TRANSNUSA DAN SHENZHEN AIRLINES BAWA WISATAWAN AUSTRALIA DAN TIONGKOK UNTUK MENEMUKAN ‘WONDERFUL INDONESIA’

Tourism for Us – Pariwisata Indonesia mendapatkan dorongan baru sejak minggu lalu dengan dimulainya layanan penerbangan baru TransNusa dari Melbourne, Australia ke Bali. Selain itu, Shenzhen Airlines juga telah mengaktifkan kembali penerbangan langsung dari Shenzhen, Cina ke Jakarta. Kehadiran kedua rute penerbangan langsung ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang dari Australia dan Tiongkok, yang merupakan dua pasar internasional utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

(Foto: Birkompublik Kemenpar)

Penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne, Australia – Denpasar, Bali berangkat dari Melbourne Airport (MEL) pada pukul 06.25 waktu setempat dan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) pada pukul 09.40 WITA pada Selasa (20/10/2026).

Pada tahap awal, layanan penerbangan langsung ini dijadwalkan beroperasi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Frekuensi penerbangan selanjutnya akan ditingkatkan menjadi setiap hari mulai 15 November 2026.

Sementara itu, Shenzhen Airlines mengoperasikan kembali rute Shenzhen – Jakarta dengan penerbangan perdananya yang bertolak dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen (SZX) pada Senin (19/10/2026), pukul 20.55 waktu Shenzhen, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Selasa (20/10/2026) pukul 00.55 WIB.  

Layanan penerbangan langsung ini beroperasi tiga kali dalam sepekan yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu dari Shenzhen menuju Jakarta, serta setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari dari Jakarta menuju Shenzhen

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan rute baru TransNusa dari Melbourne ke Bali dan pengoperasian kembali rute Shenzhen – Jakarta oleh Shenzhen Airlines.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan, ketersediaan penerbangan langsung memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kemudahan akses memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk mencapai destinasi dan industri pariwisata nasional untuk menjangkau pasar potensial di mancanegara.

Group Chief Executive Officer TransNusa Datuk Bernard Francis mengatakan, pembukaan rute Melbourne – Bali menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan sekaligus semakin menegaskan peran Bali sebagai pusat konektivitas penerbangan internasional yang menghubungkan Australia dengan berbagai destinasi di kawasan Asia.

‘’Peluncuran rute Melbourne – Bali merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasionl TransNusa. Rute ini memberikan pilihan baru bagi wisatawan Australia yang mengutamakan konektivitas, nilai, serta pengalaman perjalanan premium dengan penawaran yang kompetitif,’’ kata Bernard.

Jadwal kedatangan pada pagi hari memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan Australia untuk menikmati Bali sekaligus melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan lainnya di Indonesia.

Melalui jaringan konektivitas Beyond Bali yang dioperasikan oleh TransNusa, wisatawan dapat menjangkau 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok. Konektivitas tersebut diharapkan dapat memperluas persebaran kunjungan wistawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.

Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Australia tercatat mencapai 1.224.941 kunjungan, meningkat 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi salah satu dasar optimisme Kemenpar dalam mencapai target 2,23 juta kunjungan wisatawan Australia sepanjang 2026.

Sementara, dengan kembalinya layanan penerbangan langsung dari Shenzhen diharapkan semakin memudahkan mobilitas wisatawan Tiongkok menuju Indonesia, khususnya melalui Jakarta. Ibukota Republik Indonesia merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara (wisman), sekaligus membuka peluang perjalanan ke berbagai destinasi wisata Nusantara.

Sepanjang Januari – Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia tercatat mencapai 1.054.007 kunjungan, meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 905.002 kunjungan.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata Yulia yang hadir langsung menyambut kedatangan penerbangan perdana Shenzhen Airlines menyampaikan optimismenya terhadap prospek pasar wisatawan Tiongkok yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Yulia menjelaskan, Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia, selain Bali. Karena itu, pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen – Jakarta diharapkan semakin memperluas pilihan perjalanan sekaligus memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk menjelajahi kekayaan destinasi Indonesia. ***(Yun Damayanti)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *