Tourism for Us – Buku masak ‘’Indonesia at Home’’ (L’Indonesie a la Maison) meraih tiga penghargaan sekaligus di The Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman dan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan dari ajang bergengsi ini semakin [more]
Tourism for Us – Indonesia at Home menjadi solusi bagi mereka yang mencari buku masak Indonesia yang mendalam, terutama di kalangan orang-orang asing. Kontennya tidak hanya mencakup 100 resep masakan keluarga yang otentik, tetapi juga menyajikan perjalanan cerita dan budaya masyarakat Indonesia. Buku ini akan [more]
Tourism for Us – Seiring dengan jumlah pengunjung yang luar biasa ke Village International de la Gastronomie (VIG) 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung yang datang ke tenda Indonesia juga luar biasa banyaknya. Ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia semakin di kenal oleh masyarakat internasional.
Tenda Indonesia di VIG 2025 tidak hanya dikunjungi masyarakat tetapi juga pejabat dari lembaga/organisasi internasional. (Foto: LMDI)
‘’Tahun ini luar biasa pengunjungnya, jauh lebih baik dan lebih banyak yang beli. Bagus sekali,’’ kata Eka Moncarre, pendiri La Maison De L’Indonesie (LMDI) di Paris.
Village International de la Gastronomie 2025 baru saja berlangsung pada 11-14 September 2025 di bawah Menara Eiffel, tepatnya di Quai Jacques Chirac di tepi Sungai Seine, Paris, Perancis. Pada keikutsertaan di tahun ke-7, Indonesia yang diwakili oleh La Maison De L’Indonesie di Paris, kembali menghadirkan Indonesian street food dan produk-produk terbaik dari Indonesia seperti kopi, cokelat, teh, dan rempah-rempah, serta kerajinan tangan.
Pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu, pengunjung VIG menikmati penampilan budaya Nusantara yang dibawakan oleh diaspora Indonesia di Perancis. Penampilan budaya yang ditampilkan tahun ini adalah tari Burung Enggang dari Dayak, tari Lengger Sekat Melati dari Banyumas, Jawa Tengah, dan silat kalimantan yang diperagakan oleh kelompok Pukulan Patikaman Borneo Perancis. Selain itu, peragaaan busana yang menampilkan kebaya dan kain-kain tradisional dari berbagai daerah, diantaranya kain tenun dari Nusa Tenggara Timur.
Penampilan budaya itu merupakan hasil kolaborasi LMDI dengan Asosiasi Khatulistiwa, yakni asosiasi budaya Indonesia di Paris yang dibentuk oleh Ary Drean, seorang diaspora Indonesia di Perancis, dan Pukulan Patikaman Borneo Perancis.
VIG adalah satu-satunya acara gastro-diplomasi internasional terbesar di Perancis yang didedikasikan untuk masakan tradisional dan populer dari setiap negara. Setiap tahun acara ini menyambut lebih dari 40.000 pengunjung untuk mencoba produk-produk terbaik dari setiap negara dan mencicipi makanan tradisionalnya.
VIG 2025 diikuti oleh 62 negara. Selain itu, institusi gastronomi dan kuliner daerah Perancis turut hadir sehingga membuat VIG tahun ini lebih semarak dan menarik untuk dikunjungi. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Masyarakat Perancis telah berhasil menciptakan budaya konsumsi kopi dan cokelat yang unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak negara lain dan menjadi bagian dari gaya hidup global. Meskipun, Perancis bukanlah negara dengan konsumsi kopi dan cokelat terbesar di dunia. Banyak orang di [more]
Tourism for Us – Promosi gastronomi Indonesia akan kembali hadir di Village International de la Gastronomie pada 11-14 September 2025 di Paris, Perancis. La Maison De L’Indonesie (LMDI) memastikan partisipasi Indonesia di ajang event diplomasi gastronomi internasional tahunan yang dipatroni oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. [more]
Tourism for Us – Setelah hujan salju pertama turun, Flavours of Indonesia siap menghangatkan musim dingin di Paris, Perancis.
(Sumber: LMDI)
Le Maison De L’Indonesie (LMDI/Rumah Indonesia Paris) akan kembali mengadakan promosi gastronomi Indonesia selama bulan Desember 2024. Kegitan promosi gastronomi itu akan dilakukan lewat beberapa program dalam tema Flavours of Indonesia.
Setiap program berisi memperkenalkan cita rasa Indonesia lewat produk-produk kuliner. Produk-produk kuliner yang diangkat akan menghangatkan musim dingin di Paris. Selain itu juga mempromosikan produk-produk Indonesia lainnya. Dan setiap program membawa tema yang unik.
Program pertama adalah ‘Special Tasting Chocolate’ yang akan berlangsung selama tiga hari pada 6-8 Desember 2024 bertempat di kafe LMDI. Untuk program ini LMDI berkolaborasi dengan Chef Stanly Rutten dari Rumah Rasa di Belanda. Selama program Tasting berlangsung pengunjung dapat mencicipi sensasi rasa cokelat yang belum pernah ada sebelumnya.
Chef Stanly Rutten menyiapkan berbagai varian rasa cokelat seperti cokelat rendang, cokelat lapis legit, cokelat durian, cokelat sambal, cokelat cendol, cokelat klepon dan lain-lain. Cokelat akan disajikan bersama pilihan minuman khas indonesia.
‘’Pengunjung bisa memilih menu ‘Special Tasting Chocolate’ dengan pilihan minuman indonesia seperti jamu, teh atau kopi,’’ kata Eka Moncarre, Founder Le Maison De L’Indonesie.
Program berikutnya, LMDI akan mengikuti Christmas Market pada hari Sabtu, 14 Desember 2024 di Place de la Bastille. Ini adalah event pertama dan merupakan Pasar Natal Internasional terbesar di Paris. Dan pasar itu akan diikuti oleh ratusan negara.
LMDI yang akan mewakili Indonesia menyiapkan hidangan rendang, kopi susu gula aren, kopi tubruk, dan jamu. Kemudian juga membawa produk-produk Indonesia lainnya. Pasar Natal tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Setiap hari dari Selasa sampai Minggu, makanan indonesia juga disajikan di kafe LMDI. Eka mengungkapkan, menu-menu Indonesia sudah disukai oleh banyak orang yang mayoritas belum pernah ke Indonesia, baik itu orang Perancis ataupun turis internasional.
Dia berharap, semoga melalui program-program gastro-diplomasi semacam ini akan membantu meningkatkan citra Indonesia di publik internasional. Sehingga dapat menarik minat wistawan mancanegara mau berkunjung ke Indonesia. ***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Dunia semakin mengenal kuliner Indonesia. Indonesian Culinary Association of Victoria (ICAV) siap menghadirkan festival kuliner Indonesia bertajuk ‘’Indonesian Street Food Festival’’ pada 16-17 Maret 2024 di Queen Victoria Market, Melbourne, Australia. Dan festival ini sangat signifikan dan selaras dengan program pemerintah [more]
Tourism for Us – Indonesia akan hadir kembali di Village International De La Gastronomie (VIG) 2023. Salah satu event gastro-diplomasi terpenting di Perancis ini berlangsung pada tanggal 7 sampai 10 September 2023 di kaki Menara Eiffel dan di dalam tembok bersejarah Musee de L’Homme, Paris. [more]
Tourism for Us – Misi penjualan (sales mission) Indonesia Spice Up the World (ISUTW) pertama di Perancis minggu lalu berhasil menarik perhatian chef, asosiasi pemilik restoran Perancis, sekolah gastronomi, media hingga supermarket halal di Paris.
Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti (kelima dari kiri) memimpin delegasi misi penjualan subsektor kuliner Indonesia ke Paris, Perancis. (Photo credit to LMDI)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, dengan mengangkat tema ‘’1er Edition Festival Des Epices Indonesiennes’’ (Festival Rempah-Rempah Indonesia Edisi Pertama). Sales Mission telah berlangsung pada tanggal 9, 10 dan 12 Mei 2023. Usai misi penjualan diikuti dengan pameran beragam produk makanan dan bumbu Indonesia selama tiga minggu pada bulan Mei 2023 bertempat di House of Indonesia Paris.
Sales Mission diikuti oleh tiga sellers produsen beragam produk makanan buatan Indonesia. Ketiga sellers adalah Lemonilo, Murni dan grup JIKA yang membawa merek JIKA Chocolat, Spice from the East, dan sambal Sweet & Pedas.
Credit photo to LMDI
Agenda pertama misi penjualan ‘’Special Chef Lunch’’, Selasa (9/5/2023), dihadiri 12 orang. Mereka terdiri dari Didier Desert dari Association Francaise des Maitres Restaurateurs; Patric Obin, Academie Nationale de Cuisine; Mathieu La Fay, Euro Toques France; Laetitia Plaut, Maitres Cuisiners de France; Romain Besseron dan Thierry Charrier dari Cuisiners de la Republique Francaise; Dominique Saffre, Union Compagnonnique; Pierre Koch, Academie Culinaire de France; Pierre Sanner, Mission Francaise du Patrimoine & des Cultures Alimentaires; Anne-Laure Descombin, Village International de la Gastronomie; Edouard Cointreau,Gourmand International; dan Marie Sauce-Bourreau
Program hari pertama, peserta diperkenalkan dengan rempah-rempah Indonesia yang digunakan untuk memasak jamuan makan siang. Menu makan siang terdiri dari soto ayam sebagai makanan pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan hidangan utama yakni nasi kuning yang dibentuk jadi tumpeng mini dengan lauk pauknya rendang, tempe dan serundeng. Dan sebagai penutupnya, kue lapis legit ditemani kopi, teh dan cokelat Indonesia.
Eka Moncarre, founder House of Indonesia Paris (La Maison De L’Indonesie/LMDI), menerangkan, ketiga menu jamuan makan siang merupakan kuliner Indonesia paling populer di kalangan warga Perancis. Selain itu, menu tersebut cocok dengan bahan-bahan yang dibawa oleh peserta misi penjualan.
Agenda kedua ‘’Press Conference’’ berlangsung, Rabu (10/5/2023), dihadiri oleh 50 media Perancis.
Agenda ‘’Business Workshop’’, Jumat (12/5/2023), juga dihadiri oleh 50 buyers. Program ini tidak hanya mempertemukan sellers dengan buyers. Tetapi juga termasuk mengunjungi salah satu supermarket halal di Paris sehingga sellers dari Indonesia dapat melihat langsung kondisi pasar.
‘’Kita juga lakukan visit ke supermarket halal di Paris yang tertarik dengan produk-produk Indonesia,’’ ujar Eka.
Setelah rangkaian agenda misi penjualan tersebut, dilanjutkan dengan pameran ragam produk kuliner Indonesia mulai tanggal 10 sampai dengan 31 Mei 2023 di House of Indonesia Paris.
Dalam keterangan tertulis sebelum misi penjualan berlangsung, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti mengatakan, ‘’Selain komoditi rempah, kita juga mengangkat para artisan kuliner yang makin beragam produknya. Harapan kami adalah mempromosikan produk artisan lokal ini supaya produk Indonesia semakin mendunia.”
Tingginya permintaan ekspor rempah menunjukkan, kualitas produk rempah Indonesia telah diakui dunia. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan beberapa bumbu dan masakan Indonesia. Selain itu, diharapkan ada kesepakatan bisnis dan terjadi transaksi antara sellers dari Indonesia dan buyers dari Perancis.
Program nasional Indonesia Spice Up the World adalah strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masakan Indonesia di mancanegara. Strategi ini juga memacu pengembangan jaringan restoran Indonesia di luar negeri sebagai diplomasi gastronomi Indonesia. Kampanye ISUTW menargetkan nilai ekspor rempah dan bumbu mencapai dua miliar dolar AS dan menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.***(Yun Damayanti)
Tourism for Us – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan House of Indonesia Paris (La Maison de L’Indonesie/LMDI) akan menggelar Sales Mission Pemasaran subsektor Kuliner pertama kali di Paris, Perancis, minggu depan. Sales Mission diikuti dengan pameran beragam [more]