Tourism for Us – Aksesibilitas dan promosi destinasi merupakan tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah, pelaku industri pariwisata akan terus menghadapi masalah serupa pada tahun 2026. Dalam refleksi akhir tahun 2025, Association [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan kampanye baru ‘‘Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary’’ untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kampanye ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi merek Wonderful Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Inisitatif itu juga [more]
Tourism for Us – Merek Wonderful Indonesia kembali hadir di Eropa, khususnya di kota Berlin dan Roma. Ibukota Jerman dan Italia itu merupakan tujuan wisata global, menarik perhatian banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Memanfaatkan masa liburan musim panas, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menempatkan branding pariwisata Indonesia pada bus wisata kota dan billboard di masing-masing kota mulai tanggal 1 hingga 31 Juli 2025.
Kampanye Wonderful Indonesia di Berlin, Jerman selama bulan Juli 2025. (Foto: Birkompublik Kemenpar)
Kampanye Wonderful Indonesia di Berlin, Jerman ditampilkan pada dua unit open great bus yang melewati daya tarik wisata utama, seperti Kurfurstendamm, Lutzowplatz, Gendarmenmarkt, Alezanderplatz, Karl Marx Allee, East Side Gallery, Neptune Fountain, serta Dom Aquaree dan Elefantentor. Selain itu juga ditampilkan pada satu unit digital screen di Kurfurstendamm, salah satu area perbelanjaan paling ikonik dan strategis di kota.
Sementara, kampanye Wonderful Indonesia di Roma, Italia juga ditempatkan pada dua unit open great bus. Bus wisata keliling kota itu melewati ikon-ikon kota seperti Stazione Termini, Santa Maria Maggiore, Colosseo, Circo Massimo, Piazza Venezia, Castel Sant’Angelo, Via Vittorio Veneto, dan Piazza Barberini.
Branding Wonderful Indonesia juga ditempatkan pada satu unit digital billboard di Piazza del Risorgimento, lokasi yang sangat strategis di dekat Vatikan dan pusat keramaian, serta satu unit digital billboard di Piazzale Flaminio, gerbang utama menuju kota Roma.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/7/2025), mengatakan, ‘’Kampanye Wonderful Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperdalam upaya promosi di seluruh Eropa. Ini juga mendukung program unggulan Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penciptaan pengalaman perjalanan yang mendalam, personal, dan otentik yang menawarkan perjalanan bermakna yang berakar pada budaya, alam, dan tradisi lokal.’’
Kampanye Wonderful Indonesia mengangkat Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Regenerative Destination, seperti Danau Toba, Sumatera Utara; Borobudur, Jawa Tengah; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat; dan Bali. Tampilan visual kekayaan alam dan keunikan budaya dari destinasi-destinasi tersebut menawarkan pengalaman berkualitas tinggi bagi wisatawan yang mencari petualangan dan kenyamanan yang tidak terlupakan.
‘’Kampanye ini juga mengirimkan pesan yang jelas bahwa Indonesia siap menyambut pengunjung dengan pengalaman perjalanan yang aman, hangat, dan tak terlupakan,’’ ujar Ni Made Ayu Marthini. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Wonderful Indonesia kembali hadir di pameran pariwisata internasional terbesar Korea Selatan yakni Seoul International Travel Fair (SITF) 2024. SITF telah berlangsung pada 9-12 Mei 2024 di Coex Hall A, Seoul. Sebanyak 14 pelaku industri pariwisata terdiri dari operator tur/agen perjalanan, DMC, [more]
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan VFS Global, perusahaan penyedia jasa pembuatan visa, menghadirkan Wonderful Indonesia Corner di kantornya di Wafi City Mall Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Di situ menjadi pusat sumber informasi satu [more]
Tourism for Us – Vietnam menjadi sumber pasar potensial wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN bagi Indonesia pascapandemi. Pertumbuhan jumlah kunjungannya cukup signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan asal Vietnam sebanyak 68.067. Pada tahun 2023, jumlahnnya meningkat menjadi 121.879 wisatawan, atau naik 79 persen. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi pada tahun 2019 yaitu sebesar 96.024 wisatawan. Dengan masa tinggal rata-rata 5 hari 4 malam, sayangnya, baik wisatawan maupun pelaku pariwisata di Vietnam hanya tahu satu destinasi, Bali.
Indonesia Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan (kedua dari kanan) dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung (kanan). Ketum IINTOA Paul Edmundus Tallo (kedua dari kiri) dan perwakilan dari Deputi Pemasaran Regional I Kemenparekraf Faisal Rohman (kiri). (Foto: IINTOA)
Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) melihat Vietnam sebagai pasar potensial. Pascapandemi, salah satu negara di kawasan Indochina ini maju pesat dan kegiatan bisnisnya sudah berjalan pada level yang hampir sama dengan sebelum pandemi.
Di sisi aksesibilitas, penerbangan langsung dari Vietnam tersedia menuju Jakarta dan Bali. Tetapi, tujuan utama wisatawan Vietnam hanya ke Bali. Setelah ditelusuri, pelaku industri pariwisata di Vietnam kurang mempunyai pengetahuan dan informasi mengenai destinasi-destinasi selain Bali.
Berkaca pada keberhasilan menggelar Sales Mission di Bangkok, Thailand, pada pertengahan tahun lalu, IINTOA menginisiasi Sales Mission di Vietnam pada 26-29 Februari 2024. Sasarannya dua kota terbesar yakni ibukota Hanoi dan Ho Chi Minh City. Inisiasi ini disambut baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mendukungnya dengan pengadaan venue dan jamuan makan malam untuk buyers.
‘’Bentuk kolaborasi ini menjadi preseden bagus kerja sama antara pemerintah dan swasta,’’ ujar Paul Edmundus Tallo, Ketua Umum IINTOA.
Indonesia Sales Mission di Vietnam yang diselenggarakan pada 27 Februari 2024 di Hanoi dan 28 Februari 2024 di Ho Chi Minh City berlangsung sukses. Agenda utamanya adalah Table Top dan kemudian dilanjutkan acara ramah-tamah dalam jamuan makan malam.
Sales Mission di awal tahun ini diikuti 20 perusahaan terdiri dari 14 operator tur inbound dan 6 hotel dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dan IINTOA bekerja sama dengan Hanoi UNESCO Travel Club, salah satu organisasi operator tur/agen perjalanan outbound di Vietnam, untuk mendatangkan buyers di misi penjualan ini.
Undangan untuk menghadiri Indonesia Sales Mission disambut baik oleh anggota dalam jaringan Hanoi UNESCO Travel Club. Misi penjualan di Hanoi dihadiri oleh 56 perusahaan. Dan buyers yang hadir misi penjualan di Ho Chi Minh City sebanyak 70 perusahaan.
Sales Mission di Hanoi juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi dan Vice Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Henry Hue. Sedangkan Sales Mission di Ho Chi Minh City dihadiri oleh Konjen RI Agustaviano Sofjan dan Chairman Hanoi UNESCO Travel Club Truong Quoc Hung.
Jongki Adiyasa, Direktur Nusa Ina Leisure, salah satu seller di Indonesia Sales Mission 2024 di Vietnam mengatakan, tren perjalanan wisatawan Vietnam tergantung dari apa yang kita tawarkan kepada mereka: mau melihat apa, mau melakukan apa selama berada di Indonesia.
Karena penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali dan Jakarta sudah tersedia, jadi sekarang bagaimana pelaku pariwisata di Indonesia bisa membawa mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan bahkan hingga Surabaya.
‘’Lama tinggal wisatawan Vietnam rata-rata 5 hari 4 malam. Ini yang hendak diupayakan oleh IINTOA, memperlama masa tinggal wisatawan Vietnam menjadi 7 hari 6 malam. Dengan melihat lama tinggal mereka di sini, kita juga bisa menarik mereka sampai ke Lombok dan Komodo. Tampaknya mereka masih OK ke Lombok tapi belum bisa sampai ke Komodo,’’ terang Jongki.
