RETHINKING TOURISM: BAGAIMANA KITA MENJALANKAN PARIWISATA HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Tourism for Us – Kita semua berbagi tanggung jawab bersama dalam memanfaatkan potensi pariwisata yang sangat besar untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bumi maupun masyarakat.

Pertemuan Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili dengan Menparekraf Sandiaga Uno sebelum perayaan WTD 2022 dan pertemuan Tourism Ministrial Meeting G20 di Nusa Dua,Bali (25/9/2022). (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)

Dalam pesan menyambut Hari Pariwisata Dunia 2022 (World Tourism Day) yang diunggah di situs UNWTO (United Nation World Tourism Organization), Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan, “The potential of tourism is enormous, and we have a shared responsibility to make sure it is fully realized. On World Tourism Day 2022, UNWTO calls on everyone, from tourism workers to tourists themselves, as well as small businesses, large corporations and governments to reflect and rethink what we do and how we do it.”

(Potensi pariwisata sangat besar. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan hal itu terwujud sepenuhnya. Pada Hari Pariwisata Dunia 2022, UNWTO menyerukan kepada semua orang, mulai dari pekerja pariwisata hingga wisatawan itu sendiri, serta usaha kecil, perusahaan besar, dan pemerintah untuk merenungkan dan memikirkan kembali apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya.)

Selanjutnya, pada tahun 2022, kita semua menyadari peluang yang telah dibawa oleh pariwisata yakni membawa orang-orang ke mana-mana. Namun, tahun ini khususnya, kita juga menyadari bahwa kita tidak dapat kembali ke cara kerja yang lama. Krisis menunjukkan di mana kita dapat membangun lebih banyak ketahanan. Selain itu, kita juga ditunjukkan di mana kita dapat memberikan lebih banyak keadilan. Ini akan membutuhkan restrukturisasi model bisnis sehingga pariwisata adalah sektor yang mengutamakan orang.

Krisis telah mengilhami dan mengkatalisasi kreativitas. Pandemi juga mempercepat transformasi pekerjaan, membawa tantangan sekaligus peluang besar untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan manfaat dari dimulainya kembali pariwisata. Kita membuat kemajuan signifikan dalam menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi hijau, biru, dan digital, memastikan pertumbuhan tidak mengorbankan manusia atau planet bumi.

Bali, Indonesia, menjadi tuan rumah perayaan World Tourism Day 2022. Semua orang dapat merayakannya di mana saja dengan mengusung tema yang sama.    

Posisi pariwisata dunia saat ini

Dalam situsnya UNWTO mengungkapkan, pariwisata internasional mengkonsolidasikan pemulihan yang kuat di tengah berbagai tantangan yang berkembang. Pariwisata internasional terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat dan stabil dari dampak pandemi meskipun tantangan ekonomi dan geopolitik meningkat secara signifikan.

Menurut Barometer Pariwisata Dunia UNWTO terbaru, pariwisata internasional mengalami peningkatan yang kuat dalam lima bulan pertama tahun 2022, dengan hampir 250 juta kedatangan internasional tercatat. Ini dibandingkan dengan 77 juta kedatangan dari Januari hingga Mei 2021 dan berarti bahwa sektor ini telah pulih hampir setengah (46%) dari tingkat pra-pandemi 2019.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengingatkan, pada saat yang sama, pelaku pariwisata dunia untuk tetap berhati-hati karena hambatan ekonomi dan tantangan geopolitik yang dapat berdampak pada sektor ini di sisa tahun 2022 dan seterusnya.

Dari sisi pertumbuhan kunjungan wisatawan internasional, kawasan Asia dan Pasifik melihat hampir dua kali lipat kedatangan (+94%). Meskipun jumlahnya masih 90% di bawah capaian tahun 2019. Karena beberapa perbatasan di kawasan ini tetap ditutup untuk perjalanan yang tidak penting.

Pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional di Eropa lebih dari empat kali lipat dalam lima bulan pertama 2021 (+350%). Hal ini didorong oleh permintaan intra-regional yang kuat dan penghapusan semua pembatasan perjalanan di semakin banyak negara. Wilayah itu melihat kinerja yang sangat kuat di bulan April (+458%), mencerminkan periode Paskah yang sibuk.

 Di Amerika, pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional lebih dari dua kali lipat (+112%). Namun, rebound yang kuat diukur terhadap hasil yang lemah pada tahun 2021. Jumlah wisatawan internasional tetap secara keseluruhan yaitu 36% dan 40% di bawah level 2019 di kedua kawasan masing-masing.

Pola yang sama terlihat di kawasan lain. Pertumbuhan kuat juga terlihat di Timur Tengah (+157%) dan Afrika (+156%). Namun jumlah wisatawan internasional di masing-masing kawasan tetap 54% dan 50% di bawah level 2019,

Skenario berwawasan ke depan UNWTO yang diterbitkan pada Mei 2022 menunjukkan, kedatangan internasional mencapai 55% hingga 70% dari tingkat pra-pandemi pada 2022. Hasil bergantung pada keadaan yang berkembang: sebagian besar masih bergantung pada perubahan pembatasan perjalanan; inflasi yang sedang berlangsung, termasuk harga energi yang tinggi, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan; evolusi perang di Ukraina; serta situasi kesehatan terkait pandemi. Tantangan yang lebih baru seperti kekurangan staf, kemacetan bandara yang parah dan penundaan dan pembatalan penerbangan juga dapat berdampak pada jumlah pariwisata internasional.

Skenario berdasarkan kawasan menunjukkan, Eropa dan Amerika mencatat hasil pariwisata terbaik pada tahun 2022. Sementara, Asia dan Pasifik diperkirakan akan tertinggal karena kebijakan perjalanan yang lebih ketat.

Kedatangan wisatawan internasional di Eropa bisa naik hingga 65% atau 80% dari level 2019 pada 2022, tergantung pada berbagai kondisi. Sementara di Amerika bisa mencapai 63% hingga 76% dari level tersebut. Skenario kedatangan internasional di Asia dan Pasifik akan tetap berada di 30% dari level 2019 dalam skenario kasus terbaik, karena kebijakan dan pembatasan yang lebih ketat.

Dari pemulihan yang diamati, meningkatnya pengeluaran wisatawan dari sumber pasar utama konsisten. Pengeluaran internasional oleh wisatawan dari Prancis, Jerman, Italia, dan Amerika Serikat kini mencapai 70% hingga 85% dari tingkat pra-pandemi. Sementara, pengeluaran wisatawan dari India, Arab Saudi, dan Qatar telah melampaui level 2019.

Namun, permintaan yang lebih kuat dari perkiraan telah menciptakan tantangan operasional dan tenaga kerja yang signifikan. Sementara itu, perang di Ukraina, kenaikan inflasi dan suku bunga, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi terus menimbulkan risiko terhadap pemulihan pariwisata.

Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan perlambatan ekonomi global dari 6,1% pada 2021 menjadi 3,2% pada 2022 dan kemudian menjadi 2,9% pada 2023. Pada saat yang sama, UNWTO terus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau pandemi serta keadaan darurat kesehatan masyarakat yang muncul dan potensi dampaknya terhadap perjalanan.

Menurut Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), pengurangan keseluruhan kapasitas udara internasional pada tahun 2022 akan dibatasi hingga 20% hingga 25% dari kursi yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan dibandingkan dengan 2019. Ketahanan tersebut juga tercermin dalam tingkat hunian hotel. Berdasarkan data dari perusahaan benchmarking industri STR, tingkat hunian global naik menjadi 66% pada Juni 2022 dari 43% pada Januari 2022.***(Yun Damayanti)             



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *