Tourism for Us – Pemuteran tidak hanya indah di bawah permukaan lautnya saja tetapi daratannya juga keren. Desa di Gerokgak, Buleleng, ini dikelilingi barisan perbukitan berselimut padang rumput. Perbukitan di desa itu semakin populer di kalangan traveler penyuka trekking beberapa tahun belakangan. Orang-orang suka trekking [more]
Tourism for Us – Pantai-pantai di kawasan Uluwatu unik. Pada umumnya berupa pantai sempit di bawah tebing karang. Pasir kuning keemasannya muncul ketika air laut pasang surut. Pantai-pantai di sana sangat dikenal di kalangan peselancar karena memiliki ombak tinggi dan panjang. Namun, asal tahu tempat [more]
Setelah dua minggu uji coba pembukaan tempat wisata berjalan, tidak ada zona merah di Bali.
Sebanyak 1000 goodie bag akan dibagikan di Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 27 September 2021. Bali ingin mengapresiasi wisatawan yang telah berkunjung ke Pulau Dewata. (Sumber: Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali)
Tourism for Us – Dalam rangka merayakan Hari Pariwisata Dunia 2021, pelaku pariwisata di Bali di bawah koordinasi Badan Promosi Pariwisata Daerah berkolaborasi menyambut wisatawan domestik yang mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin, 27 September 2021. Sebanyak 1000 goodie bag akan dibagikan di Terminal Kedatangan Domestik. Di dalamnya ada sejumlah voucher diskon yang bisa digunakan oleh wisatawan selama berada di Bali. Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan World Tourism Day itu sebagai bentuk penghargaan terhadap wisatawan yang telah berkunjung ke Pulau Dewata.
Sampai dengan 24 September 2021, 96,91 persen masyarakat Bali telah menerima vaksin tahap I dan 74,48 persen vaksin tahap II. Dan jumlah tersebut masih akan bertambah.
Sumber; Bali Tourism Board
Tidak terasa, uji coba pembukaan tempat-tempat wisata di Bali telah berlangsung selama dua minggu. Selain menjaga prokes dan penggunaan aplikasi PeduliLindugi juga dilakukan antisipasi-antisipasi seperti pengaturan nomor kendaraan ganjil-genap. Merujuk pada data yang dipublikasikan oleh Bali Tourism Board (BTB) di situs resminya, tidak ada lagi zona merah sedangkan zona kuning atau level 2 bertambah. Hal ini menambah optimisme masyarakat dan pelaku pariwisata di Bali.
Sebelumnya, Bali telah melakukan beberapa kali latihan menyongsong tatanan baru pariwisata pada Oktober-November 2020 melalui kegiatan WE LOVE BALI dan melibatkan lebih dari 4.000 peserta, sekarang Bali mengujinya dengan membuka tempat-tempat wisata secara bertahap.
Kemudian, Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15 tahun 2021 mengenai uji coba pembukaan daya tarik wisata alam, budaya, buatan, spiritual dan desa wisata. Uji coba ini berlaku di sembilan kabupaten dan kota. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi oleh para pengelola daya tarik. Sanksi pun akan diberlakukan kepada mereka yang melanggar aturan.
Sumber; Bali Tourism Board
Wisnu Arimbawa dari BTB menyampaikan, daya tarik wisata yang hendak mengikuti uji coba harus sudah mengimplementasikan prokes dan mempunyai sertifikat CHSE. Pengelola tempat wisata juga harus mematuhi aturan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitasnya. Dan memiliki akses ke aplikasi PeduliLindungi dengan telah mengantongi QR Code.
Dikutip dari Antara, kawasan pantai Kuta, Kabupaten Badung, menerapkan prokes ketat bagi seluruh pengunjung maupun para pedagang. Dalam masa uji coba ini, desa pengelola pantai menerjunkan petugas seperti pecalang, jagabaya dan satgas pantai untuk berkeliling dan memastikan wisatawan disiplin prokes selama berada di pantai. Tidak hanya itu, setiap pengunjung diminta untuk memindai barcode dari aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki area pantai. Kepada seluruh pedagang yang berjualan di kawasan pantai harus menerapkan prokes serta menjalani vaksin kedua. Bagi mereka yang belum menerima vaksin kedua tidak diizinkan berjualan sementara.
“Tidak hanya pantai Kuta, pantai Sanur, Nusa Dua, Melasti, Pandawa, Labuan Sait/Padang-padang juga mengikuti tahap uji coba ini. DTW Uluwatu sudah buka. Kecuali atraksi tari kecak, itu mungkin masih menunggu dulu,“ kata Wisnu.
Daya tarik lain yang ikut dalam uji coba ini adalah Tanah Lot, salah satu ikon Pulau Dewata di Kabupaten Tabanan. Daya tarik itu berkapasitas sampai 5.000 pengunjung di waktu normal. Namun selama pandemi dan uji coba, pengelola membatasi pengunjung sampai 2.500. Seluruh kawasan dibersihkan dengan disinfektan. Dan pengunjung sudah dapat memindai barcode di pintu masuk karena obyek tersebut sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.
Pada masa uji coba, daya tarik-daya tarik wisata di Kabupaten Karangasem di antaranya Taman Tirtagangga, Tenganan, Taman Soekesada Ujung, dan Taman Edelweis buka kembali sejak 8 September 2021.
Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa berharap, semua peduli pada diri masing-masing. Wisatawan harus disiplin melakukan prokes. Penyedia jasa juga wajib menjalankan prokes dan mengikuti peraturan pemerintah. Semua hal yang sedang dilakukan sekarang adalah untuk masa depan ekonomi pariwisata, khususnya di Pulau Bali, bisa bangkit lagi.*** (Yun Damayanti)
Pembaharuan artikel ‘Bali Menguji Tatanan Baru Berwisata’. Artikel ini telah diperbaharui mengikuti data terbaru penerima vaksin dan kasus positif di Pulau Bali.
Tourism for Us – Masyarakat di Pulau Bali yang telah menerima vaksin Covid-19 tahap kedua mencapai lebih dari 70 persen per 20 September 2021. Dengan meningkatnya kesadaran vaksinasi, menerapkan protokol kesehatan (prokes), pentingnya mempunyai sertifikat CHSE dan mendaftar di aplikasi PeduliLindungi, serta sekarang mulai menguji [more]
Tourism for Us – Pemerintah terus mematangkan persiapan di kawasan Nusa Dua, Sanur, dan Ubud yang akan dibuka terlebih dahulu untuk kegiatan pariwisata secara penuh di Pulau Bali. Selain itu, persiapan di ketiga kawasan tersebut juga punya misi menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, [more]
Tourism for Us – Destinasi Bali serta akomodasi di Bali, kota Batu, Jawa Timur, dan Jakarta baru saja didaulat jadi yang terbaik di kategorinya masing-masing di kawasan Asia dalam ajang 27th World Travel Awards. Mereka pun dinominasikan untuk memperebutkan title the World’s Leading 2020 yang akan diumumkan pada akhir November 2020.
Eco Bike Coffee Kintamani,tempat istirahat setelah bersepeda di Bali.Indah,sejuk,dan romantis.(Photo courtesy of Wisnu Arimbawa/GD Tours Bali)
Pada World Travel Awards tahun ini, Bali dipilih sebagai Asia’s Leading Wedding Destination 2020 dan Asia’s Leading Romantic Destination 2020. Pulau Dewata juga dinominasikan di kategori yang sama untuk World’s Leading Wedding Destination 2020 dan World’s Leading Romantic Destination 2020. Tidak hanya itu, pulau resor ini pun dinominasikan di kategori World’s Leading Island Destination 2020.
Penghargaan tahunan World Travel Awards juga diberikan kepada sejumlah akomodasi di Bali, Kota Batu, dan Jakarta. BVLGARI Resort Bali memenangkan penghargaan sebagai Asia’s Leading Resort 2020. Masih dari Bali, Samabe Bali Suites and Villa dinobatkan sebagai Asia’s Leading All-Inclusive Resort 2020 dan Club Med Bali sebagai Asia’s Leading Sport Resort 2020. The Singhasari Resort di Kota Batu, Jawa Timur, membawa penghargaan sebagai Asia’s Leading Family Resort 2020. Dan Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro menyabet gelar Asia’s Leading City Resort untuk keempat kalinya secara berturut-turut tahun ini.
Villa 2 kamar di The Singhasari Resort menawarkan ruang yang luas,pilihan kegiatan bagi semua anggota keluarga,dan suasana sejuk pegunungan khas Kota Batu,Jawa Timur.(Foto: thesinghasari.com)
Seksi khusus Indonesia
World Travel Awards juga menyediakan seksi khusus Indonesia di ajang penghargaannya. Siapa saja yang menjadi pemimpin pada 2020 di Indonesia telah diumumkan. Berikut ini di antaranya:
Indonesia’s Leading Hotel 2020 – Oberoi Beach Resort Lombok, Nusa Tenggara Barat
Indonesia’s Leading Resort 2020 – The St.Regis Bali
Indonesia’s Leading Boutique Resort 2020 – Seed Resort, Rote Ndau, Nusa Tenggara Timur
Indonesia’s Leading Family Resort 2020 – The Singhasasri Resort, Batu, Jawa Timur
Indonesia’s Leading Dive Resort 2020 – Bunaken Oasis Dive Resort and Spa, Sulawesi Utara
Indonesia’s Leading Destination Management Company 2020 – Far Horizon
Indonesia’s Leading Tour Operator 2020 – Horas Tours, Medan, Sumatera Utara
Indonesia’s Leading Travel Agency 2020 – Panorama JTB
Indonesia’s Leading Online Travel Agent 2020 – Traveloka
Indonesia’s Leading Travel Management Company 2020 – Traveloka
Para pemenang World Travel Awards 2020 merupakan hasil dari pencarian panjang selama setahun di antara merek-merek terbaik perusahaan perjalanan, pariwisata dan perhotelan. Pemungutan suara dilakukan oleh para profesional di industri perjalanan maupun publik. Nominator yang memperoleh suara terbanyak di satu kategori dinobatkan sebagai pemenang.
Dalam siaran persnya, Graham Coke, Founder World Travel Awards mengatakan, para pemenang dari kawasan Asia merepresentasikan yang terbaik dari yang terbaik di sektor perjalanan dan pariwisata Asia.
“Saya ucapkan selamat kepada setiap pemenang. Mereka telah menunjukan ketahanan yang sungguh luar biasa di tahun yang penuh dengan berbagai tantangan tidak terduga. Program World Travel Awards 2020 mencatat rekor jumlah pemilih oleh publik. Hal ini menunjukan perjalanan dan pariwisata tidak pernah lebih kuat daripada sebelumnya dan menjadi pertanda baik untuk masa depan industri karena pemulihan secara global sudah dimulai,” ujar Coke.
World Travel Awards pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993. Penghargaan ini untuk mengakui, menghargai, dan merayakan semua usaha-usaha terbaik di seluruh sektor industri pariwisata.***
Pemerintah Indonesia memutuskan belum akan membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara sampai akhir tahun 2020, termasuk ke Pulau Bali. Tujuan wisata utama di Indonesia itu akan fokus pada menggerakkan kembali perjalanan domestik dan wisatawan nusantara. Selain merupakan salah satu destinasi prioritas dalam pembukaan kembali pariwisata [more]