60 negara selama delapan hari pemeran berlangsung.
Baik pelaut yang menggunakan kapal layar maupun kapal bermotor menemukan perahu sempurna di sini. Baik perahu kecil, kapal pesiar, atau kapal pesiar mewah ada di pameran. Selain itu juga berbagai olahraga air mulai dari menyelam, selancar, skimboarding, kitesurfing, stand up paddling dan kano menjadi fokus di Boot Dusseldorf dengan peralatan yang sesuai tersedia. Pameran juga didukung dengan beragam program seminar, lokakarya yang menampilkan mitra wawancara menarik setiap hari.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Reli layar internasional ‘Sail to Indonesia’ merupakan acara bahari terpanjang, terlama, dan terbesar di dunia yang digelar dalam satu negara. Sail to Indonesia sudah berlangsung selama 20 tahun. Penyelenggaraan event ini tidak pernah terhenti/terputus. Dan event tersebut telah diikuti oleh pelayar [more]
Tourism for Us – Berdasarkan Vessel Declaration (VD), kapal wisata (yacht) asing yang memasuki perairan Indonesia mencapai 397 unit selama separuh tahun 2022. Hasil ini tidak begitu buruk mengingat akses dengan kapal wisata, bisa dikatakan, paling akhir dibuka. Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan pada [more]
Tourism for Us – Penyelenggara West Sumatera Rally 2022 memutuskan yacht rally tahun ini tidak bisa dilanjutkan lagi. West Sumatera Rally 2022 terpaksa dihentikan pada 14 Mei 2022 di Ketapang, Kalimantan Barat. Event yacht rally pembuka tahun ini, sekaligus yang pertama kali digelar setelah vakum akibat pandemi Covid-19, semestinya berakhir pada 19 Juni 2022 di Natuna, Kepulauan Riau.
Singkil,Aceh,salah satu persinggahan dalam West Sumatera Rally 2022. (Foto: Raymond T Lesmana)
Keputusan tidak melanjutkan yacht rally ini karena pelayar (yachter) peserta rally memutuskan untuk tidak memperpanjang izin tinggal mereka dan segera keluar dari wilayah Indonesia sebelum masa berlaku izin tinggalnya habis. Keputusan itu diambil setelah Ditjen Imigrasi mengeluarkan peraturan baru yang tertuang dalam S.E. Nomor IMI-0093.KU.01.03 Tahun 2022 yang berlaku efektif mulai 11 Mei 2022 pukul 00.00 WIB.
Para pelayar peserta rally mengeluhkan peraturan baru yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia telah menghilangkan hak tinggal mereka dengan tidak memberikan toleransi yangmana visa mereka diterbitkan sebelum Surat Edaran Ditjen Imigrasi tersebut dikeluarkan. Selain itu, hal yang memberatkan lainnya adalah biaya perpanjangan izin tinggal. Peraturan baru mengharuskan mereka untuk memperpanjang visa atau izin tinggal selama 60 hari dengan biaya perpanjangan menjadi sekitar empat kali lebih tinggi daripada sebelumnya
Peraturan sebelumnya mengatur perpanjangan visa bisa dilakukan untuk tambahan izin tinggal selama 30 hari. Rata-rata visa peserta West Sumatera Rally 2022 berlaku sampai dengan akhir Mei 2022 dan beberapa orang lainnya berakhir pada awal Juni 2022. Mereka tidak memerlukan izin tinggal tambahan sampai selama 60 hari. Karena mereka akan melanjutkan pelayarannya ke utara untuk mengikuti Malaysia Yacht Rally yang dimulai di Kuching, Sarawak.
Untuk mengikuti West Sumatera Rally 2022, pelayar datang dengan mengantongi visa tipe B211A, yang mana untuk mengurus visa tersebut harus melalui agen. Pengurusan visa tidak bisa lagi dilakukan secara langsung di perwakilan Republik Indonesia di negaranya. Biaya untuk mengurus visa melalui agen menjadi jauh lebih mahal daripada penetapan PNBP yang ditentukan oleh negara. Besaran biaya yang dikenakan saat memperpanjang izin tinggal per orang akhirnya juga menjadi mahal. Perpanjangan izin tinggal pun harus melakukan kembali Biometrik di kantor Imigrasi setempat.