Seller lainnya Monas Tjahjono, Managing Director Monas Tours & Travel, dari Surabaya, mengakui, buyers Vietnam yang hadir secara umum tidak tahu destinasi-destinasi lain di Indonesia kecuali Bali.
‘’Di Sales Mission ini ada sellers dari beberapa daerah ikut seperti dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Mereka senang sekali. Saya melihat, mereka rupanya juga senang kegiatan semi adventure seperti trekking di Gunung Ijen, Bromo, ke Tumpak Sewu. Itu mereka suka,’’ kata Monas.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/3/2024), mengatakan, Vietnam merupakan pasar potensial dengan kenaikan jumlah wisatawan yang sangat signifikan dari tahun 2022-2023.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, potensi wisman yang didapat dari Indonesia Sales Mission di Hanoi sebanyak 4.186 wisatawan dan 3.593 wisatawan dari Ho Chi Minh City.
Adapun potensi devisa yang dihasilkan dari misi penjulan di Hanoi sebesar 389.066 dollar AS atau sekitar Rp 6.030.523.000,00. Dan 874.452 dollar AS atau sekitar Rp 13.554.006.000,00 dari misi penjualan di Ho Chi Minh City.
IINTOA berpandangan, mempromosikan destinasi Indonesia merupakan tugas utama pemerintah. Sedangkan pelaku industri seperti halnya anggota IINTOA bertugas mempromosikan paket-paket wisata yang di dalamnya sekaligus mempromosikan destinasi wisata sesuai paket tur yang dijual.
Sedangkan pihak hotel dan restoran serta yang lainnya mempromosikan produk usahanya serta mempromosikan destinasi wisata hanya sesuai dengan hotel atau restoran itu berada.
‘’Sekarang tantangannya adalah kita harus mempromosikan destinasi dengan baik dan benar,’’ tambah Jongki.
Kegiatan Table Top yang diinisiasi dan diorganisasikan oleh IINTOA di Vietnam bulan lalu merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan Table Top IINTOA di Bangkok, Thailand pada 27-30 Agustus 2023. Dan asosiasi inbound tour operator di Indonesia ini akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dalam upaya menjemput wisman. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia hadir di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2024 dengan kekuatan penuh. Pameran pariwisata terbesar di dunia itu telah berlangsung pada 5 hingga 7 Maret 2024 di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Jerman. Dan sebanyak 93 pelaku industri pariwisata memenuhi paviliun [more]
Tourism for Us – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan jingle baru Wonderful Indonesia yang telah diaransemen ulang dari jingle sebelumnya yang dibawakan oleh penyanyi Rossa. Menparekraf Sandiaga Uno dalam ‘’The Weekly Brief with Sandi Uno’’ [more]
Tourism for Us – Buyers mancanegara yang hadir di Bali and Beyond Travel Fair 2023 (BBTF) tampaknya setuju, pariwisata Bali mesti dipromosikan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selama empat hari berada di Pulau Dewata dalam rangka mengikuti salah satu pasar pariwisata internasional paling ditunggu di Indonesia itu, mereka mengalami sendiri bahwa pariwisata berkualitas (quality tourism) bukan berarti wisatawan harus membawa uang sebanyak-banyaknya. Tetapi, bagaimana mereka bisa menghargai setiap kearifan lokal (local wisdom) dan budaya di destinasi yang dikunjungi dan meningkatkan kontribusi dari kunjungannya ke destinasi terhadap perekonomian lokal.
Travex di Bali and Beyond Travel Fair 2023. (Foto: Birkompublik Kemenparekraf)
BBTF tahun ini berlangsug pada 14-17 Juni 2023. Di mana sehari sebelum pertemuan bisnis (travex) dilangsungkan seminar pariwisata yang diikuti oleh sellers dan buyers. Travex BBTF 2023 berlangsung selama dua hari pada 16-17 Juni 2023.
Pada edisi kesembilan, BBTF 2023 dihadiri 350 buyers dari 51 negara dan 230 sellers dari lima negara. Menurut Ketua BBTF 2023 Putu Winastra, sellers dari luar negeri sudah ada di edisi sebelumnya tetapi jumlahnya bertambah pada tahun ini.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada kesempatan jumpa pers di hari terakhir BBTF 2023, Sabtu (17/6/2023), di Westin Nusa Dua Bali, menyampaikan, BBTF tahun ini mengangkat tema tentang hubungan kualitas dan wisata berkelanjutan yang diharapkan mampu menjadikan Bali sebagai hub bagi destinasi lain di Tanah Air.
‘’Ini adalah event yang diselenggarakan bagi para pemangku kepentingan khususnya para pelaku pariwisata di Bali. Kami mendukung tahun depan, BBTF dibuat event yang lebih besar. Kami di sini sangat berharap dukungan yang besar baik pemerintah maupun stakeholder pariwisata lainnya sehingga Bali bisa menjadi hub dan menjadi melting pot untuk Indonesia,’’ kata Wagub Bali.
‘’BBTF 2023 berjalan sangat sukses. Buyers yang datang juga sangat luar biasa. Tren yang baru adalah bagaimana ke depan itu quality tourism dan sustainble tourism bisa semakin diperkuat. Artinya, bahwa quality tourism itu tidak berarti harus membawa uang banyak. Tapi, bagaimana mereka bisa berkontribusi dan menghormati local wisdom dan sebagainya,’’ ujar Winastra.
Ditambahkannya, ‘’Justru melalui BBTF ini lah memberikan update bahwa di Bali ini pariwisatanya sangat luar biasa. Karena yang viral di media sosial itu kan persentasenya kecil sekali. Namun demikian, kita juga mempertegas masih banyak wisatawan yang baik, yang datang dan berada di Bali.’’
Dikutip dari akun Instagram @gusagung, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, dengan mengangkat tema ‘Reconnecting to Quality and Sustainable Tourism’ di BBTF 2023, mempromosikan Bali secara berkelanjutan dan bertanggung jawab membutuhkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dan budaya. Dengan fokus pada praktik pariwisata berkelanjutan dan mempromosikan pengalaman budaya otentik, Bali dapat terus menarik pengunjung sekaligus melestarikan warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.
Pada jumpa pers di hari terakhir BBTF 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi pertanyaan dari media terkait kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) ke Indonesia. Menparekraf menerangkan, pemerintah Indonesia menghentikan sementara kebijakan bebas visa kunjungan untuk 159 negara. Meskipun demikian, hal tersebut diyakini tidak akan menurunkan minat wisatawan untuk datang ke Indonesia khususnya ke Bali.
Kebijakan BVK dihentikan selama pandemi COVID-19. Semenjak pemerintah membuka perbatasan negara mulai kuartal pertama 2022, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan peningkatan. Untuk itu, pemerintah akan segera meninjau ulang kebijakan yang lebih tepat.
‘’Dengan kebijakan visa on arrival (VOA), kami harapkan itu sudah menampung lebih dari 80 persen wisatawan yang datang dan sisanya mereka berkunjung dengan menggunakan E-visa. Kami ingin mengarah pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Serta peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisman sehingga memberikan dampak pada ekonomi lokal. Dan untuk para wisatawan yang berulah akan ditindak tegas dengan hukum yang berlaku,’’ kata Menparekraf.
Masih pada kesempatan yang sama, BBTF ke-10 diumumkan akan berlangsung pada 13-15 Juni 2024. BBTF 2024 mengusung tema ‘Exploring & Experiencing Sense of Indonesia’s Beauty’.
Winastra, juga Ketua DPD ASITA Bali, berharap, BBTF dapat menjadi platform berkualitas bagi buyers global untuk bertemu dengan sellers nasional dan internasional di Bali. Menparekraf pun mendorong provinsi, kabupaten/kota dari seluruh Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan di BBTF 2024.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) berinisiatif ‘’jemput wisatawan’’ dengan mendatangi ke sumber pasarnya langsung. Asosiasi perusahaan perjalanan inbound ke Indonesia ini menggandeng Thailand Travel Agents Association (TTAA), asosiasi perusahaan perjalanan outbound Thailand, menggelar pertemuan bisnis (table top) di Bangkok, Thailand, [more]