Sementara, para pelayar internasional sudah tahu dan bisa menerima PNBP visa Indonesia terbaru yakni sebesar Rp 2 juta untuk izin tinggal selama 60 hari dan Rp 6 juta untuk izin tinggal selama 180 hari. Namun, proses visa Indonesia harus melalui agen menimbulkan biaya tinggi sehingga dinilai terlalu mahal dibandingkan dengan negara-negara lain. Selain itu, pemrosesan visa juga tidak menjadi lebih mudah dan efektif.
Posisi peserta West Sumatera Rally 2022 saat ini adalah sebagai berikut: tiga kapal telah tiba di Ketapang dan akan segera berlayar menuju Anambas untuk Clearance Out dan menuju Kuching, Sarawak, Malaysia, dan satu kapal akan kembali menuju Belitung untuk Clearance Out; tiga kapal yang masih berada di Belitung tidak melanjutkan pelayaran ke Ketapang melainkan langsung menuju Batam untuk Clearance Out; tiga kapal yang masih berada di perairan Selat Sunda akan menuju Jakarta untuk proses Clearance Out; dan hanya satu kapal yang berada di Belitung akan berlayar turun menuju Jakarta untuk perpanjangan visa.
Kayong Utara dan Bengkayang di Kalimantan Barat; Pulau Jemaja dan Tarempa di Kabupaten Anambas serta Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau sebagai tuan rumah yang sudah siap menerima peserta rally batal untuk dikunjungi. Penyelenggara yacht rally meminta maaf atas keputusan ini karena bagaimanapun harus mengikuti peraturan yang berlaku.
Salah seorang peserta West Sumatera Rally 2022 mengungkapkan kekecewaannya. Peraturan baru dikeluarkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Visa enam bulan terasa sia-sia. Padahal tidak sedikit dari mereka berencana untuk tinggal lebih lama setelah mengikuti rally. Mereka mau menghabiskan lebih banyak uang di Indonesia untuk berwisata, menyelam, menambatkan kapal di marina dan lain-lain. Apabila Indonesia tidak melakukan perbaikan-perbaikan untuk mengakomodasi kebutuhan pelayar mancanegara, walaupun negeri ini merupakan salah satu destinasi impian, para pelayar tidak akan memasukan Indonesia dalam rencana pelayarannya di Asia Tenggara.
Raymond T. Lesmana, mewakili penyelenggara West Sumatera Rally 2022, mengatakan, kebijakan visa 60 hari tanpa perpanjangan itu sangat bagus. Pelayar mancanegara rata-rata berlayar selama satu tahun di Indonesia. Hanya saja, pemrosesan visa mesti dibuat lebih mudah lagi. Keharusan menggunakan agen untuk mendapatkan visa Indonesia telah menimbulkan biaya tinggi. Pada masa reaktivasi pariwisata layar seperti sekarang, kebijakan yang diambil oleh pemerintah akan menjauhkan para pelayar mancanegara dari perairan Indonesia.
Tidak hanya itu. Keputusan peserta West Sumatera Rally 2022, event pembuka wisata layar tahun ini, untuk segera meninggalkan Indonesia dapat memberikan citra buruk di kalangan pelayar dunia. Keputusan tersebut tidak hanya akan mempengaruhi dua event sail berikutnya yang siap digelar yaitu SAIL TO INDONESIA pada bulan Juli dan EAST INDONESIA RALLY pada bulan Agustus mendatang. Hal tersebut juga akan berdampak pada pelayar-pelayar asing lain yang sudah bersiap-siap berlayar kembali di Indonesia.
Pendekatan berbeda dilakukan oleh Malaysia. Sebelum peraturan visa baru dikeluarkan, karena negeri Jiran itu juga jadi destinasi pelayaran wisata dunia, pemerintahnya berkomunikasi terlebih dahulu dengan para pelaku wisata pelayaran seperti marina dan yacht services. Selain infrastruktur keras marina dan kelengkapan lainnya, pelayanan visa mudah dengan biaya yang rasional, menjadikannya tujuan pelayaran wisata yang menarik.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia akan melewatkan kesempatan berharga jika tidak segera melakukan perbaikan-perbaikan. Karena kepulauan Indonesia merupakan wilayah aman untuk berlindung bagi kapal-kapal layar dari badai-badai yang melanda di utara dan selatan khatulistiwa. Pelayar tidak akan menunggu sampai Indonesia membuka pintu dan membiarkan badai menghempaskan kapalnya.***(Yun Damayanti)